You Now Here »

Kebacot Ah, IDI Ancam Tak Tangani Corona  (Read 176 times - 83 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 22,923
  • Poin: 23.000
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Kebacot Ah, IDI Ancam Tak Tangani Corona
« on: March 28, 2020, 05:46:06 AM »




Stevanes Ariffin:
IDI udah baca berita belon??? Sekian ton APD udh dateng. Kalo ga mau turun bantu, nanti dokter cina yg turun tangan lu bilang anjing peking lage...

??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ???™️ ✅:
Ya itu benar, faktanya banyak dokter dari luar negeri yang bersedia menolong tanpa syarat. Jangankan G to G... Sebar permintaan di medsos saja bisa, mereka paham situasi darurat spt ini...

Bersih bersih:
Katanya organisasi PROFESI - mosok sih saat covid19 masih bernama SARS-CoV (4 bulan yg lalu) tidak merasa ada urgensi utk memberi saran kepada Pemerintah utk mulai menyiapkan sarana 'perang' yg nantinya akan dibutuhkan kalangan dokter.

Silakan nilai masing2 ketulusan atau kebulusan yg lebih menonjol:
1. Tgl 27 Jan 2020 PB IDI mengeluarkan surat imbauan untuk MASYARAKAT. (Intinya: jangan panik).
2. Tgl 20 Feb 2020 rekomendasi kpd Pemerintah utk memanfaatkan PUSKESMAS utk deteksi dini.
3. Tgl 5 Mar 2020 (setelah ada kasus positif covid19) rekomendasi kpd Pemerintah utk pemeriksaan yg lbh luas utk PENDATANG dari Luar Negeri.
4. Tgl 20 Mar 2020 PB IDI cari RELAWAN dokter.
5. Tgl 27 Mar 2020 MOGOK KERJA kalau APD tidak ada.

Ada 2 lagi pertanyaan pokok utk suatu organisasi profesi menghadapi wabah:
1. Wabah di mana pun mulainya, apalagi viral, tentunya ada analisa penyebarannya, mana analisa IDI?
2. Mana dan kapan rekomendasi kepada Pemerintah utk persiapan sarana perang?

Sekarang baru mau menjamin keselamatan anggotanya? Maaf, sudah juauh (benar juauh) terlambat... ini jadi sekedar pencitraan utk mendulang simpati karena sejak awal tidak mampu bekerja sama sekali (kok mirip2 dg kelakuan seseorang pejabat yg jahat?!). Mana tanggung jawab kalian sbg pengurus? Apa yg diurus? Sekedar iuran dan kekuatan politis? Bisa atur2 Depkes dan Pabrikan Farmasi? Sungguh keterlaluan.
Seluruh rangkaian maklumat, himbauan, dan rekomendasi di atas isinya zonk, REAKTIF semua, krn ya pencitraan saja, bukan KERJA.

Kalau ikatan profesi sudah tidak bisa profesional mempersiapkan dan membela anggota dg antisipasi yg tepat menghadapi terjangan wabah, bahkan ikut2an main politik di saat wabah sedang merebak - otomatis membahayakan anggota profesinya dg berperilaku sampah: BUBARKAN SAJA!!!

Barkah Adi:
Mantab, pake fakta "njewernya".
Benernya juga pengen nanya aja ke humas idi yang ngomong, kalau dia juga dokter apa ikutan jadi "pejuang kemanusiaan" dengan terjun langsung di garis depan.

Bersih bersih:
Fakta tidak tergoyahkan, dan time line biasanya mampu menunjukkan hubungan kausalitas dan mgkn motif.

Sita W:
Saya yakin saat seseorang memilih profesi dokter, bila itu murni panggilan hati karena berpihak pada rasa kemanusiaan, maka tak akan ada satupun yang sanggup menghalangi untuk melakukan tugas mulia, seberat apapun tugas itu harus dilakukan, sekalipun mengancam nyawa. Saya yakin, keterbatasan APD takkan membuat seorang dokter berhenti di medan perjuangan, karena yang ada pasti bahu membahu untuk menggunakan apapun yang ada agar bisa digunakan melindungi diri sekaligus memperjuangkan kesembuhan pasien, dan itulah yang sesungguhnya terjadi. Saya juga yakin, bahwa dokter-dokter menyadari begitu besarnya perhatian pemerintah dan masyarakat untuk bahu membahu mengadakan APD yang layak digunakan, sehingga tidak ada alasan untuk berhenti melayani, kecuali memang bila sejak awal memilih profesi ini setengah hati dan hanya demi gengsi.....

Didi MJ:
Sedelapan mba Sita ??? ??? ??? ???
Mungkin IDI yang sekarang manja ingin dilayani dulu baru mau melayani, ada bayaran dulu baru gercep. Harusnya mereka malu sama dr Handoko yang lebih menunjukkan PROFESIONAL nya daripada congornya

Bossi Thian:
Beda generasi, beda idealisme nya kali ya

Didi MJ:
Masalahnya mungkin dari pemimpin nya juga, dikuasai para kadrun dan rivalnya Menkes Terawan

Bossi Thian:
Sepertinya bgt

Rosita:
Betul, ingat mereka menolak MenKes terkini. Ter kadrun organisasi ini

Sayasan:
Dktr handoko tuh pake APD lengkap loh.. Coba liat aj foto2nya.

Tujuan APD juga jelas..
Mencegah tertular dan MENULARKAN.
itu niat yang sangat mulia loh.. ????

Didi MJ:
Profesional nya dr Handoko itu dalam hal pengabdian nya bukan cari simpati publik dalam situasi urgent seperti sekarang ini. Beliau lebih banyak bekerja daripada koar2 jumpa pers di media. Masalah keselamatan nyawa manusia harusnya lebih diutamakan daripada ribut soal APD disaat urgent!

Sayasan:
Hal itu dikatakan Humas Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Halik Malik, saat dikonfirmasi perihal Pernyataan Bersama Organisasi Profesi yang beredar di media sosial soal tuntutan APD itu.

Jadi loh.. Itu Humasnya 'dikonfirmasi', bukan 'mengkonfirmasi'.
Beredar di media sosial. Coba telusuri dulu pak siapa yang mengedarkan di media sosial.

Siapa yang g bekerja.. Semua juga pada kerja dengan porsiny masing2..
Beliau juga kerja sesuai porsinya. Dan diblow up media.

APD itu untuk keselamatan nyawa manusia pak.. Bukan untuk kura2 ninja..

Sayasan:
G ada yang berhenti melayani kok..
Cuma tidak merawat jika tidak ada APD..
Jelas disebutkan juga di berita.
Cuma dipelintir aja seakan2 tidak mau melayani.

Soal niat melayani, cuma diri sndiri dan tuhan aja yang tau kali ya..

??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ???™️ ✅:
Ada yg berkata "Seandainya semua dokter jadi korban, menimbun bermacam barang tidak akan menyelamatkanmu." Aku setuju 1000%, sejak kemarin koment2 aku selalu meminta pemerintah perhatikan keselamatan dokter. Mereka satu2nya harapan untuk kita bisa menang dari Covid.

Tapi skenario sebaliknya juga sama "Seandainya semua dokter menolak merawat, IDI plintir alasan apapun tidak menyelamatkanmu." Hasil akhirnya semua manusia punah, termasuk semua dokter, sama dengan yg pertama jika semua dokter jadi korban.

Sebaliknya jika sebagian dari dokter mau merawat, sebagian tidak mau merawat ada 2 kemungkinan: Seandainya manusia berhasil menang & mengatasi Covid, apa para dokter2 yang tidak mau merawat tidak malu ? Seandainya manusia kalah melawan Covid, apa tidak menyesal karena lebih memilih mengibarkan bendera putih sebelum berjuang ?

Mau pilih mana dari 4 kemungkinan di atas ? Aku hanya berharap, para dokter berpikir lebih jauh. Dokter2 harus sadar kalau kali ini, yg diperjuangkan bukan hanya 1, 2, 3 pasien, tapi seluruh umat manusia (di dalamnya termasuk semua orang2 yang kalian cintai).

"You must not deny treatment to patients because their medical condition may put you at risk. If a patient poses a risk to your health or safety, you should take all available steps to minimise the risk before providing treatment or making other suitable alternative arrangements for providing treatment." (GMC - General Medical Council, Domain 4 - 58)


Andai semua dokter tidak ada yg berani : Dengan APD yg ada, orang2 yg bukan dokter PASTI akan maju untuk gantikan merawat para pasien. Walau kalah dan mati, setidaknya sudah ikhtiar berusaha. Ini tanggapan terakhirku tentang topik ini sob. Terserah hati nurani para dokter saja.

Kurniawan:
Setuju dan sangat Setuju. Ingat dokter yang berusia 80 tahun yang menangani pasien covid19? saya lupa namanya.
Bahkan dokter yg masih mudapun mengundurkan diri untuk ikut membantunya.
Ingat juga sumpah seorang Dokter.?

JOSR:
IDI apa tahun2 sebelumnya pernah ngecek persediaan APD dan sosialisasi APD pada anggotanya? Koq tiba2 maen ancam?

Wanda Bagus Sebastian:
Ikatan rasa kaisar

DC:
Kemungkinan besar permintaan ini dari RS swasta yang tidak mau merugi.

Stevan One:
Tidak paham akan panggilannya. Biar dia berteriak seperti itu, banyak yang siap untuk melayani. IDI itu organisasi saja..belum tentu anggotanya seperti itu.

Sayasan:

(click to show)


??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ???™️ ✅:
Seandainya pasien Corona itu adalah anak / orang tua dari si dokter yang menolak kerja tanpa APD ? Apa yg akan dia lakukan ? Apa alasannya ?

Apa nyawa manusia itu sekarang sudah tidak di tangan ALLAH tapi di tangan dokter ?

Semoga saja kamu bukan dokter... andai benar, itu sangat memalukan !!!

Didi MJ:
Merasa lebih dari Tuhan??  Astaghfirullah...
Begitulah contoh orang pintar tapi tidak punya akhlaq.

Sayasan:
Nyawa manusia pastiny bukan di tangan dokter dong. Kalo di tangan dokter, brrt dokter bisa membatalkan yang harusny mati bukan?

Topiknya ud lari sih... Yg adanya cuma menghujat dan menghina jadinya..

Untung bapak bukan org tua saya yah.. Kan sedih kalo dibilangin memalukan..
Utg org tua saya bukan bapak.. G sembarangan menghina orang..
??? ?????

??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ???™️ ✅:
Memalukan itu fakta, bukan menghina ... Silahkan saja baca koment dokter @sita_w:disqus di thread ini. Semoga dokter @theresiamonicarahardjo:disqus ikut koment juga.

Sayasan:
Kalo fakta masbro beda dgn fakta org lain.. Brrt bukan fakta dong.. Perasaan masbro namanya tuh ????

Yah kalo emg beliau2 dokter yang mau melakukan perawatan tanpa APD, ya mbok silakeeen...
Gitu aja kok repot...
Gimana dokter Sita dan Srikandi??

Didi MJ:
"Kami meminta terjaminnya Alat pelindung DIRI (APD) yang sesuai untuk setiap tenaga medis. Bila ini tak terpenuhi maka kami meminta kepada anggota profesi kami untuk sementara tidak ikut melakukan perawatan penanganan pasien Covid-19 demi melindungi dan menjaga keselamatan sejawat."

Itu sebuah permintaan yang wajar bila dalam situasi yang normal.
Tapi saat ini tidak bisa dikatakan normal, saat ini sedang dalam TANGGAP DARURAT NASIONAL!!
Pantas gak sih ada 'permintaan' seperti itu? Permintaan disertai ancaman, sementara sekarang sudah ribuan orang yang positif lebih terancam nyawanya??
Terlihat pongah nya IDI merasa diperlukan jadi berhak mengancam seperti itu. Pernyataan IDI itu tidak lebih dari ancaman seorang teroris.

Harusnya dalam kondisi seperti ini IDI membantu pemerintah mempercepat pengadaan dan distribusi APD bukannya carmuk di media. Ga heran sih sebenarnya karena pengurusnya sekarang dikuasai kadrun.

Kalau tetap mangkreng gak mau bantu, santuy aja, masih banyak dokter dan paramedis dari luar negeri yang mau bantu. Kalau begini ente juga yang dipermalukan. Paham!

Kurara:
Masalahnya, d Indo yg terbiasa pake apd itu cuma dokter2 bedah dan yang mendampingi. Yang lain2 kecuali bagian lab yg ngurusin yg menular atau berbahaya jarang sekali pake apd. Sehingga stok di rs-rs pada kurang (pemakaiannya memang kurang dulu). Blm lg ada oknum jahanam yg nyuri masker d rs itu...

Seluruh dunia lg kena terapi kejut kehygienisan krn COVID. Tapi IDI bukannya memberikan ketenangan ke masyarakat & anggota mereka malah ngajak gelut.

Sayasan:
"Kami meminta terjaminnya Alat pelindung DIRI (APD) yang sesuai untuk setiap tenaga medis. Bila ini tak terpenuhi maka kami meminta kepada anggota profesi kami untuk sementara tidak ikut melakukan perawatan penanganan pasien Covid-19 demi melindungi dan menjaga keselamatan sejawat. Iya itu tuntutan kepada pemerintah dan fasilitas kesehatan. Iya, bukan menarik, tapi membatasi hanya yang ada APD yang bisa bertugas agar tidak tertular atau malah menularkan.” (Humas IDI, Halik Malik, CNNIndonesia)

Jelas tuh kata2nya.. Bukan menarik, tapi membatasi hanya yang ada APD yang bisa bertugas.
Tujuannya juga saya rasa jelas.. Supaya tidak "tertular" dan "menularkan"
Jadi g mengancam sih saya rasa.

Apa lagi emgnya fungsi organisasi profesi selain menjamin keselamatan anggotanya?
Utk kali ini malah sy bangga dgn IDI, ada inisiatif untuk melindungi anggota2nya. Dgn adanya himbauan ini, maka kami punya dasar untuk tidak melakukan perawatan jika tidak dibekali APD.

Supaya masbro tau yah..
Bahkan masker 3ply, g perlu yang N95 deh.. Itu susah didapat minta ampun. Mau beli pun g bisa. Jangan kira pandemi ini cuma ada di kota2 loh.. Di daerah juga banyak. Dan distribusi APD sudah sampai ke daerah? BELUM dong...

Sayang aja sih.. Diantara org2 yang bilang tugas kami yang mulia. Masbro malah suudzon begitu.. Yg sbnrnya g usah sih dibilang mulia.. Karena emg ud tanggung jawab ya.. Asal dibekali alat perang dong ya.. Kalo disuruh maju perang bekalny DOA, yah kebacot lah masbroh... ??? ?????

Berharap pandemi ini cepat berlalu..

Sehat selalu ya masbro..

rudi sasongko:
<B>Bener BROOOO... tapi belum tentu PENER</B> yg dimaksud penulis kan ga perlu koar koar.. sdh jelas APD masker dll langka.. pemerintah jg perlu waktu ngadain barangnya... lha impor dari CHINA aja masih dibilang blah blah blah.. ga da yg bnr...

Sayasan:
G koar2 lah masbro..

Dan bukan semua g dilayani kok yah.. Cuma kalo g ada APDnya loh..

Oh iya.. FYI.. Bahkan yang g dapat APD standar, kami berinisiatif buat APD abal2 loh..
Tp yah gt.. Kan taunya cuma nyinyir dan suudzon aja.

Jadi g ada yg bener deh.

??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ???™️ ✅:
Kalau boleh tahu, asli planet mana mas ? Kapan tiba mendarat di bumi ?
 
(click to show)

 
(click to show)


Sayasan:
Asal dari bumi mas.. Citizen +62..
Jadi masi maklum masbro kalo masi ada org yang nyinyir, suudzon, g tau terima kasih atau membully semua yang g sesuai dgn perasaannya.. ????

Yah mgkn saya salah satunya sih.

??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ???™️ ✅:
Saya hanya berusaha meletakkan koment mas pada situasi / konteksnya. Yang benar di satu situasi, bisa jadi salah di situasi lain.

Sayasan:
Saya juga berusaha memberi komentar atas 'pengetahuan' saya terhadap sesuatu yang memang saya 'ketahui' atau 'alami'.
Sy tidak akan memberi komentar jika saya tidak tahu keadaan sebenarnya.
Jatuh2ny suudzon sob, seperti penulis. ????

mikael endro:
intinya saya paham mas...kita punya medan tempur masing2, anda dengan zirah APD dan perlengkapan medis dan saya dengan kevlar dan senjata dan tanpa senjata yang lengkap untuk bertempur itu benar2 pilihan paling final...dengan hasil mati sampyuh. Salute dan terima kasih  atas perjuangan anda di lapangan mas...

Sayasan:
Alhamdulillah ada yang sepaham.. ????

Bersih bersih:
PB IDI salah besar karena REAKTIF. Jadi tidak pantas masih cari simpati seolah2 membela anggota, padahal TIDAK KERJA. Tolong baca komentar saya.

Sayasan:
IDI itu organisasi profesi.. Bukan pembuat kebijakan pak..

Coba tanya Menkes.. Ada tidak dia denger usulan IDI?
Atau coba tanya menkes.. Apa kerjaannya sekarang?

Kebijakan yg dia buat/anjurkan ke pak JKW.. Di kalangan medis tuh banyak jadi pertanyaan pak.
Kebijakan populis, namun tidak sangkil dan mangkus.

Salahkan IDI g siapkan APD? Y g mungkin lah pak.. APD itu bukan tugas IDI utk siapin..

Bersih bersih:
Saya memang menyoroti IDI sbg organisasi profesi.
Saya tidak bilang IDI yg wajib mengadakan APD, saya tanya kemana IDI selama ini? Mana rekomendasi ke Pemerintah utk menghadapi wabah ini?
Hanya diam2 mengharapkan Menkes saja yg bekerja, terus diprotes kalau ga cocok?!
Dari contoh2 di atas, ga mungkin kalau sdh ada masukan permintaan persiapan APD oleh IDI ga dikoar2kan di media!!
Jadi PB IDI yg skrg ini jelas2 menunjukkan mereka tidak (bisa) kerja, dan sebagai akibatnya membahayakan keselamatan anggota, bukan Pemerintah, jangan dibalik-balik!!

Sayasan:
Loh.. Itu kan mas sudah kasih timeline kalo IDI memberikan rekomendasi..
Pertanyaannya, apakah rekomendasi itu dilanjutkan oleh pemerintah atau tidak?

Sy pernah lihat guidelines yang dipakai untuk tatalaksana covid di RS, oleh ahlinya, tidak sama dgn apa yang dibeli oleh pak jokowi.
Sy liat teman2 saya yang ahlinya pemeriksaan untuk covid, tidak sama dengan apa yang dikerjakan pemerintah..
Kalau sesuatu hal dilakukan bukan oleh org yang ahli dalam hal itu, maka tinggal tunggulah kehancuran yg datang.

Salahkan menkes?? G lah.. Dia g jelas kerjanya, apa yg mau disalahkan..

Bersih bersih:
Rekomendasi apa? Kita kan lagi bicara kelengkapan alat perang menghadapi covid19, utamanya APD. Mana rekomendasi PB IDI utk hal ini?
Yg direkomendasikan PUSKESMAS jadi sarana pengecekan dini - dg tangan kosong??
Situ jangan omong kosong lah bela2 PB IDI yg skrg ini. Kerja nol mau jadi pahlawan, gile lu Ndro!!

Sayasan:
Udah jelas APDnya yang diperlukan apa2 aja.
Sy bingung deh masnya ngmg apa..
Kok malah butuh rekomendasi IDI sih.. Udah ada SOPnya mas. Puskesmas, pemeriksaan, pengobatan, semua udah ada SOPnya.
Tugas pemerintah. Menyiapkan alat dan bahan.

Lah emg mas tau job desc. nya IDI apa kok sampai bisa blg IDI kerja nol?? Wayooo.. ??? ?????

Lagian ud melenceng bahasannya mas..

Bersih bersih:
Lha mmg semua sdh ada SOP nya. Yg diributkan skrg Pemerintah tidak siap, jadi PB IDI bela dokter, jangan kerja kalau ga ada APD. Gitu kan.
Pertanyaan saya, kalau mmg mau bela dokter, kan sama2 ngerti SOP, lha APD ini kan mestinya prioritas malah keharusan utk keselamatan dokter, kok PB IDI nunggu doang dan reaktif? Yang proaktif atuh, berdasarkan apa yg terjadi di luar negeri dan sifat virusnya yg sangat menular APD harus ada - ngomongnya DI DEPAN. Itu yg saya ga pernah baca!!

Sayasan:
Intinya PB IDI lebai lah ya...
Ya udin... ????

Semoga pandemi ini segera berlalu deh.

DC:
Bukankah katanya RS swasta sejak berita pandemi pertama kali keluar sudah ada yang pesan APD secara masif? Mengapa tidak mau bekerja sama koordinasi dengan pemerintah?

Sayasan:
Ini tanya pemerintah.
Pembuat kebijakan tuh pemerintah. Dalam hal ini menkes sbg perwakilan presiden.

Itupun kalo emg ada kabarnya bener.

DC:
Terus terang bingung apakah IDI mampu mencari tahu kalau ada RS swasta / pengusaha yang hoarding alat kesehatan secara diam2 melalui Batam dan Singapura karena tidak mau merugi.

Sayasan:
Sy kira itu bukan tugasnya IDI yah pak.. IDI cuma organisasi profesi. G ada kekuatannya.

Itu tugas pemerintah sih.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Kebacot Ah, IDI Ancam Tak Tangani Corona yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/kebacot-ah-idi-ancam-tak-tangani-corona-rMb4jB78Uz

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: