You Now Here »

Menjadi Pembenci, Membuang Empati Dan Nurani Atas Nama Tuhan  (Read 143 times - 85 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 23,399
  • Poin: 23.476
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Menjadi Pembenci, Membuang Empati Dan Nurani Atas Nama Tuhan
« on: January 30, 2020, 03:16:08 AM »




Bayu Aji Nugroho:
Sebetulnya ketika masing2 penganut agama mendalami dan menyelami ajaran agama masing2 semua bisa diselesaikan.
"Bismillahirrahmanirrahim" kalau mau mengaji, dikaji dan diaji dari kalimat itu saya merasa Islam akan menjadi Islam yang sejuk dan menjadi rahmat bagi seluruh alam.
Begitu juga dengan Nasrani, ajaran Yesus jelas "Cinta Kasih", ikutilah ajarannya dan laksanakan di dalam kehidupan, maka damailah dunia ini.
Tapi itu semua sulit terjadi karena memang ada pihak yang tidak ingin adanya kedamaian antara Islam dan Kristen.

FAUZi:
Jadi masih ada gunanya kah agama ? selain pembuktian yang faktual juga tak bisa dibuktikan .....

Semua hanya "menurut kitab ....................(sesuai kitab masing masing agama)


Namun kenyataan bahwa agama hanyalah sumber konflik dan peperangan dari abad ke abad

Leo Nardo:
Agama sumber konflik? Ah, yang benar saja lah. Sebelum agama "import" masuk ke Nusantara, agama-agama asli Nusantara sudah  ada dan hidup di tengah masyarakat. Catatan sejarah Nusantara seingat saya tidak pernah menuliskan cerita konflik antar agama asli Nusantara. Misalnya, Kejawian tidak punya konflik dengan Sunda Wiwitan di Jawa. Parmalim di Utara dan Hinduisme di Selatan tidak punya catatan konflik  Hindu dan Buddha juga tidak punya konflik satu sama lain. Kerajaan Hindu dan Buddha di Nusantara bisa hidup berdampingan   dan berdampingan dengan masyarakat penganut agama asli.

Jadi harap jangan digeneralisasi, Om.

Amies Blas uEdan:
Begitulah, saya sdh sering komen di Seword. Walaupun tidak ada dampak apapun tp hanya memuaskan keinginan hati untuk komen aja

Amies Blas uEdan:
Saya sdh komen di tulisan mbak Hima. Agama2 Samawi seperti itu adanya. Yesus memperbaiki apa yg diajarkan oleh Agama Yahudi, Yesus dimusuhi oleh Ulama Yahudi. Ajaran Yesus tidak diterima oleh Ulama Yahudi lalu berkembang di luar komunitas Yahudi. Setelah Yesus disalibkan, orang Yahudi tetap beragama Yahudi, mungkin ada yg jadi Kristen sebagian dr mereka.

Muhammad memperbaiki agama Kristen, lalu dimusuhi di Mekah yg dulunya kemungkinan besar adl Kristen, yg saat itu di Jazirah Arab menyebut Tuhan sbg Allah. Setelah Muhammad berhasil menaklukkan Arab dan menjadi Islam, panggilan Tuhan tetap juga Allah.

Agama Yahudi tidak menyebarkan agama di luar komunitas Yahudi. Sepanjang yg kita kenal, orang Budha terbatas kepada orang China, Hindu kepada orang India (walaupun sedikit meng-generalisasi). Itu yg berbeda dengan Kristen dan Islam, sejak Kristen berkembang selalu dengan ide menyebarkan Wahyu Tuhan kepada semua umat manusia, shg Kristen bisa sampai di Arab dan seluruh dunia.

Setelah Islam lahir, semangat menyebarkan Wahyu Tuhan jg ada di dalam agama Islam. Sampai akhirnya Islam juga mendunia. Sementara Hindu dan Budha tidak terlalu menyebarkan agama spt di dalam ajaran Islam maupun Kristen.

Mengapa Islam tidak berperang dg Hindu atau Budha, krn memang tidak ketemu dg Agama Hindu atau Budha ktk Islam lahir.
Konflik Islam dan Kristen terpelihara dg status Israel dan Palestina, padahal di Israel ada orang Islam nya juga, di Palestina ada orang Kristen juga. Jd Israel Palestina bukan urusan agama Kristen Islam. Terlihat dr study yg dibawa Dino Patti Djalal, hambatan untuk orang Yahudi lebih kecil.

Menurut saya ada sesuatu di dalam ajaran Islam yg saya tidak berani sebutkan krn akan membuat umat Islam marah. Tp hal itu yg menciptakan relasi Islam Kristen spt ini.

Tp biarlah, semua terjadi atas kehendak Tuhan dan segala yg ada di dunia ini baik adanya.

Apapun yg terjadi di dunia sebelumnya, semuanya membentuk kita orang per orang sampai menjadi seperti saat ini. Saya lebih senang menjadi beriman kepada Tuhan dan tidak beragama walaupun saya Kristen, dan saya tidak berniat menjadi Islam maupun menjadi beragama Hindu atau Budha.

Israel Palestina suatu saat akan damai, hanya butuh kemauan politik dr kedua pihak, masih ada jalan keluar bagi Israel Palestina.

Sementara itu bagaimana relasi Islam Kristen. Nyatanya negara2 Arab sdh sangat lama bekerja sama dg negara2 Barat dalam hal ekonomi, bisnis dan terutama teknologi serta persenjataan. Ttp relasi Islam dan Kristen di tataran akar rumput hampir mustahil untuk diselesaikan akibat begitu banyak orang yg terlibat dan mengambil kepentingan di dalam konflik itu. Semoga maksud saya dipahami.

Semoga suatu saat nanti akan timbul kedamaian di dunia. Karena dunia sudah membutuhkan kerja sama antar manusia untuk menyelesaikan masalah2 dunia spt energi, pangan dan kesehatan.

iam hêylêl:
Memperbaiki?  Mat 5:17.  Menggenapi bukan memperbaiki.. Masa Firman Tuhan "rusak" krn ulah manusia lalu diperbaiki Tuhan.. Ahaha

Fsasosi:
Iya ya...Kayak tanggul aja bisa retak ????

Leo Nardo:
Mungkin beliau lagi galau, biarlah dia berasumsi sesukanya. Soalnya kemarin juga sudah diingatkan bahwa paham "menyempurnakan" itu tidak dikenal dalam Alkitab. Tapi dia masih saja terus menyuburkan asumsinya.

Fsasosi:
Muhammad memperbaiki agama Kristen ?
Maksud nya memperbaiki...memperbaiki dgn berpolygami dan berjihad ???

Opa patompo:
Dari semua agama, hanya diajarkan 1 kebenaran yg universal, Sang Pencipta...
Hanya itu tokh...
Namun dengan bahasa manusia, muncul 1001 persepsi, malah mungkin lebih...

loren:
sering terjadi dimana orang mencoba mencintai yang Tak Kelihatan tanpa lebih dulu mencintai ciptaan-Nya yang kelihatan

iam hêylêl:
Nurani diasah agar berhikmat kemudian jadi bijaksana.. Sehingga menghasilkan tindakan yg serupa dg apa yg diinginkan Tuhan. KASIH.. Ahaha

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Menjadi Pembenci, Membuang Empati Dan Nurani Atas Nama Tuhan yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/spiritual/menjadi-pembenci-membuang-empati-dan-nurani-atas-fHGSMfnbKh

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: