You Now Here »

RIP Toleransi: Menagnya Kurang Ajar Atau Jokowinya?  (Read 194 times - 31 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 23,392
  • Poin: 23.469
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
RIP Toleransi: Menagnya Kurang Ajar Atau Jokowinya?
« on: February 08, 2020, 10:30:43 AM »




s1s1 9elap Qu™:
salah milih menteri & menteri punya kebijakan sendiri, masalah jokowi jilid I ke jilid II... sprti nya jokowi terlalu fokus ke ekonomi padahal semua tau ancaman terbesar indonesia disentrigitas

Alex R.:
Definisi toleransi disini adalah kaum penganut agama minoritas harus selalu mengalah terhadap umat mayoritas. Ditempat dimana umat mayoritas sebagai kaum minoritas seperti di Sulut masyarakat dan pemda setempat wajib segera mengijinkan pendirian tempat ibadah. Disini Menag harus sigap dan segera turun tangan. Tapi sebaliknya kaum minoritas kalau mau mendirikan gereja/pura/vihara  ditempat umat mayortias seperti di Riau dan banyak tempat lainnnya walaupun sudah ada ada IMB bebas untuk dibatalkan. Dalam hal ini Menag tidak perlu turn tangan karena itu masalah lokal yang menjadi urusan pemda setempat. Jadi peran pemerintah pusat itu sangat fleksibel tergantung dari pihak mana yang dirugikan, tapi jangan dibilang Menag berpihak ya....

Sableng:
Definisi toleransi kadrun disini, minoritas ga dibunuh itu sdh toleransi.

B-Over:
Itu biasanya yang garang di medsos, moslem warrior wannabe

Simpatisan ISIS:
itulah indonesia sob

bams:
Dalam hal ini pak Jokowi memang kelihatan lemah atau kurang menguasai persoalan dan disamping itu menag nya juga terlalu berfihak kepada satu golongan yang katanya se iman ,runyam deh akibatnya,Ayo pak Jokowi ojo klemak klemek koyo nang Solo sing greget ngono lho

Babi Berisik:
Dalam hal ini Jokohiii ada epfei

Sableng:
Menag yang salah tapi Jokowi ada andil, yg milih sendiri kan Jokowi dan terkesan dibiarkan.

TMP2020:
Mending bahas infrasruktur ato ibu kota baru deh, yg ga ada resiko kekuasaannya terguncang hebat. Ato yg baru nih, Terowongan Silaturahmi, yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral.

Kalo soal intoleransi diakar rumput, biar menjadi beban pemimpin/periode selanjutnya...ga sanggup !!

Kampret212:
terowongan itu mksdnya utk apa ya? useless, klu di daerah lain kekerasan oleh kelompok islam terhadap agama lain masih tetap dibiarkan. Apa Pakde juga "useless" utk periode kedua ini?

Abu Delapan:
Ide menag sangat bagus, sebaiknya menag diutus jadi dubes saja di suriah.

Paian Marulitua:
Lae, ini Indonesia!
Setiap WNI selalu berharap terjadi toleransi.
Setiap ada tindakan intoleran yg mengakibatkan korban, berbagai pihak punya narasi yg kurang lebih sama: "Semoga tidak terulang lagi di kemudian hari."

Nyatanya terjadi terus. Cara bisa berbeda tapi "motor" penggeraknya sama: "kebencian SARA." Pejabat negara termasuk yg paling 'berani' melakukannya. Kapasitas dan kapabilitas mereka membuat mereka cepat berubah seperti bunglon. Bukankah mayoritas pejabat bagian dari mayoritas WNI yg mewarisi kultus dari semenanjung Arab?

TMP2020:
Selama negara/Istana gamang menggunakan perangkat/aturan hukum yg berlaku dinegri ini, dlm menyelesaikan hal2 yg terkait agama, khususnya agama mayoritas, selama itulah sikap intoleran akan hidup dan berkembang diakar rumput....Sampai kapan pun !!

Kampret212:
penistaaan agama islam klu menentang kelompok islam. klu untuk agama lain itu penegakan hukum

Kampret212:
wah gak bisa dicopot, sob. itu balas jasa untuk beliau...

Mas B:
Balas jasa karena apa ? tolong diperjelas, publik berhak tahu donk.

B-Over:
Intinya, setelah pelantikkan para menteri, presiden menyatakan tidak ada yg namanya visi misi menteri, yg ada visi misi presiden beserta wapres.

Jadi harusnya jelas, kalau menteri masih dibiarkan membuat isu yg ramai dan itu tidak sejalan dengan presiden, jika itu tetap dibiarkan, kemungkinan besar presiden tersandera secara politik. Katakanlah, tidak ada beban lagi.

Kampret212:
apa mungkin itu masuk dalam visi misi presiden? kan gak jelas tuh visi misinya kyk apa aplikasinya di lapangan

B-Over:
Kalau ngga salah waktu debat pilpres, masuk masalah intoleransi dan radikalisme. Jadi, karena katanya sudah tidak ada beban lagi, bisa saya katakan presiden tersandera secara politik. Wkekekek

Mas B:
Dengan adanya peristiwa di Karimun dan Tlogosari serta kegaduhan yg dibuat oleh Menteri Agama, saya berharap besar pemilih Non Islam di Pilkada Bupati / Walikota yg diikuti oleh anak dan menantu Jokowi agar berpikir ulang jika akan mendukung mereka, sekian.

magda pangaribuan:
Setujuuu, Pakde dan Menag sedang duet tik tok !!

firman proindo:
Sebaiknya dicopot saja si menag kalo emang tanpa beban. ????
Pak Jokowi.. bapak tinggal pilih :
Pilih Kasihan sama rakyat ato kasihan dan sungkan sama menteri?

Maanaa Taahaan:
mau diganti dengan siapa? diganti siapapun tetap aja hanya menteri agama islam
penjajahan islam atas agama2 di indonesia masih terus terjadi.

hanya amerika dan eropa yg menahan islam utk tidak "menghabisi" agama minoritas.
jika benar terjadi (islam "menghabisi" agama minoritas) maka akan jadi alasan bagi amrik utk mengirim tentaranya ke indonesia utk menegakkan keadilan bagi minoritas sprt alasan amrik mengirim tentara ke irak dan libya

Simpatisan ISIS:
sebenernya amerika it lebih tepatnya ada kesempatan buat invasi

amerika nyerang negara lain sebenernya motif utama ya bisnis sob! amerika ga prnh bela siapapun cmn bela kepentingan bisnisnya
iraq libya it utk menancapkan pengaruhnya di timur tengah
plg gampang aja napa amrik ga nyerang kuba korut iran langsung krn susah ga ad untungnya bs menyulut perang besar dsb intinya cost / benefitnya ga ad

tp emg betul kl misal islam mau menghabisi minoritas amerika turun tangan TP bukan krn ingin bantu tp ingin menguasai indonesia gt lho ????

Agus Anggoro:
Lha mungkin 'tanpa beban' yg dimaksud, "Bener yo sukur gak bener yo luweh."

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel RIP Toleransi: Menagnya Kurang Ajar Atau Jokowinya? yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/rip-toleransi-menagnya-kurang-ajar-atau-jokowinya-4ATrveRHBb

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: