You Now Here »

Pengalaman Belanja Online, Barang Tak Sampai Karena Jatuh Di Jalan  (Read 73 times - 118 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 22,090
  • Poin: 22.167
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




B-Over:
Cak alif tega banget.. Hahahaha
Pengalaman saya sedikit beda, pada saat kurir sampai di rumah, saya, istri dan anak sedang ada di pasar. Kurir menaruh pesanan saya di balik pagar. Tapi karena dia melihat ada anjing saya yang sedang diikat sun bathing di carport, pesanan saya tersebut digeser dengan kayu sampai mendekati anjing saya. Alasannya biar lebih aman dijaga oleh anjing saya karena dia tau pesanan saya itu bukan makanan. Sampai disini, saya merasa terharu dan merasa lucu karena pemikiran 'kreatif' dari sang kurir dan saya paham betul karakter anjing2 di rumah.

Sesampai di rumah, pesanan saya ini sudah hancur. Maklum anjing saya yang di car port pitbull usia 8.5 bulan yang tipe sporting dan senang sekali bermain tug of war dan gigit tarik2 karet ban sepeda. Yang bikin saya makin terharu, si kurir juga bersikeras mau ganti dengan mengirimkan foto ktp-nya serta meminta saya menunjukkan skrinsut detail pesanan saya. Saya juga bersikeras menolak, biaya total senilai hampir 800 ribu pasti sangat mempengaruhi kebutuhan bulanan si kurir.

San Tuy Wele Wele:
anda sungguh baik gak marah sama kurir maupun anjing lucu yg kreatif pula menggigit barang kiriman...

B-Over:
Mau bagaimana lagi, si kurir tidak paham karakter anjing saya, anjing saya juga pastinya tidak mengerti itu barang kiriman buat orang rumah... Salahnya kenapa kami bertiga lama2 di pasar, setelah selesai belanja masih makan bakmie pula di pasar. Hahahaha

FAUZi:
Pengalaman yang sama, bedanya anjingku tak diikat, dan paket dilemparkan ke carport yang dengan sigap diterima oleh anjingku (jenis terrier juga, hanya berbulu agak panjang, setinggi golden retriever), dan tahu dong agresifnya jenis terrier he he (bemper mobil saja bisa dibuat berubah bentuk kok, - kalau anjing nggak apa, kalau babu atau supir melakukan itu pecaaat)


Anyway begitulah ekspedisi yang di sebutkan om alif)

B-Over:
Disangka fetching time dong yaa, klaar sudah tu paket

Dedi Setiadi:
Pertama: Kurir ini tak mau angkat telpon atau menelpon balik di hari
pertama saya menanyakan. Kedua, saya harus menghubungi lebih dulu untuk
bertanya lewat SMS. Bahkan harus ditelpon dulu baru mau menjawab.

Kurir belum tentu tak mau angkat telpon, bisa saja si kurir tidak sempat mengangkat, seperti hal-nya telpon dari kurir tidak terangkat oleh Mas Alif. Atau bisa saja dia sedang dimarahin oleh supervisornya, dan takut untuk mengangkat telpon. Dia sepertinya juga takut tambah dimarahin lagi oleh Mas Alif. Pastinya dia juga ketakutan kehilangan pekerjaannya, oleh karena itu wajar jika dia bersikeras mengganti barangnya. Dari sudut pandang kurir, lebih baik dia membayar ganti rugi langsung ke Mas Alif daripada harus ganti rugi lewat kantor.

Hima Bintu Madani:
JNE sana JNT sumenep sama aja, barangku sering dititipin ke desa sebelah, atau di rumah tetangga yg jarak 10 rumah dari rumahku... alasannya karena kemaleman laah, karena nggak tau rumahku laah.. dan alesanĀ² ajaib lainnya..

Edwin Hendra Kusuma:
Kalau pengalaman saya sih J&T masih mendingan dibanding JNE & Tiki. Yang dua itu dulu bagus, sekarang performanya parah.




Tapi ada persamaan pengalaman anda dengan bung Alif: JNE Sumenep. Plus menurut anda JNT Sumenep juga parah. Pertanyaannya, yang bermasalah sebenarnya JNE-nya atau malah Sumenep-nya ya? ??? ??? ??? ??? ????

Aan Widjaya:
Itulah kalau hanya berpikir hanya dari satu sisi admin sendiri, kurir bisa dipecat karena kelalaiannya, kerja kurir adalah pekerjaanan seperti buruh hanya untuk menghidupkan dapur supaya tetap mengepul. Daripada dipecat karena tidak bisa menjalankan tugasnya, kurir berkorban hanya satu satunya cara yaitu dengan menggantinya sesuai harga barang tersebut(walaupun dia tidak tahu barangnya apa dan harganya berapa semuanya terserah admin), jelas itu bukan penggelapan yang dilakukan oleh kurir tapi sangat jelas untuk bisa tetap kerja dan namanya tidak tercela di kantor. Semoga cerita admin bukan mancing mancing ya.

Arif Mardiono:
nggak heran wong saya sendiri sering mendengar kasus seperti itu

Honorius Kumala:
Entah gara" overloaded barang hantaran atau apa,  memang merek kurir yg di singgung bung Alif itu semakin hari semakin turun performance nya,  pernah belanjaan OL saya yg kebetulan parfum itu di lempar begitu saja ke dalam garasi..... Pastiiilah ancur minah pecah berantakan sampai seluruh rumah bau harum parfum hampir seminggu hahahaha

Odank Sagala:
anggap saja buang sial, harus selalu siap mental,  disembarang tempat dan waktu bisa saja uang kita "dirampok"

Opa patompo:
Admin ekspedisinya hebat dalam menerawang masa depan...

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Pengalaman Belanja Online, Barang Tak Sampai Karena Jatuh Di Jalan yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/pengalaman-belanja-online-barang-tak-sampai-Nmqx59DYpe

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: