You Now Here »

Wartawan Click Bait Harus Rehat Ke Liang Lahat  (Read 120 times - 64 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 23,082
  • Poin: 23.159
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Wartawan Click Bait Harus Rehat Ke Liang Lahat
« on: March 13, 2020, 02:44:43 PM »




NightRouge:
Dulu pernah ngirim sebuah tulisan ke salah satu media, judulnya sih simpel aja, intinya cuman peraturan yang pêrlu diketahui saat berkegiatan. Eh setelah mereka moderasi pas di publish malah judulnya jadi klikbait banget ??? ?????
Untungnya setelah agak sedikit "protes" judulnya jadi simpel, seperti tulisan yang ane kirim.. xD

Opini Tadeus:
Ga mau nulis di sini? ????

rudi sasongko:
Bisa jadi ga mau nulis disini krn bonus ga segede click bait.

Opini Tadeus:
Huwahaha..nyindir nih.... menulis disini untuk mencerahkan...dan agr berimbang..

NightRouge:
Dulu Udh pernah ngirim artikel kesini, tapi ya mungkin kurang suibh bagi tim seword.. xD

Bocah Kantor:
Dewan pers apaan? Kan mereka terbentuk dari orang-orang media juga. Lah mereka cari makan dari mana pula kalau nggak dari click bait?

Wanda Bagus Sebastian:
Sudah waktunya memang, bahwa media-media penghasil click bait harus kita musnahkan ke liang lahat.
Mungkin mereka perlu, ya? ????
(click to show)


Tube Zone:
Tersangka Utama Adalah "Google Adsense" atau "Pay Per View", pertama yang mempergunakan judul "WOW" adalah "Koran Lampu Merah", setelah itu para pemain click per pay per view ( blogger ), Judul " Jebakan Batman" sudah mulai populer, dan tidak ada saksi apa apa, cuma kredibilitas media lambat laun hilang

Prisca:
??? ??? ??? ???, semakin hati2 utk baca sebuah judul

harriz salim:
Baca judul ga bisa hati2 , harus hati2 jangan sampai ingin meng klik....

Bersih bersih:
Urusan click bait JAHAT ini melibatkan 5 sektor utama: wartawan (cetak, online, tayang), media (redaksi dan pemilik modal), organisasi profesi (PWI, AJI, Dewan Pers), regulator/pemerintah (Depkominfo), dan penegak hukum (polisi di garda depan).
Kenapa semua 'kejahatan' pers bisa dg mudah dialihkan sbg khilaf, minta maaf, silakan menggunakan hak jawab, dll. karena masyarakat memandang kejahatan profesi ini dalam perspektif yang keliru.

Saya akan coba memberikan perspektif yang lebih jelas, dan harap didengungkan senantiasa begitu ada yg melakukan kejahatan serupa, dan semoga penegak hukum juga dapat menggunakan perspektif ini.

Saya pinjam tindak kejahatan di profesi lain, yaitu tindakan aborsi di dunia medis.
Click bait JAHAT ini seumpama Dokter melakukan aborsi, dilindungi RS (Yayasan) tempat dia bernaung, dilindungi oleh IDI dan PERSI, didiamkan Depkes, polisi tutup mata. Padahal masyarakat sudah teriak2 dan lapor kiri kanan. Untungnya ini cuma analogi - di dunia nyata tidak ada dokter yg melakukan aborsi tanpa indikasi medis, dan polisi pasti langsung turun tangan kalau ada aborsi 'liar'.

Pertanyaannya mengapa wartawan yg melakukan aborsi justru dilindungi (malah didorong) media dan pemilik modalnya, dilaporkan ke PWI, AJI, dan Dewan Pers malah dianjurkan menempuh jalur kekeluargaan dan menggunakan hak jawab, Depkominfo juga tidak sadar berapa banyak aborsi yg dilakukan wartawan setiap harinya yg dilindungi media dan organisasi profesinya. Lapor ke polisi, polisinya tidak jelas akan jenis kejahatannya, malah konsultasi balik ke organisasi profesinya - ini ABORSI Pak Polisi, sesederhana itu.

Apakah korban aborsi bisa dimintai maaf dan menggunakan hak jawabnya?? Sudah MATI Pak.
Korban click bait JAHAT memang masih hidup, tapi kejahatan yg terjadi pada esensinya adalah fitnah yg lebih kejam daripada pembunuhan!!

San Tuy Wele Wele:
tapi kalau masuk liang lahat itu tunggu hak prerogatif Allah

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Wartawan Click Bait Harus Rehat Ke Liang Lahat yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/wartawan-click-bait-harus-rehat-ke-liang-lahat-BlTLa337kV

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: