You Now Here »

Ini Bukan Salahwi, Bukan Salahki, Tapi Salahmu Sendiri! Iya Kamu!  (Read 184 times - 72 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 23,388
  • Poin: 23.465
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




San Tuy Wele Wele:
masalahnya waktu itu cuma ada 2 pilihan dan kita yg berlogika tetap masih kudu milih yg terbaik di antara yg terburuk haha aha aha

Opini Tadeus:
Bukannya slogan pemerintah dua calon cukup?

San Tuy Wele Wele:
kalau banyak2 calon juga pemilihnya lebih puyeng..
coba tuh tanyain para pemilih, bingung gak waktu pilih DPD, DPR, DPRD ?
dunia pun mengakui pemilu di indonesia termasuk yg terumit di dunia

Zero:
Mmng sob Wele ini secerdas Habbibie..., byk makan ikan soalnya ??? ??? ??? ???

San Tuy Wele Wele:
aduh gue jadi malu dipuji (kebalikan)
takut ditenggelamkan kalau gak makan ikan. tribute for susi

Zero:
??? ????? ???? ????

Di:
Makan ikan apa Om Zero?

Opini Tadeus:
Setuju..perlu diuji materi mungkin...

asem kecut:
Isaku mung nyruput ☕pahit karo mbatin kapan yo iso ayem tentrem

Bayu Aji Nugroho:
Mengko nek ayem tentram, bar manungso ngerti sejatine awake...
??? ??? ??? ??? ???? atau koyo wong edan, mangan cacing serasa mie instan..
??? ??? ??? ??? ????

Opini Tadeus:
Ga dicampur susu kuda liar?

FAUZi:
Yah itulah, lawan juga bisa melihat kalau keberanian Pak Jokowi sudah mencapai titik tertinggi dan tidak bisa ditingkatkan lagi, apalagi tambah beban memuluskan upaya bagi balon walikota solo dan medan ? (mungkin)

Opini Tadeus:
Kok kejauhan rasa e ya kalo masalah bobby gibran...tapi who knows?

Bayu Aji Nugroho:
Saya tidak berani berkomentar banyak disini......
Betul banyak yang mengatakan Pilpres 2019 kita seperti memilih calon yang terbaik diantara calon yang buruk.
Saya memilih karena alasan itu, bukan berarti saya pendukung militan Pak Jokowi dan juga pembenci militan Pak Prabowo. Memang benar yang dituliskan dalam artikel ini, ini kesalahan kita semua. Kelompok kelompok yang katanya mengagumi kebhinekaan cinta akan keberagaman lebih banyak diam kalau boleh dikatakan terlalu santun, tidak frontal. Frontal tidak harus selalu berakhir anarkis...
Menurut saya, pihak2 dibelakang toleransi harus berani melakukan aksi nyata
yaitu demonstrasi turun kejalan yang ditujukan ke istana...
Seperti aksi2 kaum intoleran, berani turun kejalan.. Jangan pernah takut dengan stigma "kampungan" bila melakukan aksi demonstrasi, apabila tujuan itu jelas.
Tekanan terhadap pemerintah diperlukan juga sebagai isyarat bahwa kaum pluralisme juga bisa bersuara lantang, tidak hanya melalui forum2 diskusi dan juga media2 pemberitaan.
Barangkali dengan didemo oleh rakyatnya, yang memang mendukung pluralisme dan cinta akan keberagaman, mata presiden RI akan sedikit terbuka, dan mungkin memunculkan keberanian Pak Jokowi mengambil sikap tegas terhadap kaum intoleran..
KSAD sudah secara tidak langsung sudah memberikan contoh dengan memberikan sanksi tegas kepada anggotanya yang tidak mampu membina keluarganya terlibat aksi yang memecah belah persatuan.
Saya sebagai rakyat, hanya bisa berharap...
"Come on, Mr. President, You are supreme commander of the armed forces..."
Masa sih anda kalah berani dengan KSAD???
Jangan sampai ada lagi salah wi, salah ki, salah we atau mungkin salang..kangan!!!
Kata orang Jawa, "ayo lawan le!!!!"
Seandainya berbicara sopan tidak menghasilkan apapun, berbicaralah yang keras, jika berbicara yang keraspun tidak didengar, beraksilah dengan sopan, jika tidak digubris pula, beraksilah dengan tegas tetapi tetap sopan.
Karena saya percaya, kita tidak membenci pribadi saudara2 kita yang berseberangan, kita hanya membenci tabiatnya, perilakunya dan kebodohannya...
??? ??? ??? ??? ??? ?????

FAUZi:
Karena saya percaya, kita tidak membenci pribadi saudara2 kita yang
berseberangan, kita hanya membenci tabiatnya, perilakunya dan
kebodohannya...



Masalahnya kebodohannya akut, tabiatnya sudah terpengaruh oleh indoktrinasi dan tidak bisa di ubah, perilakunya juga bar-bar, jadi satu satunya mereka harus di basmi



(anggap saja luka yang menjadi ganggrene sehingga harus diamputasi)

Opini Tadeus:
Komen anda bisa dijadikan artikel nih...

Bayu Aji Nugroho:
Ojo ngenyek.... Mengko akhirane mesti ora beres... ??? ??? ??? ???

Opini Tadeus:
Mangak e ta..jok kakehan ngerjoi uwong...malih suudzon...tenan iki...kapan-kapan mas bay kontribusi sekian kata..yang lain sekian kata...ntar tak upload e ????

Bayu Aji Nugroho:
Siap....
Berarti komisine penulis dibagi2 .....
Ambyar....
??? ??? ??? ??? ????
Bagiku uang bukan masalah yang harus dibicarakan, tetapi disimpan di dompet.... ??? ??? ??? ??? ????
Aku dhuwe tulisan mengko tak kirimke nang sampean.. yo? ??? ????

Opini Tadeus:
Kirim [email protected]

Bayu Aji Nugroho:
Siap cak...Makasih, saya jadi bisa belajar menulis, ehhh menjadi penulis....
??? ??? ??? ???
??? ??? ??? ???

Opini Tadeus:
??? ?????

Bayu Aji Nugroho:
Saya lebih condong ke tema2 spiritual...
Memang tidak telalu menjual dibandingkan tema2 lainnya...

Opini Tadeus:
Kata kakak pembina..kalau menulis jangan takut..kalau takut jangan jadi penulis...

Bayu Aji Nugroho:
Setuju....
Betul....
Tepat...
Menulis bagaikan mengungkapkan perasaan pada wanita, awalnya sulit, ketika si wanita sudah memberi isyarat, semua terasa mudah dan lepas bak suara kentut yang meluncur dari.......(ahh sudahlah)
??? ??? ??? ??? ????

Zero:
Ihhiiiii...
PERDANAX...
Komen menyusul ??? ??? ??? ???

Opini Tadeus:
Selamat... ??? ?????
(click to show)


Zero:
Mabokkk dahhh ??? ??? ??? ???

San Tuy Wele Wele:
lebih baik mabok cinta daripada mabok bintang haha aha aha

Zero:
Bisa aje sob Wele...,
Lbh tepatnya mabok minyak Dhab ahaahaaa..

San Tuy Wele Wele:
weisss...
masih ingat ya minyak dhab di tepi sungai..
pasti km juga pemakan ikan makanya bagus ingatannya..

Zero:
Sorry sob..., saya makan hny klo terpaksa klo gk ada lainya, soalnya kasihan sebenernya, cb sob sekali kali liat tampang ikan berhadap hadapan sblm di bantai .., spt ingin mengatakan sesuatu ??? ??? ??? ???

Bayu Aji Nugroho:
Anda paham dengan psikologis seekor ikan, mantabb mas browww.
"Biarlah aku menjadi santapan manusia dan memberikannya energi dari zat yang ada padaku. Karena untuk itulah aku diciptakan."

Opini Tadeus:
Coba tatap ikan piranha sekali-kali...

Bayu Aji Nugroho:
Dia berkata, "Apapun makanannya, minumnya teh botol nyosor....!"
??? ??? ??? ???

Di:
Jangan canggung dan tanggung jadi seorang pendukung.

Banyak sekali orang atau sekelompok orang, yang beberapa waktu lalu, tepatnya dalam kontestasi Pilpres 2014 dan 2019. Mengklaim diri/kelompoknya, mendukung dengan sepenuh hati dan mencintai setengah mati, seorang Presidennya yang bernama Jokowi.

Banyak sekali orang yang mengklaim dirinya kritis. Mengklaim dirinya lebih tahu segalanya. Tahu semua tentang tatanan Pemerintahan di negara ini. Tahu segala tentang berbagai macam permasalahan yang mengancam, menyerang dan mengoyak keutuhan dan kedaulatan negara ini.

Tetapi dilain kesempatan, masih sering bahkan acapkali menyalahkan, menekan dan menyudutkan Pemerintah.
Menurutnya, Pemerintah telah salah ambil langkah. Fakta yang ada, selalu salah, salah dan terus bersalah.

Ini bukan bicara tentang siapa yang salah dan siapa yang benar. Tidak !!
Ini juga bukanlah perkara bicara tentang percaturan politik semata. Apalagi banyak pihak yang bahkan menuding, ini hanyalah kontrak politik. Tidak serta merta seperti itu. Tidak juga sesederhana itu. Tetapi, ini semua bicara tentang seluruh bangsa Indonesia ini.

Dalam bernegara. Didalam Pemerintahan, akan selalu ada dan terus ada yang namanya polemik, permasalahan. Sederhananya, akan ada selalu kasus-kasus yang senantiasa hadir didalam negara atau pemerintahan tersebut.
Salah satu contohnya adalah kasus intoleransi.

Pun demikian, didalam negara/pemerintahan tersebut, tidak semua permasalahan harus kita serahkan atau bahkan kita bebankan kepada hanya satu orang saja, yaitu Presiden.
Seluruh warga masyarakat, orang yang berada di negara ini, semuanya harus berkontribusi. Semuanya saling kerja sama dalam mengatasi segala permasalahan yang ada. Semuanya saling kerja sama dalam membangun dan memajukan negara ini.

Terkait masalah intoleransi. Jangan gegabah menuding pemerintah, dalam hal ini seorang Presiden. Menuding atau bahkan menuduh Jokowi tidak tegas, tidak berani, takut menindak. Tidak ada upaya untuk mengatasi.

Yakinlah, semua permasalahan di negara ini, sedang dalam proses penindakannya. Sedang dalam proses penanggulangannya. Yakinlah semuanya...

Opini Tadeus:
Semangat bener komennya..mantab! ??? ?????

Idey:
Tetap semangat menulis Bung.☕

Nogomuliono:
Piring kedua tak pernah lebih sedap rasanya dari piring pertama.yang terjadi adalah memuaskan rasa laparnya saja........

Opini Tadeus:
Analogi ya masuk akal...

Kolik2000:
Jokowi memang tidak sempurna

Tapi masih mending, dibanding si Anu

FAUZi:
Tapi sekarang ke tidak sempurnaannya sudah meresahkan karena ketakutannya om

Opini Tadeus:
Wuik si mbah nonggol di sini...sendiko dawuh mbah ??? ?????...

Zero:
Sy mengerti kegundah gulanaan penulis, ttp kita jg blom tau kesulitan macam apa yg di hadapi bpk Presiden. Sy malah mencemaskan keselamatan beliau, krn spt sdah di kelilingi titik2 juga...
Tampak krng leluasa di lihat dari wajah beliau akhir2 ini....

FAUZi:
Ya itu resikonya, minimal beliau jangan meniru kesalahan Anusapati dengan memelihara perasaan tidak enak, ewuh pakewuh, akibatnya ditikam dari belakang

Opini Tadeus:
Ini.. ??? ?????

Opini Tadeus:
Iya...sama...hanya bisa menebak-nebak buah manggis...

Bayu Aji Nugroho:

(click to show)


Opini Tadeus:
Kumat wesss... ??? ?????

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Ini Bukan Salahwi, Bukan Salahki, Tapi Salahmu Sendiri! Iya Kamu! yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/ini-bukan-salahwi-bukan-salahki-tapi-salahmu-MECPYUzRUc

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: