You Now Here »

Kasus Irfan Terulang Lagi, Mohon Dengan Sangat Agar Jokowi Mahfud MD Menolong Kembali…  (Read 81 times - 84 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 22,168
  • Poin: 22.245
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




LAKSMANA BINTAN BANDAR BESTARI:
Iya harus dibela, posisi ZA memang terpojok saat itu, dari perspektif hukum pidana, upaya membela diri ZA yang menggagalkan aksi jahat Geng Begal terhadap kekasihnya itu disebut Daya Paksa (Overmacht). Kejadian ZA tidak bisa dipandang bahwa ZA telah membunuh Misnan sang Pelaku yang sesungguhnya sampai tewas, melainkan harus pula dilihat dari perspektif ZA dan kekasihnya adalah para korban (victims) yang berupaya keras agar mereka tidak kehilangan nyawanya secara Viktimologis. Penyidik kepolisian seyogianya dalam melakukan penyidikan (sidik) itu membedah kasus ini dari 3 (tiga) perspektif, yaitu : 1) hukum pidana, 2) kriminologi, dan 3) viktimologi. Saya sependapat dengan Penulis bahwa ZA semestinya dibebaskan ataupun dilepaskan dari segala tuntutan pidana. Saya berharap pihak keluarga ZA dan kekasihnya dapat meminta bantuan secara pro bono kepada advokat-advokat LBH. Semoga ZA bisa segera kembali kepada keluarganya, aamiin Allaahuma aamiin !

Martabak Sweet:
"Budiarto akan memberikan rekomendasi supaya pelajar berusia 17 tahun ini dibina oleh lembaga dengan dititipkan di salah satu pondok pesantren hingga lulus nanti."

Tidak malah takut, nanti dari waras, malah jadi pengikut ISIS dan malah jadi bajingan agamis?

Klan Maulana:
memang kudu diliat pesantrennya, garis keras ato garis lunak penuh kelembutan... ^_

Abu Delapan:
Husssss !! ...

Abu Delapan:
Nurani Polisi dan Jaksa dikemanakan ? Bagaimana bila kasus tsb menimpa anak atau ponakan mereka ?

Klan Maulana:
Dilematis SOP sepertinya...

Edwin Hendra Kusuma:
Jadi ikut salah dong kalau polisi dan jaksa harus memberi dispensasi semaunya. Menghilangkan nyawa orang dalam membela diri memang seharusnya tidak digolongkan pembunuhan berencana, tapi kalau pelaku tidak melaporkan kejadian itu ya tetap saja salah.

Ari:
Kalau dibaca dari kronologinya sepertinya hal yang tidak dilakukan ZA dan kekasihnya ini setelah kejadian tidak langsung melapor ke polisi, ya mungkin karena bingung dari kejadian itu bisa saja atau karena situasi yang memang penuh emosi dan ketegangan pada saat kejadian menjadikan kepanikan..

Edwin Hendra Kusuma:
Bisa dipahami kalau panik dan takut. Tetap saja jadinya salah.

Ari:
Yup memang salah sob, seharusnya mereka langsung telpon polisi setelah kejadian atau mendatangi kantor polisi terdekat, sehingga polisi bisa olah TKP mungkin kejadiaannya takkan sampai seperti ini.

TMP2020:
Kasus Irfan blom masuk kepengadilan (Yudikatif), kalo kasus ZA sudah. Beda....

Edwin Hendra Kusuma:
Teman saya ada yang mengomentari kasus ini dan membandingkannya dengan di US di mana menyebabkan kematian orang lain karena membela diri bisa bebas. Sayangnya teman saya ini nggak tahu bahwa dalam kasus seperti itu pihak yang menghilangkan nyawa orang tetap harus melaporkan diri ke kepolisian, dan setelah itu masih harus melewati prosese penyelidikan dan dan proses hukum untuk membuktikan bahwa dia melakukannya benar2 dalam rangka self defense.


Kasus ini pun terungkap saat polisi menemukan mayat Missan.



Nah dari quote ini kan jelas banget bahwa ZA tidak melaporkan kejadian itu dan tidak menyerahkan diri ke kepolisian. Bagaimanapun juga ini akan jadi hal yang memberatkan ZA di pengadilan.

San Tuy Wele Wele:
wah sudah sering ada yg bilang juga :
masuk pengadilan? welcome to the jungle..
hukum rimba yg berlaku.. siapa lebih kaya dia menang...

Harangan Toras:
makanya orang malas kalo dah liat polisi jaksa an hakim...apalagi berurusan .....blm apa2 dah bangkrut duluan. ??? ??? ??? ???

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Kasus Irfan Terulang Lagi, Mohon Dengan Sangat Agar Jokowi Mahfud MD Menolong Kembali… yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/sosbud/kasus-irfan-terulang-lagi-mohon-dengan-sangat-enuGJG6531

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: