You Now Here »

Jokowi Dan PDIP Salah Perhitungan, Identitas Oposisi Kian Abu Abu  (Read 107 times - 84 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 22,653
  • Poin: 22.730
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




iam hêylêl:
Ane dipanggil Heylel oleh guru SD - diikuti teman2, lalu tidak boleh ikutan main kejar kejaran krn sentuhan ane najis
Di gereja "ber IMB" kami, tiap minggu subuh selalu dilempari kotoran manusia dan hewan,
saat ibadahpun dihentikan dgn alasan polusi suara,
Di gereja-tanah desa yang cuma Ijin Lisan ke perangkat Desa/kecamatan, Gereja dirubuhkan masyarakat lalu didirikan mesjid

Setelah banyak baca artikel seword ane rasa menggantungkan harapan kepada manusia (Presiden sejak reformasi)adalah ke sia sian. Kembali serahkan ke Tuhan
dan Intoleransi ane anggap sbg tanda:
- ane masih kurang mengasihi banyak sesama muslim
- "Salib" yg kristen pikul sebagai syukur atas Anugerah Penebusan yang diterima
- Bukan jumlah gereja, tapi jiwa yang diselamatkan

Ane harap Mr Presiden Jokowi tetap sehat dan bisa bawa negara ini sejahtera, soal intoleransi thd kristen "jangan jadi Beban", biar Bapa kami disurga yang urus.

ahaha

Maanaa Taahaan:
tumben tante luci berharap kpd Tuhan, biasanya acting maen cetan2an jadi heylel xixixi

Simpatisan ISIS:
yeah i know what you feel bruh

yuviandi purbodewanto:
Salut mas brow. Ini bentuk kedewasaan n kematangan jiwa di kondisi intoleransi n radikalisme. Dari sudut pandang lain, saya iba/kasihan pd mrk yg intoleran n radikal, mrk menyimpang terlalu jauh dari prinsip universal, kasih pd sesama makhluk hidup. Pembuktiannya sangat mudah n pasti: rasakan nanti setelah mati .. urip mung kek mampir ngombe, sangat² singkat. Jadi cool n santuy aja, lakukan hal positif semampu kita selama masih di dunia ini.

FAUZi:
ahaha

menghibur diri dengan pola pikir seperti yang disebutkan Sigmund Freud

Marzel:
Oh yaa.... ngomong2 si Freud ini gagal menemukan cara unt bersyukur sehingga pada akhir hidupnya seharusnya berbahagia atas apa yg sudah dia hasilkan, justru malah bingung sendiri jadi orang lingling atas semua penemuan yg doi temukan. Karana pada dasarnya, semua fenomena yg terjadi kepada manusia itu bisa dijelaskan dan dipahami secara ilmiah. Tetapi apakah menyelesaikan masalah? Sorry Ferguso... Pada akhirnya semua kembali kepada kehendakNya. Jika belum Dia berkehendak... Maka segala upaya yg manusia, kerjakan tidak akan berhasil. Ini yg bikin si Freud ini linglung di akhir hidupnya... Karena kehilangan arah hidup....

Marzel:
Itu bukan menghibur diri sob... Tapi belajar memahami situasi dan beradaptasi terhadap kondisi. Ujung2nya bisa tetap bersyukur dalam segala kondisi.
Jika manusia tidak mampu, biarlah Dia yg mengerjakannya... Santai aja sob...

Simpatisan ISIS:
belajar memaklumi keadaan namanya

Petrus Wu:
Sudah ada IMB aja didemo, apalagi kalau tidak ada... ????


(click to show)


Maanaa Taahaan:
itu baru gereja yg dipersulit, gimana dgn tempat ibadah minoritas lainnya?

dimana2 gampang banget bikin mesjid dan musola, segampang bikin toilet umum

bahkan dulu pernah ada wacana mewajibkan sekolah kristen dan sekolah katolik membangun musola, untung aja wacana ini dibatalkan

Simpatisan ISIS:
yoi IMB ada aj grj bs disegel
PATUNG doang dipermasalahkan
patung Buddha ga salah ap2 suruh diturunin

yuviandi purbodewanto:
Hehehh begitulah

Bocah Kantor:
Ya ditunggu aja sampai jadi Indo jadi basis ISIS baru. Sampai krisis kemanusiaan terjadi. Dengan begitu saya sebagai minoritas bisa dengan mudah mengajukan suaka ke negara-negara Kristen yang lebih baik dengan kemungkinan diterima menjadi warga negara lain lebih besar. Dari dulu sudah pengen keluar dari Indo. Hanya saja kurang modal....wkwkwkwk. Toh bagi pak Dhe gak ada beban untuk memperhatikan minoritas. Selain Gus Dur, yang lain sama aja ternyata.

Simpatisan ISIS:
gus dur emg the best! doakan sj sob
bagi Tuhan tak ad yg mustahil
di negara lain jg bkn brrti tanpa masalah tak ad yg tau hr esok
walau saya jg bermimpi indonesia bs jd lbh baik! atau kl tdk saya bs tgl di negara yg lbh baik!

Simpatisan ISIS:
sulittttt lah kadrun it sdh sgt merasuk! mrk mmg jumlahnya belum mayoritas tp ttp aja sudah fifty fifty!
kl di purge brrti hrs purge semuaaaaa dr tingkat daerah ampe pusat

Petrus Wu:
"Gereja di Pangkal Pinang dipermasalahkan hanya karena alasan tak punya IMB."

Ijin koreksi Mas ???? SUDAH ADA IMB yang didapatkan lewat perjalanan panjang 8 tahun. Kelompok intoleran menggugat IMB ini dengan berbagai alasan yang dibuat-buat.

Maanaa Taahaan:
gereja dimanapun di indonesia yg mayoritas islam bisa dipermasalahkan oleh muslim kadrun.
karena kadrun mengandalkan massa (keroyokan), walau gereja itu sudah berdiri dgn sah dan legal tetap bisa dikeroyok kadrun.

cuma katedral yg gak bisa diutak atik kadrun karena katedral udah jadi milik warisan dunia.

Maanaa Taahaan:
Jika dulu lawan kita adalah pimpinan DPR dan Prabowo, kini lawan kita tak teridentifikasi dengan jelas.
salah sob.
setelah selesai pilpres, kita back to the jungle.
akan selalu ada musuh abadi negara ini yaitu kadrun khilafah yg sudah ada sejak negara ini didirikan.

Simpatisan ISIS:
artinya sama2 aj lah
cmn kita milih yg lbh sedikit buruknya
yah drpd wowo mending wiwi kan gt

yuviandi purbodewanto:
Jokowi n PDIP salah perhitungan .. artinya perhitungan kelompok radikal intoleran sudah benar/berhasil

Simpatisan ISIS:
bukan salah perhitungan krn mmg pdip tau udh trlalu merasuk gimana ngubahnya?
jalan satu2nya hrs PURGE kadrun kek zaman dl pembersihan kadrun!
cmn yah zaman skrg udh ga bsss skrg teknologi udh maju informasi sgt terbuka

asem kecut:
Sementara ini gorengan yang paling maknyus utk Pakdhe ya intoleransi

Kampret212:
ayo Pakde, saatnya bersih-bersih demi NKRI... berani gak? Jgn letoy Pakde

Nassar:
Jujur kalo mau bilang PDIP slh satu sumber utama kekacauan krn jumawa merasa paling punya kuasa. Menkumham pdip yg gagal menertibkan lapas eksklusif di periode pertama tetap dipertahankan. Menko anak ketum partai yg gagal menarasikan revolusi mental & gk punya gigi di periode pertama malah diangkat jd ketua dpr yg msh kelihatan ompongnya. Belum lg drama buron kpk dri PDIP yg membuka conflict of interest di area kemenkumham

Menag yg gue pikir awal2 bakal jd favorit krn ucapan "menteri semua agama" ternyata hanya isapan jempol dgn segala inkonsistensinya. Benar kata bung Alif emua kericuhan intoleransi bersumber di kemenag saat ini. Ini kementerian yg berpotensi menggerogoti Jokowi dri dalam.

Politik balas budi yg angkat relawan jd wamen & menkominfo dri partai koalisi pun sgt tdk efektif yg hanya bs jd kambing conge & kambing ompong.

Duo menteri dri ex oposisi pun hanya menjadi tambahan beban Jokowi.

Walau demikian msh ada harapan di menteri2 yg bagus seperti menkeu, menteri bumn, mendikbud, & menlu. Menkes sebenernya cukup berpotensi. Hanya komunikasi msh buruk. Dunia & WHO yg msh meragukan Indonesia dgn populasi 250jt bs terbebas dri virus corona. Perlu narasi yg sgt solid & credible evidence utk bs mengkomunikasan informasi super valid ke dunia internasional.

Tony Gede:
Manuel Mawengkang sudah lebih dulu bikin artikel dengan kesimpulan yang kurang lebih sama.

Apakah ini berarti sekarang Manuel Mawengkang juga punya informasi orang dalam?  Ataukah dia tiba-tiba jadi orang sakti?

Kita tunggu saja cerita berikutnya...

Prisca:
Bagian dalam internal hrs segera diperbaiki, memang benar kasus2 intoleransi pasti ada dalangnya semua... Sumber utama justru para pejabat2 itu baik yg pusat maupun daerah yg sikap dan cocotnya menambah gaduh. Contoh sdh ada IMB, tp cocot pejabat malahan condong ke yg demo dan provokator. Sdh jelas itu sebuah kesengajaan.

Amani Hotbaen:
Situasi sekarang makin sulit karena Pak Jokowi pengen lengser tanpa musuh, bawahannya juga gak bisa tegas kepada para kadrun karena mereka juga berambisi jadi Capres 2024, mereka juga memerlukan suara kadrun. Jadi kalau sudah begitu, negeri ini hanya begini-2 saja, 2045 jaya hanya mimpi kosong. Sama dengan mimpi Orba yg bilang thn 2000 negeri ini akan tinggal landas tapi kenyataannya bablas sebablas-bablasnya.

FAUZi:
1998 terjadi reformasi gagal total bin kupret binti koplak begitu kok....

Simpatisan ISIS:
brrti mmg indonesia lbh cocok dipimpin dictatorship namun yg "Baik" bukan korup atau menindas yg minoritas

Maanaa Taahaan:
seperti soekarno yg cukup "diktator" ?

Simpatisan ISIS:
ohh iya inget taon 2000 jg negara maju! yg ad nyungsep

Julius DS:
Kelompok penyembah berhala memang rasis, teror dan agresor....maklum saja
Departemen agama departemen najis ini tak guna....senajis sepak terjangnya

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Jokowi Dan PDIP Salah Perhitungan, Identitas Oposisi Kian Abu Abu yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/jokowi-dan-pdip-salah-perhitungan-identitas-oThkEcts5b

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: