You Now Here »

Mengambil Kendali Atas Nasib Sendiri, Tak Lagi Menunggu.  (Read 60 times - 70 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 22,648
  • Poin: 22.725
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Mengambil Kendali Atas Nasib Sendiri, Tak Lagi Menunggu.
« on: March 13, 2020, 09:40:31 PM »




Harangan Toras:
maslahlnya kalo koperasi diberdayakan...koorporasi jd blingsatan..

HolyGanZ:
Betuul...
Tapi kapan koperasi bangkit lagi ya?

Tony Gede:
Kalau saya pikir, sebenarnya koperasi dan korporasi bisa tetap ada berdampingan di Indonesia.

Nggak semua orang mau jadi pemilik bisnis.  Ada yang tetap suka jadi pekerja.

Dan bagi mereka yang ingin membangun perusahaan, ga semua suka melakukannya dengan cara demokrasi.  Ada yg suka melakukannya sendirian, jadi pemilik absolut perusahaannya sendiri.

Jadi walaupun bentuk koperasi menarik, akan tetap ada orang yang suka membangun bisnis dngn bentuk korporasi, ada yg suka bekerja di perusahaan tradisional.

Dan ga tertutup kemungkinan bahwa koperasi dan korporasi bisa menjalin hubungan bisnis sbg mitra sejajar.

Jadi, biarkan saja kedua bentuk ini diberdayakan di Indonesia.  Dan biarkan masyarakat yg memilih.

Martabak Sweet:
Wkwkwk ditunggu juga :)

"Biarkan masyarakan yg memilih" - maksudnya supaya adil? Jadi treatment ke dua bentuk tersebut harus adil juga dong.

Roedy Siswanto:
Betul Lae , tetapi kan pemerataan kesejahteraan akan lbh terwujud.

Martabak Sweet:
Nanti dituduh komunis om :)

Tony Gede:
Dan kalau menilik UUD kita, sebenarnya bentuk usaha koperasilah yg cocok ada di Indonesia.

Usaha bersama berdasar asas kekeluargaan.

Kalaupun koperasi jadi satu2nya bentuk usaha di Indonesia, ya nggak aneh juga.

Toh ada negara2 yg koperasinya menguasai mayoritas bisnis / industrinya.

Tony Gede:
PERDANAX...

Kalo topiknya koperasi, kok sepi komentar ya? ????

Martabak Sweet:
"Ada buruh-buruh yang memulai dengan membuat gerakan koperasi konsumen. Mengumpulkan uang mereka agar bisa membeli barang-barang kebutuhan harian dengan harga pabrik, bukan harga toko. Lantas membuka toko kebutuhan mereka sendiri.

Logikanya, kalau mau belanja, kenapa tidak belanja dari toko milik sendiri. Cerdas."

Esensi dan logikanya sebenarnya adalah
1. economies of scale
2. efisiensi dan kompetensi

Tanpa itu ide "koperasi" dan kesuksesannya akan cuma jadi angan angan. Tapi kalau bisa terwujud akan benar benar hebat. :)

Martabak Sweet:
"Mengisahkan tentang orang-orang yang tidak pasrah pada nasib, tapi mau berupaya keras memperbaiki nasib mereka dengan tangan sendiri. Yang tidak cuma menunggu pemerintah pusat, pemda, atau investor datang mengurusi nasib mereka.

Orang-orang dalam kisah nyata ini mau berpikir, bergerak, dan bekerja sama untuk mengubah nasib mereka sendiri."

Kalau mimpi ini bisa terwujud, mungkin ide koperasinya Bang Tony akan terwujud pula.

Kalau mimpinya bisa terwujud ya.

Roedy Siswanto:
Menteri Koperasinya Seword ini memang idenya luar biasa . Sayangnya menteri Koperasi yang dipilih Pak Jokowi tidak mempunyai jiwa koperasi seperti Menteri koperasinya Seword. Tapi apa yg dikemukakan om Toni memang sangat layak direnungkan dan di apkikasikan . Koperasi, bila dikembangkan secara baik akan sangat bisa menyaingi Korporasi .

Tony Gede:
Btw sejak kapan saya jadi menteri koperasi Seword? ??? ??? ?????

Tony Gede:
Sampai skrg saya masih bertanya2, kenapa jenis koperasi dibatasi di Indonesia.

Kenapa koperasi pekerja nggak diakomodasi pemerintah orba.

Kecurigaan saya ini ada hubungannya dengan saat pemerintah Orba memberi karpet merah utk perusahaan2 multinasional masuk Indonesia.

Salah satu hal yg dijanjikan Indonesia adalah:  Tenaga kerja yang melimpah.

Kalau pekerja2 di Indonesia ternyata bisa membangun perusahaan mereka sendiri, kebutuhan akan masuknya investasi asing bakal berkurang.

Hal lainnya adalah latar belakang geopolitik saat itu, saat dunia terbagi blok kapitalis vs blok komunis.

Indonesia yg baru saja membuka pintu bt perusahaan2 Amerika tentu harus menjauh dari blok komunis.

Ide di mana pekerja bisa bersatu utk mengambil alih kendali atas nasib mereka sendiri itu adalah ide sosialis.

Yang diasosiasikan jg dengan komunisme.

Jadi walaupun ide koperasi diterima di Indonesia, tapi tidak demikian dengan koperasi pekerja.

Tpi ini kecurigaan aja sih.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Mengambil Kendali Atas Nasib Sendiri, Tak Lagi Menunggu. yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/ekonomi/mengambil-kendali-atas-nasib-sendiri-tak-lagi-AVmOtzCo8f

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: