You Now Here »

Analogi Rakyat Jelata Memahami Omnibus Law. Ga Perlu Jadi Mahasiswa!  (Read 83 times - 116 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 22,703
  • Poin: 22.780
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Opini Tadeus:
Mencerahkan! ??? ????? Pemerintah ingin rakyatnya maju dan makmur sejahtera, kok malah di demo? #mentalkuno...

BritneyYang:
Mahasiswa ga ngerti apa2 soal Omnibus law tapi sok Pinter!.
Hari gini ga Ada investor asing, jangan harap NKRI maju.
contoh negara2 maju sdh Banyak.
Indonesia cuma mikir demo?

Terus mau pengusaha Dalam negeri/ Investor lokal gitu?
seperti apa? contoh Aja Bakri yg cuma
"bikin rusak" NKRI.

#kapannkrimaju

Erika:
You got the point, girl!!!

Yeska Haganta:
Wah saya suka cara mbak Erika tau kalau mahasiswa yang demo itu BODOHnya LUAR BIASA

Teddy rukmantara:
Mereka bisa jadi cuma dikibulin dosen2 yg cara berfikirnya sumbu pendek dan tidak berfikir kedepan. Hayo menteri Nadiem dosen2 itu di upgrade biar dapat menghasilkan lulusan yang bermutu dan berguna buat negara

Parlindungan Panggabean:
Suatu negara ga akan maju kalau manusianya kalah sama kadal.
Kalau bagi manusia, bekerja itu adalah aktualisasi diri untuk masa depan, maka bagi kadal bekerja adalah untuk makan, kawin, kawin dan kawin lagi. Dan yang membuat manusia normal ga habis pikir adalah koq bisa ya berdemo ria itu dianggap pekerjaan.? Makanya demo marak terjadi dimana-mana. Kalau ditanya mengapa demo, jawabannya : embuh.. dengan berjoget sambil ngelemparin batu.

Kampret212:
kan mereka memang buruh-buruh masa depan

Mblandyang:
aku mlh pernah ngekos di gejayan , .

ada yang tanya gak

august ballers:
ada,, pernah nemu/ nyium bau alkohol campur fast food ga?, dulu saya sering muntah disana pulang ajeb-ajeb,,, wkwkwkwkwwkwwkwkwwkwkwk piss sob

Mblandyang:
waahh ,. .

jangan jangan,. dirimu itu temannya sodara sepupunya temannya temen satu kampusku dab,. .

august ballers:
kok adoh dab.....tp nek udah stel ndlenger sopo wae dadi konco e dab.....hahahahaahaha

doodleramen:
Indonesia bukan Saudi Arab yang nemu minyak nyembur saat mereka menggali lubang
Kalaupun nemu minyak emangnya mampu ngebor dan bikin kilang tanpa bantuan tenaga ahli luar? Arab Saudi gak bakal beda jauh dengan Yaman hari ini, alias miskin, kalau mereka dulu menutup pintu investasi dari negara2 barat. Paling wilayah sekitar Mekkah yg relatif berkembang karena mendapat pemasukan tetap dari para penziarah.

Christian Rendy:
Intinya mah gausah sok teriak "Capitalism" selama media yang digunakan itu produk Kapitalisme, sama halnya dengan Mahasiswa yang teriak2 membela buruh tapi ketika jadi buruh ngomel2..... come on guys you are agent of change, open minded dan broad minded kalian dibutuhkan, bukan hanya sedikit-sedikit demo...

Roedy siswanto:
PERDANAX Turbo ...Tooop mbak Erika ...Tulisan yang berkelas dan menggigit.

Wanda Bagus Sebastian:
Terima kasih analogi unik, mbak. Tentu tak mungkin Indonesia ngurus demo berjilid-jilid, kan? ????

rudi sasongko:
Erikaaaa.... ananaloginya kepanjangen Erikaa... mumet aku... tapi sdh Bener Erika Ebener... btw I miss UUuuuu..

Senopati:
Pemahaman perlu diluruskan dulu nih bagi yg dema-demo. Namanya lapangan pekerjaan bukan hanya buruh dan kerja kantoran dengan jam kerja tetap dan gaji dibayar per bulan. Ada lapangan kerja yang jam2an, harian dan kontrak. Pekerja proyek, artis, baru sebagian contohnya. Cilakanya banyak dari mereka tidak tergabung dalam serikat pekerja yang memungkinkan untuk organisir demo segala. Tapi jangan ditanya kalau soal jumlahnya.
Justru mereka juga butuh difasilitasi dan dilindungi undang2. Investor atau pemberi kerja, butuh kepastian hukum untuk bisa mempekerjakan orang Indonesia. Bukan tidak mungkin situasinya juga lintas negara. Contoh, industri game atau film, butuh jasa animator, kartunis. Indonesia punya potensi utk menyediakan jasa tsb. Jelas mereka bekerja per pesanan dan bukan pekerja tetap bulanan seperti buruh atau pekerja kantoran umumnya.

Patrick Jahja:
kalo mereka peduli ama industri model model game filem, dsb, mereka uda ga demo in the first place tu.....yang ada mereka yang demo ini bingung kok pekerja2 dari industri bego amat dibohongin ama "capitalist master" mereka.....

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Analogi Rakyat Jelata Memahami Omnibus Law. Ga Perlu Jadi Mahasiswa! yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/analogi-rakyat-jelata-memahami-omnibus-law-ga-mnNBLAcLXz

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: