You Now Here »

Pengakuan Dewan Pers Terkait Corona Sangat Menyedihkan  (Read 114 times - 121 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 22,696
  • Poin: 22.773
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Pengakuan Dewan Pers Terkait Corona Sangat Menyedihkan
« on: March 10, 2020, 07:29:04 PM »




jeremy edy d:
Apalah arti Kebebasan dan Keterbukaan, kalau dengan alasan kebebasan maka boleh sebebas bebasnya, kalau keterbukaan semua harus dibuka sebuka bukanya.
Tetapi dgn adanya kebebasan dan keterbukaan malah membuat negara rapuh dan pada saat tertentu nanti kita tidak bisa mengkosolidasikan kembali, maka kemungkinan negara ini akan pecah dan betul betul terpecah menjadi beberapa menurut kedaerahan atau sentimen kesukuan.
Tinggal kita pilih apakah akan terus begini kondisi dan situasi serta cara bernegara ?
Yg dibutuhkan adalah ketegasan dimana negara kita punya pemimpin harus tegas terhadap siapapun yg berkhianat dan membahayakan negara, siapapun itu harus ditindak agar tidak berlarut larut situasi yg seperti sekarang ini.
Kuncinya adalah KETEGASAN.
Atau mungkin tidak sedang bermain catur tapi sedang bermain ular tangga, jadi kemana bergerak tergantung apa yg keluar sesuai dadu yg kita kocok.
Ini utk renungan kita bersama bukan orang perorang.

Martabak Sweet:
Masalah kesehatan dan virus ini penulis sepertinya harus hati hati deh. Benci tempo boleh tapi akal sehat dan fairness jangan sampai hilang.

Ini problemnya corona:
1. masih sulit terdeteksi karena faktor alat, ilmu, dan kesiapan tempat
2. tempat yang "resmi" bisa menampung di Jakarta saja cuma 3 rumah sakit.
3. apakah ada klinik atau rumah sakit yang berani meng-klaim kalau dirinya 100% mendeteksi corona? Ada?
4. pasien yang tidak terdeteksi lalu meninggal, seperti kena bronchitis atau pneumonia atau penyakit yang didapat karena daya tahan tubuh lemah karena corona, apakah di record sebagai pasien yang mati karena corona atau karena penyakit lain?
5. masa inkubasi corona dan banyak kejadian WNI ke luar negeri, begitu tiba di airport langsung di mark positif corona pasti kena coronanya bukan saat terbang? Pasti kenanya dari Indonesia? Begitu pula turis yang point of originnya dari Indonesia ke negara luar.
6. pengetesan perlu 5 hari minimal untuk mendapatkan hasil. Ada kabar di Singapore telah terdevelop prosedur pengetesan yang cuma memerlukan 1 hari, tapi belum tervalidasi.

Lupakan dulu dendam kesumat kepada Tempo. In all fairness, sebelum pengumuman 2 orang positif corona oleh Jokowi, Indonesia sudah banyak kasusnya!

doodleramen:
Saya sependapat. Pemerintah memang harus berusaha menjaga agar masyarakat tidak panik. Tapi dalam pandangan saya, dalam kasus ini pemerintah lebih berusaha keras menjaga imej daripada mengakui keterbatasannya. Di masa2 awal sekitar Januari Menkes ngotot dan yakin tidak ada kasus padahal bahkan alat tesnya saja belum ada (menurut media luar negri). Gimana bisa yakin tidak ada kasus kalau tidak pernah dites? Pakai termometer? Bukannya sudah diketahui bahkan orang yg tidak mengalami gejala apapun bisa positif COVID-19. Mau pakai doa? Oh, come on!



Di Korsel saja jumlah yg dites sudah mencapai 190.000 orang, sedangkan kita hanya mentes sekitar 300an orang. Padahal jumlah penduduk kita 5x lipat lebih besar dari mereka. Daripada sibuk membela diri dan menjaga imej, lebih baik kampanye di TV untuk mengedukasi dan mengajak masyarakat agar menjaga higienitas dan lainnya. Pakai pesan yg logis, positif dan optimis dalam edukasinya. Saya yakin masyarakat tidak akan panik. Kalau ditutup-tutupi malah bikin panik, bisa timbul kecurigaan bahwa pemerintah tidak mampu menangangi ini.

Bersih bersih:
1. Siapa bilang? WHO saja mengakui kemampuan Indonesia menguji corona virus.
2. Siapa bilang?
3. Ada.
4. Jangan anggap remeh dan tidak menghargai tim kesehatan yg menelusuri jejak mrk yg meninggal dg kausa spt itu.
5. Rata2 WNI yg kena di luar negri adalah pekerja migran atau residen di sana - kasus di Jepang adalah crew Diamond Princess aka pekerja migran jg di atas kapal.

Hati-hati beropini.

All in all - Tempo sudahtidak fair!!

John Lie Kwee:
Dengan kata lain, berita tempo identik dengan viral hoax di medsos

No Fear:
Infected by kadrüvid-212½

(½édán)

Martabak Sweet:
1. wah sepertinya situ adalah korban propaganda media lokal dan pemerintah ya. Berdasarkan data, termasuk dari data yang industri kesehatannya jauh diatas Indonesia, berkata sebaliknya.

2. RSAD, sunter, dan satu lagi. Sisanya masih ada RS yang menolak kalau ketahuan kamu kena corona/diduga kena corona.

3. Mana? Kalau ada klinik itu sudah kaya raya dengan pasien dan sample darah yang membludak permintaan servisnya dari manca negara, bukan cuma lokal. wkwk

4. Jangan karena berkaca mata kuda, lalu semerta merta acuh dan membodohi diri sendiri. Tidak ada hubungan dengan "penghargaan terhadap tim kesehatan".

5. Siapa bilang. WNI yang saya tulis justru orang kaya diluar Diamond Princess.

Sekali lagi, anda adalah korban propaganda dan misinformasi media.

Ya mudah mudahan benar kalau Indonesia itu super power terhadap corona supaya kita semua aman. Tapi sepertinya tidak deh. Yang ditulis Doodleramen coba disimak

"Kalau ditutup-tutupi malah bikin panik, bisa timbul kecurigaan bahwa pemerintah tidak mampu menangangi ini."

Menkes bacot dan main klaim, masih bisa ngeles. Tapi begitu Jokowi ditantang untuk membuat statement, keder langsung, mana berani klaim "tidak ada". Bisa collapse pemerintahannya. Tapi karena terlanjur mulai deh dari 2.. yang lalu tiba tiba simsalabim yang terkena "tiba tiba" langsung multiply.

Wiroduasatudua:
Bener juga, tapi media tidak bisa juga tidak pakai data hanya berandai andai, emang anda setuju media bisa seperti itu, kalo emang sudah lama ada yang terjangkit, saat ini pasti sudah banyak yang sakit ataupun meninggal.
Kecuali menurut anda pemerintah bener menyembunyikan orang tertular.

doodleramen:
Kalau menyembunyikan orang yg tertular sih saya rasa tidak. Ini lebih kepada soal kemampuan mendiagnosa virus secara akurat.

Martabak Sweet:
Memanipulasi informasi yang beredar lebih tepat dari "menyembunyikan orang tertular". Bisa mendeteksi secara proper saja blum kok. Bisa disembunyikan dengan sengaja, juga bisa jadi tidak tahu kalau sudah terkena (honest mistake).

Mau digoreng seperti apapun, dari sisi data, statistik, ilmu kesehatan, kondisi lapangan dan kondisi supply alat untuk mendeteksi, kalau dideduksi, semua mengacu, TIDAK MUNGKIN DI INDONESIA YANG KENA DI SAAT ITU CUMA 2 DAN TIDAK MUNGKIN KALAU SITUASINYA TIDAK LEBIH PARAH DARI PROPAGANDA YANG SEKARANG DIMAINKAN.

Bersih bersih:
Media yang seharusnya menjadi pihak netral dan memberitakan fakta atau kejadian, malah berangkat dari prasangka atau dugaan.
☝ Busyettt... !!!
Lebih parah dari portal opini. Utk tulis opini saja perlu fakta dan latar belakang peristiwa serta 'definisi', kalau2 ada yg mempertanyakan msh bisa dijawab dg tegas.
Ga heran Tempo berakhir tragis, kualitas isi redaksinya benar2 profesional - alias bayaran!!

No Fear:
Tabloid LBGP LuBayarGuePublish

Menjelang TAMAT butuh Dana pesangon

nihayatur rohmah:
Opini berimbang? ???

yuviandi purbodewanto:
Titipan atau nggak percaya ke pemerintah, tetep ada dorongan kecemasan semua bisa kena, termasuk org² dewan pers sendiri

Wanda Bagus Sebastian:
Yang mengherankan, Dewan Pers seolah-olah condong pada politik. Kalau benar, beginilah kebiasaan Tempo: anti-pemerintah.

No Fear:
Jaman soeharto : anti-pemerintah
Jaman Naô : antek asing (jongos UncleSam? KadrünHijrah?)

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Pengakuan Dewan Pers Terkait Corona Sangat Menyedihkan yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/pengakuan-dewan-pers-terkait-corona-sangat-Zb6J8cse7e

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: