You Now Here »

Bahaya! Stigma Murahan Pendukung Christian Prince Terhadap Umat Islam  (Read 232 times - 103 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 23,104
  • Poin: 23.181
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Gabener:
Nantangin CP kok di seword, salah kandang brey! Sono ke situsnya bawa bekel kitab2 yang komplit, dah keluarin jurus2 andalanmu brey.
Adanya CP dianggap melegakan bagi kaum "infidel" setelah situs FFI dibredel, situs senacam ini akan timbul tenggelam seiring dengan demand sebab akibat munculnya situs dan oknum2 yang oposite terhadap agama diluar agama mayoritas.

Coba lihat berapa banyak situs2 yang terang2 menghina dan oknum2 pindah agama trus nengaku2 lulusan S3 Vatikan, ada yang ngaku mantan anak pastur! Belum stasiun tv satelit yang tak henti2 menjelekkan agama lain?
Penulis ini kalau pinjem istilah GusDur adalah golongan sumbu pendek.

M.Y:
yepz seharus nya kita sebagai pemeluk agama hrs bener2 tau seluk beluk apa yg dianut
ga ad salah nya toh kl ampe pindah agama!
ini kritik agama kritik ajaran ga ad yg salah
toh org bs gonta ganti agam
ini bukan Rasis krn org ga akan bs ganti ras nya masa u org indonesia bisa ganti ras jd bule kan ga bs

Gabener:
memang gak salah pindah agama (tapi kalau murtad agama tertentu halal untuk...) yang salah oknum yang pindah agama trus seenak udelnya membuta babi jelek jelekin agama lamanya dan ngaku2 S3 Vatikan opo tumon! Kan palah bikin malu dikandang barunya

M.Y:
yepz! kl bagi saya menjelekkan silahkan saja kl mmg terbukti jeleeeek
kl mengarang berita palsu it tdk bs diterima

Gabener:
Ya seperti yang ada katakan, at 1st sentence, lol.
Are you so seriously

Hinamata:
Rasane gak sanggup aku rek menerima kritik demi kritik dari cp, Wes ngene wae, isaku iki. Lol

Gabener:
Semangat lah dab,
gak enek sing sempurna, eneke jisamsu.. :)

Santai Saja:
Itu urusan mereka yg mau cari makan, cara mereka cari makan memang cuma itu

Valhalla:
Daripada menumpahkan curahan hati beropini disini, sebaiknya penulis tantang debat dulu dia(CP) seperti tumpahan uneg2 disini.
Dan jangan kuatir, nalar netizen lebih bebas dan netral meskipun simpatisan dan fanatisme itu pasti ada spt misalnya kepada Bpk Jokowi.

Setahu saya apa anda sebutkan, saya sudah check dari dua arah baik dari pihak CP dan lawan2nya.

Kalau terjadi diIndonesia debat itu, pasti terjadi kerusuhan besar. Contoh fakta spt Ahok saja dipenjara hanya karena satu(1) ayat, padahal bukan penghinaan.....

Jadi, debatlah CP dengan membawa bukti2 sanggahan, karena yang didebat berdasarkan yang tertulis saja dan bukan katanya.....

Martabak Sweet:
nalar netizen lebih bebas dan netral meskipun simpatisan dan fanatisme itu pasti ada spt misalnya kepada Bpk Jokowi. ??? ?????‍♂️

Fsasosi:
Penulis kamu juga sembunyi di belakang layar.... kalo berani tunjukan juga photomu jangan pakai gambar anime... inilah anak abg sok2an repom kebanyakan coli tapi kurang senggama...

si memble:
Kalo mau fair, setahu sy masing2 agama/kepercayaan punya yg namanya apologetics, bahkan yg atheis jg ada. Dimulai dari mana, oleh siapa, atau kapan mulainya, sy ga tau, yg sy tau sekarang sudah menyebar secara global dan punya followers yg banyak.
Kalo dipikir dgn jernih, masing2 punya keyakinan dan pastinya susah disatukan spt air dan minyak, trus akan berdebat sampe kapan?
Lebih baik kembali saja kepada keyakinan masing2 dan berpulang kpd logika dan akal sehat untuk menentukan yg terbaik untuk diri sendiri, karena kepercayaan atau apapun itu, adalah ranah privat dari manusia.
Selama masih dalam taraf berdebat di youtube sah2 saja untuk nambah info atau pengetahuan kecuali sudah menjurus kepersekusi dan kekerasan.
Sy sendiri pernah beberapa kali melihat tayangan debat para apologetics dari beberapa agama dan yg atheis sekalipun, kesimpulan sy, seaneh dan se-absurd apapun reasoningnya, tapi kalo hal itu yg dipercaya, ya itulah agama/keyakinan masing2.

Odank Sagala:
apologetics = candu, efeknya merusak nurani dan nalar, sudah digaungkan oleh al mukarom Karl Marx

Martabak Sweet:
Berdebat atau berdiskusi, mau satu di bumi, satu di planet mars, tidak akan mengubah isi dan esensi yang didiskusikan.

Data
Referensi
Logika
Evidence

Yang dijadikan acuan diskusi akan sama, dimanapun pesertanya berada.

Peserta diskusi memakai baju merah atau berada di bilik kamar 4 meter persegi atau di aula 1 hektar, tidak akan mengubah data, referensi, logika, dan evidence. Bilik kamarnya ada 1 atau 2 juga tidak berpengaruh.

Itu saja.

Nalar memang sering konslet kalau sudah keuh keuh urusan agama :).Kalau tidak mampu dan takut melawan CP ya bilang saja. Kenapa harus pameran logika tumpul?

Leo Nardo:
Penulis lagi frustrasi sob melihat banyak teman-temannya di Indonesia "berguguran imannya" karena CP. Maklumi sajalah...

afarinah:
Mungkin karena debat antara CP dan abdul yang akhirnya abdul bukannya debat damai malah maki2 dan sumpah serampah.

Martabak Sweet:
Saya salah satu yang murtad. Tapi bukan karena CP sih. Baru lihat videonya CP hari ini.

Santai Saja:
Seluruh masalah di muka bumi akan menemukan jalan keluarnya.
Tp pertentangan Antar Agama hampir mustahil untuk diselesaikan.
Pada saatnya nanti akan ada 50% orang yg tidak beragama dan 50% orang beragama.

Orang beragama adl orang yg membutuhkan pegangan dlm hidupnya, sedangkan orang tidak beragama tidak membutuhkan pegangan itu, krn sesungguhnya Tuhan sdh berikan pegangan yg lebih hakiki yaitu: hati nurani dan akal budi.

Buktinya, orang2 yg tidak beragama masih bisa hidup normal seperti orang2 yg beragama. Apakah orang beragama memiliki hak hidup yg lebih drpd orang yg tidak beragama?

Kasihan saya melihat orang yg beragama hidup di dalam batasan2 ini itu.

Saya Katholik dr lahir, dan krn kondisi sosial saja saya tetap Katholik. Apakah saya dibilang pengecut, terserah saja: ini hidup saya, ini pilihan saya, apa urusan kalian. Ttp saya tidak percaya kepada agama Katholik. Saya percaya kepada Tuhan saja.

B-Over:
Penulis kenapa lama kelamaan jadi makin katrok sih?

Paloboran MarthEn:
Penulis ini salah alamat..
Baiknya org ini dipertimbangkan keanggotaannya sebagai penulis di seword...
Org ini akan jadi cikal bakal respect dan kepercayaan org ke seword akan sirna..
Tulisan dgn konten yg sgt sensitif, baiknya dipertimbangkan untuk di muat..
Buat penulis, sebelum nantangin CP, baiknya anda byk belajar dan kumpul referensI dari serial vidIo ISLAM DAN AKAL SEHAT, di channel youtube CRUSADER INDONESIA..

Raymond Ambarita:
Kemungkinan, Tulisan saya dibawah, Akan Dihapus atau Spam Oleh Seword.
Penulis Jaya Wijaya Ini Ingin Hidup CP dan Keluarganya Mengalami Nasib Yang Sama Dengan Nasib Rusdie Salman di Inggris..

BritneyYang:
Bung Jaya:
Why so serious

si memble:
Yup, lebih baik serius mikirin gimana bisa hidup harmonis berdampingan walau beda agama, ras, suku dll, didalam NKRI sbg rumah kita bersama.

Teddy:
Penulis seword ini apakah mulai bergeser perlahan untuk menjadi koplak seperti kadrun",please sadar sebelum mabok.
Ini jaman teknologi jangan mendebatkan soal teknik perdebatan siapapun juga.
Lebih baik bijak dan mawas diri sob..
Salam sadar sebelum mabok

Odank Sagala:
hehe... banyak yang kebakaran jenggot... siapa yang berani duluan pasang tampang asli... yang cewe g usah, takut sewoder gagal fokus

Santai Saja:
Tetap semangat sob.

Santai Saja:
sob, penyakit yg paling sulit diobati adl fanatisme. Ada yg komentar bhw seorang humanis adl fanatik, mungkin di kepala mereka seorang Pancasilais adl orang fanatik juga.

Intinya begini:
Tidak ada bukti mutlak bhw seorang yg beragama akan lebih baik drpd orang yg tidak beragama.
Sementara itu kalau mengaku beragama ttp tidak lebih baik drpd yg tidak beragama, itu namanya koplak kuadrat. Percuma punya agama jika kelakuan nyinyir orangain spt pendukung UAS dan CP dll.

Seorang beragama belum tentu mengenal Tuhan, orang yg tidak beragama belum tentu tidak mengenal Tuhan.

Buktinya bertebaran di komen2 di bawah ini.

Saya salut sob Jaya Wijaya dg tulisan anda.  Tp sayangnya seribu, sejuta tulisan pun, orang2 di bawah ini tidak akan berubah. Tetap fanatik. Penyakit yg mustahil disembuhkan. Krn mereka.merasa tidak sakit, bahkan merasa lebih dokter drpd dokternya sendiri

Odank Sagala:
rupanya virus coro-drun-212 sudah menyebar duluan dan tidak membedakan yang beragama atau tidak

Wanda Bagus Sebastian:
Kadrun versi Kristen. Tapi malah pengecut daripada kadrun versi khilafah. ????

Santai Saja:
Syukurlah gue bukan Kristen

Leo Nardo:
Dia bukan Kristen.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Bahaya! Stigma Murahan Pendukung Christian Prince Terhadap Umat Islam yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/bahaya-stigma-murahan-pendukung-christian-prince-P9EkN0xMN9

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: