You Now Here »

Kami Tidak Diperiksa Corona . Kesaksian WNI Wuhan.  (Read 103 times - 96 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 22,679
  • Poin: 22.756
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Kami Tidak Diperiksa Corona . Kesaksian WNI Wuhan.
« on: March 03, 2020, 02:11:42 PM »




??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ???™️ ✅:
Kalau boleh aku share pengalamanku, khusus untuk sahabat2 yg masih gelisah...

Tahun 2009, istriku harus menjalani terapi Radiasi untuk tumor di otaknya. Untuk itu aku secara teratur selama beberapa bulan harus ke Radiologi nuklir RSPAD. Dokter yg menangani ternyata dr Terawan yg jadi menkes saat ini. Memang selama pengobatan hanya bertemu dengan beliau tidak sampai 5 kali. Di konsultasi pertama, aku bawa hasil MRI otak dari RS swasta. Tapi beliau malah menyuruh melakukan CT Scan. Aku tanya, bukankah MRI lebih bagus dok ? Lebih mahal ? Tapi beliau berkata kalau tiap metode scan itu ada plus minusnya. Jadi aku ikuti saja saran beliau, dan jalani terapi yg panjang itu sampai selesai.

Sob, aku biasanya tidak suka menawar kalau beli barang dan beda harga hanya beberapa ribu. Tapi kalau soal kesehatan, tindakan medis (yg invasive) mungkin dokter2 akan capek punya pasien model aku. Mungkin aku satu2nya pasien yg pernah minta izin konsultasi sama dokter spesialis Pathologi untuk memastikan keakuratan hasil PA istriku (Dokter satu ini tidak menerima pasien spt dokter lain, mereka itu diam di lab). Jadi selama menemani isteriku berobat, aku sambil belajar baca lebih dari 100 buku kedokteran. Mengunjungi total 5 RS, mungkin berhubungan dengan belasan dokter.

Berdasarkan pengalamanku, tidak sulit kalau mau mencari dokter yg pandai, senior, gelar berderet2, lulusan LN. Lebih sulit mencari dokter yg baik, maksudnya benar2 punya hati sob... bahwa pasien itu juga manusia, bukan sekedar objek. Jauh lebih2 sulit lagi kalau mau mencari seorang yg punya 2 kualitas itu. Dan menurutku, dr Terawan memiliki 2 hal itu.

Seandainya... suatu hari nanti, aku sakit parah, antara hidup & mati... Rasanya hanya ada 2 dokter yg bisa aku percaya, salah satunya dr Terawan. Seandainya dr Terawan mau, aku pribadi bersedia percayakan pilihan tindakan medis mana yg baik untuk aku padanya. Walaupun itu bukan spesialisasi dia thats ok.

Aku tahu siapa yg aku percaya... Aku tahu pak Jokowi percaya. Semoga sob & sis percaya

Martabak Sweet:
"Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kementerian Kesehatan, Wiendra Waworuntu mengatakan ada dua alasan ratusan WNI yang dikarantina di Natuna tidak diperiksa tenggorokan, salah satu langkah untuk mendeteksi virus corona di tubuh manusia. Pertama, karena biaya mahal. Biaya Rp 1 miliar hanya untuk reagen (perangkat periksa). “Orang tidak diperiksa swab karena reagen-nya mahal,” kata dia awal Februari lalu."

Amat sangat berbahaya. Inilah mengapa orang yang punya uang berobat ke Singapura, Jepang, Eropa, dan bukan Indonesia kerena:

1. kelalaian dan jalan pintas dari sisi pendeteksian penyakit dari pihak Indonesia
2. sering tidak menjalankan prosedur kesehatan
3. patient record sangat minim dan tidak dianggap serius

Sekaligus jadi bukti kalau klaim "Indonesia bersih dari corona" dari pemerintah dan menkes adalah pernyataan yang tidak bertanggung jawab karena

1. Klaim tidak ada wabah corona karena TIDAK DICEK karena MAHAL
2. Klaim tidak ada wabah corona tanpa basis data dan data pengecekan

??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ???™️ ✅:
Siapapun orang ini (Wiendra Waworuntu) dia tidak berhak mengatakan hal itu.

Mahal itu kata yg relatif. Mahal menurut siapa ? menurut dompet dia atau menurut keuangan negara ?


Kenapa urusan nyawa 1 M mahal bagi pemerintah ? Baru 1 M, wong propinsi aja bisa belanjakan hampir 2000 M cuma untuk balap formula dan lem aibon !!!!! Berani sekali dia menghina keuangan negara kita ?


Capek semalam aku diskusi sama John soal ini.

afarinah:
Karena perkataan direktur ini Indonesia bisa dianggap tidak serius mengatasi covid 19. Pantes Arab tidak percaya mosi bebas corona.

??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ???™️ ✅:
Kemarin aku baca sih mereka tidak pilih2 sob, mereka tutup total negaranya tanpa kecuali untuk semua urusan ibadah. Jadi negara manapun tidak diizinkan masuk sama mereka.

Maanaa Taahaan:
sekarang indonesia ngemis2 ke arab agar dikasih izin umroh hahahha
demi syahwat agama, kehormatan negara dijual dgn ngemis2 ke negara lain.

tapi bagi arab saudi, lebih baik menjual agama utk keselamatan warganegara sendiri.

Maanaa Taahaan:
nasib negara yg ngaku kaya SDA tapi juga ngaku miskin duit.
duit dijadikan alasan. lebih baik mati daripada keluarin duit.
padahal trilyunan apbn dan apbd hilang dikorupsi.

yuviandi purbodewanto:
Satu hal lagi brow .. rakyat +62 sebanyak ini, apa pd mau tertib melapor bila dpt gejala flu n demam yg sdh biasa itu? Apa tim medis mau menjemput bola? Nggak mungkin bisa teliti satu-satu. Saya bayangkan ini jd horor, misal, satu org kena di satu kota penyangga jkt yg p-p kerja menggunakan KRL ..

Kampret212:
cukup dengan doa, atau pakai air yang dijampi-jampi lalu disemburkan. beres

Sita W:
Artikel dan sebuah 'pengakuan' yang mencerahkan dan mencerdaskan....ini yang perlu diviralkan, terima kasih mas Nugraha!

yuviandi purbodewanto:
Yaa semoga aman² saja tanpa reagen .. saya pernah baca ada seorang wanita yg sampai 8x lolos test (tanpa reagen), test yg ke-9 kena .. Ada lagi, sdh dinyatakan ok sdh sembuh, beberapa waktu kemudian kena lagi.
Maksud saya yg awam ini, bila mampu untuk maksimal pengetesan, baik dari alat, biaya, tenaga ahli, jangan nanggung² .. efek berantainya kemudian nggak bisa dinilai dg uang.

Christoper Sigit:
Yah bukan kali ini saja pemerintah tidak becus, terlalu bnyk oknum pemerintah yg korup dan seenak sendiri. Makanya saya heran Indonesia bisa dikatakan negara maju. Maju tingkat korupsinya ?

Maanaa Taahaan:
taktik amrik agar amrik gak keluarin duit banyak demi memanjakan indonesia kalo masih status negara berkembang

Vivi Christiana:
Artikel ini bisa menimbulkan mispersepsi , seakan2 pemerintah tidak menjalankan prosedur kesehatan dengan benar , hanya karena mau menghemat biaya Reagan. 
Ini sama sekali tidak benar,  saya menganggap pemerintah sudah menjalankan prosedur evakuasi dengan benar. Yang di evakuasi kan semuanya sehat2,  sehingga boleh keluar dari China. 
Kalo orang sehat,  tentu saja tidak perlu swab test , periksa tenggorokan,  kecuali kalo ada indikasi keluhan2 sakit.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Kami Tidak Diperiksa Corona . Kesaksian WNI Wuhan. yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/kami-tidak-diperiksa-corona-kesaksian-wni-wuhan-Pcw1rMCUe7

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: