You Now Here »

Kedodolan Yang Hakiki Dalam Beragama  (Read 146 times - 66 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 22,644
  • Poin: 22.721
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Kedodolan Yang Hakiki Dalam Beragama
« on: March 19, 2020, 01:27:08 PM »




|badsync|:
saya katolik
dan saya setuju dengan tulisannya.
terkadang kita beriman tapi tidak rasional.

Stevanes Ariffin:
Sama, kalo ditunda juga ga berarti keuskupan ruteng bakal terbengkalai koq...

Barkah Adi:
Dikasih akalbudi nggak dipake.

Mas B:
No comment .. Sebaiknya memang ada dari Pejabat Gereja Katholik yg memberikan pernyataan resmi "Mengapa perayaan tahbisan Uskup Ruteng tidak bisa ditunda ? kita tunggu saja.

Raymond Ambarita:
Penulis Mungkin Lupa Ngerem Sehingga Salah Jalur Masuk Ke Jalur Cepat..
Yang Dilarang Itu Di Kawasan Epidemi Corona MERS-COVID-19, Khususnya Kota-kota Besar Seperti Makassar, Jakarta, Bandung, Surabaya,dst.
Apakah Sudah Ada Yang Tertular Disana ??

harriz salim:
Kita tunggu penjelasan dr keuskupan Ruteng-NTT

Alex R.:
Sangat sangat tidak bijaksana. Apalah artinya pentahbisan seorang uskup yang bisa ditunda dibandingkan dengan keselamatan nyawa manusia. Penghayatan  beragama yang tidak diimbangi dengan rasio memang membuat umat tidak menggunakan akal budinya dengan benar.

Jack Jersey:
masih ingatkah zaman nabi musa dahulu tatkala membawa bangsa israel keluar dari tanah mesir?
mengenai kematian seluruh anak sulung?
lantas nabi musa menyuruh menyapu darah domba pada setiap pintu dan jendela rumah kepada setiap rumah bani israel.
mengapa musti demikan? kan Tuhan sebenarnya sudah tau mana bangsa mesir dan bangsa israel saat itu?mengapa darah domba segala?

kematian akan terjadi atas setiap manusia atas perintah NYA dan hanya DIAlah yg dpt membatalkannya

jika saat itu ada beberapa bangsa israel yg tidak percaya,pasti akan ada yg mati dlm kalangan mereka.

agama itu adalah keyakinan bukan membabi buta lantas percaya.

wassalamualaikum wr.wb,

ustadz sayyid habib yahya

Mas B:
Doktrin nya semua agama (samawi) kan begitu, betul ga, Tad ? Masuk Islam sj meski hanya ngucapin Syahadat, terima deh ... hehe

FAUZi:
Numpang ketawa sajalah.............

virus kadrun memang hebat, menyebar menyeberangi semua keyakinan

Barkah Adi:
Malu²in gw aja yak...

Mike©-®BEYER:
over confidence sob....

harriz salim:
Semoga ada penjelasan dr keuskupan Ruteng-NTT

Antonius Lx:
Di NTT ada 7 keuskupan diantara nya ada 2 Keuskupan Agung.
Jangan disamaratakan bahwa itu NTT secara keseluruhan.
Juga kalo memang tetap dilaksanakan mungkin mereka sudah mengantisipasi penanganan nya seperti apa dan bagaimana.
Semoga kalo tetap dilaksanakan tidak terjadi sesuatu seperti penyebaran virus dll.

Mauro Rahardjo:
Iya, sebaiknya berpikir POSITIF seperti Anda; bahwa mereka mungkin saja sudah bersiap-siap
.  Semoga saja tidak ada wabah setelah acara tersebut. Amin

Samson Hakim:
Idem

Unggul Sudarmo:
TUHAN MENGAJAR MELALUI CORONA


Yerusalem sunyi.
Tembok Ratapan dipagari.
Paskah tak pasti.
Kabbah ditutup.
Shalat Jumat dirumahkan.
Umroh batal.
Shalat Tarawih Ramadhan mungkin juga bakal sepi.

Corona datang
Seolah-olah membawa pesan bahwa ritual itu rapuh!
Bahwa "hura-hura" atas nama Tuhan itu semu.
Bahwa simbol dan upacara itu banyak yang hanya menjadi topeng dan komoditi dagangan saja.

Ketika Corona datang,
Engkau dipaksa mencari Tuhan.
Bukan di Basilika Santo Petrus.
Bukan di Kabbah.
Bukan di dalam gereja.
Bukan di masjid.
Bukan di mimbar khotbah.
Bukan di majels taklim.
Bukan dalam misa Minggu.
Bukan dalam sholat Jumat.

Melainkan,
Pada kesendirianmu.
Pada mulutmu yang terkunci.
Pada hakikat yang senyap.
Pada keheningan yang bermakna.

Corona mengajarimu,
Tuhan itu bukan (melulu) pada keramaian.
Tuhan itu bukan (melulu) pada ritual.
Tuhan itu ada pada jalan keputus-asaanmu dengan dunia yang berpenyakit.

Corona memurnikan agama
Bahwa tak ada yang boleh tersisa.
Kecuali Tuhan itu sendiri!
Tidak ada lagi indoktrinasi yang menjajah nalar.
Tidak ada lagi sorak sorai memperdagangkan nama Tuhan.

Datangi, temui dan kenali DIA di dalam relung jiwa dan hati nuranimu sendiri.
Temukan Dia di saat yang teduh dimana engkau hanya sendiri bersamaNya.

Sesungguhnya Kerajaan Tuhan ada dalam dirimu.
Qalbun mukmin baitullah.
Hati orang yang beriman adalah rumah Tuhan.

Biarlah hanya Tuhan yang ada.
Biarlah hanya nuranimu yang bicara.
Biarlah para pedagang, makelar, politikus dan para penjual agama disadarkan oleh Tuhan melalui kejadian ini.
Semoga kita bisa belajar dan mengambil hikmah dari kejadian ini.

Rahayu sagung dumadi.......
??? ??? ??? ???

harriz salim:
Mantul

Sita W:
Setuju dengan mbak Srikandi....beriman juga harus berpikir dan bertindak bijak ya, bukan beriman yang membabi buta...karena kita sudah diberi kelebihan dari Tuhan sebagai makhluk yang sanggup berpikir....

Pebe Ok:
kalau uskup berlandaskan iman bahwa hadirat Tuhan ada disana...sehingga virus corona tdk akan bisa hidup selama acara tersebut karena beralasan hadirat Tuhan hadir disana...its ok saya setuju... IMAN tersebut adalah benar dimata Tuhan, dan mukjijat Tuhan pasti hadir disana sehingga tdk akan terjadi penyebaran corona selama digereja

Agus:
Sangat tidak bijaksana, kalau mau tetap dilaksanakan ya bisa dibatasi seminim mungkin.

Zeffanya N Zeevanka:
Ternyata ga beda yg namanya mayoritas didaerah kelakuannya mcm kadrun!

Eko S. Nurcahyadi:
Repot ya bu ... berhadapan dengan orang-orang dangkal dalam pemahaman agama..

nihayatur rohmah:
Wusss pedasss...
Mantab dok? ??? ????

Barkah Adi:
Kalau dilaksanakan, sebagai orang kristen AKU MALU!

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Kedodolan Yang Hakiki Dalam Beragama yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/kedodolan-yang-hakiki-dalam-beragama-vlER6ZLzX3

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: