You Now Here »

Rapuhnya Kendali Informasi Covid 19  (Read 88 times - 96 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 22,644
  • Poin: 22.721
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Rapuhnya Kendali Informasi Covid 19
« on: March 21, 2020, 06:27:25 AM »




Prisca:
Hanya dijaman Jokowi punya bawahan yg berani membangkang......!!, tetapi liat saja jalan org yg membangkang itu gimana, saya pikir klo masyarakat semakin hari semakin cerdas, gak bakalan akan pilih  orang itu, walaupun tdk bisa instan menendang orang spt itu sekarang ini.. Perlahan2 itu lebih menyakitkan...

Bersih bersih:
"Sebaliknya, meski kalimat anda sudah tepat dan benar bahkan telah didukung data, fakta dan bukti, tetapi orang lain tetap masih bisa ragu, karena tidak atau kurang percaya kepada anda".
☝ Anda sudah ngerti sendiri adagium ini. Masalahnya kita punya persoalan lebih berat daripada sekedar adagium tadi: bukan cuma ada orang lain yg ragu atau kurang percaya - ada (ralat: buanyak!!) yg sedang mengintai dg sabar utk setiap saat menerkam apa saja yg bisa dijadikan sasaran tembak kepada pemerintah/Jokowi, perduli setan fakta dan data yg ada!!

Tanggal 17 Maret 2020 kemarin, kunjungan Mendagri untuk menemui Gubernur Jakarta dalam rangka menjelaskan soal otoritas lockdown, mengindikasikan rendahnya wibawa pusat dan ada problem loyalitas daerah.
☝ Kok menurut saya anda keliru pandang.
Ada problem loyalitas daerah - betul, yg dlm situasi normal dg kadrun 'elite' berkeliaran tentu saja pemerintah pusat tidak bisa main tangan besi, resikonya bisa rusuh lokal dan nasional.
Kunjungan Mendagri malah menunjukkan bahwa Jokowi tidak perlu turun tangan sendiri kalau cuma menghadapi Wan Mahoney. Dan PRESTASI kebijakan angkutan umum 1 hari jelas2 menunjukkan wibawa pemerintah pusat.
Orang bilang Jokowi itu sabar banget, tapi orang2 jg bilang sabar itu ada batasnya, utk orang yg sabar banget kehilangan sabarnya - resikonya unimaginable. Dan Wan Mahoney tidak sanggup membayangkannya!!
Itu sangat jelas kok kemarin, dan langsung jadi peringatan utk daerah2 lain.

Givern Miricle:
itulah efek samping atau jika tidak boleh dibilang resiko dari negara demokrasi yang belum matang atau terlanjur busuk

Indri Giber:
Hari ini komunikasi publik JKW sudah membaik. Sudah berhenti dengan narasi2 yg menyebarkan false sense of security a la Menkes. Kita lega bahwa pemerintah membuka informasi mengenai pemesanan test kit, pemesanan obat2 antiviral, dll. Setidaknya pesannya berubah dari 'pengidap sembuh sendiri, virusnya self limitting, dll', menjadi 'virus ini sangat berbahaya, tetapi kami siap, ini langkah A-B-C'.


Saya juga lega dengan pengumuman stimulus fiskal (libur pajak, delay leasing, dll). Kemarin saya sempat kuatir waktu diumumkannya stimulus moneter (yg IMHO counterproductive), tapi untungnya tidak terlalu dalam.


Mari kita semangat lagi! Stay safe people!

Martabak Sweet:
"Setidaknya pesannya berubah dari 'pengidap sembuh sendiri, virusnya self limitting, dll', menjadi 'virus ini sangat berbahaya, tetapi kami siap, ini langkah A-B-C'."

Akhirnya. Bohong ala menkes yang lalu diperparah oleh pasukan cebong dan penulis cebong yang menyebar hoax dan spekulasi serta konspirasi supaya "tidak panik". Yang malah menghantam akal sehat dan tingkat kepercayaan. (dan tentu saja mereka justru tidak sadar malah mengacau dan jadi bagian dari pengacau yang mereka tuduhkan ke kadrun).

Meskipun terlambat, apresiasi sudah nongol Presidennya dan mulai take grip of the situation.

Yang saya amati, penulis yang masih waras, dan menulis hal hal seperti yang ditulis oleh tulisan ini, datang dari penulis baru atau penulis yang jarang menulis di seword.

Stay safe and strong, for you sis, and be responsible to your own action, for all the rest.

Indri Giber:
Setuju!
Banyak tulisan2 ajaib yg menyiram minyak di api dengan spekulasi-spekulasi spektakuler yg hanya didasarkan jembatan otak-atik-gathuk. Saya punya harapan semoga yg macam itu berkurang atau hilang sama sekali.

Martabak Sweet:
"Banyak tulisan2 ajaib yg menyiram minyak di api dengan spekulasi-spekulasi spektakuler yg hanya didasarkan jembatan otak-atik-gathuk. "

Jangan sampai cara bocah kekanakan dan ajaib ini JUSTRU dikira cara yang efektif dan benar. Malah membuat keruh situasi.

Semoga berkurang.

??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ???™️ ✅:
Still alive ? Dont worry about us... You better watch your self from UU ITE...

Martabak Sweet:
Mbak Indri sepertinya ada bocah ingusan liar penyebar hoax yang lagi kebakaran jenggot :)

Indri Giber:
I don't know what the problem is but let's stay factual, civil and refrain from ad hominem. We can't make everybody happy, all the time.

Martabak Sweet:
Tulisan yang bagus @penulis.
Fair dan jujur dan teliti menyingkapi apa yang terjadi dan bergulir.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Rapuhnya Kendali Informasi Covid 19 yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/rapuhnya-kendali-informasi-covid19-lmC9DJYbPX

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: