You Now Here »

Jokowi Belajar Dari Terjungkalnya Gusdur Hingga Ahok  (Read 81 times - 75 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 22,212
  • Poin: 22.289
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Jokowi Belajar Dari Terjungkalnya Gusdur Hingga Ahok
« on: February 11, 2020, 08:02:40 PM »




Kurniawan:
Saya se7 dengan penulis. Pak Jokowi itu sebenarnya lebih tegas dan lebih kejam dari Ahok, hanya beda cara. Beliau mengelilingi musuh2nya sampai lemas baru dilahap atau ibarat kodok direndam dalam tempayan biar adem tanpa disadari bahwa kodok tersebut direbus perlahan2 hingga mati.
Apa yg pak Jokowi lakukan dan memilih mentrinya hanya dia yang tahu dan hanya dia juga yg tahu cara mengatasinya, kita orang awam terkadang terbawa emosi dan terpancing dengan tingkah laku beberapa mentrinya yg memblowupkan tingkah laku dan idenya yg hanya ingin melihat reaksi2 masyarakat demi 7an tersembunyi.

Deni Afandi:
gw mau liat ntar gimana dia mau mecat menag sekarang

harriz salim:
seperti kampret masuk jaring lama2 mati lemes

Bob Marley:
Islam itu problem peradaban

FAUZi:
Sederhana sebetulnya pemecahannya kok

Pentolan - Pentolan Kadal Gurun, hilang mendadak, benar benar hilang... suasana akan jauh lebih kondusif ....

Jangan sampai jasadnya ditemukan, dan pemerintah tak susah untuk mewujudkannya kok...

Brian:
Tinggal apakah punya nyali dan kemauan untuk bertindak saja sebenarnya.

KittyKatz:
Balik lagi ke zaman Suharto, dong. :)

harriz salim:
maksudnya seperti cara Duterte presiden Filipina gitu....

Kurniawan:
Nah ini lebih setuju . HAM abaikan sementara waktu.. belaga budek saja jika komnas HAM bernyanyi. Siapa President yg berani memerintahkannya...?

Alexander Arif C S:
Alasan yang logis dan masuk akal..... Pak Jokowi orang asal Solo biasanya pakai cara beraksi dalam diam dibanding frontal.....

harriz salim:
kelamaan ....keburu gosong...jd percuma sdh hancur baru bertindak...sama aja bo'ong

San Tuy Wele Wele:
ah artikel yg melegakan.. kirain semua penulis seword pada marah2 dgn kejadian akhir2 ini.. ada juga tulisan berkepala dingin..
kompromi perlu kok demi politik yg lebih baik dan bijaksana (menurut ukuran nasional bukan ukuran pribadi) agar lebih banyak lagi yg bisa diperbaiki misalnya mencari dana hasil korupsi yg masih sembunyi di luar negeri haha aha aha makanya jokowi diganggu terus biar teralihkan perhatiannya

FAUZi:
Atau inikah sebab pembiaran ?


di detik :


Prabowo Perintahkan Gerindra Dukung Gibran di Pilwalkot Solo

KittyKatz:
Meski kadang kecewa dengan keputusan politik Jokowi, aku masih percaya. Ada hal-hal yang kita sebagai orang awam nggak tahu dan mungkin itu jadi pertimbangan politik beliau.

TMP2020:
Sejak kapan Presiden bekerja sendirian ??. Orang yg paling berkuasa di negri ini kok dibantu rakyat jelata dlm menjalankan konstitusi ??

Saya mendukung dan memilih Jokowi karena, memberikan harapan dan kalo harapan tsb belum direalisasikan, ya wajib dipertanyakan trus dong, karena hanya ini tanggung jawab atas pilihan saya.

Adian Napitupulu pidato berapi2 ttg kenapa hrs memilih Jokowi...karena dr orang biasa2 saja, dr orang tua biasa2 saja, bukan keturunan jendral/ningrat. Jokowi memberikan harapan kpd kita semua, bahwa orang biasa bisa menjadi pemimpin dinegri ini....Yang muncul malah anak-mantu Jokowi dan putri KMA tuh !!

Budi Armansyah:
Itulah rumitnya apabila rezim yg berkuasa sekarang ingin memberantas kelompok khilafah radikal ini. Masalah besarnya adalah mereka ini tidak peduli kalau sampai indonesia ini hancur, dan memang itu yg mereka inginkan. Elite2 khilafah radikal ini justru menanti pemerintah bertindak keras kpd mereka (dugaan kuat kita begitu). Karena mereka sudah menanamkan doktrin kepada seluruh anggota & simpatisan mereka, kalau sampai pemerintah bertindak keras maka saat itulah medan jihad mereka melawan pemerintah yg "thogut" (kata mereka). Jadi taruhannya itu besar sekali yaitu keutuhan dan kedamaian negeri kita Indonesia ini. Tapi itu memang baru kemungkinan2 berdasarkan analisis dari karakter gerakan2 mereka di negara2 lain seperti di afghanistan atau suriah. Saya saja sempat terpikir kalau seandainya pemerintah benar2 keras menghabisi mereka, apakah bisa kemungkinan terjadi Indonesia ini pecah seperti Sudan. Ada Republik Indonesia dan ada negara "islam indonesia". Opsi yg lain kalau ingin menghabisi mereka adalah dengan mem"pki"kan kelompok khilafah radikal ini, dg konsekwensi pemerintah bisa dlm posisi melanggar HAM. Menurut saya Jokowi memang belum mau mengurusi secara all out masalah kelompok khilafah radikal ini di awal-awal pemerintahan (periode ke-2)nya

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Jokowi Belajar Dari Terjungkalnya Gusdur Hingga Ahok yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/jokowi-belajar-dari-terjungkalnya-gusdur-hingga-Sge0OFGFv4

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: