You Now Here »

Level Christian Prince Cuma Setara Ustad Abdul Somad  (Read 94 times - 92 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 22,672
  • Poin: 22.749
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Level Christian Prince Cuma Setara Ustad Abdul Somad
« on: March 20, 2020, 11:14:39 PM »




Paian Marulitua:
Lu ngawur.
CP vs UAS not apple to apple comparison, terlalu banyak perbedaan.
Tidak usah dipaparkan semua di sini.
1. CP paham dan fasih bahasa Arab karena itu bahasa ibunya; UAS tidak fasih dan paham beberapa kosakata atau kalimat bahasa Arab saja
2. CP mengungkap fraud; UAS berusaha menutupinya

Banyak pendukung CP, kalau tidak semua, meyakini kalau keinginan para muslim untuk debat terbuka sama saja CP mengantar nyawa. CP sendiri berpendapat sama.

Santai Saja:
Oh maksudnya ular to ular

Paian Marulitua:
Penulis artikel ini bisa saja menulis puluhan dan ratusan artikel berseri soal CP. Sekarang CP vs UAS, besok CP vs Sanihu Munir, lusa CP vs Munzir Situmorang, dst, dsb.
Tuan Jaya Wijaya tidak akan berJAYA melumpuhkan CP dengan membandingkan CP dengan para ustad Indonesia. Mereka semua sudah kalah duluan soal kemampuan berbahasa ARAB. Kemampuan bahasa Inggris mereka kemungkinan besar kalah dari CP. Masalah bahasa yang membuat mereka tidak berani menelepon langsung CP untuk mengajak CP mau berdebat terbuka di Surabaya atau Jakarta.

Santai Saja:
Kalau masih kalah menang, anda belum sampai memahami beragama dan beriman kepada Tuhan

Paian Marulitua:
Ngawur lagi. Ini soal BERDEBAT. Bukan soal beriman atau bertuhan.

Santai Saja:
Halah,

arip banget:
saya jadi ingat kisah 50 tahun lalu, saya bercerita dengan mulut berbusa-busa kepada bapak saya, tentang keberanian saya akan berkelahi dengan tukang becak
saya berharap bapak saya memuji keberanian saya, tapi tanggapan bapak saya singkat saja :"saat kamu kelahi lawan tukang becak, lalu apa bedanya kamu dengan tukang becak?"

Yong Hin:
1400 tahun yg lalu ada nabi yg berantem sama tuhan. Jadi apa bedanya nabi sama tuhan.

Paian Marulitua:
Broer, tidak pas menyebut Tuhan. Lagi pula mereka lebih senang bilang allah. Memang, tidak jelas yang mana nabi yang mana allah.

jeremy edy d:
Kok menurut saya tidak tepat tempat dan saat yg tidak tepat.
Apakah seword akan dibawa seperti media yg lain, karena perdebatan yg tdk akan pernah ketemu jalan tengah perdebatan iman dan kepercayaan, karena memang hal yg tidak sama dalam konsep dan betul betul berlainan.

Apakah tdk lebih baik bila itu terjadi pertentangan dan debat di youtube saja, agar seword tidak melebar menjadi pertentangan yg tdk perlu bagi perjuangan seword yg sebenarnya.

Apakah penulis hanya mengejar viewer saja ?

Santai Saja:
sob penulis, jangan kendor dg komentar spt ini.

Seword adl portal opini. Menurut saya, penulis sah dan punya hak untuk beropini.

jeremy edy d:
Sy sangat paham dengan kata opini itu adalah suara hati penulis.
Tapi terserah admin seword apakah rela perjuangan seword dibawa kepada pertentangan yg tidak perlu bagi bangsa ini.
Saya menghargai pendapat anda, tapi ingatlah anda akan membahayakan bagi seluruh komponen seword, baik pemilik, staff, pembaca, komentator dan bangsa ini, karena akan terbuka perdebatan yg sengit dan itu memecah belah.
Kalau anda suka berdebat masalah ini lebih baik disalurkan debat dikomentar youtube saja.

Santai Saja:
Suka2

Jangan kalah ditakut2i spt ini.

Marzel:
Profokator..

Santai Saja:
Santai

Kalau gue provokator kenapa musti baper.

Kalau gue bukan provokator gak perlu juga baper

Eja yg benar sob

Paian Marulitua:
beropini bebas termasuk memberi komen. tapi hendaknya menuju pencerahan bukan sebaliknya.

Membuat perbandingan yang setara, jangan apple dibandingkan dengan potato

harriz salim:
Betul ..Seword dikotori oleh yg kaya gini...dibilang suruh debat langsung alasan ngapain dibalik layar...penulisnya aja pengecut....bawa2 agama ga bakal habis sampai kiamat ..jika kiamat itu ada

Santai Saja:
Buktinya Admin Seword masih tayangkan opini penulis. Kenapa ente merasa lebih admin drpd admin.
Mikir!

M.Y:
ya sudah kita sudahi saja

Bossi Thian:
Sepertinya bakal seru nih disni ,? ??? ??? ??? ??? ??? ????
Mana nih martabak sweet. Yg kayak ginian aku booking tpat nyimak aja
Q? ??? ??? ??? ??? ???

Martabak Sweet:
Debat juga milih milih sob. Debat kusir dengan orang yang nalarnya jeblok tidak stimulating :)

Solusinya mudah, penulis debat dengan CP, disaksikan banyak orang, LIVE. Adu argumen dan data dan sumber disana.

Sekali lagi ADU ARGUMEN, DATA, DAN SUMBER terbuka. Biar yang nonton yang nilai.

Sekali lagi, ini penting, ADU ARGUMEN, DATA, DAN SUMBER. Yang nonton yang nilai. Jadi yang diadu bukan gaya gayaan bacot dan olok olokan dan ngadu ngotot ngototan debatnya harus badan fisik harus ada.

Sekali lagi adu argumen, data, dan sumber.

Penulis versus CP.

Ingin nonton juga nih :) Untuk sementara, coba saya cari videonya CP, penasaran juga dia siapa sih.

Sniper of Siantar:
Gue dibelakangmu bung (tetap berjarak 1 meter) untuk menyimak saja..topik CP-UAS seru nih. ??? ??? ??? ???

Deedee:
Tp saya rasa klo si CP debat terbuka setelah debat dia bakal kehilangan nyawa..darahnya halal untuk dikucurkan..hehehehehe...

M.Y:
bukan cmn CP nya semua minoritas di sini kena getahnya

Paian Marulitua:
Darah atau nyawa CP lah yang mereka incar dengan provokasi dan kepalsuan yang sdh menjadi khas mereka, pura-pura menantang CP berdebat di Surabaya atau Jakarta.

Leo Nardo:
Biasalah, kalau anda yang merasa terganggu kepentingannya, apa pun dilakukan..

Raymond Ambarita:
PENULIS Jaya Wijaya Ini Ternyata KADRUN, Serigala Berbulu Domba.
Waspadai Tulisannya..
Bila Perlu, BOIKOT..

Aneh Juga, Semua Tulisan Saya Di Kolom Komentar Halaman Muka, Dia HAPUS ATAU SPAM..
Dia Tidak Menghargai Pembaca Yang Sudah CAPEK-CAPEK MENULISNYA..

harriz salim:
Ok....kita boikot....suruh debat langsung ngelez...

Santai Saja:
Halah gitu aja sok merasa diboikot.
Mendingan si Penulis berani menyuarakan opininya.

Siapa anda sampai merasa diboikot

B-Over:
Ngga kenal dan belum pernah dengar materi christian prince. Bicara tokoh islamologi maupun kristologi yang saling berdebat, jadi ingat kisah ali sina yang dikenal sebagai pendiri faith freedom. Kekuatan ali sina dalam islamologi ditandingi dengan usd 100ribu bagi siapa saja yang berhasil membunuh ali sina.

Pertanyaannya kenapa harus ada bunuh-bunuhan ya?

Paian Marulitua:
Pertanyaan bagus. Itu juga pertanyaan CP. Tidak sedikit ilmuwan Arab dibunuh karena mereka menolak islam.

iam hêylêl:
Tidak setara. Diluar berani tunjuk wajah dsj. Utk apa yg dia katakan, CP masih bersedia di debat walau cm via Skype, kalo AS ane blm pernah lihat.. Ahaha

Paian Marulitua:
Kalau CP berdebat via SKYPE, apa yang salah? Itu cara dia karena secara live bisa langsung memperlihatkan "ayat-ayat suci" dan hadis yang menjadi topik bahasan/debat buatan negara islam Kerajaan Arab Saudi atau  Jordania, misalnya, supaya tidak ada tuduhan itu buatan CP dan pertimbangan lain termasuk keamanan dirinya.

Terus, Zakir Naik punya gaya sendiri, gaya yg membuatnya dicari pemerintah India dan dilarang ceramah di Malaysia.

Esra Soru punya gaya sendiri yang membuat Yahya Waloni "makin terkenal".

iam hêylêl:
Makanya ane blg dia masih berani di debat. Sama seperti ane lha.. Masih berani didebat via kolom koment.. Ahaha

Santai Saja:
Dulu pernah ada komentar dr salah satu pembaca Seword yg bilang bhw pengikut CP sama persis dg Kadal Gurun. Lalu pengikut CP ajak debat pembaca Sewaord itu.

Persis dg yg ditulis oleh penulis.

Bravo.

Kita tunggu komentar2 Kadal Gurun CP

Marzel:
Lucu....mati-matian bilang CP itu bukan siapa-siapa...tapi lucu penulis ini, mau-maunya buat tulisan khusus hanya mengulas tentang sepak terjang CP. sampe 2 tulisan lagi.....jangan2 bentar lagi nyusul tulisan yg ke-3....wkakakakak....loe dibayar berapa sama CP bto untuk endorse doi???
Sok ngomong CP itu gak penting......Tulisanmu itu berbicara banyak siapa dirumu, apa motivmu, dan seberapa isi otakmu!!!

Leo Nardo:
Biasalah, tipikal Kadal Gurun..

Santai Saja:
Hanya kadal gurun yg bisa memahami pikiran kadal gurun yg lain

Santai Saja:
Ini khas komentar Kadal gurun, tp versi CP

Santai Saja:
Gak usah menerima permintaan adu debat. Anda sebagai orang awam berhak beropini. Jika memang CP adl jauh luar biasa amat sangat berilmu, semua itu akan kalah oleh hati nurani yg tulus.

Kalah oleh kasih

Santai Saja:
Go ahead bung penulis. Jangan sampai ada orang yg kasih stigma kadal gurun kepada orang lain sementara dirinya sendiri bersifat kadal gurun.

Kita musti adil, yg fanatik, ya tetap harus dikatakan fanatik. Tidak bisa kita standard ganda bhw fanatik di sana berarti kadal gurun, sementara fanatik di sini adl berdasarkan data.

Fanatik tetaplah fanatik. Gak bisa kita terima di dalam humanisme. Fanatik adl sumber kehancuran kemanusiaan

Djunedy Teguh Nugroho:
Ini knp komen gw dihapus?? Katanya media opini tapi kok takut akan opini orang lain.
lagipula si penulis ga berani tanggapin komentar atas tulisannya sendiri malah sewa buzzer buat nanggapin...
ehh si #santai saja lu dibayar berapa buat belain penulisnya??

Santai Saja:
Komen gue pernah dihapus gak sok merasa penting juga.
Mikir!

Djunedy Teguh Nugroho:
Emang buzzer kaya elu ga penting juga sih...
Emang buzzer kadrun kaya elu kan memang ga bisa beropini secara sehat jadi mana bisa mikir... dasar buzzer kadrun!!! Hahaha

Santai Saja:
Gue pakai hati pikiran dan akal sehat

Djunedy Teguh Nugroho:
Hati ama pikiran onta gurun??? Hahaha

harriz salim:
Sudah pernah salah satu penulis Seword bahas perbedaan Para penggemar UAS n CP...Warga Kristiani banyak yg tidak peduli nonton debat diyutub dan lbh suka dengar lagu puji2an bisa ratusan , ribuan bahkan jutaan , beda dg para pencinta uas , yahya waloni , irene handono sampai puluhan juta...bisa dicari penulisnnya yg sdh tayang diSeword

Hinamata:
Why So Serious??

Paian Marulitua:
It becomes so serious because the article writer doesn't understand what he compares. It's a serious mistake if you want to be a good writer.

Santai Saja:
Itu kata elu

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Level Christian Prince Cuma Setara Ustad Abdul Somad yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/level-christian-prince-cuma-setara-ustad-abdul-0SqHaUXZYJ

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: