You Now Here »

Viral! Mantan Wartawan Bongkar Kerjasama Media Dan DKI 1 Di Tengah Corona!  (Read 166 times - 112 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 22,923
  • Poin: 23.000
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




si memble:
Hmm, jika benar ini adalah wajah asli bbrp media maka yg dinamakan salah satu 'pilar demokrasi' itu ternyata integritasnya cuma selevel 'wani piro?'
Apakah suatu hari nanti, kita harus membaca reportase dari negara lain untuk tahu berita yg benar tentang negri ini ya? ????

FAUZi:
maka aku selalu bilang demokrasi (dan juga HAM) adalah the biggest bullsh*t

ABC:
Begitu mudahnya mengarahkan berita buat memprovokasi rakyat untuk menyerang dan mengacaukan negara sesuai arahan dan pemberian amplop, akankah sudah menjadi tradisi dan SOP dengan tidak mempedulikan akan dampaknya

Andy Wijaya:
Tv dan media lainnya sdh jarang aku tonton skr, gk berkualitas dan tdk mendidik

Mas B:
Reportase dan media asing pun, kalo kita hanya asal nelen sj tanpa cek dan re-cek hasilnya jg sama sj, kita disesatkan lewat media dg jalan lain. Masih ingat White Helmet cs dg propagandanya utk menghancurkan Suriah ?

Didi MJ:
Dewan peres ikut menikmati getarrrran wan kejut, demi fulus tidak peduli rakyat diadu domba dan dibodohi. Threesome yang dilakukan wan kejut, dewan peres, dan media sampah, telah menghianati nurani rakyat. Harus diberangus keberadaan ketiga pelacur berita itu!

Zero:
Ini juga hasil latihan getaran tnp kejut sob...
(click to show)


Didi MJ:
Wuiiih Dedy Corona eh Cobuset in action! ??? ??? ??? ???

Zero:
Ada gitu si Dedi Kolorna sama Dedi Kolbuntet?!?! ??? ??? ??? ???

Didi MJ:
Oh itu temannya wan kolor dan wan getar, eh jadi wan kolor getarrrr
??? ??? ??? ???

Parlindungan Panggabean:
Jurnalis dan media panggilan (pelacur) bebas sebebasnya pasca runtuhnya orba.
Yang paling fenomenal adalah media tv yang menyiarkan laporan QC pilpres 2014 untuk kemenangan capres jagoannya.
Besok2 bisa saja mereka kompak memberitakan betapa harumnya kentut si Abud ternyata dapat membasmi covid-19.
Tergantung sajen broh..

Bersih bersih:
Saya sudah pernah komentar membandingkan apa yg jurnalis dan redaksi serta pemilik medianya lakukan dg profesi lainnya: bukan.. bukan pelacur.
Lebih parah: ABORSI - melenyapkan nyawa dalam kandungan. Clickbait itu mirip aborsi, ada yg terbunuh sebetulnya, entah nama baik, entah niat baik, yg krn clickbait pandangan dan pendapat orang dibuat melenceng demi kepentingan yg bayar.
Redaksi bertindak spt Direktur klinik/RS yg tutup mata. Pemilik media mirip yayasan pemilik RS yg pura2 tdk tahu pdhal TKP kejahatan terjadi di lahan milik dia.
Mengharapkan organisasi profesi jurnalis (PWI & AJI) maupun organisasi media (Dewan Pers) melakukan check & recheck sama juga bohong - jawaban klise: anda punya hak jawab - tapi ya seperti ABORSI tadi korbannya sudah mati (reputasi atau nama baiknya). Polisi harusnya melihat kejadian2 ini dari sudut pandang ini: yang jurnalis dan media lakukan sekarang ini dg clickbait adalah ABORSI. Ga bisa ralat - korbannya sudah mati!!
Ada UU yg bisa digunakan utk memperkuat sudut pandang ini??

HolyGanZ:
Ini terlalu sadis, sudah terjadi hukum rimba di pers, pengawas pun ompong.

Catharina Rinie:
Jadi kemana perginya kode etik jurnalistik yang selalu dibanggakan selama ini...?

Bersih bersih:
Ditelan bumi? Menguap ke angkasa?
Yg membanggakan kan mereka2 sendiri, kalau mereka salah tinggal bilang kan pihak yg dirugikan ada hak jawab. Itu cerita lama waktu kesalahan adalah kecelakaan, lalu artikel yg keliru tadi dimuat lagi bersamaan dg hak jawabnya.

Sekarang ini kesalahan adalah kesengajaan (atas dasar wani piro) - karena kesalahan dimuat hari ini, hak jawabnya minggu depannya, selama seminggu sudah kadung kesalahan itu yg nempel di benak pembaca.

Makanya saya mau menegaskan jangan bangga - kalau aborsi sudah ga ada revisi lagi, sudah kadung mati!!

At Heist:
Terkecuali kalau judul beritanya diberi tanda khusus, agar pembacanya tahu kalau masih diperlukan konfirmasi pihak kedua.


Saya percaya masih banyak jurnalis yang memegang teguh kode etiknya dengan setia, tapi dengan kejadian begini, seharusnya mereka proaktif memberi kritik terhadap rekannya yang menjadi pelacur jurnalis tersebut, bukan mendiamkannya

Bersih bersih:
Dg logika demikian, seharusnya organisasi profesinya yg bersuara keras - tapi..... ya tahu sendiri kan.
Yg dosanya paling besar ya pemilik media lah, kalau pasukan ngawur ya Jenderalnya yg brengsek ato ngaco gitu kan. Kalau ada aborsi besar2an terus menerus, pelaku multipel, dan ybs diuntungkan, ya pemilik TKP nya yg paling bersalah.

At Heist:
bukan pemiliknya sob, tapi pemrednya sebagai penanggung jawab

ABC:
Kalah dengan fulus pesanan dari para mafia

piter:
Wartawan amplop karena media kurang iklan, sang wartawan terima jatah haram untuk berita yang sesuai dengan skenario sang Boss. Jelas wartawan2 ini buta mata dan buta hati dan kurang nalar dan tidak ada yang tanya kenapa korban DKI yang diumumkan berbeda dengan informasi pusat. Seharusnya di klarifikasi ketika suara itu bergetar dengan pertanyaan yang gelagar, sayang amplop haram sudah menyumpal otak dan nuraninya. Mudah2an wartawan amplop di mualiakan oleh sang boss tapi dilaknat oleh Allah.....

lexy:
uu pers perlu direvisi ibaratnya pers sekarang sama seperti  kpk sebelum undang2nya di revisi,nyaris tak bisa disentuh

pers yg tak bisa disentuh sebetulnya bahaya juga buat demokrasi

Zero:
Mana nih suara Dewan Pers...?!?!

Parlindungan Panggabean:
Maaf.. dengan suara bergetar saya menjawab.. mereka sedang melacur.!!

Zero:
????‍♂️? ??? ??? ?????

Santai Saja:
Jika Kebebasan Pers adl salah satu pilar demokrasi, sedangkan partai adl Pelaku Demokrasi, apakah tidak perlu dipikirkan sebuah sistem atau aturan yg mencegah kepemilikan media di tangan politikus. Apalagi dimiliki oleh ketua partai

HolyGanZ:
Memang perlu, tetapi lebih perlu pelaksanaannya, implementasinya, pemilik boleh lain, kalau tidak bisa netral ya sama saja. Komitmen Dewas yg perlu.

Abyudaya Dakara:
belang nya pers nasional apa iya,,, smua nya bisa dibeli? ??? mungkin ini jaman udah berubah dan terbalikdari jaman hari hari omong kosong.... mungkin dewan pers nya kecipratan ,,, kaleeee? ???

sumsumMerahPutih:
itu kliatan yg kompak tampilin suara bergetar media yg sudah dibeli..

Mas B:
Kalo hanya teguran, mereka bisa berlindung dg menggunakan Kebebasan Pers sbg dalih dan teman-2 mrk di Dewan Pers, dan itu sudah berulang kali. Lihat saja media "Tempe" cs. Sudah waktunya Pemerintahan JKW lebih tegas kpd media-2 tsb !

mbladus ah:
MEMANGGIL KPI

deetopia:
Padahal kalau mainnya cantik dikit bisa nggak ketahuan, lho. Misalnya untuk menggambarkan rasa haru dan sedih bisa dibuat, menundukkan kepala, airmata menetes, alis melengkung ke bawah... Apa kek... Lah ini bibir bergetar semua... Komplak.

Kurara:
Yup, mereka sudah terlalu malas bikin judul baru. Jangan bilang isinya copas jg?

Nasrullah Alhadi:
Membuat saya tdk percaya lagi sama wartawan, lalu bagaimana dgn seword? Apakah bisa dipercaya 100%...?

??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ???™️ ✅:
Menurutku Seword malah lebih aman. Walau tulisannya opini pribadi si penulis bukan tulisan wartawan, dan kadang isi tulisan penulis yg satu dgn yg lain bisa bertolak belakang. Setidaknya kalau misalkan seorang pembaca tahu itu hoax, kita bisa komentar spt ini.

rashid netz:
Mantap tulisannya mbak mudah2an di cc ke istana dan menkominfo. Apakah menkominfo tdk punya wewenang menertibkan praktik2 kotor spt ini mumpung ada whistleblower. Kalau dewan pers tdk menertibkan yg semacam ini berarti membiarkan warga 62 setiap hari dicekoki hoax dan propaganda. seharusnya menkominfo segera turun tangan.

komen ahh:
menkominfo aja bosnya ketua partai pemilik media~

GNR2018:
Harmoko....ohhhhhh....harmoko .....kami rindu gayamu....."sesuai dgn arahan presiden" ( dlm arti yg benar )

Akbar-NM:
Wan getar, sampai ranjang pun dpt julukannye, ntah apalagi yg muncul nanti, terakhir sih ane harap gelarnye wan apes atau wan gabut atau wan ngimpi hahahah

Muhammad Azwari:
berarti sudah jadi perdagangan berita ada untung rugi dan pembagian lapak ..naudzubillahmin zhalik

Alex R.:
Makanya aku selalu cross check sama tulisan di Seword untuk mencari berita dibalik berita. Media nasional baik TV, majalah , surat kabar maupun media online semua merupakan lembaga bisnis yang menyingkirkan idealisme dan integritas demi cari untung. Mereka sama saja dengan pelacur siap memberikan pelayanan sesuai tarif yang disepakati. Semoga Mas Alif tetap teguh mempertahankan idealisme Seword ditengah derasnya godaan dan iming-iming yang begitu menggiurkan.

nihayatur rohmah:
Aammiin? ??? ??? ??? ??? ???

hadi:
Mungkin para jurnalis menulis beritanya berdasarkan press release, dan kata yang sama itu (bergetar) dianggap dipilihan kata paling seksi untuk ditampilkan.

Wanda Bagus Sebastian:
Media bergetar, amblas iklannya. ????

Lanina:
Celengan bergetar, duit nya kluar sih....

Idris Sudjono:
wartawan juga manusia . butuh makan ..
jika angka sama . berarti data dan sumber valid ...

biasanya sebelum ada pidato penting .. ada selebaran untuk mendukung peliputan .



Pihak yang buat hoak harus bertanggungjawab

firman proindo:
Toh Dosanya bisa ditebus dengan amal ibadah dan zikir ??? ?????

enzo:
Sungguh kasihan keluarga mereka.....!

Teha Sugiyo:
Gusti ora sare. Apa yang ditabur para jurnalis, itulah yang akan dituainya kelak... ikut bergetarrrr rrr...

Fauzan in chains:
Ohh ini yg gw suka denger istilah jale2 itu bukan ?? Profesi lu sih keren n intelek tp doyan duit haram, masih berkah tukang sampah kalo kayak gitu

Aryk:
paling tida wartawan & media yang bersangkutan telah sukses menumbuhkembangkan Jahiliyah - Jahiliyah Haram jadah yang akan memporak porandakan bangsa & negara juga anak - cucu beserta turunannya seperti yg terjadi di Irak - syriah- ISIS - Afganisthan  sono.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Viral! Mantan Wartawan Bongkar Kerjasama Media Dan DKI 1 Di Tengah Corona! yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/viral-mantan-wartawan-bongkar-kerjasama-media-dan-o2ogSExYfi

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: