You Now Here »

Jangan Sampai Mati Kelaparan Karena Lockdown  (Read 85 times - 85 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 22,644
  • Poin: 22.721
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Jangan Sampai Mati Kelaparan Karena Lockdown
« on: March 20, 2020, 04:23:03 PM »




Dedi Setiadi:
Jika dilakukan lockdown, pemerintah wajib memberikan makan terhadap warga negara yang mengalami lockdown.
Saya barusan baca ada pernyataan Sri Mulyani yang menyatakan bahwa anggaran siap untuk lockdown, tetapi logistik tidak siap. Hal ini salah satu yang menjadi dasar mengapa tidak dilockdown. Orang-orang yang teriak lockdown, gak akan mikir masalah distribusi makanan akan seperti apa, siapa yang masak, berapa banyak, siapa yang nganterin makanan, belum lagi masalah penanggulangan sampahnya.
Orang-orang yang teriak lockdown mampu untuk memborong stok logistik untuk hibernasi mereka tanpa menggantungkan pasokan logistik pemerintah, tetapi mereka tidak akan mikir terhadap orang-orang yang harus bekerja di hari ini untuk makan besok, dan harus bekerja besok untuk makan lusa.

Wuranto:
Itu yang teriak-teriak lockdown apa sekarang mereka bantu pemerintah dengan melakukan social distance plus mulai mengisolasi diri mereka di rumah? Atau mereka suka kegiatan kejut-kejut?
Saya rasa begitu pemerintah memutuskan lockdown, orang-orang itu juga yang akan bikin rusuh dengan memborong barang kebutuhan pokok. Intinya mereka bukan sedang mencari solusi tetapi memang sedang berniat untuk bikin chaos negeri ini.

Paian Marulitua:
Saya khawatir pendukung lockdown tidak ngerti betul artinya, tapi ingin dia kedengaran keren kayak wan abud

Wanda Bagus Sebastian:
Ada lagi, yang Jabar?

iam hêylêl:
Semoga Tuhan beri jalan keluar mereka mendapatkan rejeki, lewat kerja atau bantuan "CSR" kita semua.. Amin

Blue Whale:
makanan dibagikan, kualitasnya seperti apa ? beras raskin kualitasnya seperti apa? lauk pauk, siapa yang produksi kalau tempat usahanya ditutup, air minum , apa bisa minum dari air ledeng ?

bagaimana pula dengan orang sakit lain yg butuh obat? misal jantung, diabetes dll, siapa yg nyediakan obatnya  ? kalaupun apotik buka, beli pake apa wong gak bisa jualan ?
kalupun ada duit, gak boleh keluar rumah juga. pake ojol ? emangnya ojol punya surat anti lockdown?


ini Indonesia , bukan negara Eropa , atau China atau negara maju lainnya.

sekarang saja tidak pake lockdown , ekonomi nyungsep, usaha sepi, bentar lagi pasti phk

Nawadi Zheng:
Indonesia Cia You

San Tuy Wele Wele:
Indonesia cemungut ! haha

thony jr:
Setuju..
Tanpa ada corona saja saat ini ekonomi sudah lesu...pendapatan menurun tagihan bulanan tetap... apalagi lockdown.
#cicilantidakkenalcorona

Givern Miricle:
permasalahan tidak melulu soal kaya atau miskin
persoalan yang hampir tidak pernah dibahas adalah carrier

edelman charlie:
'Sementara vaksin sudah mulai diproduksi,
Maaf ini sudah ada vaksinnya???

valiant:
lockdown tidak pas buat bangsa kita cak..banyak penduduk ekonomi kurang ...kerja hari ini buat makan besok ...

Awam Wahono:
Kalau yg buruh harian berdoa saja sesuai kepercayaan masing masing tetap kerja daripada keluarga kelaparan

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Jangan Sampai Mati Kelaparan Karena Lockdown yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/jangan-sampai-mati-kelaparan-karena-lockdown-92edq4dVCE

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: