You Now Here »

Menelisik Maksud Baik Jokowi Terhadap Rakyat DKI Jakarta  (Read 106 times - 92 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 22,653
  • Poin: 22.730
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Menelisik Maksud Baik Jokowi Terhadap Rakyat DKI Jakarta
« on: January 30, 2020, 01:19:47 PM »




Jesse Sihombing:
Mana ngerti Jkt58 itu, mereka sudah bahagia hanya pegang sertifikat surga. Bagi mereka hanya Anies pemimpin yg amanah, karena bisa kasih sertifikat surga.

Mblandyang:
mau komen tp kok males ngetik panjang ,.. padahal ini juga sudah disebut komen

Alexander Arif C S:
Ijin mengutip dari penulis
"Presiden Jokowi bukannya membiarkan rakyat Jakarta sakit hati. Namun beliau sedang menjalankan revolusi mental buat rakyat Jakarta. Jokowi tidak memberikan “kail” pada rakyat Jakarta, namun Jokowi mendorong rakyat untuk membuat “kail” sendiri. Terutama buat JKT58, Jokowi membuat mereka belajar agar jadi kapok ditipu dengan sentimen SARA."

Tinggal diuji PILKADA selanjutnya....

San Tuy Wele Wele:
kadrun gak akan belajar sesuatu. bahkan azab pun dianggap cuma ujian maka kadrun tetap bebal gak usah merasa kapok

LAKSMANA BINTAN BANDAR BESTARI:
Saya sependapat dengan penulis. Perubahan kondisi, konstelasi, dan kontruksi kenegaraan serta kebangsaan itu tidaklah harus berlangsung cepat (revolusif), tetapi dapat juga dilakukan secara perlahan namun pasti (evolusif). Intinya adalah sasaran akhirnya membuat suatu perubahan yang sebaik-baiknya. Presiden Jokowi memang dari segala perspektif banyak memiliki sisi positif, walaupun ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, bagi saya itu adalah manusiawi, dan beliaupun sangat membuka diri terhadap semua kritikan konstruktif. Mungkin yang sangat teramat perlu dipoles saat ini adalah : Mengembalikan Kewibawaan Pemerintah dan Mewujudkan Kembali Supremasi Hukum. Kewibawaan Pemerintah perlu dikembalikan ke porsi yang sesungguhnya (on the right tracks) dengan mekanisme Reward and Punishment kepada semua Kepala Daerah. Jangan pernah membiarkan tindakan sewenang-wenang Kepala Daerah, termasuk pula dalam hal memberikan sanksi tegas kepada Kepala Daerah yang banyak retorika tapi sedikit kerja, dan mewujudkan Supremasi Hukum, termasuk dalam hal memberikan tindakan tegas kepada anggota atau simpatisan Ormas yang tidak diperpanjang SKT-nya ternyata masih membawa-bawa simbol agama dan organisasi di ranah publik hingga masih saja berani melakukan aksi persekusi secara terbuka.

San Tuy Wele Wele:
gue berharap (tapi gak banyak, setidaknya gak seperti anies gue rasa dia 0% sama bener dgn DP0% rasa abal2nya)
berharap pemerintah bisa sehati sevisi dgn presiden shg cepat prosesnya. gara2 birokrasinya lambat kayak naik bemo karat zaman sby makanya gak secepat naik kereta shinkanzen di era jepang kini

FAUZi:
Tidak sepakat dengan opini penulis, bahwa Pak jokowi tidak mementingkan pribadi dan keluarganya memang diakui, namun masalah utamanya adalah Pak jokowi TAKUT dan TAKLUK hingga terkapar tak berdaya, megap megap seperti ikan di darat menghadapi kadrun, kecoak septik tank, gerombolan berjubah dan penjarah ini



Denga alasan konstitusi, dengan alasan tatatanan peraturan tega nggak tega Pak Jokowi membiarkan kehancuran Jakarta karena ketakutannya kepada para kadrun ini ....

San Tuy Wele Wele:
anggaplah petrus diaktifkan seperti rezim orba kesukaanmu sob (gue ingat posting2 km yg sebelum2nya)
nah kalau hal itu malah jadi bumerang dan kadrun2 ramai2 mencoba kudeta lengserkan jokowi kayak soeharto, gue gak bisa bayangin efek domino nya ke seluruh negeri.
chaos...
ingat aja sob. apapun yg dilakukan semua hal baik oleh presiden pasti jadi buruk gara2 kadrun sob..
gue tetap suka jokowi krn lebih prioritas ekonomi makro daripada hal urusan kadrun2 gitu..
masah seh gak tahu kadrun itu selalu mencoba alihkan fokusnya presiden?
kecuali anda mungkin bukan pelaku usaha ya sob.. mungkin lagi2 kita gak sependapat dan jadilah debat.

FAUZi:
Justru karena aku pelaku usaha maka terasa sekali semenjak periode kedua kondisi stagnan dan menurun yang terjadi, dan walau tak menyolok banyak yang menghentikan usaha dan memindahkan basisnya ke khususnya vietnam, alasannya soal buruh (yang sudah disusupi kadrun), ormas (yang isinya kadrun), sertifikasi halal (lagi lagi kadrun), demo yang tak berkesudahan, kepala daerah (yang demi meraih suara memanfaatkan para kadrun dan sesudahnya harus memanjakan mereka), dst..dst...


Jadi usaha Pak Jokowi ke ekonomi tak kan berhasil, apalagi investasi karena ulah para kadrun, dan kalau ada pertanyaan dari partner di LN soal kondisi Indonesia, jawaban kami satu p a r a h .. negara dikuasai masalah ke agamaan.


Tentang soal petrus dan lain lain, itu semua ada tehnisnya om, bukan ujug ujug terang2an atuh.......



Namun langkah Pak Jokowi yang melakukan pembiaran itulah yang tak dapat diterima karena situasi akan semakin memburuk tak terkendali

hoetomo:
Setuju banget dengan Mbak Penulis , Kita tidak bisa mengubah/memaksa maunya orang banyak di era demokrasi...Kalau Diktator atau Raja baru bisa .
Di alam Demokrasi hanya rakyat itu sendiri yang bisa merubah nasibnya dengan melalui pilihan2 wakilnya (DPRD).., Demikian juga pembantu2nya pak Jokowi harus ikut aktif bereaksi.

San Tuy Wele Wele:
yg biasa bikin gregetan itu bukan beraksi untuk antisipasi sebelum kejadian buruk terjadi tapi BEREAKSI tatkala terjadi hal buruk. yg tambah jadi mengesalkan pula jika reaksinya itu gak masuk akal, bodoh atau gak efektif..
ya begitulah kalau negara berFlower lagi proses menuju negara demokrasi yg dewasa.. kadang2 itu JALAN DI TEMPAT

Opa patompo:
Jgn lama lama pak...
Darah tinggi kalo sdh kumat, menyakitkan pak...
Kalo diri ini rusak, ndak pa pa, tp jgn smp tempat, lingkungan rusak, karena masih ada generasi muda...

San Tuy Wele Wele:
mobil yg sudah dirusakin 32 tahun lagi dicoba dibawa ke tempat servis dan rata2 semua tukang servisnya udah coba tapi belum bisa balap mobilnya, cuma dipoles aja jadi cantik dan kecepatannya cuma 10 km/jam

Opa patompo:
Walau kiasan, ta bantah sithik, karna ngerti teknik sithik.
Sampeyan pasti bawa ke tukang service "ketok magic" ya ??? ??? ??? ???

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Menelisik Maksud Baik Jokowi Terhadap Rakyat DKI Jakarta yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/menelisik-maksud-baik-jokowi-terhadap-rakyat-dki-7cJxMvtCdp

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: