You Now Here »

Ventilator Karya Anak Bangsa Siap Hadapi Corona. Kaum Nyinyir Bikin Karya Apa?  (Read 339 times - 58 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 22,923
  • Poin: 23.000
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Tony Gede:
Kereen....

Di Indonesia banyak orang pandai sebenarnya.  Kalau kepandaiannya digunakan buat membantu orang lain seperti ini, saya salut banget...

Mantap, teruskan...

San Tuy Wele Wele:
daripada oknum yg pandai korupsi haha

Aji Soko Santoso:
Wah, usaha anak bangsa untuk membuat ventilator produk sendiri patut dikagumi! Saya salut!! Artinya kita tidak kalah dengan para insinyur GE dan Ford yang diperintahkan Trump untuk memproduksi ventilator.
Orang yang nyinyir akab tetap nyinyir, menghabiskan hidup mereka untuk mengeluh, mengritik tanpa solusi dan tak mau berpeluh. Bila mereka tidak berbuat apa-apa dan tidak menerima, biarkanlah mereka meneruskan hidup mereka yang tak ada tujuan pasti, hanya mengejar impian semata dan tidak ada kehormatan maupun pencapaian pasti.

Roedy Siswanto:
Ini ringkasan dari postingan hasil Tim *Liu Liang* (prof. forensik di Tongji Medical College). 

Profesor *Liu Liang* membedah dengan hati-hati tubuh pasien corona yang baru meninggal.   
 Tanpa itu kita tidak akan pernah tahu kebenaran yang mengejutkan.
 "Laporan Pengamatan Umum Anatomi Korban Meninggal karena Pneumoonia virus Corona " yang diterbitkan dalam Journal of Forensic Medicine,  bahwa ada cairan kental abu-abu di paru-paru almarhum, lendir putih berbusa di rongga trakea, dan rongga bronkial paru-paru.  Lendir yang seperti jeli itu melekat kuat.
 Cairan kental inilah yang menghalangi alveoli, memblokir saluran udara, memblokir paru-paru interstitial, memblokir tabung bronkial, secara bertahap membiarkan paru-paru kehilangan fungsi ventilasi , membuat pasien dalam keadaan hipoksia, dan akhirnya mati karena gagal napas.
 Cairan kental ini merenggut nyawa pasien Corona dan membuat mereka menderita pada saat-saat terakhir kehidupan mereka: ketakutan mereka mencapai ekstrem, mereka berjuang seperti  tenggelam dlm sumur, berteriak "tolong", mereka  dipenuhi dengan keputus-asaan dan rasa sakit, mereka terengah-engah, bahkan jika mereka memakai masker oksigen dan ventilator, mereka tidak dapat menghirup oksigen.
 Mengapa mereka tidak bisa menghirup oksigen dengan dukungan ventilator?  Karena cairan kental itu menghalangi jalur oksigen.  Jalannya tidak bisa dilewati,  sejumlah besar oksigen dihirup, tetapi penyumbatannya tambah meningkat. Oksigen tidak dapat disalurkan ke dalam darah, dan akhirnya mereka tercekik oleh cairan kental ini.
 Oleh karena itu, Profesor Liu Liang menunjukkan bahwa penggunaan alat ventilator oksigen secara buta tidak hanya gagal untuk mencapai tujuan tetapi bahkan mungkin menjadi kontra-produktif - tekanan oksigen akan mendorong lendir lebih dalam ke ujung paru-paru, sehingga semakin memperparah keadaan hipoksia pasien.

 Dengan kata lain, pengobatan Barat hanya melihat hipoksia pasien, tetapi tidak melihat penyebab di balik hipoksia pasien.
Cairan kental ini disebut dahak, harus ditangani sebelum memberikan oksigen, jika tidak, berapapun banyaknya oksigen disalurkan juga akan sia-sia.

Kita hanya perlu membuka saluran udara ini, menghilangkan dahak, menghilangkan kelembaban, membiarkan alveoli mengering, dan membiarkan bronkus  halus lancar dan tidak terhalang, dengan demikian tidak diperlukan ventilatoroksigen sama sekali, pasien akan pulihkan fungsi paru-paru sendiri, dan ia akan menghirup oksigen dari udara.

Jadi sebelum memutuskan untuk memakai Ventilator , tegakkan dulu Diagnosisnya .

Aji Soko Santoso:
Menarik sekali!
Saya sudah membaca berita mengenai penelitian Prof.Liu Liang seperti komen Anda.
Nampaknya temuan ini diperkuat oleh Dr.Luciano Gattinoni dari Universitas Kedokteran di Gottingen, Jerman dalam laporannya mengenai penanganan pasien corona yang menderita gagal nafas di Italia Utara dalam American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine bulan Maret lalu.
Dr.Gattinoti menganjurkan untuk meninjau pendekatan yang berbeda untuk pasien corona yang kritis.
Kemudian Dr.Nathalie Stevenson dan Prof.Gary Mills dari NHF Foundation, Inggris memberikan pandangan bahwa corona merupakan penyakit baru dan membutuhkan penanganan yang berbeda dari gagal nafas biasa. Hal ini dicatat dalam interview oleh Medscape UK.

Ventilator tidak bisa disingkirkan sama sekali dalam hal ini, namun alternatif lain seperti CPAP dalam ruangan bertekanan negatif mungkin dapat dipakai.

Semoga bisa membantu

Roedy Siswanto:
Terima kasih pak Dokter. semoga banyak dokter terutama Spesialis Paru yg mau meluangkan waktu membaca jurnal jurnal terbaru sehingga bisa melakukan pengobatan yg lbh baik . Kebiasaan di kita , begitu hipoxia langsung dah Ventilator , apalagi ditengah wabah yg membuat mereka sangatlah sibuk, sehingga   seringkali tanpa koordinasi dengan Radiologi misalnya untuk bisa lebih menegakkan diagnosis.

Tony Gede:
Bedanya ventilator sama CPAP di ruangan bertekanan negatif itu apa om?

Akbar-NM:
Ane penderita asma, pas kambuh biasanya diawali batuk berdahak, sama dokter dikeluarkan dl dahaknya, br dpasangin oksigen, mnrt hemat ane komen om pas sptnye klo emang yg dihambat virus jln oksigennye

Roedy Siswanto:
Terima kasih om

San Tuy Wele Wele:
wah ini mungkin info yg bisa jadi terobosan.. semoga corona cepat2 punah dgn info ini

Roedy Siswanto:
Semoga sob ...dan team medis bisa menegakkan diagnosisnya dng baik.

Emak Kepo:
Adakah postingan ini viral di lingkungan team medis penanganan kasus corona? Apapun itu semoga menjadi referensi dalam tidakan selanjutnya

Roedy Siswanto:
Saya meyakini sudah mbak . Hanya memang tidak banyak dokter kita yg punys literasi kust seperti mas Dr.Aji Soko Santoso .

Tony Gede:
Gimana caranya menghilangkan cairan kental lengket begini dari paru2 om???  Ada alatnyakah?

Roedy Siswanto:
om Tony , komentar dibawah dari mas Aji Soko Santoso yang aku yakini seorang dokter ini sangatlah bagus sekali ...semoga banyak dokter yg menangani Pasien Covid 19 bisa berpikir seperti beliau .

Roedy Siswanto:
Pakai suction pump low pressure om

Wiroduasatudua:
Keren mbak.......

Stevanes Ariffin:
Kaum nyinyir ya bisanya nyinyir atau bikin hoax Jeng...

San Tuy Wele Wele:
kita adalah bangsa yg besar..
makin kepepet kita, justru makin baik, potensinya karena makin besar dan jayalah bangsa kita.. kita akan jadi super kreatif melawan semua yg merintangi bangsa kita..
Indonesia, tetap semangat perang lawan corona!

Oen:
Tunggu ntar propbotol eh kompresor dari universitas/alumni 212 akan buat peropokator pentilator dari toa wuahahaaaaaaa

San Tuy Wele Wele:
hahaha bisa aja

asem kecut:
Respek dan angkat topi untuk anak anak bangsa yang berintegritas tinggi dan saling bahu membahu untuk memerangi covid 19 mantul dan inspiratif untuk penutup artikelnya

San Tuy Wele Wele:
gue gak pakai topi.. jadi gue angkat jempol aja deh hehe

asem kecut:
Boleh .. boleh ..  ???? (ikutan ahh)

Kurara:
??? ??? ??? ???

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Ventilator Karya Anak Bangsa Siap Hadapi Corona. Kaum Nyinyir Bikin Karya Apa? yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/ventilator-karya-anak-bangsa-siap-hadapi-corona-OH29a6ktpb

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: