You Now Here »

Saya Lebih Heran Dengan Kelakuan Istrinya Opick  (Read 66 times - 118 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 22,111
  • Poin: 22.188
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Saya Lebih Heran Dengan Kelakuan Istrinya Opick
« on: February 14, 2020, 04:14:29 PM »




Andy Wijaya:
Beragama berarti membuat kita menjadi lebih baik dari hari hari sebelumnya, lebih sabar, lebih bisa menjaga pikiran, mulut dan hati, lebih sering berbicara yg baik dan berbuat yg baik dan mengharapkan yg baik bagi semua makhluk hidup dan alam. Intinya, dgn adanya pegangan agama yg kuat, kamu akan berusaha menanam bibit kebaikan setiap detik krn detik berikutnya blm tentu kesempatan itu ada.

Itulah ciri ciri orang yang beragama.

Marzel:
Kadrun juga beragama Bung... Tapi ciri2nya justru berlawanan dng deskripsi di atas. Semakin beragama, semakin fanatik dan radikal. Makin radikal, makin intoleran... Makin jaya presekusi, intimidasi

Kosliff Hoa Mononfluff:
itulah bedanya orang taraf beriman & bertaqwa ....... beriman belum tentu bertaqwa ..... tp bertaqwa pasti beriman, dan inilah puncak tertinggi kualitas org yg religius, yg begini ini sedikit jumlahnya ....... bnyk org nyinyir dg agama tertentu krn mereka cm tahu kulitnya, bahkan kulit agama mereka sendiri sj sepertinya jg belum paham

At Heist:
itulah yang disebut tersesat, tujuannya surga namun jalan yang ditempuh adalah jalan menuju neraka

San Tuy Wele Wele:
gue curiga mereka harus tampil intoleran karena pengen persekusi, intimidasi sebagai tanda keberanian, padahal bukan itu tolok ukur keberanian yg sejati. kalau mau unjuk keberanian itu berani bela yg benar.

Robin:
Bungkus atau isi, mana lebih penting? Kalau ditanya ke semua org, pst jwbnya isi, tp prakteknya bungkus yg selalu dijadikan titik ukur

Zero:
Pertanyaan yg sngt fokus ke intinya inti, core of the core... ????

Abu Jembut Al Memeki:
biasalaaah golongan hijrah2 it sok suci penampilan fisik diutamakan tp masalah hati yg utama tdk diurus pnh kebencian hoax kemunafikan

Edwin Hendra Kusuma:
Aneh juga ya. Kalau di kalangan ulama sendiri masih diperdebatkan wajib atau nggak, ngapain yang awam kok malah lebih berani memastikan wajib?

violet lavender:
jilbab atau penutup kepala adalah bagian dari seseorang (wanita) berbusana setiap harinya. ada yg pake topi kalau keluar rumah, ada yg pakai pasmina trus cuman disampirkan ke kepala seadanya.

jadi rubah padangan kita semua,.... ya kamu dan saya,.... bahwa wanita berjilbab itu belum tentu wanita soleha, hafal quran, rajin puasa senin kamis, rajin sholat, pengajian, dll

makanya jangan heran kalau ada wanita berjilbab nyolong hp di toko, jadi pelakor, nipu sana sini....

firman proindo:
Seperti ini kah?

(click to show)


San Tuy Wele Wele:
gue kan angkatan tua..
jadi saksi nih ya..
dulu itu ya: kalau wanita gak hijab pun baik2 kelakuannya.. beneran!
now udah gila: udah hijab pun kok aneh2 kelakuannya.. astagakadaldragon!

Harangan Toras:
saya malah kalo liat wanita berhijab jadi sange....hadeh..otak kotor ah

Budi Armansyah:
Itu zaman tahun 80an-90an ya...Hehehe..

BlusBet:
Femomena seperti itu banyak terjadi pada orang yang baru belajar agama, yang istilah kerennya baru "hijrah". menurut saya sebenarnya seperti ini : karena dia merasa bahwa perilakunya sendiri tidak sesuai sebagaimana manusia beragama seharusnya, maka dia pakai jilbab untuk meyakinkan orang lain bahwa dirinya sdh beragama dg taat (padahal dalam hati dia tahu dia blm seperti itu), maka dari itu dia menyalahkan orang lain yg tidak pakai jilbab, untuk meyakinkan dirinya sendiri ( dan Tuhan barangkali) bahwa dia lebih baik dari orang yg tidak pakai jilbab itu (padahal dalam hati dia tahu dia jauh dari itu ). Jadi dengan menyalahkan orang yg tidak berjilbab, dia ingin membenarkan dirinya sendiri dihadapan dia sendiri (dan Tuhan) bahwa dia orang taat beragama karena dia tahu dia sendiri belum taat beragama sebagaimana seharusnya... dst. Seperti orang yang suka berdoa sampai berbunyi, supaya terdengar orang lain (dan tentu saja dia sendiri) untuk meyakinkan dia sendiri bahwa dia sedang berdoa... (karena dia tahu pikirannya kemana-mana/ tdk berdoa)...

##? ???:
Gak usah ngurusin hidup orng napa sih???

deetopia:
Ya gitu kalau kajian tanpa kritis. Coba aja kalau ada yg debat dia tentang beragam pandangan tentang jilbab, pasti buntutnya no debat atau blok.

Anonymous:
Ya gpp pake jilbab terus nyinyirin hidup orang lain kalo ga korupsi kaya RA

FAUZi:
Adakah ajaran Walisanga yang mewajibkan berhijab atau berjilbab ?

(kepada istri sudah kukatakan kalau pakai jilbab = talk tiga, langsung tanpa kompromi)

At Heist:
memaksakan orang untuk pakai jibab tidak baik, tapi memaksakan orang untuk tak boleh berjilbab juga salah lho, sob @disqus_nrvPSWku9w:disqus

FAUZi:
Kalau terkait dengan pribadi, misal istri/anak/ atau yang tinggal se rumah boleh dong...

Atau (walau tak dikatakan langsung) pegawai di perusahaan yang melamar dan ternyata berjilbab, sebaik apapun kompetensinya hak diriku untuk menolak bukan ? atau yang sudah berkerja, tiba-tiba berhijab, mending kukeluar pesangon, hak diriku dong ?

Inti utama, adalah tak baik untuk menunjukkan identitas keagamaan, baik melalui busana, atau simbol lainnya, karena agama hanya dan hanya serta hanya hubungan vertikal thok... tak boleh digunakan dalam hubungan horizontal



Selain tentunga ketimbang punya rumah dan di tempat kerja  penuh penderitaan karena hidung tak bisa kompromi ..

At Heist:
kalau karyawan ya boleh saja kita beralasan, karena itu tujuannya untuk perusahaan.
Tapi kalau untuk anggota keluarga, baiknya diberikan pengertian dah sekaligus juga bisa memaklumi, karena bisa saja anak/istri mendapat tekanan dari lingkungan pergaulannya yg mungkin mencemooh mereka. Sebagai kepala keluarga hendaknya memiliki pengertian karena kita bersusah payah bekerja tujuannya untuk memberikan kebahagiaan untuk keluarga, bukan malah menambah beban pikiran mereka, niscaya kedamaian dalam keluarga bisa terjaga. 
Karena rezeki mengalir tiada habisnya dalam keluarga yang damai.

Zero:
Idealnya kehidupan mmng spt kalimat yg sob cetak tebal, sy setuju sekali. Minimal dpt mengurangi pengkotak kotakan yg terjadi di kehidupan bermasyarakat.
Ttp sejak munculnya fenomena tren hijrah, jilbab, ustad/ustadzah karbit, jenggoters, jidat hitamers, cingkrangers dan bomb ceramah2 agama di segala lini, hal spt itu jd sulit eksis.

iam hêylêl:
Sudah jaman anugerah kok ngarep ke jaman hamba.. Hadeh.. Ahaha

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Saya Lebih Heran Dengan Kelakuan Istrinya Opick yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/spiritual/saya-lebih-heran-dengan-kelakuan-istrinya-opick-ud8xS5yRgO

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: