You Now Here »

Ada HTI Dan Intoleransi, Jogja Kok Gitu?  (Read 93 times - 117 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 22,658
  • Poin: 22.735
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Ada HTI Dan Intoleransi, Jogja Kok Gitu?
« on: March 04, 2020, 05:07:29 PM »




John Lie Kwee:
Nasionalisme pemecah umat?? Itu kata kata orang Islam bukan WNI yang ada di Indonesia. WNI adalah orang orang Indonesia yang beragama Islam dan bersatu padu. Elu orang aja yg mau laen sendiri dan mau memisahkan diri...

Alamsyah:
geregetan bangat y

Leo Vargaz:
Patut dicermati dan waspada, pengasong Khilafah semakin berani. Apa mungkin, beking mereka sudah berhitung akan mampu menumbangkan rezim?
Sudah banyak yang terang-terangan berani memprediksi kejatuhan presiden Jokowi. Ini sangat tidak pantas, dan sangat provokatif.
Menarik lawan politik bergabung dalam kabinet, adalah blunder terbesar pemerintah. Justru makin menyulitkan pemerintah sendiri. Gerindra yang seharusnya mendukung, justru paling masif menyerang pemerintah. Melalui corong2nya tanpa henti. Ditambah lagi serangan dari sisi lain, para pengasong Khilafah yang pasti ada beking.
Sanggupkah pemerintahan pakde Jokowi tuntas 5 tahun?
Semoga ada kejutan dari beliau, sehingga mampu menyerang balik para bajingan pengganggu stabilitas NKRI.

Mblandyang:
Leres karya ketikanmu lur ,..

jogja skrg memprihatinkan,. kaum Kontra Toleransi (monggo disingkat sendiri) makin merelaraja,

wong jogja jangan sampai kehilangan prinsip Memayu Hayuning Bawono pokoke,.

Alamsyah:
Turut sedih, dab.
Dimanapun kaum Kontel berada, disitulah kerusakan dibumi.

Mblandyang:
aku yoo sedih,. mergo bakule angkringan malah tutup

Alamsyah:
Jadi inget angkringan sama Totor
hahahahah

Alamsyah:
Rejeki malam, rejeki sore, macan, totor, buakakakakak

C Jon:
Kalo sekarang ke Jogja, tidak berasa lagi ke-Jawa-annya. Hampir semua kepala perempuannya terbungkus, prianya berdaster atau bercelana cingkrang. Entah apa yg merasuki mereka.
Hilang sudah ke-bhineka-an masyarakat Jogya, apalagi toleransi. Tinggal tunggu waktu ke-Istimewa-an daerah ini bakal hilang, sejauh Sri Sultan tidak bertindak tegas terhadap kaum intoleran dan pengacau berbalut agama.

Alamsyah:
Sangat disayangkan, daerah yang begitu istimewa, akankah terbungkus taplak meja semua?

Beberapa kali juga ada berita pembubaran upacara adat oleh kaum taplak.

Paijo:
Premanisme udh lama ada d jogja masdab, tahun 90an sdh ada 'genk' Qizruh, Joxin, dll. Dulu preman beneran preman, kriminal, tp sekarang 'genk2' tsb mulai berubah menjadi sayap parpol hijau2, sebut aja GPK gerakan pemuda kabah, HRZ humoriz, Darwiz dll.

Tapi gerakan sayap parpol ini selain suka ngisruh jg suka bawa2 agama meskipun tidak seradikal fpi atau forum umat tertentu yg dirasuki HTI dan suka persekusi baksos atau acara adat. Jadi sekarang makin terlihat aja bara2 di sekam Jogja.

Tinggal pak Sultan gimana tuh...

Alamsyah:
Oh, itu di tahun dimana sya disana.
Mungkin karena sudut pandangku sebagai perantau, jadi tidak mengetahui kelompok kriminal itu.

Thanks infonya, dab.

Semoga pak Sultan segera bertindak

R Firman:
iya..yogja makin kehilangan karakter kota pelajar..makin mundur..

Alamsyah:
Jahatnya kadrun merusak Jogja kita yang indah

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Ada HTI Dan Intoleransi, Jogja Kok Gitu? yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/ada-hti-dan-intoleransi-jogja-kok-gitu-WFnASoI9le

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: