You Now Here »

Kemajuan Teknologi Lawan Mematikan Atau Kawan Seperjuangan?  (Read 165 times - 101 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 23,066
  • Poin: 23.143
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Kemajuan Teknologi Lawan Mematikan Atau Kawan Seperjuangan?
« on: March 16, 2020, 01:03:07 AM »




Martabak Sweet:
"Para buruh itu terjebak dalam pola pikir yang terbatas hanya pada lingkup ruang kerja buruh. Tapi gagal untuk melihat dalam skala yang lebih besar.

Gagal melihat bahwa pilihan mereka untuk mencari uang itu bukan cuma cari kerja. Gagal melihat bahwa mereka sebenarnya punya potensi untuk bikin pabrik sendiri, dan menciptakan lapangan kerja baru."

Peningkatan gaji hanya bisa terjadi kalau ada peningkatan value of jobs.
Peningkatan value of jobs terjadi kalau ada peningkatan efisiensi dari existing jobs atau naik ke value chain jobs yang lebih tinggi.

Intinya buruh harus bisa bertransformasi.
Bisa saja dengan punya pabrik sendiri, yang tentu saja tidak terlepas dari semua kondisi dan persyaratan untuk bisa sustainable.

Atau dari buruh kasar, jadi operator mesin.

Semua case study sudah ada dan tersedia dari mancanegara dan bisa dipelajari.

Indri Giber:
Well, pertama2 kita punya underlying problems:

1. entrepreneurial spirit kita seringkali dampen by lack of access to capital :(
2. SME dan bahkan big corporation ogah invest di negara kita kalo sistem hukum yg melindungi intellectual property kurang kuat.


AI dan automation adalah bukan lagi question of if or when, tapi it's here, NOW. Kita memakainya all the time. Hari gini siapa yg gak pakai mbah G88gl8, belanja di e-commerce, dll. Bahkan pekerjaan buruh sophisticated yg mengoperasikan semi-otomatic machinery-pun akan hilang. Kita memang sudah jauh ketinggalan.


IMHO, secara pribadi i think, pekerjaan yg valuable dan sustainable adalah yg menuntut kreatifitas, non-routine tasks, dan memerlukan proses thinking out of the box, krn mesin & AI belum bisa melakukan itu.

Martabak Sweet:
Setuju di semua points.

Tambahan untuk #1. Lack of access to capital dan pola bisnis yang jelas.

Tony Gede:
Trudat, sista... Trudat...

Sayangnya mereka ga bisa melihat sejauh itu.

Padahal banyak org skrg sudah punya akses ke internet.  Smartphone murah pun ada.

Entah kenapa, ga dipakai utk nyari informasi yg bisa membuat mereka berkembang. ????

Senengnya kalau ga liat gosip seleb, b0k3p, ceramah ustad teroris, atau sekalian buat menghujat pemerintah di medsos.

Indri Giber:
Harus dicari tahu mengapa tingkat curiousity dan kemauan untuk belajar sangat minim di masyarakat kita. Pun keinginan untuk step out of comfort zone.

Tony Gede:
Pendidikan, kayaknya? ???

Indri Giber:
sigh! :(

Tony Gede:
Belum mengajari utk berpikir out of the box.

Makanya mereka ga bisa keluar dari kungkungan realita harian, mentok dsitu2 aja.

Padahal kalau mau utak utik internet sedikit, cari tahu berbagai info terbaru, bukannya ga ada.

It's there...

Jack Seno:
kembali ke masing2 individu dan akhlaknya..
????

Bersih bersih:
Atau membangun koperasi pertanian kolektif. Di mana sekumpulan petani desa menyatukan lahan-lahan mereka menjadi lahan agroindustry raksasa. Lantas bergiliran, mereka menggunakan mesin-mesin pertanian tercanggih milik koperasi. Yang dikendalikan dengan apps milik koperasi untuk mengolah lahan-lahan tersebut.
☝ Ini salah satu sasaran bagi-bagi serifikat tanah. Persyaratan formal utk akses kapital ini sudah didistribusikan cukup merata, dan masih berjalan. Saya juga yakin rata2 mereka tahu apa yg mereka mau. Tinggal pendampingan yg melekat, bisa dari Dinas Pertanian atau NGO seperti Dian Desa atau Trubus yg bisa dimintai tolong. Apalagi kalau lahannya memang sudah subur dari sananya, bantuan tehnologi utk pemilihan jenis produk (tanaman) yg cocok berdasarkan jenis tanah, lalu jenis dan jumlah pupuk yg pas, masa tanam yg optimal, prosedur paska panen yg paling efisien - berdasarkan info terkini dan komunikasi antar komunitas spt ini, pasti hasilnya luar biasa.
Saya mah optimis bahwa kemajuan teknologi adalah kawan seperjuangan. Yang di pabrik kehilangan kerja ya balik ke kampung lah jadi petani 'modern' yg anggota koperasi.
Dana Desa sudah jalan 6 tahun, mestinya sih sudah ada yg model begini di desa2, kita aja yg tidak pernah tahu mungkin krn skalanya belum raksasa.
Kalau yg pasang panel tenaga surya segunung ya pasti terdengar, kan begitu.

FAUZi:
Kalau komen untuk jawaban yang bagus dan ilmiah serta menambah wawasan sudah ada cicie indri giber yang menjawab, kalau untu komen untuk jawaban yang logis dan faktual sudah ada om kim jong un eh........ om ramen doodle yang jawab

Kalau dari sisi pandanganku, opini om gede betul, koperasi bisa diberdayakan walau tidak mudah, namun satu hal, selama kadal gurun, onta gurun, peminum pipis onta, kaum sok agamis masih berkeliaran dan makin merajarela hal itu mustahil bisa diwujudkan.


Karena mereka itu perusak, penjarah, pencoleng dan hama yang harus dihabisi



Saat katakan sebuah koperasi bisa bekembang, mereka akan mulai mengusik, harus se iman lah, harus se alranlah dst..dst.. akhirnya ribut sendiri dan rusak semua


Revolusi KIemajuan Tehnologi yang sudah tiba ini, bila negara tidak bertindak represif dan menghabisi kadal kadal gurun sampai akar nya, hanya akan menjadikan negara ini semakin hancur...


Pendidikan sudah dikuasai kaum radikal, sekolah negeri sudah jadi ajang penyebaran polusi kepala bau, karena semua siswi kepalanya dibuntel gombal dan karung goni bau. Bagaimana negara mau maju ? yang di urus cuma surga dan neraka belaka, pengetahuan jadi nomor kesekian ... bagaimana mau menjadikan generasi muda memiliki semangat entrepreneurship ?


BUM DESA ? wong BUMN nya saja sudah disusupi para cingkrangan kok, apa yang mau diharapkan ?

Aku sih jujur amat sangat pesimis dan miris melihat negara ini, yang mungkin tak lama lagi adanya

Selama agama masih dibawa bawa dalam banyak aspek ehidupan antar manusia yang terjadi cuma konflik dan perpecahan

doodleramen:
Tenang aja sob...revolusi industri tidak serta merta semua digantikan mesin. Kalau saya jadi pengusahanya saya pasti akan lihat dari sisi ekonomi. Lebih murah mesin atau tenaga manusia? Di Indonesia tenaga manusia cenderung masih lebih murah. Lihat saja panen jagung atau beras di luar dan dalam negri. Mesin pemanen jagung sudah ada mungkin dari tahun 1950-60an, tapi di Indonesia jagung sebagian besar masih dipanen manual oleh tenaga manusia.

Sita W:
Jawabnya revolusi mental☺️....menghadapi itu semua butuh 'revolusi', mental buruh bisa nggak berubah jadi mental majikan, mental bawahan berubah jadi mental atasan, mental dicekoki berubah menjadi mental inovatif, mental individual jadi mental bekerjasama dan 'revolusi' lainnya. Kalo kemajuan tehnologi tidak disertai kemajuan pemikiran semuanya jadi stuck, yang ada cuma menggerutu....menggerutu karena kehilangan pekerjaan tapi mau berdampingan dengan tehnologi tidak bisa mengoperasikan....baaah, peniing? ???

FAUZi:
Revolusi mental jelas sudah gagal, digagalkan sendiri oleh pencetusnya karena ketakutannya kepada gerombolan kadal gurun

firman proindo:
Koperasi satu satunya yg bisa melawan kapitalisme

FAUZi:
Kalau gerombolan kadal gurun sudah dibasmi, selama masih merajarela jangan harap terjadi

august ballers:
banyak orang kalo udah enak suka terjebak, zona nyamanlah....dan sebenarnya teknologi diciptakan untuk mempermudah,, cuma orang yg gamau maju aja yg mikir teknologi itu susah (tp bukan bikin susah loh ya)....dan di Indonesia buanyak yg masih mikir gt...

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Kemajuan Teknologi Lawan Mematikan Atau Kawan Seperjuangan? yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/techno/kemajuan-teknologi-lawan-mematikan-atau-kawan-9AspUAxlZA

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: