You Now Here »

Kasus Bridgestone Vs Samirin 17.000, Negara Jebol 111 Juta. Siapa Yang Tanggung Jawab?  (Read 80 times - 113 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 22,207
  • Poin: 22.284
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Erick 73:
Jangan melihat kepada rupiah hasil kejahatan, tapi tunjukkan konsistensi sikap bahwa pelanggaran hukum yang sudah memenuhi syarat hukum tetap harus di proses.
Mengenai mengapa PT Bridgestone tetap ngotot bahwa perkara ini tetap harus di lanjutkan ke persidangan bisa ditanyakan langsung, kalau menurut saya bisa dikarenakan:
1. Bisa saja si pelaku bukan kali ini saja melakukan dan kebetulan saja barbuk nya kali ini kecil
2. Untuk memberikan efek jera buat pelaku lainnya atau mencegah orang lain berniat melakukan hal serupa
Dan mengenai hitungan pak Hinca itu kok lucu benar.
Gaji hakim, jaksa itu tetap berjalan ada atau tidak ada sidang selama sebulan dan tidak tergantung besar atau kecilnya perkara, begitu juga gaji sipir. Kalau mau konyol2 an hitung juga kerugian perusahaan. Saya kira maksudnya sdr Hinca mempersoalkan ini untuk memberikan kesan pemerintah tega menindak rakyat kecil. Kalau perkiraan saya itu salah, maka usulkan revisi aturan hukum buat kasus kecil yang menurut saudara tidak layak buat di proses bukannya menololkan diri.

San Tuy Wele Wele:
ya samalah dgn pencurian ikan oleh kapal asing ilegal.. gak dihukum mah gak kapok .. tuh banyak kapal asing coba lagi curi ikan cuma gara2 ganti menteri terkitty.. haha aha aha

iam hêylêl:
Belum sebanding dengan kerugian akibat ketololan JKT58 dengan Gubernur Terbodoh mereka, ahaha

si memble:
Kalo untuk kunker luar negri dgn puluhan/ratusan  anggota dewan yg ga jelas hasilnya, kerugian negara koq ga pernah dihitung ya?
????

BritneyYang:
Ngawur itu Hinca, emang Kalo ga Ada Kasus apa Hakim nya ga Di gaji.
ya konsekwensinya hukum orang ya kasih makan lah.
90 jt dianggap kerugian Dari Hong Kong apa?

Leo Vargaz:
Tidak akan ada kegaduhan jika penegakan hukum berlaku sama untuk seluruh warga negara.
Tidak perlu menjadi munafik untuk menyikapi kasus kakek Samirin. Bahwa benar hukum di Indonesia tajam ke bawah tapi tumpul ke atas.

Wiro waras:
Gimana mau literasi hukum?
Wong polisi lantas aja kalo nilang tunjukin fotokopian di laminating, katanya undang2.
Tapi yang ditunjukin cuma nilai rupiahnya yang guede bangeet

hari setyawan:
Eya....itu tugasnya para bapak2 aparat yalah memuaskan hati para investor asing. Urusan rasa keadilan......

Heri:
itung2annya Hinca ngawur tuh. di ngambil gampangya aja. kecuali uang makan yg lainnya harusnya dibreak down. ada atau yak ada kasus biaya lainnya tetap aja mesti dibayarkan oleh negara.

DC:
Makanya pelajaran hukum sudah seharusnya diajarkan dan dimasukkan kurikulum dari SD seperti di negara2 lain daripada pelajaran yang seharusnya dilakukan di lingkungan pribadi namun tetap saja dipaksakan hingga sarjana hingga harus membayar biaya kuliah hingga jutaan.

Erika:
Iya lulusan hukum geletakan dimana2...  tapiiii.... cr sarjana hukum yg mau menjadi guru, apalagi guru SD, siapa yang mau???

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Kasus Bridgestone Vs Samirin 17.000, Negara Jebol 111 Juta. Siapa Yang Tanggung Jawab? yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/kasus-bridgestone-vs-samirin-17000-negara-jebol-QMIvmUjIMg

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: