You Now Here »

Apa Nasib Rakyat Kecil Kalau Semua Pekerjaan Diambil Oleh Robot Dan AI?  (Read 173 times - 62 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 23,080
  • Poin: 23.157
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Leo Vargaz:
Negara agraris dan maritim, yang petani dan nelayannya tidak bisa menjadi penentu kebijakan harga. Koperasi menjadi salah satu opsi patokan harga. Hapus praktek percaloan.
Yang tidak paling penting, penegakan hukum. Pembatasan pengelolaan dan kepemilikan lahan harus konsekwen, bagi yang melanggar harus diberikan sangsi setimpal. Fakta lahan kelapa sawit ratusan ribu hektar dimonopoli segelintir cukong, adalah salah satu contoh.
Negara Indonesia yang kaya tapi sayang banyak yang bermental korup, dan penegakan hukum yang belum sepadan. Mirip filem2 mafia di Amerika yang menggambarkan kondisi tahun 1930an, hampir seluruh element penting negara diatur para mafia. Pejabat yang korup dan menerima suap.
Harus ada revolusi dibidang hukum, koruptor dimiskinkan dan dihukum mati.
Kekayaan negara harus benar-benar dinikmati seluruh rakyat, bukan hanya dibebani pajak dan dimanfaatkan untuk pilkada/pilpres.
Inilah tugas pemerintah agar rakyat Indonesia merasakan adil makmur dan tidak kuatir dengan modernisasi, tapi menjadi bagian yang menikmati modernisasi tersebut. Menjadi majikan di tanah tumpah darahnya.

Tony Gede:
Setuju.  Praktek korupsi dan mafia elit ini memang harus diberantas habis2an agar rakyat bisa sejahtera.  Praktek ini sudah terlalu berurat berakar.

Aan Widjaya:
Betul mas.
Ini salahnya pemerintahan sejak dulu, mestinya pertanian-perkebunan-perikanan dikerjakan petani dan nelayan bukan perusahaan, jadi ada batasnya dan terhindarkan urbanisasi yang makin masif ke kota besar sehingga menimbulkan orang miskin baru di kota itu. kalau misalnya harus dikelola oleh perusahaan besar, maka perusahaan itu harus go piblic dengan saham kepemilikan dibatasi 10% sisanya dijual ke masyarakat.

Rosita:
Tidak akan selalu demikian, kalau RI dipimpin oleh bukan seperti yang "now", jangan kuatir, tidak pernah aka terjadi. Malah disengajakan untuk pekerja manusia.

Robin:
Konsep koperasi sendiri sebenarnya merupakan konsep yang sudah cukup lama, kalau tidak salah Moh. Hatta juga dijuluki Bapak Koperasi.
Secara teoritis saya setuju dengan tulisan Om Tony di atas
Namun dalam pelaksanaannya, tak jarang koperasi harus kembang kempis bahkan banyak yang tutup. Hari ini malah saya membaca koperasi simpan pinjam Indo Surya tersandung kasus gagal bayar ke nasabahnya..
Apakah koperasi masih bisa dianggap konsep yang ideal? Seharunya masih bisa sih dengan catatan menerapkan akuntabilitas dan transparansi yang sayangnya saya belum melihat realisasinya di lapangan misalnya berupa kebijakan menteri.. soal koperasi ini mungkin masih perlu pembahasan lebih mendalam disesuaikan dengan era digital saat ini.

Tony Gede:
Saat saya bicara tentang koperasi, saya melihat dari sudut pandang global.

Koperasi itu bukan hanya ada di Indonesia. Tapi gerakan berskala internasional.

Dan kalau melihat kesuksesan gerakan koperasi di berbagai negara utk mengangkat harkat hidup rakyat kecil, koperasi masih tetap konsep yang ideal.

Asal penerapannya benar, dan perundangan serta penerapan gerakan koperasi Indonesia ini disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan kemajuan perkoperasian dunia.

Teknologi itu cuma alat.  Tinggal apakah rakyat kcil jg diberi kesempatan dan akses utk menggunakannya.

FAUZi:
Masalah utama adalah sebagian besar masyarakat kita tidak kreatif... tidak berani melakukan terobosan, hanya bertahan dengan pola dan konsep lama yang telah dikenalnya dan malas belajar.

Tony Gede:
Hal seperti ini memang problematik.

Tapi yg namanya inovasi itu bisa dimulai dri sebagian kecil org dulu sebagai pemantik.

Saat yg lain melihat kesuksesan yg dibuat, nantinya mereka jg akan bergabung.

bbhari:
Sistem koperasi bagus untuk pengumpulan modal dan pembagian keuntungan, namun tetap menerapkan prinsip pengelolaan moderen. Memang dengan revolusi industri 4.0 tenaga kerja manual akan sangat berkurang banyak tergantikan robotik dan AI. Jadi kemana tenaga kerja akan diarahkan? Industri kreatif (yang tidak mudah dicontek oleh robotik dan AI), antara lain industri pariwisata (mass, maupun spesifik), leisure, makanan yang kreatif, animasi, film, kebudayaan, kesenian, kerajinan, agro yang kreatif, dan masih banyak lagi. So don't worry, be happy, nanti juga dunia atau bangsa akan mencari ekuilibriumnya.

Tony Gede:
Tipe koperasi bukan cuma ada simpan pinjam saja.

Ada yg namanya koperasi pekerja, dimiliki oleh karyawan2nya.

Ada jg koperasi agraris yg dimiliki petani2 dan peternak.

Ada lagi koperasi multi pihak, yang bisa saja mempertemukan produsen dan pembeli sbg anggota koperasi.

Macam2.

Dan koperasi itu adalah bentuk perusahaan, yang setingkat PT.  Jadi level koperasi itu di atasnya UD atau CV.

Jelas punya potensi jadi besar, ga hanya buat UMKM melulu.

Maka pemanfaatan koperasi bukan hanya utk mengumpulkan modal saja.

Bisa macam2, tergantung tujuan anggota2nya.

Rosita:
Setuju

Alex R.:
Sistem ekonomi kapitalis yang diimbangi dengan konsep welfare state bisa mengurangi dampak ekstrim dari sistem tersebut. Contohnya negara-negara Skandinavia dengan pajak progresif, pendidikan gratis, kesehatan gratis, sistem jaminan sosial bisa membuat masyarakatnya sejahtera.
Soal robot dan AI pasti akan menggantikan banyak pekerja di seluruh dunia. Pada saat bersamaan teknologi tersebut menciptakan berbagai lapangan kerja baru dan profesi baru yang sayangnya kebanyakan tenaga kerja sekarang akan obsolete dan tidak akan bisa beralih profesi sesuai dengan perkembangan teknologi tersebut. Sebagaimana komputer menghilangkan banyak sekali profesi administrasi tapi melahirkan berbagai macam profesi baru di bidang IT yang tidak pernah ada sebelumnya.
Untuk mendesain dan memproduksi robot misalnya ada berapa tenaga ahli yang diperlukan? Mulai dari desain, produksi komponen, assembling, prototype, testing sampai tahap komersialisasi memerlukan spesialis dari berbagai disiplin ilmu dan teknisi untuk memproduksinya.
Salah satu aspek penting tentunya adalah dunia pendidikan untuk mempersiapkan tenaga kerja yang akan terjun mengikuti perkembangan dunia usaha.
Tapi juga ada sektor ekonomi yang sampai hari ini belum bisa tergantikan oleh robot. California sebagai daerah agraris lumbung pangan di Amerika yang juga markas perusahaan raksasa dibidang IT di Silicon Valley sampai hari ini belum bisa menciptakan robot untuk memetik hasil pertanian tertentu. Setiap tahun ratusan ribu pekerja musiman didatangkan dari Meksiko untuk memanen.
Begitulah kenyataan hidup, setiap teknologi baru pasti mengakibatkan pengangguran untuk yang tidak siap tapi juga menciptakan jenis spesialisasi yang membutuhkan pekerja dengan skill baru yang tidak pernah ada sebelumnya. Peran pemerintah tentunya mengurangi dampak negatif bagi kelompok masyarakat yang ketinggalan.

Tony Gede:
Justru makanya, daripada hanya sekedar memberi jaminan hidup, saya ajak pemerintah melangkah lebih jauh.

Sediakan akses permodalan agar rakyat kecil pun, terutama di pedesaan, bisa membangun usaha mereka sendiri.

Dan berkoperasi bagi saya adalah bentuk perusahaan yg ideal, karena mengajarkan konsep bekerjasama utk meningkatkan harkat hidup bersama.  Bukan bersaing saling mematikan supaya menang sendiri.  Konsep win win win.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Apa Nasib Rakyat Kecil Kalau Semua Pekerjaan Diambil Oleh Robot Dan AI? yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/ekonomi/apa-nasib-rakyat-kecil-kalau-semua-pekerjaan-A4ghE8VR2J

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: