You Now Here »

Tanpa Beban, Jokowi Membiarkan Intoleransi! Mana Janjimu?  (Read 192 times - 30 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 23,388
  • Poin: 23.465
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Tanpa Beban, Jokowi Membiarkan Intoleransi! Mana Janjimu?
« on: January 26, 2020, 06:20:18 PM »




San Tuy Wele Wele:
bukan bermaksud menyalahkan penulis, gue lebih sangat menyalahkan kadrun elite yg berusaha menjatuhkan nama baik jokowi, mendiskreditkan pemerintah secara umum seakan2 gagal.
ingat ini psy war ala kadrun yg berusaha mengumpulkan massa emosional utk ikut2 marah seperti penulis yg udah menulis beberapa kali artikel dgn nada yg sama emosionalnya. akhir kata gue minta maaf buat penulis krn kurang setuju sih tapi teriring salam damai semoga bisa menulis lebih baik

Di:
Saya juga setuju dan sependapat dengan Anda

iam hêylêl:
Ane rasa soal ginian lebih cocok wapres yg turun,  khan dia ulama.. cm kok antara ada dan tiada Bapak Wapres.. Moga sehat selalu.. Ahaha

San Tuy Wele Wele:
ulama bukan ulama semua agama.. tapi menterinya yg menteri semua agama.. akhirnya.. kembali reset ke 0 belum ada pergerakan maju dulu entahlah semua masih pikir langkah catur

FAUZi:
Akhirnya penulis sadar juga, bahwa Pak Jokowi memang takut amat sangat kepada gerombolan berjubah dan para kadal gurun serta barisan kecoak septik tank itu..........

Julius DS:
Kalau membaca dan mendengarkan yang berkaitan dasar2 motivasi kadrun dari kitab sucinya sendiri, doktrin2 yang umum seperti unggahan2 dari Zakir Naik dan ulama kadrun sejenisnya. Maka tidaklah kaget bagaimana mereka berperilaku.....idiom dengan doktrin doktrin ISIS.

Zeffanya N Zeevanka:
Lebih mudah minta infrastructure

Leo Vargaz:
Salut, akhirnya ada juga yang nulis begini. Tidak gelap mata membela Jokowi. Padahal banyak terjadi kasus intoleran yang menimpa rakyat di negara ini. Dan faktanya pemerintah masih terus berdiam, ini menunjukan kelemahan yang mendasar. Stabilitas politik mutlak harus terjaga, agar pemerintah dan rakyat bisa bekerja dengan tenang. Bangsa ini benar2 tengah dibiarkan mencari jati dirinya sendiri, pemerintah telah melakukan pembiaran pada rakyatnya. Pemerintah seperti mencoba sembunyi dari kenyataan, terbukti mencoba melarikan diri dengan program pemindahan ibu kota. Yang belum jelas dampaknya untuk rakyat. Jika alasanya pemerataan, seharusnya pemerataan lapangan kerja yang diprioritaskan. Industri yang tersebar, jangan hanya di Jawa.
Ini adalah bentuk kekalahan politis pemerintah menghadapi situasi politik. Diakui atau tidak, DKI Jakarta dibawah Anies sebagai gubernur adalah oposisi pemerintah.
Dan ini menunjukan Jokowi benar-benar sudah kalah. Tidak perlu banyak dalih untuk pembelaan diri, karena pembiaran itu memang sangat kasat mata. Negara tengah dipaksa untuk tunduk pada Agama, yang semakin lama semakin kuat pengaruhnya. Ini kesalahan fatal pemerintah, yang sepertinya tujuannya bukan lagi mejaga Negara tapi lebih menjaga kekuasaan. Negara tidak boleh tunduk pada apapun dengan alasan apapun, karena tujuan para pendiri bangsa tidak seperti itu. DI/TII dipagar betis dan pentolannya di eksekusi mati. PKI dibantai, bahkan lebih dahsyat dan sangat traumatis. Premanisme disikat oleh program Petrus. Tujuannya tidak lain adalah stabilitas politik dalam negeri, agar bangsa ini bisa membangun dan rakyat tenang. Sejarah telah menunjukan banyak contoh, dari golongan apapun yang mengganggu stabilitas negara harus dilenyapkan dari bumi Pertiwi.
Stop pencitraan pak Presiden! Saya sebagai rakyat yang turut memilih anda sebagai presiden, menagih janji anda TANPA BEBAN.
Atau jangan-jangan tanpa beban yang dimaksud itu MASA BODO DENGAN APA YANG TERJADI???

Christoper Sigit:
Yah nikmatin aja, jgn pernah percaya semua janji politik. Jokowi jelas terbelenggu banyak kepentingan politik.

Opini Tadeus:
#PERDANAX... karena fokusnya memang di infrastruktur dan ekonomi.... Mengurusi intoleransi tak kan meninggalkan legacy yg dapat dikenang....

San Tuy Wele Wele:
gue tetap mengenang legacy sby.. contoh: candi hambalang tuh haha aha aha satir

Opini Tadeus:
Haha..apakah itu termasuk legacy ya?

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Tanpa Beban, Jokowi Membiarkan Intoleransi! Mana Janjimu? yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/tanpa-beban-jokowi-membiarkan-intoleransi-mana-sZcoGApGSM

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: