You Now Here »

Di Mana Etika Garren Saat Sebut Pdt Stephen Tong Engkong?  (Read 419 times - 39 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 23,429
  • Poin: 23.506
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Di Mana Etika Garren Saat Sebut Pdt Stephen Tong Engkong?
« on: April 08, 2020, 08:32:59 PM »




Abyudaya Dakara:
Bp.Stephen Tong,,,Pendeta karismatik tpi bukan dr gereja karismatik
Karisma nya emang gak bisa diragukan lagi,,,, Orang nya keras,, tapi buat kebenaran,,, wajarlah kalo smpe dia marah, karena Gereja kemakmuran yg ada sekarang emang udah kelewatan mabok ama bahasa Roh,,, persis kaya orang kesurupan,,, Para pendeta nya bisa dengan enteng bilang udah ke Surga dan mampir ke neraka,,,, entah apa yang mau dibeli di surga dan neraka??
Yg jelas kasat mata gereja2 makmur sdh lupa dgn Tugas mulianya  "menginjil sampai ke daerah minus"

Wenas:
Weleh...baru tau nama bocah ini dari artikelmu sob penulis...
Kalo Bp.Stephen Tong sih kesohoran nya udah level dunia...
bahkan kalo jadi pembicara di LN bukan di kalangan org Indo...pendengar real org luar beneran...sampai di juluki John Sung nya Indonesia
Beneran melampui batasan bangsa2
Seorg Theolog dgn pengetahuan yg sangat mendalam comprehenaive
Orator hebat...sangat berintegritas + setia pada kebenaran Injil dlm hidup - keluarga & pelayanannya

??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ???™️ ✅:
Tapi jujur saja kalau aku tidak suka orasi model dia. Menurutku 11:12 dgn Christian Prince. Mudah2an saja makin berumur semakin kalem dan sabar.

Wenas:
Masing2 pengkotbah pasti punya style masing2...(i know u know & believe u r expert in this )
Diantara orator2 (pengkotbah Kristen) top indo Bp.S.Tong menurut ku ada di dalam best top 5..yg bertahan hingga sekarang
Rasanya dah makin kalem & sabar dibandingkan dulu...& rasanya dia (tahu) tidak perlu menyenangkan kuping pendengarnya utk bicara FT pun tak terlalu perlu ubah gaya 100%
GBU Bp. Pdt.(Engkong) Stephen Tong kiranya masih diberi kesempatan terus melayani

??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ???™️ ✅:
Iya sob, sepertinya boss punya rencana sendiri, mungkin itu proses pembelajaran & penyempurnaan diri kita. Afaik, andai saja semua kesalahan perbaikinya harus dibentak, dihukum, dicerca, dimaki "Anjing ! ular beludak !"... pastilah orang yg tertangkap basah berzinah gak akan bisa pulang ke rumah tapi ke kuburan.

Aku pernah ikut spik, tapi blm pernah ada kesempatan ngobrol dgn engkong. Andai saja ada kesempatan, aku cuma mau bertanya 1 pertanyaan. Pertanyaan sama yg pernah aku tanyakan dulu pada seseorang rektor & dosen sistematik : "Apakah engkong yakin 100,0% kalau apa yg engkong bicarakan semuanya mutlak benar ?". Aku penasaran mau tahu jawabnya.

Imho, kebenaran itu penting, kebijaksanaan juga penting, kasih juga penting, dan sialnya susah memahaminya (komprehensif) lebih susah lagi melakukannya (proporsional). Benar kata engkong "Jadi manusia itu susah, lebih enak jadi monyet."

May God save us all. Take a good care of your self my friend :)

Wenas:
Iya sangat setuju...anyway tidak ada seorgpun yg bisa klaim 100% Alkitabiah dalam praktek - teologi - doktrin.
May God save & bless Indonesia...& kita semua

Leo Nardo:
Kalau boleh saya mengklaim, saya boleh bilang Pdt. Dr. Stephen Tong ini merupakan Billy Graham nya versi Indonesia yang konsisten menginjili Indonesia.

Santai Saja:
Saya belum pernah ikut khotbah Pendeta Stephen Tong, pun belum pernah mendengar Pendeta Garden.
Tp apa salahnya Pendeta Muda mendebat pendeta yg senior. Krn baik itu pendeta muda maupun yg senior sama2 manusia, yg bisa salah bisa benar, tanpa memandang usia.
Kalau boleh jujur, kita diwariskan dunia yg kacau balau oleh generasi sebelumnya, dan generasi2 sebelumnya. Apakah kita tidak bertanya2, selama ini apa kerjaan generasi2 sebelumnya shg dunia kacau balau. Apakah mereka yg senior itu jauh lebih benar drpd yg masih yunior. Jika memang lebih benar, kenapa saat ini kita diwarisi dunia yg kacau balau.
Mungkin sdh saatnya kita orang2 muda mencari jalan sendiri, out of the box, drpd mendengarkan generasi sebelumnya yg telah mewariskan dunia yg kacau balau itu.

??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ???™️ ✅:
Itu benar, manusia memang bisa salah... Pertanyaannya : Dia mendebat orangnya atau kata2nya ? Itu 2 hal yg berbeda.

Menusia bisa salah, tapi yg namanya "kebenaran" itu tidak bisa salah. 1+1=2 itu tidak akan pernah berubah sampai kapanpun bukan ? Apa menurutmu kita harus ubah 1+1=2 karena dunia makin kacau ? Apa mau mencoba ubah "kebenaran" ? Mencoba mengubah Hukum Alam ? Mengubah wahyu ?

Menurutku sederhana aja, dunia makin kacau, makin rusak, dll... karena memang sudah hukum alamnya begitu. Tidak ada hubungannya dgn orang muda / orang tua. Coba check hukum Thermodinamika (fisika) tentang Entropi : Segala sesuatu dalam keadaan normal (tanpa energi dari luar), akan cenderung menjadi tidak teratur. Misal Es mencair, manusia mati, segala sesuatu akan rusak, dll... Itu sebabnya,

Justru sejarah membuktikan, orang2 yg muda yg merasa diri superman soal "kebenaran", 99,9999% itu gak beres. Pernah dengar cerita di berbagai tempat, ada orang2 yg mengaku dirinya nabi abad 20, mendapat bisikan macam2... tiba2 mengajak pengikutnya minum racun ? Apa macam ini yg out of the box buatmu ?

Menurutku sih begitu... mungkin saja aku salah (aku kan manusia juga),
Sebaliknya kamu bisa salah gak ? hehehe... Lets think about it together, ok?

Santai Saja:
Sederhana.
Di dunia ini, dan selama masih di dunia, gak akan ada kebenaran mutlak. Tidak ada satupun manusia yg bisa menyatakan ada kebenaran mutlak. Dulu jutaan tahun manusia menganggap bumi datar dan pusat tata surya, lalu ada anak muda yg mengatakan bumi bulat dan mengelilingi matahari. Anak muda ini lalu dibunuh Krn jika keyakinan ini menyebar maka akan mempengaruhi dominasi agama atas keyakinan manusia.

Jika orang2 beragama menyatakan bhw hanya melalui agamanya saja adl jalan kebenaran nya, apakah orang2 yg tidak beragama akan tidak terselamatkan. Manusia sdh hadir dimuka bumi ratusan ribu tahun, bahkan jutaan tahun, agama yg kita kenal sekarang hanyalah berusia 2rb tahun. Apakah ratusan ribu jutaan tahun manusia sebelum 2rb tahun itu akan hancur semua krn tidak beragama spt kita?
Apakah kita pernah berpikir seandainya kita lahir di daerah yg tidak kenal agama, yg tanpa agama, apakah kita akan binasa dan hancur spt keyakinan orang2 beragama?
Pendeta2 jaman sekarang menikmati segala kemudahan hidup. Pernahkah membayangkan, dahulu kala Pendeta2 seperti ini ada di jaman nya. Lalu ada seseorang anak muda yg gak sekolah datang menantang mereka, anak muda ini mengobrak abrik tempat berdoa jemaat mereka, dan anak muda ini mengobrak abrik apa yg selama ini sdh menjadi keyakinan semua orang, yg mungkin sdh ratusan atau ribuan tahun menjadi "kebenaran"; lalu dengan segala cara anak muda ini akhirnya dibunuh. Setelah 2 ribu tahun, anak muda itu kita kenal sbg Yesus.
Think about it.
Saya jg bisa salah krn saya manusia, ttp saya tidak mau mengikuti pendapat atau keyakinan orang lain, walaupun dia pendeta senior dg audience jutaan. Krn saya lebih memilih meyakini kebenaran yg saya yakini sendiri tanpa harus mengikuti apa yg kebanyakan orang yakini. Krn kebenaran yg hakiki bukan ditentukan oleh jumlah orang yg percaya. Kondisi ini sdh dicontohkan oleh anak muda bernama Yesus yg mengajarkan kebenaran tanpa pernah sekolah menjadi pendeta spt imam2 Yahudi saat itu.
By the way, imam2 Yahudi dan kepercayaan orang Yahudi masih ada sampai saat ini, hidup berdampingan di dunia yg sama yg kita diami saat ini.
Jadi, kebenaran itu apakah makna sesungguhnya?
Jawabannya ada di nurani masing2. Tempat dimana Tuhan berkomunikasi dengan manusia, dengan setiap orang, baik dia beragama maupun tidak. Tuhan ada buat setiap orang tidak perduli agamanya apa.
Itu kebenaran yg saya yakini, dan kebenaran dr Tuhan selalu universal, tidak hanya untuk segolongan orang yg mengatasnamakan nama Tuhan dengan membentuk kelompok bernama Agama. Bahkan Yesus pun pada saat itu tidak beragama, dan Kristen berarti pengikut Yesus. Namun agama Kristen bukanlah dibangun oleh Yesus.
Kira2 demikian pemahaman saya. Yg bisa benar bisa salah.

??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ???™️ ✅:
Aku setuju sob juga boleh obrak abrik kalau merasa diri sama dan setara seperti anak muda bernama di atas. Beranikah ?

Tidak mau mengikuti siapapun yak... Selamat belajar Ibrani, Yunani, Aramaic. Good luck sob :)  Cuma iseng2 mampir, sekarang aku mau kembali ke Covid.

Santai Saja:
Hahahahaha, bukan saya gak berani. Gak penting.
Semua orang mau beragama, mau gak beragama ya sama aja. Gak akan ada pengaruh.

Tp sdh banyak orang2 yg obrak abrik agama yg ada. Sdh banyak orang yg tidak mau beragama saat ini. Dan jumlah nya semakin hari semakin banyak. Mereka semua menjadi lebih bahagia krn tidak mengenal lagi konsep dosa (yg sesungguhnya sdh dihapus oleh Yesus). Dengan tidak mengenal konsep dosa, maka manusia tidak akan ditakuti oleh neraka atau khawatir gak masuk sorga. Semua orang setelah mati sdh dijamin akan kembali ke dunia Tuhan, krn semua manusia memiliki ruh Tuhan, dan ruh Tuhan ini akan kembali ke Tuhan sth manusia mati.

Agama gak penting di mata saya, ngapain saya cawe2 untuk obrak abrik kepercayaan yg bagi saya bukan sesuatu yg penting untuk hidup saya

??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ???™️ ✅:
Aneh,... atheis tapi ngurusin agama, surga & neraka. Merasa dirinya pandai bisa paham semua tentang Tuhan, padahal virus corona aja gak paham. Bilang agama gak penting tapi koment soal agama. Kalau diajak bicara filsafat, logika dan epistemologi, buntutnya ngamuk. Semua atheis sama, gak logis hahaha...

Up to you sob... aku hormati hak tiap orang menentukan pikiran & hidupnya. Lets go back to Covid, peace

Santai Saja:
Maaf, sekali lagi saya harus luruskan.
Saya seorang Katholik (terserah bagi yg tidak mau percaya statement saya), ttp saya tidak percaya kepada agama Katholik 100%, TDK percaya kepada Pastor 100%. Saya tetap Katholik krn saya menghormati istri saya dan menjaga anak2 saya dr sosial belaka.

Ttp saya percaya kepada Tuhan. Dan saya yakini yg berasal dr Tuhan akan selalu dan mutlak bersifat universal.
Agama tidak bersifat universal. Well, tidak seluruhnya. Namun saya meyakini bhw semua yg ada di dunia berasal dr Tuhan, termasuk "agama". Namun ada batas ktk agama menjadi ciptaan manusia.

Dimanakah batas agama berasal dr Tuhan dan ciptaan manusia: batasnya adl kepentingan. Ktk ada dlm suatu ayat yg tidak bersifat universal dan ada kepentingan dunia di dalamnya (contoh haram halal, perpuluhan dll), maka itu berasal dr Manusia.

Orang Beragama belum tentu mengenal Tuhan yg sejati. Orang tidak beragama belum tentu atheis, dan belum tentu tidak mengenal Tuhan yg sejati

Bersih bersih:
Yang muda wajib bertanya, tapi jangan mendebat, karena otomatis salah menempatkan diri - percayalah. Begitu anda siap debat, yg dicari hanya celahnya - bahan utama yg harusnya jadi pembelajaran mendadak bukan lagi fokusnya.
Lagian mendebat orang yg lebih tua, bicara pengalaman saja sudah jauh beda, berurusan dg umat yg ruwet dg segala komplikasi keimanan sudah pasti memperkaya seorang pemimpin umat dalam berbagai aspek, apalagi yg levelnya berteman dg Presiden, cakupan pandangannya sdh jauh beda.
Tapi sederhananya gini lah kalau soal menghormati orang tua: hidup kalian yg masih muda belum tentu bisa mencapai umur orang tua itu. Bisa sih didebat kalau yg muda lebih aktif dan banyak pengalaman belum tentu kalah dg yg tua - ya balik lagi, siapa orang tua yg sedang dibicarakan itu!!

Fsasosi:
Di Mana Etika Garren ? Saudara penulis harus banyak ber-bahasa roh utuk mengetahuinya.... hahahahahahallelluyah !

Manuel Mawengkang:
Ide bagus.  Wkwkwkwk

Santai Saja:
Satu lagi:
Saat itu yg menjadi "musuh" Yesus adl Imam Yahudi, yg mengompori Tentara Romawi untuk menyakinkan Yesus.

Setelah 2 ribu tahun berlalu, Imam Yahudi tetaplah ada. Bangsa Yahudi tetap tidak beragama Kristen.

Dlm kitab suci disebut bhw bangsa Israel adl bangsa pilihan Tuhan. Artinya Tuhan memilih bangsa Israel sbg bangsa pilihan sejak awal, tanpa memandang agama Bangsa Israel maupun tanpa menyebut bhw bangsa pilihan Tuhan adl bangsa yg mengikuti Yesus.

Apakah ada yg membantah itu?

Dunia yg kita diami saat ini sesungguhnya ada di dalam "kekuasaan" orang Yahudi. Sistem keuangan dunia, sebagian besar teknologi, sebagian besar hadiah Nobel, sebagian besar Patent, adl dikuasai oleh orang2 Yahudi. Bank Sentral di hampir seluruh negara, baik itu yg negara Demokratis maupun negara Islam, mayoritas dimiliki oleh segelintir keluarga Yahudi. Beruntung bangsa Yahudi tdk dikenal sbg bangsa yg ingin menjajah dunia, ataupun menjadikan orang lain beragama spt agama mereka. Tidak ada dlm benak orang Yahudi untuk melakukan spt kristenisasi maupun islamisasi atau menguasai suatu negara spt kerajaan Romawi, dll.

Dengan kekuatan ekonomi orang2 Yahudi, mereka bisa menguasai dunia, ttp orang2 Yahudi duduk manis jauh dr keramaian namun sejatinya merekalah penguasa dunia saat ini. Apakah itu berarti mereka adl bangsa pilihan Tuhan?
Terserah penilaian anda

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Di Mana Etika Garren Saat Sebut Pdt Stephen Tong Engkong? yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/spiritual/di-mana-etika-garren-saat-sebut-pdt-stephen-tong-RCVjpNjOSZ

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: