You Now Here »

Jokowi Dibuat Sipit Dan Merah, Sudah Waktunya Tempo Rehat Ke Liang Kubur  (Read 103 times - 105 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 22,652
  • Poin: 22.729
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Wiroduasatudua:
Emang pintar tempo bisa melihat pasar pembaca bodoh dengan framing jokowi. Mirip mirip sama tv satu itu.....

Huget:
Mohon maaf, Saya mau bertanya apa kesalahan keturunan tionghioa sehingga sering di jadikan antagonis dlm politik dan kehidupan bermasyarakat di Indonesia, banyak dari mereka yang lahir, besar, bekerja, berkeluarga di Indonesia. Bahkan masih banyak yang di jadikan sapi perahan biarpun terkadang nilainya kecil dengan banyak alasan dan kadang dengan sedikit ancaman pengurus an ini itu nanti agak sulit.
Memang ada beberapa yang jahat dan nakal, tapi itu terjadi pada semua suku yang sudah menjadi WNI, pada dasar ya manusia tidak bisa memilih untuk lahir dari siapa dan apa kedudukkannya dan apa suku bangsanya.
Semua manusia adalah ciptaan Tuhan, baik yang baik atau yang jahat. Tapi mengapa hanya itu dan itu saja yang saya dengar sejak saya bisa mengerti urusan. Bila ada warga tionghoa menunjukkan itikad baik dengan membantu atau menolong di cap ada maunya, kalo diam saja di kata kan tidak berperasaan. Terkadang kalo memberikan makanan di curiga haram atau sudah kadaluarsa.
Tiap Idul Fitri, 17an, Imlek, tahun Baru, bahkan Natal, sering di datang I dengan membawa proposal sumbangan dan kadang kalau yang di datang I tidak memberikan atau memberi sedikit muka langsung masam, apa mereka tahu bahwa terkadang sumbangan yg mereka minta mungkin adalah uang terakhir yang mereka punya, sedangkan ada kebutuhan yang lebih penting, Cuma karena merasa tidak enak, tidak mau dipersulit atau tenggang rasa sajalah mereka mau memberikan, biarpun untuk besok harus dipikirkan lagi.
Itu saja ahh…. Sudah kepanjangan.

iam hêylêl:
Iri hati lha.. Apalagi.. Ahaha

Manuel Mawengkang:
mungkin mereka takut ketika sang kalifah itu berasal dari Tionghoa, bukan Yaman.

No Fear:
Ronggowarsito udah ramalin :
" Yamané YamanÊdan....."
??? ?????

anwar khorib:
dasarnya sirik ditambah lagi idiologi yg mengisi pikiran mereka bernuansa kebencian...klop dah

Mojo pahit:
Karena Hasil cuci otak jaman orba

San Tuy Wele Wele:
keluarga dari pihak bapak gue ada yg married ama keturunan cina, so far so good.. katanya rajin cari uang, penyayang, perhatian pada istri dan anak2.. cuma agak pelit karena suka ngumpulin duit seperti semut buat masa paceklik..
ow satu lagi.. kata orang2 di medsos.. banyak kok yg mau married sama keturunan cina karena lebih terjamin sukses (mungkin karena rajinnya kek ahok?) haha.. sepertinya kita harus belajar hemat+rajin.. hemat pangkal kaya+ rajin pangkal pandai kan?
semua harus mau bersaing jadi baik lah.. jangan jadi pengecut dan pecundang kalau gak mau bersaing

No Fear:
belum Tamat tapi udah bau bangké...,
Dari majalah jadi Tabloid khilaf(ah)

Jelek amat kisah akhir majalah Tempel...,
Mampus sebagai tabloid kelas ecek²
Efek pilih staff redaksi kelas low rank kadrün ...

HolyGanZ:
Tul...

Bersih bersih:
Dulu Jokowi hidung panjang katanya itu cuma bayangan.
Sekarang Jokowi jadi merah (=warna setan) nanti bilangnya campuran cat printingnya ngaco???
Dulu Tempo bisa bertahan hidup jaman Soeharto krn dianggap mewakili suara orang2 tertindas, shg masyarakat bisa gotong royong membela Tempo dg membeli majalahnya.
Sekarang Tempo justru mewakili orang2 tertentu menindas pemerintah yg mati2an bekerja utk kesejahteraan orang banyak (daftar infrastruktur yg sdh selesai dan digunakan skrg sdh entah brp halaman!), jadi sudah saatnya jangan beli Tempo, jangan baca Tempo online, lihat saja berpihak pada pemesan apa bisa menghidupi Tempo.
Ga ada sejarahnya publikasi yg hanya mengandalkan pemodal saja bisa bertahan!!

Bersih bersih:
Banjir berjilid-jilid ini sudah membunuh beberapa orang secara langsung seperti tersetrum atau tenggelam. Tapi banjir ini juga membawa dampak bagi bahkan bukan lagi ratusan, melainkan ribuan atau mungkin puluhan ribu korban yang dirawat di RS karena DBD. Musim DBD mulai menjangkit banyak warga Jakarta.
☝ Cukup 1 kata: TERORIS.
Peduli Tempo mau coba2 mengalihkan perhatian - itu FAKTA tidak bisa dialihkan!!

mad gilbird:
Ckckckck rupanya media tempe bongkrek ini belum pernah kenalan sama yg namanya Neng Karma. Kesadisan karma ini udah menelan banyak korban, gak cuma politisi...bahkan media berita besar sekelas TV OON aja dah dipermalukan oleh karma itu sndiri. Yup, saya hanya wait and see (sambil makan popcorn)...nunggu ada berita media tempe bongkrek dan si novel dajjal ini terjegal masalah super duper memalukan karena sering framing buruk pemerintah dan tebar hoax. Dan karma akan begerak dan menghajar para pelaku kejahatan dengan caranya sendiri.

Oh iya, out off topic, happy International Women's Day

Wanda Bagus Sebastian:
Sudah waktunya Tempo kita rehatkan ke liang kubur.
Minta bantuan sama mereka buat kuburin Tempo
 
(click to show)


Opini Tadeus:
Aww so cute... ????

Barkah Adi:
Semua bangsat pada waktunya.

Dewa Rengkong:
hush....

Rheza Rivana:
Kalau Abas dan FI adalah pahlawan kepagian, berarti Tempo pahlawan kemalaman dong?

Teddy rukmantara:
Tempe bikin onar lagi, sepertinya mau di boikot sampe bangkrut nih. Mau ngandalin kadrun buat naikin oplag susah mpe..demo aja cuma ngandalin nasbung

heri purwanto:
Sebenarnya tidak usah jauh2 menunjuk orang lain busuk, YANG SEDANG MENGULAS MAJALAH TEMPO ITU SJ "SANGAT BUSUK", hanya saja dia sakit utamanya HATINYA, shg mampu menunjuk kekurangan org lain, TAPI tdk mampu instrospeksi diri...kerjanya hari2 tulisannya hanya menjelekkan org lain yg tdk 1 pndpt, dan hanya mencitrakan baik kelompoknya

BlusBet:
Kalau dah waktunya rehat permanen, maka sekarang tempoh proses sekaratul maut dong...

Muhamad Nor:
Ngomongin sipit ribut, tapi ngomonginnya si unta dan si badrun. Dan ngomongin media mestinya standarnya adalah kebencian (penulis pas lagi waras), jd saya rasa cuman sewot yg josss,..media santun tanpa kebencian terutama terhadap anis. Betul broo..? Wk wk wk

sogol007 .:
memang sdh begitu dari jaman orba, dan sdh pernah di brendel dulu... dasar bebal pernah kapok.... saya hanya berdoa semoga Allah mengampuni dosa2 wartawan penyebar fitnah dan semoga segera memberi higayah NYA... Aamiin

San Tuy Wele Wele:
memang tempe rasa iblis level 100 tuh

Sulaeman Kadar Muhammad:
Kemarin publik heran karena finalis putri Indonesia tidak hafal Pancasila .... Saya lebih heran kenapa publik tidak heran pada (beberapa elit) politisi yang tidak mengerti esensi Pancasila .... Bukankah menurut teori Kepemimpinan Pancasila seorang pemimpin itu harus memberikan bombongan (motivasi) agar yang dipimpin tidak terpuruk ... ???  Menteri Kesehatan, Terawan, minta pada warga untuk tidak usah panik menghadapi  virus korona dikatakan (oleh sementara politisi tsb di atas) menutup-nutupi .... Ini politisi yang yang seharusnya ngerti Pancasila tapi malah koar2 untuk popularitas pribadi/kelompok ....

Teha Sugiyo:
tempe, sudah membusuk dan enaknya dibuang...

Oma Acel:
Tempo (koran atau majalahnya sama ajalah) memang sangat bernafsu,  dan baru2 ini sudah pernah kejeblos memalukan sewaktu memuat berita Paus kena corona virus yang ternyata hoax.  ????

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Jokowi Dibuat Sipit Dan Merah, Sudah Waktunya Tempo Rehat Ke Liang Kubur yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/jokowi-dibuat-sipit-dan-merah-sudah-waktunya-84z3aVL0pB

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: