You Now Here »

Cerdas! Netizen Bongkar Alasan Pemerintah Tak Lockdown Indonesia  (Read 202 times - 94 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 23,090
  • Poin: 23.167
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Kurniawan:
Ada salah satu tips nih buat mencegah selain yang ada sekarang. Minggu lalu saya terkena flu, kerjapun terganggu hidung meler terus sepanjang hari dan pekerjaan saya mengharuskan banyak bertemu orang2 walau sekedar bincang2 biasa.
Setiba dirumah sore harinya saya menyeduh teh satu pitcher kecil yang muat tiga gelas saya campur perasan lemon dan tambah 4 sendok madu... tidurpun saya tetap menjelang subuh. Pagi harinya hidung saya cespleng... lancar kembali bernapas seperti biasa. Ups.. kebetulan saya memang selalu minum madu 2x sehari.
Kalau yang suka wisky boleh juga dicampur madu,. Rutinin juga minum air jahe campur sereh.. itu bukan obat ya tapi buat stamina tubuh saja.
Menurut saya kalau terjadi lockdown maka terjadi Rush, penjarahanpun terjadi karena stock makanan yg habis ditoko2 dan merembet kemana2, kenapa? Ya kalian tau sendiri masyarakat kita. Mungkin itu yang diinginkan oleh anies dan JK atau siapapun yg menginginkan lockdown.

Paijo:
wisky tambah cola boleh jg mas Kurniawan :D

Kurniawan:
Itu sih beda lagi.. bener2 menerawang nantinya? ??? ????

Bossi Thian:
Kirim dong ??? ?????

Kurniawan:
Sudah saya kirim ya.. ??? ??? ??? ???

Bossi Thian:
Siiiiiipppp

yuviandi purbodewanto:
???? menjaga n meningkatkan daya tahan tubuh.

Maanaa Taahaan:
species pengusaha yg dapat untung ketika terjadi kekacauan

B-Over:
Badut yaman meliburkan sekolah dan sampai menunda ujian nasional. Pertanyaannya sekarang dengan APBD sangat besar, kenapa tidak segera membuat e-module supaya dapat tetap diakses para siswa yang diliburkan. Kemudian, menghimbau orang tua untuk memperhatikan kegiatan belajar di rumah. Kemudian, memberikan subsidi tambahan kepada para siswa pemegang KJP untuk membeli gadget pendukung mengakses e-module. Terakhir, hasil penjualan masker pakai kembali untuk kepentingan kegiatan belajar siswa di rumah.

Mantan menteri pendidikan kok bodohnya ngga ketulungan

Aryk:
Lihat tampangnya Anus udah tambah tembem kakehan NGOROK .......kebetulan diliburkan , semoga liburnya ampek 2022.

HolyGanZ:
Ditanggung gak nyampai idenya.

Maanaa Taahaan:
namanya juga dadakan, tidak ada contingency plan ... semua serba on the spot

yuviandi purbodewanto:
"Sama seperti mantan wapres yang malah menyuruh lockdown secara nasional."

Aneh. Sangat anehh.

Bersih bersih:
Ga terlalu aneh.
Kemarin ada cerita tentang campur tangan mamarika - dan yg sedang lancang dan lantang soal covid19 patut dicurigai adalah hasil binaan pemandu bakat sejak dia masih di bangku kuliah, lalu diberi beasiswa penuh, dan oleh universitas tempat dia menimba 'ilmu' diberi label sebagai salah satu alumni yg berhasil, tapi kita jadi saksi rame2 bahwa orang ini nihil kerjanya, cuma bacod doang gede - jangan2 mmg ilmu bacod yg dia pelajari di sana.
Nah episode kumis hitler ini, jadinya membuka mata kita, ternyata pemandu bakat calon2 agen mamarika adalah orang lokal juga.
Agen besar mamarika yg belum puas sudah sekian puluh tahun menikmati bagi hasil dg perusahaan mamarika di sini.
Jahat dan Serakah memang tidak ada batasnya....

yuviandi purbodewanto:
Oo selalu cari kesempatan utk nusuk

Bersih bersih:
Yup, kalau saat ini Presiden RI adalah orangnya mereka, yg terjadi adalah kesempatan besar menjarah Indonesia habis2an krn ini panik sedunia. Mereka ga bakal koar2 lockdown segala macem, sabodo teuing, mau yg kena infeksi separuh negeri juga, yg jelas mereka yg bakal nimbun (bekal 1 tahun bisa jadi!) sembako dan semua kebutuhan sehari2 terus diem2 menunggu badai covid19 melewati Indonesia, sambil lockdown sendiri di istana dan benteng masing2!!
(atau sudah punya pulau yg disiapkan utk kalangan sendiri?)
Dasar gerombolan Teroris!!

BritneyYang:
Saya betul2 heran sama media Indonesia
ngapain juga Kasih panggung Sama Hitler Indo.
pura2 ga tahu atau gimana?
emang JK ngerti apa soal covid-19?
knp Dari awal media ga Tanya soal endorsement jk soal Anies yg ga bisa kerja
bisanya malah jadi provokator Corona.

Leo Vargaz:
Dimulai dari diri sendiri dan tetap percaya pada Jokowi. Jokowi kerja untuk rakyat dan bangsa, bukan sedang mencari simpati rakyat itu poinnya. Sangat mudah melihat mana yang tulus dan mana yang tengah mengambil kesempatan. Tapi ada juga yang mendadak diam membisu, padahal biasanya melalui corongnya nyaring. Atau jangan-jangan sedang bergerilya?
Ayo Pakde, kerahkan semua dayamu...Tuhan akan berpihak pada kebenaran. Terbukti anda tetap dipilih mayoritas rakyat Indonesia walaupun fitnah dan caci maki tiada berujung.

Wanda Bagus Sebastian:
Jakarta aja yang lockdown! Ada virus teror TeBas212!? ??? ??? ??? ??? ??? ????

Aryk:
Virus Jahiliyah Haram Jadahnya ditebar Kadrun......

Alex R.:
Indonesia di daerah tropis semoga faktor ini membuat penyebaran virus corona tidak sedahsyat di belahan bumi utara yang wabahnya mulai saat musim dingin dan masih berlanjut sampai sekarang di saat musim semi karena cuacanyapun masih relatif dingin. Faktor lain secara demografis masyarakat kita mayoritas berusia muda yang relatif memiliki daya tahan/kekebalan yang lebih tinggi dari para manula. Mudah-mudahan dengan lebih memperhatikan kebersihan, cukup istirahat dan asupan makanan sehat wabah covid 19 ini tidak separah di negara-negara belahan utara.

Leo Nardo:
Di Wuhan, kabarnya ada seorang dokter yang "bocor mulut" sengaja diperintahkan agar diinfeksi corona agar tidak "mengganggu" dan bikin masyarakat makin panic. Sekarang sudah game over si dokter itu. Kejam? Memang kejam, tapi demi menghindarkan kepanikan mayarakat, terpaksa dilakukan soalnya peringatan tidak diindahkan.

Kurniawan:
Disini perlu jugakah buat sianies dan jk ??? ??? ??? ????

Hinamata:
Ajiib jugak.

DC:
Minimum tutup penerbangan dari Singapura dahulu yang statusnya bertambah gawat, ingat kalau yang di singapura sendiri semua sudah diberlakukan kerja dari rumah? Baru langkah selanjutnya mau lockdown atau tidak. Penginfeksi terbanyak ke Indonesia kan dari Singapura.....

Alana Eurig:
sy berharap akun anymous bahas kekayaan dinasti si mantan wapres ini. isu2 kkn nya juga seru. nanti bakal banyak lebih kenal dinasti hitler nya

Martabak Sweet:
JK atau ex wapres ini jauh lebih berbahaya dari corona

firman proindo:
Lagi lagi alasannya demi pariwisata
Tiru saja saudi mereka menutup sementara penerbangan dari luar negeri dan jg sektor ibadah umroh. Mereka Lebih baik sementara kehilangan uang dari bisnis pariwisata daripada warga satu kota Mekkah kena Corona yg mengakibatkan pariwisata kedepannya mati.
Mending tiru saudi tutup saja penerbangan dari luar negeri kecuali urusan penting

Maanaa Taahaan:
orang kaya bisa menahan diri beberapa hari gak cari duit.
tapi bangsa miskin yg ngaku kaya gak bisa sehari aja gak cari duit walau harus bertaruh nyawa di bawah ancaman covid.

Martabak Sweet:
"Akun tersebut lalu menganalisa alasan Jokowi belum menerapkan sistem lockdown. Alasannya kemungkinan karena jumlah yang terinfeksi belim pada tahap yang mengkhawatirkan. Korea Selatan misalnya, meski sudah menginfeksi 8 ribu jiwa tapi belum memberlakukan lockdown."

Analisanya ngambang.

Sekali lagi, lockdown adalah means to and end, bukan ends to means.
Faktor yang mempengaruhi perlunya atau bisanya melakukan lockdown:
1. kesiapan rumah sakit
2. jumlah lokasi karantina kalau diperlukan apakah cukup
3. kesiapan jumlah alat pengetesan
4. kesiapal ORANG yang mengadministrasi alat pengetesan
5. persediaan alat bantu pernafasan
6. situasi logistik dan industri suatu daerah (kenapa daerah? Karena lockdown skalanya tidak semerta harus "negara" tapi bisa juga cuma "satu daerah dengan radius tertentu". Sekali lagi yang di uji adalah ketahanan industri nasional dan kesiapan serta koordinasi pemerintah.

Fokus dan tujuan akhir (ends): 

Lihat gambar, adalah supaya tidak terjadi kejadian dibawah curve warna merah.

Supaya bisa bukan merah dan adalah biru, perlu edukasi, perlu tindak preventif yang AKURAT, JUJUR, DAN BERTANGGUNG JAWAB.

Bukan misinformasi, bukan disinformasi, bukan pengkultusan atau penuhanan institusi!

Kalau sampai kondisi curve merah terjadi, Paniknya akan berpuluh kali lipat dari pada sekarang. Sebenarnya sekarang tidak perlu panik. Kenapa jujur dan akurat harus menyebabkan panik? WE KNOW THE PANDEMIC IS COMING! Bilang aman aman lalu ada kejadian, malah akan membuat panik awal dan panik tahap berikutnya. Pandemik datang ya datang, fokus ke containment dan upaya menurunkan potensi virus carrier menulari orang lain!


(click to show)


Martabak Sweet:
"Saat ini gema permintaan "lockdown Indonesia" mulai bermunculan, bahkan dari mantan wapres. "

1. Lockdown bukan sesuatu yang semerta merta bisa dilakukan on a whimp. Perlu persiapan dan perlu kajian. Yang di uji nanti ketahanan industri nasional. Pemerintah sudah betul untuk tidak langsung terjun dan melakukannya.

2. Tapi, buat orang yang bisa berpikir dan mau berpikir, dan mampu melakukan riset jelas ada udang dibalik lockdown.

Lockdown itu adalah means to and end. Bukan end to means.

Artinya: tujuan sebenarnya adalah, mengurangi kecepatan transmisi virus dan mengurangi resiko membludaknya virus carrier. Serta mengurangi resiko terjadinya relapse dan insiden infeksi yang membludak dalam satu periode yang sempit.

Tujuannya jelas. Fokusnya jelas. Caranya tidak harus semerta merta lockdown segera.

Berpikirlah dan jangan cuma semerta merta jadi cebong 212 yang memuja tokoh yang beda dengan kadrun 212 yang memuja Riziek.

Paijo:
emang usaha JK tidak rugi kalau lockdown? udh tua masih suka bikin keruh suasana, satu perguruan sama Amies Rain

Bossi Thian:
Inilah saat yg tepat untuk mengacaukan kepemiminan jkw.
Panik jangan, waspada dan jaga diri harus.
penyakit itu terkadang spt "hantu"; makin ditakutin, makin menjadi jadi si hantu menghantui.

Parlindungan Panggabean:
Kopat kopit kopat kopit.. Pusing amat ama itu covid. Orang +62 itu ga takut mati lho.. lha buktinya pada ngantri minta dikirim ke Palestina, Suriah dan Rohingnya untuk berperang. Orang kita itu cuma takut kerja dan takut miskin plus bomat ama hukum. Selama hobinya malak, demo ama tawuran tersalurkan, mereka akan sehat2 aja tuh..
Coba aja ganggu hobinya, maka sekejap berikutnya hoax dan fitnah akan berhamburan.

Maanaa Taahaan:
seperti orang sakit, yg dipikirkan adalah kesemmbuhan, gimana cepat sembuh ... bukan gimana cepat dapat duit.
namanya juga orang sakit pasti ada cost utk sembuh.

lockdown atau tidak lockdown yg penting sembuh.

Martabak Sweet:
"Percuma kalo dilockdown juga jika orang-orang Indonesia apatis dengan kesehatan. Dirinya masih pada batuk sembarangan (tidak ditutup). Masih Bersin sembarangan, masih berat untuk sering cuci tangan Jadi kita harusnya Kampanyekan ke masyarakat untuk hidup bersih, siapin tameng imun. Bukan kampanye lockdown."

Tulisan tulisan di seword makin gila dan makin ngawur, karena minim riset dan minim personal edukasi tentang penyakitnya deh. Tulisan Mbak masih terlihat lebih fair dan lebih less judgemental.

Penanganan Corona ini sebenarnya bisa di rangkum menjadi 2 poin besar:
1. Tindak preventif dan penyembuhan pribadi (internal)
2. Tindak preventif dan upaya supaya yang terjangkit tidak menularkan ke yang sehat. Dan yang sehat tidak mengkspose diri sendiri ke yang berpotensi membawa penyakit (external)

Cuci tangan dll yang CUMA DITULIS di para penulis, itu tidak salah; TAPI CUMA 1 SISI, MENCOVER #1 (preventif untuk pribadi).

Kalau seseorang atau anda di tes virus, dan negatif, lalu dikarantina 14 hari, mungkin bisa yakin kalau anda aman. Tapi setelah itu anda keluar dari karantina lalu dugem atau kemana mana, resiko anda akan naik lagi. Dan untuk kepastian, harus tes ulang. Jelas disini 1 orang bisa memerlukan multiple testing DAN ALAT TESTING SERTA ORANG YANG MENGADMINISTRASIKANNYA TERBATAS!

Makanya #2 penting: meminimalisir kejadian transmisi virus.!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Ini yang mayoritas penulis seword dan komentator pemuja cebong 212 PADA BEGO! Ini yang digunakan Anies untuk pencitraannya.

Edukasi, kejujuran, akurasi informasi, tindak preventif distribusi atau pergerakan kuman ini yang harusnya pusat dan media tekankan. Tentu saja tidak mungkin dilakukan dengan LANGKAH SENYAP! KENTUT SIMSALABIM LALU VIRUSNYA NURUT DAN SEMUA ORANG AMAN? ???

Proses edukasi untuk mengurangi resiko transmisi virus PASTI akan menyebabkan minor panik. TAPI MINOR DAN BISA DIATASI DAN SKALANYA JAUH LEBIH KECIL DAN TERKONTROL dari pada kalau sudah beneran jadi outbreak dan RS dan alat pernafasan di RS tidak cukup!!!

FAUZi:
Sebetulnya, mau ada masalah apapun juga, kalau saja sejak awal kadal kadal gurun dibasmi sejak awal periode 2 dimulai, "petrus" diberlakukan, lembaga l;embaga pemantau dihidupkan kembali, kadrun dan gerombolan di cap KTP nya dan di kucilkan yang 'ngeyel' di hilangkan, maka menangani masalah2 akan lebih mudah karena merekalah pengacu nya

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Cerdas! Netizen Bongkar Alasan Pemerintah Tak Lockdown Indonesia yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/cerdas-netizen-bongkar-alasan-pemerintah-tak-avJ5APmMpI

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: