You Now Here »

Rencana Busuk Di Balik Lock Down  (Read 1115 times - 92 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 23,072
  • Poin: 23.149
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Rencana Busuk Di Balik Lock Down
« on: March 15, 2020, 02:12:39 PM »




Leo Vargaz:
Agenda pertama melalui pilkada DKI gagal, sekarang dapat momentum lagi. Dalam situasi menghadapi wabah, negara dan pemerintah butuh dukungan dari seluruh komponen. Tapi yang terjadi sebaliknya, penggiringan opini dengan berbagai cara dan tekanan dari berbagai pihak makin menjadi-jadi.
Bahkan ada pihak tak bertanggung jawab menyebar hoax.
Dibutuhkan kekompakan para pembantu presiden, harus bisa meyakinkan rakyat bahwa pemerintah masih sanggup mengelola situasi.
Sebetulnya sudah dicontohkan pemerintah, dengan karantina bagi mereka yang kembali dari Wuhan dan para ABK.
Itulah yg dikerjakan pemerintah, bukan modal narasi.
Tekanan dari pihak luar seperti WHO, sepertinya tidak murni mendukung dan meringankan beban pemerintah. Mereka membuat kesan seolah-olah negara ini tidak sanggup mengendalikan situasi wabah, tapi tanpa solusi kecuali harus mengumumkan darurat Corona. Bahkan ketika belum ada yang terjangkit, WHO telah menuduh Indonesia tidak mampu mendeteksi. Ini adalah bentuk tekanan psikologis, untuk menanamkan kepanikan di masyarakat. Indonesia tidak butuh lembaga semacam ini, yang hampir pasti ditunggangi kepentingan. Indonesia sudah berkali-kali diacak-acak kepentingan asing, demi menguras kekayaan sumber daya.
Bandingkan saja rasio terjangkit negara kita dengan negara lain, itu sudah cukup untuk menilai seperti apa WHO.
Mereka membangun opini agar masyarakat hilang kepercayaan pada pemerintah! Agar negara goyah dan terjadi pergantian rezim, yang tentunya bisa berkompromi dengan kepentingan penunggang WHO. Tetaplah kuat Jokowi, rakyat masih banyak yang mendukungmu.

Roedy Siswanto:
mbok Sri , tulisan bagus. semoga banyak yg baca dan waras melihat situasi ini. Ini juga akan menjadi seleksi alam bagi yg menyatakan mendukung Jokowi selama ini. Orang orang yg " berkaki dua " di sekitar Jokowi juga akan terlihat .

Rheza Rivana:
Petani, peternak mah masih mending bisa buat makanan sendiri.
Lah artis? Bisa produksi makanan sendiri?

.:M:.:
It worth to goes viral!

Semoga pemerintah dengar ide "isolasi" ini..

Ini tentang tindakannya apa, bukan terjebak dalam label kata semata.

firman proindo:
Sebenarnya tindakan yang tepat itu seperti saudi yg tidak mengizinkan penerbangan masuk dari luar negeri untuk sementara waktu. Jadi gak usah lockdown/isolasi suatu kota

Maanaa Taahaan:
apapun alasannya, apakah utk lockdown atau tidak lockdown, seharusnya ditujukan demi kesembuhan, demi ketahanan negara dari ancaman pandemi, bukan utk tujuan ekonomi.
gak etis lah, udah diancam penyakit tapi masih mikirin cari duit, gak mau kehilangan duit.

biarlah pemerintah menjadi bijak dalam bersikap dgn prioritas keselamatan negara dari pandemi, ekonomi hanyalah tujuan kedua.
jangan pedulikan kadrun dan pihak2 "aji mumpung" yg senang dgn kekacauan.

San Tuy Wele Wele:
sama dgn kadrun betina yg berkata bisa hamil di kolam renang, demikianlah logika kadrun yg jelek akan mengira virus corona bisa berenang nyebrang ke pulau lain di indonesia

Bersih bersih:
Catat dan jangan lupakan nama2 ini:
Jusuf Kalla - Mentok Wakil Presiden RI
Rosan Roeslani - Ketua Kadin
Marwan Jafar - Ketua DPP PKB
Daniel Johan - Komisi IV DPR RI Fraksi PKB
Ainun Najib - aktivis kawal-kawal
Putu Supadma Rudana - Komisi VI DPR RI dari Fraksi Demokrat
Tompi - artis dan dokter bedah plastik
Kalau ada yg bisa menambahkan...silakan..

Mereka yg menyarankan lockdown seluruh Indonesia - demi kepentingan masyarakat luas - ada beberapa kemungkinan:
1. Tidak berpikir panjang akan efeknya bagi orang lain (lockdown itu enteng buat ybs - entah rumahnya sebesar istana, ga bakal bosan di rumah, ada home theatre, kolam renang pribadi, gudang makanan sdh penuh, dll.). Jadi egois aja tapi seolah-olah mikirin orang banyak.
2. Gerak cepat supaya jadi trend leader utk tabungan 'kontribusi' politik ke depan.
3. Justru berpikir panjang untuk keuntungan bagi karir politik, keuntungan bisnis, dll.
4. Sekedar menjalankan order sesuai imbalan yg diterima.
5. Benar-benar memikirkan keselamatan orang banyak. Tapi ya ga cari info lebih jauh.

Hampir pasti, mereka yg menyuarakan lockdown sama sekali tidak memikirkan keselamatan orang banyak. Mereka cuma cari selamat (keuntungan) sendiri, tapi orang se Indonesia dibikin susah. Jadi jangan lupakan nama2 mereka dan waktu mereka menunjukkan belangnya, tunjuk hidungnya.

Secara akal sehat, tidak mungkin melakukan lockdown untuk Indonesia. Seruan WHO juga jangan2 ada pesan sponsornya, seolah2 takut Indonesia jadi sumber penularan ke depan, jadi lockdown utk membatasi WNI keluar negeri, mau mati di dalam Indonesia terserah deh begitu kasarnya, karena begitu pemerintah menyatakan Indonesia lockdown, yg terjadi adalah seketika itu juga Indonesia masuk dalam list negara asal yg ditolak masuk, spt di Singapura, Australia, AS, dll yg sdh menerapkan flight ban.
Yg ngomong2 lockdown itu lupa kalau mereka biasanya mengirimkan anggota keluarga yg sakit ke Singapura - begitu Indonesia lockdown, otomatis WNI akan ditolak masuk ke Singapura.

Catat nama2 di atas dan tolong tambah lagi kalau ada yg sempat baca/dengar ada yg minta lockdown karena mereka2 ini bodoh, egois, dan cenderungnya memang busuk.

ingrid tjan:
tuh apa juga ada rencana Busuk untuk me LOCKDOWN, negara bs..membuat panik rakyat yg mayoritas, susah..bs bs ada penjarahan di mn mn..panik barang sembako bs..hilang dr pasaran ada harganya di Uping setinggi langit ..Rakyat jelata yg pencarianya Buruh harian bs bs mati kelaparan..Orang kaya Pejabat sb, menimbun makan di Gudang emreka masing masing..masker muka, aja Harga naik 400 x lipat..Sanitizzer aja hilang dr pasaran..
Saat ini Jokowi berada di dalam tekanan terbesar sepanjang pemerintahannya Banyak orang orang yang semula mendukung Jokowi saat ini berbalik menyerangnya gegara Covid 19 seperti anak durhaka yang menusuk orang tuanya dari belakang Suara suara menyesalkan kenapa Jokowi tidak melakukan lock down jelas...

jeremy edy d:
Dibalik suasana dan keadaan genting berkenaan dengan ancaman kesehatan virus corona ini, sebenarnya terbuka kesempatan yg bisa digunakan oleh kita sebagai bangsa utk meningkatkan fasilitas yg berkaitan dgn kesehatan, baik itu pendidikannya atau rumah sakitnya dan penelitian yg selama ini banyak dari penduduk kita lebih mempercayakan kesehatan ke singapura maupun ke malaysia.
Saatnya kita mengejar ketertinggalan kita dan membangun kepercayaan terhadap ahli2 yg dimiliki oleh bangsa ini.
Selalu ada kesempatan dibalik semua peristiwa, tinggal bagaimana kita meraih kesempatan itu.

Demikian juga sektor ekonomi, pariwisata dan yg lainnya, kita ini negara besar yg memiliki banyak sekali sumber daya dibandingkan negara sekitar kita, saatnya bergandengan tangan utk mengejar ketertinggalan.
Lebih baik membangun optimisme dan kepercayaan diri sebagai bangsa dari pada menebar ketakutan pada satu persoalan saja.
Saya percaya bahwa alam mempunyai sistemnya sendiri, sekarang apa dan besok terjadi apalagi, ini pemikiran jalan tengah kalau tidak menggunakan kata Tuhan.
Sebagai orang percaya akan adanya Tuhan saya tetap berdoa semoga permasalahan besar yg sedang terjadi ini segera bisa berakhir baik kembali.

Saya percaya bahwa pemerintah sedang bekerja secara baik utk mengatasi dampak virus corona ini.

Zeffanya N Zeevanka:
Sangat2 disayangkan sekolah diliburkan 2 minggu! Urgensinya dimana? APA dgn libur corona libur juga? Virus parno lbh mematikan drpd corona!!!

San Tuy Wele Wele:
Mungkin kadrun takut soalnya anak2 kadrun suka main cipika cipiki di sekolah?

rashid netz:
Yg koar2 ingin lockdown ya silakan mengunci diri sendiri dlm rumah, tdk usah ngajak2 apalagi maksa satu negara lockdown.

Zeffanya N Zeevanka:
Setuju! Locktheir mouth as well? ???

Awam Wahono:
Lida dangdut joget terus gembira terus tiap malam ga pakai lockdown lockdownan sehat sehat saja asyik asyik saja , yg penting jaga kebersihan

DC:
Ga usah lockdown, minimal stop akses transportasi dari negara rawan corona yang jaraknya dekat seperti singapura, malaysia, thailand dan vietnam yang sekarang masih berjalan. Mulai alihkan dan perkecil akses penerbangan dan pelabuhan.

FAUZi:
Makanya, coba klalau dari awal periode 2 kadrun dibasmi, akan lebih mudah menerapkan kebijakan, sok moralis sih

yuviandi purbodewanto:
Moga² mrk yg memanfaatkan situasi ini utk tujuan nggak baik segera dijawil Covid-19, biar mingkem .. selamanya.

bustamin hamid:
sepertinya dah saatnya ikut berdoa ... meski konon doa buruk itu tak baik,
MOGA ABAS KENA CORONA BIAR DIA BUKTIKAN SEKALAIN DIRINYA MUMPUNI

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Rencana Busuk Di Balik Lock Down yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/rencana-busuk-di-balik-lock-down-s6FWp9kmsy

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: