You Now Here »

Jokowi Terperangkap Pembisik, Dekat Ujung Tanduk  (Read 162 times - 85 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 22,921
  • Poin: 22.998
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Jokowi Terperangkap Pembisik, Dekat Ujung Tanduk
« on: March 28, 2020, 04:57:37 PM »




Yulius:
Framing opini yang terkesan "janggal & sebatas menyudutkan" sebab opini penulis berdasarkan melakukan kilas balik dan sudah mengetahui hasil / akibat berikutnya. Padahal pada saat dihadapkan pada pilihan, seorang pemimpin dituntut merespons secara cepat - tepat - akurat bukan berlandaskan intuisi / feeling saja.
Semoga penulis bisa lebih bijak - bajik - obyektif dalam merangkai opininya dan memposisikan dulu bagaimana sekiranya penulis sebagai pimpinan saat itu. Salam tetap optimis

ErikaErika:
talking is so cheap... you are not in his position. berbagai asumsi dikemukakan tampa nama dan keterangan yang jelas. well, namanya opini, apapun sah-sah saja, semua orang boleh dan tidak melanggar aturan mau berasumsi setajam apapun juga, tapi sekali lagi, none of us is his position. pertanyaan saya selalu tetap sama, jika ada orang yang berani beropini setajam Abang, lalu kenapa hari ini abang masih bekerja menjadi kepala sekolah dan tidak masuk ke istana?

So, please deh... opini yang melihat ke belakang tiada guna. para pembisik jokowi bukan gerombolan manusia tanpa otak, ilmu, dan pengalaman. pernyataan mereka berdasar pada ilmu, situasi dan prediksi. dan mereka juga punya hak untuk salah.

orang maju itu berpikir dan bergerak ke depan. Jangan kayak HAris Azhar yang terlalu sibuk mengurusi sakit hati tapi tidak punya solusi.

Agung Nugroho:
Framing yg mentah...dia gak kenal jokowi.
Tetap Semangat Indonesia.

Darnius:
Bagi saya ini cuma framing negatif asumsi penulis saja. Yg paling penting saat ini bagaimana kita bisa memberikan semangat dan optimisme bagi pembaca agar kekuatiran yg ada saat ini kita bisa bersatu melawan virus ini.

Bocah Kantor:
Bagi saya pribadi nggak seluruhnya salah sih opini dari penulis. Faktanya sampai sekarang pemerintah belum mengambil kebijakan tentang pengambil alihan hasil produksi masker di Indonesia yang dilakukan seperti di Taiwan. Dokter di China juga sudah merekomendasikan bagi masyarakat yang keluar rumah untuk memakai masker demi keamanan, tapi menteri kesehatan mengatakan bahwa orang sehat nggak perlu masker. Sejujurnya kita sudah terbuai dengan data corona dari China yang mengatakan bahwa mortality rate corona hanya 3% an. Kita lupa bahwa China sudah mengerahkan seluruh sumber daya dan kemampuannya "sehingga" mortality rate dari corona "bisa ditekan hingga di angka 3% an". Kenyataan yang berbeda hari kita hadapi bahwa di Indonesia, berdasarkan data dari pemerintah juga, bahwa mortality rate corona di Indonesia adalah 8% an. Di Italy malah 11% an, dimana artinya dari setiap 100 orang yang terkena corona, 11 orang meninggal dunia. Langkah bijak yang bisa dilakukan saat ini adalah pengambil alihan hasil produksi masker, hand sanitizer, dan desinfektan hasil produksi pabrik-pabrik di Indonesia dimana hasil produksi mereka harus dijual ke pemerintah untuk kemudian dibagikan secara merata kepada masyarakat. Yang kedua tetap mengkampanyekan social distancing dan shelter at home. Yang ketiga meningkatkan produksi alat bantu medis dengan cara membeli bahan baku alat bantu medis dan memberikannya kepada pabrik alat medis dalam negeri serta mengimpor alat medis yang dibutuhkan secepat mungkin (bantuan dari China hanya salah satunya dan hal ini kita apresiasi). Hal yang keempat tentu saja sudah mengeluarkan larangan mudik sejak dari sekarang dengan cara menonaktifkan angkutan umum antar kota dan propinsi dari zona merah ke daerah lain yang belum terdampak sekaligus mendata pendatang seperti yang dilakukan beberapa kepala daerah seperti Pak Ganjar, Pak Ridwan, dll. Himbauan mungkin sudah dilancarkan. Tapi kalau tidak ada sanksi tegas tidak akan dilaksanakan. Kelima dengan pemberian bantuan pangan bagi masyarakat kecil yang terdampak langsung secara ekonomi (kalau dari pernyataan Pak Ganjar sudah diusulkan dengan cara jaring pengaman sosial). Opini penulis ada benarnya meski nggak semua karena terlalu pesimis. Tapi menteri kita terlalu meremehkan corona hanya karena "data di China menyatakan bahwa mortality rate corona 3% an".

Sekalian:
Inilah akibatnya kalau pilih anak buah hanya karena alasan politis.

No Fear:
Penulis yg Maha benar & Tahu segala ??

alzenakhairana:
Framing dan negative thinking.  Fakta dan data tidak jelas sudah prediksi negatif.

Teddy rukmantara:
Opini seperti ini bukan kritik, layaknya dimuat di media kadrun, karena cenderung menyalahkan dan menyudutkan Jokowi berdasarkan data dan fakta yg tdk akurat yg disebarkan pihak yg suka nyinyir

Premans:
Lho kok yg salah malah pembisik?

Putra Cepot:
Kenapa penulis seword ini ada kayak bau2 kadrun nya gitu, bukan memberikan semangat optimisme malah sebaliknya, kritik tanpa solusi, ciri khas (maaf) kadrun

Aryk:
tetap optimis....karna yg pesimis gampang dihajar CORONA.

Oen:
Penonton lebih pintar dari pemain bola , masa tendang bola penalti didepan gawang sampai kaga bisa masuk wuahahaaaaaaa

yuviandi purbodewanto:
"Corona sudah mewabah di negeri Jokowi."

Hlaa? Ini negara Indonesia, saya hidup di sini, sueerr .. kalo negeri Jokowi sih hanya ada di pikiran bung Asaaro aja.

Slamet Heriyanto:
Tulisanmu setingkat kerpekan.
Belajar bangga jadi orang Indonesia, masa gak bisa. Semua dikritik.
Kasus Indonesia hanya 1.000. Indonesia luasnya mirip USA.
USA yang terkena belakangan sudah mencapai 80.000 yang datang belakangan.

Masa tidak bisa menyimpulkan Indonesia lebih siap.
Ingat .. Presidenmu itu bekerja dengan tangan, bukn pakai mulut doang.

doodleramen:
Benar hanya 1000 orang, tapi tesnya cuma 7.4 orang per sejuta orang. Urutan paling buncit.. ????

(click to show)


lexy:
kaya tulisan di kolom situs kadrun ye?

Mr. D U:
STUPID OPINION!!!

Jokowi benar dan sudah mengambil keputusan yang terbaik.
Kami berdiri bersama Jokowi !!!

nihayatur rohmah:
Ini tulisan yg sangat pesimistis kyk mw kiamat. sob kesalahan juga d rakyat kita yg seneng kumpul2 abaikan himbauan terutama kumpulan agama. Itali udah lockdown total tp rakyatnya abai jd akibatnya kyk skrg... ayo move on

Anggun Nidyanto:
Susah klo negara +62 di tenangin di sebut meremehkan di umumin bahaya corona di sebut membuat takut rakyat..terus harus gimana?ga liat amerika,italia,jerman ,inggris,prancis .mereka kewalahan. justru lebih enak membuat tenang drpd panik.

bams:
Percaya saja dengan penulis

Bersih bersih:
Kena PHP Jokowi atau geer ga kesampean? Nguakak dulu ah.... huahahahahahah
Jarang2 sih denger Jokowi php orang, jadi.... ah ntar sampe nungging lagi nih...huhahaha

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Jokowi Terperangkap Pembisik, Dekat Ujung Tanduk yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/jokowi-terperangkap-pembisik-dekat-ujung-tanduk-smkgpsRVAm

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: