You Now Here »

Minoritas Harap Maklum! Jokowi Sedang Pura Pura Budek Dan Buta  (Read 77 times - 47 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 22,048
  • Poin: 22.125
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Minoritas Harap Maklum! Jokowi Sedang Pura Pura Budek Dan Buta
« on: February 09, 2020, 01:13:50 PM »




si memble:
Hmmm, sad but true, karena hitungan sy sudah ada 3 penulis seword yg mengangkat topik ini.
Sptnya toleransi beragama negri ini baru sebatas simbol2 belaka, simbol2 semu yg diharapkan mendapatkan pujian dari mancanegara, tapi berdiri diatas ketidakadilan yg dirasakan oleh sebagian warganegaranya.
Pertanyaan yg mengganjal pikiran sy adalah: sampai sejauh mana toleransi agama mayoritas di negri ini 'memperbolehkan' komposisi perbandingan rumah ibadah agama mayoritas dgn agama minoritas? Ataukah dgn tidak adanya rumah ibadah minoritas barulah agama mayoritas terpuaskan dan baru bisa menerima agama minoritas sbg saudara sebangsanya?
Sy tahu bahwa banyak pemeluk agama mayoritas tdk setuju dgn demo pencabutan imb atau melarang atau merusak rumah ibadah agama minoritas, tapi mohon maaf, jika tdk ada tindakan nyata maka tdk ada gunanya.
Yg sy kuatirkan jika agama minoritas sudah mencapai titik didihnya dan memutuskan bersuara dan bertindak lebih keras, apa jadinya bangsa ini jika terjadi bentrok horisontal antar anak bangsa, apa gunanya terowongan yg menghubungkan gereja dan mesjid?
Cuma jadi simbol yg semu, karena bukan itu yg dibutuhkan untuk memperbaiki toleransi negri ini.
Kita bisa mulai aturan/perlakuan yg sama rasa dan sama rata bagi semuanya.

Chrissanty:
Sebagai triple minority, saya sudah mati rasa dengan kata "toleransi" sejak masih SMA. Tetap tinggal di lokasi di mana Adzan terdengar sangat kuat, bukan bentuk toleransi tapi lebih kepada "mau gimana lagi" protes, kena pasal, bisa masuk penjara. Kalau nda tahan, ya pindah rumah. Entah sampai kapan..

mbahkung:
masuk seword
kok susah banget
sekarang
what the hell
is going on

violet lavender:
harus diberitakan ke LN lewat BBC dengan jurnalis yg mewawancara ex WNI di ISIS. Indonesia bukan negara yg toleransi tapi Intoleransi dan Rasis.
Sibuk ngurusin minoritas uighur dan rohingya, tapi minoritas di Indonesia malah dipersulit. ibarat maling teriak maling

Simpatisan ISIS:
kadrun nya emg dihabisi semua! cmn ini yg sulit! udh merasuk ke berbagai lini
kl mau purge brrti hrs balik ke rezim diktator dl

FAUZi:
Nggak masalah kok, asal kadrun terbasmi

Simpatisan ISIS:
caranya it ajaaaa
brrti musti tentara kudeta! misal pa Hadi nnt ato jenderal andika begitu jkw udh mau turun pemilu lagi lgsng ambil alih kekuasaan!
DPR bubar tar jd tukang stempel doang

tp ap jaminan mrk srs nasionalis sejati anti kadrun kita it aja masalahnya
bs bagi kekuasaan si misaal jenderal hadi pres jenderal andika wakil panglimanya AL

msk lg rezim diktator militeristik rezim nya rezim teror buat kadrun
bagus emg kl gt
tp zaman dl harto aj bs naik ad bantuan CIA lho
brrti musti cium tgn amerika lg

FAUZi:
Agama memang cuma dan hanya sumber konflik


Makaselalu kukatakan, agama adalah ranah pribadi, masuk kamar, jalankanritual sesuai ajaran agamanya dan selesai......... tidak perlumenggunakan identitas baik dalam busana maupun lainnya untuk menunjukkan apa agama yang di anutnya


Agama TIDAK BOLEHdigunakan sebagai landasan dalam hubungan horizontal antar manusia,
apalagi politik, bahkan menanyakan apa agamamu saja harusnya hal yangtabu, sama tabunya dengan menanyakan pakai celana dalam warna apa....


Menggunakan agama sebagai identitas = superman yang menggunakan celana dalam diluar...


Dan ini berlaku untuk semua agama..


Bahkan sesungguhnya rumah ibadah pun tak perlu ada, syiar agama juga tak perlu ada, masa Tuhan yang "katanya" Maha Kuasa tidak bisa menyebarkan sendiri ?

Prisca:
Sdh ada IMB nya, tp masih ada yg demo... Yang demo beserta provokatornya itulah yg patut ditangkap aparat...,  aparat hukum di negri ini benar2 menyebalkan.

Ahmad Kadir:
Mungkin bisa disampaikan masalah ini pada saat kunjungan Paus ke Indonesia nanti, biar Paus yang bicara ke Jokowi...., semoga didengarkan karena Paus sebagai pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia adalah tokoh dunia dan tokoh internasional.

Simpatisan ISIS:
bisa apa paus nya! pny tentara ga kekuatan jg ga
paus cmn jabatan rohani saja ga pny kekuatan dunia

Puguh Wahyu Santoso:
Mungkin buta dan budek itu yg tepat utk melimpahkan kekesalan tersebut......? Atau ada tujuan lain yg tidak kita ketahui? Semoga itu tdk terjadi!

Wiro waras:
Pak Jok, jangan pura2 budek gitu donk pak.
Ntar ente budek beneran kayak si Anuesz..

Rosita:
Tanpa beban...tanpa kuping dan mata.

Sam Alzafan:
Lucu lht gambarnya,coba gambar tmpt ibadah grup sebelah,guaranted NGAMUK

Petrus Wu:
Terima kasih untuk datanya yang komplit.

Mungkin beliau lupa, minoritas 10% itu yang membantu beliau menjadi Presiden RI untuk kedua kalinya. ????

Budi Armansyah:
Betul sekali. Tanpa sulawesi utara, papua, NTT, bali dan basis-basis pemilih non muslim lainnya di Indonesia, Jokowi pasti sudah kalah dari wowo

Riwandi Sigalingging:
Jokowi diharap,,,sampai habis masa kerjanya jgn harap diperhatikan.bancinya itu

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Minoritas Harap Maklum! Jokowi Sedang Pura Pura Budek Dan Buta yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/minoritas-harap-maklum-jokowi-sedang-purapura-bBBPSnP9cZ

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: