You Now Here »

LPG 3 Kg Tepat Sasaran, Orang Kaya Penikmat Subsidi Pasti Ribut  (Read 116 times - 106 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 22,090
  • Poin: 22.167
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
LPG 3 Kg Tepat Sasaran, Orang Kaya Penikmat Subsidi Pasti Ribut
« on: January 19, 2020, 05:17:24 AM »




Valhalla:
Yang dibutuhkan masyarakat perkotaan sebenarnya adalah instalasi tetap gas alam(LNG) dipemukiman, bukannya elpiji(LPG) yang 100% impor.

Botol elpiji 3kg 12kg isinyapun disunat, sudah menjadi rahasia umum....

Entah kapan instalasi pemipaan tetap LNG bisa menjangkau hingga kepelosok pedesaan. (Diperkotaan saja masih mimpi panjang.....)

Abu Delapan:
Ahok jangan menganggap remeh Gas, Gas berkaitan langsung dengan emak2 seluruh Indonesia, Anda koar2 menaikan gas, reputasi anda akan terganggu. Kata JK,dulu  pengunaan gas untuk menghilangkan subsidi minyak tanah, Sebaiknya diperbaiki sistem distribusinya dulu, mungkin harga pertamina ke agen berkisar 12 ribu, harga jual  agen 14500, harga jual sub agen 16000, harga jual masy 20.000. Tugas ahok adalah perbaiki distribusinya dulu, Jika anda memutus Agen dan sub agen maka ada profit 4500, sekitar 35 % BISA DIRAIH PERTAMINA. 4500 jika  dikalikan jutaan tabung, jelas penghematan yang besar. Ingat Jokowi Ahok, apakah pengorbanan rakyat seperti kenaikan PBB 400 persen dijakarta, layak digunakan untuk beli lem aibon ? Anda tidak selamanya berkuasa Mas sob ...... penerus anda belum tentu baik.

Abu Delapan:
Ucapan ahok seperti diatas, bisa disebut, membuat gaduh terus, ahok tidak berhati2, malah semprulnya keluar lagi.. Apapun juga, gas berkaitan sangat langsung dengan dapur, maka hati2 dengan ucapan subsidi tepat sasaran pada gas. UUD menyatakan, bumi air dikuasai oleh negara, digunakan untuk kemakmuran rakyat, rakyat yang notabene kaya dan miskin tidak dijelaskan pada UUD. Listrik naik bebas subsidi, tapi tidak berkaitan langsung dengan dapur , orang bisa mengirit pemakaian, bbm tidak berkaitan langsung dengan dapur, orang bisa mendapat subtitusi dari sepeda atau jalan kaki, tetapi gas !!, ngamuklah emak2, masa jaman gini pake kayu bakar di kota2 besar.


Lihat hasil PBB naik 400 persen di Jakarta, setelah ahok -jokowi siapa yang menikmati untuk royal2 ? siapa yg menikmati APBD dari berkisar 40 hingga 80 an T ?



Sebaiknya difikirkan cara naik yang baik, cara naik yang tidak memberatkan, cara naik bertahap, jangan SOK berkuasa, yang menganggap Subsidi tepat sasaran, Ingat Jokowi ahok tidak selamanya berkuasa, peninggalan2 anda yg membebani hidup tanpa subsidi, hanya menjadi ajang korupsi penerus anda.

Abu Delapan:
Angin sepoi2 malam, sebelum menghilang, hembusannya memberi ketenangan hidup. Jokowi - Ahok, sebelum menghilang, apakah terus meninggalkan beban hidup berat ? Menyedihkan.

Sipitung ame Ji'i:
Bensin --> Subsidi
Gas --> Subsidi
Listrik --> Subsidi

Dibilang MISKIN --> Ngamuk

Martabak Sweet:
Jangan salah. Ini yang menghalangi justru JK yang menekan dan mencegah supaya yg dibagi bisa ke-track dengan baik dan tepat sasaran.

bpd jambuluwuk:
yang jadi masalah adalah data penduduk tidak mampu di lapangan sering tidak update. Keluarga yang bbrp tahun lalu mampu bisa jadi hari ini karena satu dan lain hal jatuh miskin. Begitu juga sebaliknya banyak keluarga yang tadinya tidak mampu saat ini sudah mampu yang sayangnya tidak mau kehilangan bantuan dari pemerintah dan tidak peduli dengan tetangganya yang sekarang tidak mampu. Mudah2an ada terobosan dari pemerintah, karena di tingkat kelurahan dan desa banyak yang tidak mampu / "tidak mau" memecahkan masalah ini..

Martabak Sweet:
Alasan saja itu. Memang sengaja dicegah oleh JK.

Leo Vargaz:
Biarin semua harga naik, rezim saja yang turun

Di:
Subsidi--Strata Sosial--Status Sosial Media

Tahukah Anda, bahwa tiga istilah yang saya tulis diatas memiliki korelasi, memiliki keterkaitan satu sama lainnya?!

Walaupun hanya berlaku untuk situasi dan kondisi ( sikon ) tertentu. Tetapi sikon tersebut berulang selalu. Terus menerus terjadi. Maksudnya?!

Pemerintah dalam memberikan subsidi kepada masyarakat, masyarakat kurang mampu/miskin lebih tepatnya, tentunya tidak ingin 'kecolongan' atau salah sasaran dalam menyalurkan bantuan tersebut.
Karena fakta dilapangan menunjukkan demikian.

Masyarakat yang benar-benar kurang mampu/miskinlah yang harus menerima bantuan tersebut.
Bukan malah sebaliknya, masyarakat yang 'ngaku-ngaku' miskin atau kalangan/strata sosialnya menengah ke atas. Golongan mampu.

Lantas, apa korelasi antara subsidi dengan strata sosial dan status sosial media tersebut?!

Dalam sikon seperti ini, kalangan dengan strata sosial menengah atas/mampu, ngaku-ngaku miskin untuk mendapatkan bantuan/subsidi.
Tetapi di sosial media, malah pamer segala kelebihan.

Kesimpulannya?!
Inilah Indonesiaku...

si memble:
Yup, spt mobil2 mewah tapi pake premium subsidi. ????

Di:
Tepat sekali !!
Sepakat dengan komen Anda

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel LPG 3 Kg Tepat Sasaran, Orang Kaya Penikmat Subsidi Pasti Ribut yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/lpg-3-kg-tepat-sasaran-orang-kaya-penikmat-rXVJqorKmQ

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: