You Now Here »

Kita Ini Manusia, Makhluk Sempurna  (Read 142 times - 71 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 22,941
  • Poin: 23.018
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Kita Ini Manusia, Makhluk Sempurna
« on: April 16, 2020, 04:02:00 PM »




Manuel Mawengkang:
Kontemplasi yang sangat dalam, menyakitkan dan menyayat. Saya ikut prihatin. Sulit jadi pemerintah...

Wanda Bagus Sebastian:
Turut berdukacita

Bersih bersih:
Jawabannya sederhana:
20 tahun awal kehidupan bangsa ini belum berhasil mencapai kestabilan, krn situasi dunia spt itu, di Amerika saja orang kulit hitam masih tdk bisa naik bis duduk di depan, lalu 32 tahun dijajah bangsa sendiri, oleh diktator paling korup sepanjang masa; kemudian 5 tahun reformasi dg usaha keras agar bangsa ini tidak terpecah, tapi hampir semua bidang lain jalan di tempat; lalu tambah lagi 10 tahun yg diharapkan ada kemajuan, ternyata hanya jadi kesempatan penguasa membangun dinasti yang dinista, juga berkembanganya aliran khilafah penghianat bangsa; baru 5 tahun kemudian ada seorang Pemimpin Besar, biarpun badannya kerempeng, yg mampu menyalurkan seluruh kekuatan dan kekayaan bangsa ini utk pembangunan yg Berkeadilan Sosial bagi Seluruh Bangsa Indonesia - inipun dg keberanian luar biasa menginjak semua bajingan masa lalu yg keserakahannya blm pupus padahal sdh untung banyak. Ini adalah tahun pertama di periode kedua Pemimpin Besar ini, lalu datanglah covid19 tapi beliau ini sangat berani dan bijak memutuskan yg terbaik utk bangsa ini di tengah2 gangguan bangsat2. Jadi kalau menjawab Mas Alif kenapa kehidupan rakyat kebanyakan msh menyedihkan, level pendidikan relatif rendah, pemahaman dan perilaku hidup bersosial yg mendukung kebaikan bersama msh jauh, ya korupsi gila2an puluhan tahun itu dan gangguan kadrun.

Kalau soal kesehatan dan kemana dokter2 hebat kita - salah satu alasan Dr. Terawan jadi Menkes yg diharapkan bekerja keras.
Pemahaman saya:
Jadi dokter itu mahal dan lama dan menguras otak (yg otaknya dikuras sebentar saja habis, jelas ga bisa jd dokter). Sebelum PTN harus swa sembada, orang2 kecil dari pelosok kampung, yg punya hati dan otak msh bisa jadi dokter krn SPP relatif murah, utk biaya hidup bisa ala kadarnya. Setelah PTN harus swa sembada, Fakultas Kedokteran yg ttp favorit adalah fakultas yg plg bisa menghasilkan pemasukan bagi PTN, jadi sejak saat itu punya hati dan otak sdh tdk menjamin bisa jadi dokter kalau dompet tidak tebal - jadi dokter adalah investasi besar yg harus diimbangi dg penghasilan besar jg di kemudian hari. Soal hati - yg naif saja yg msh mau jd dokter kampung.
Sisi lainnya - WKS (Wajib Kerja Sarjana) sejak 1991 sdh tdk otomatis PNS lagi - krn pemerintah tdk sanggup menanggung pensiun dokter lagi (hitung2an jaman msh diktator terkorup!), akibatnya 'koneksi' benar2 jd penyelamat mrk yg tdk mau ke kampung, tp msh ngotot mau spesialisasi. Pemda di kampung jg tdk krg akal, siapa yg bersedia PTT/kontrak kerja di kampung ada kesempatan spesialis. Blm lagi mulai 1990an sdh ada gerakan kadrun.
Satu sisi lagi IDI dan PERSI - dokter adalah profesi yang mulia - kalau pasien sembuh adalah karena jerih payah dokternya, kalau meninggal ya itu sudah suratan takdir. Tentu saja kebanyakan dokter adalah baik, tp tidak kurang yg sembarangan juga, bukan hanya dokter umum ttp jg spesialis, antara lain krn otak dan koneksi tadi di atas, tanpa hati berbasis investasi. Makin ke sini organisasi profesi ini akhirnya bukannya patuh pd konstitusi malah akhirnya takut pd konstituen! Bertanya peran PERSI: rata2 skrg pemilik RS adalah dokter!!
Karena itu dibentuk lagi Konsil Kedokteran Indonesia utk mengatasi keluhan pasien atas pelayanan kedokteran - jadi bukan ngadu ke IDI lagi. Tapi di sini pun beritanya tidak harum2 amat, belum2 sdh ada wacana disatukan dg tenaga pelayanan medis, lalu ada drama Jokowi pecat Prof Ilham (Ketua PD IDI aktif yg jd wakil IDI di KKI, dg lanjutan banding dan kasasi.
Lalu ke mana dokter2 hebat kita? Tunggu semua senior yg mempolitisasi dunia kedokteran/ kesehatan di Indonesia ingat kembali sumpah profesinya - kalau terpaksa lewat jalur hukum!!
Nanti biaya kesehatan naik lagi - kalau dokter2 di Indonesia harus bayar asuransi 'malapraktek' - ya kalau mmg harus demikian.
Spesialisasi basisnya otak dan hati, bukan hanya koneksi semata (pd kenyataannya skrg banyak spesialis tanpa otak!).
Sejauh malapraktek dan kematian pasien masih kehendak Tuhan ya ga akan maju2 - terbukti sudah banyak dokter spesialis yg sdh spt fasilitas khusus utk belajar... malah berakhir sara bin kadrun.

komen ahh:
pusing baca komen lu~

Sendiri Lagi:
Yang kita hadapi ini virus, cak... Bukan teroris. Jika metode PSBB, SD, PD mampu menangkal penyebaran wabah ini, maka patuhi saja. Jangan sok nekat melanggar himbauan pemerintah jika akhirnya nanti mati konyol. Dalam keadaan seperti inilah kita dituntut lebih kreatif menyiasati keadaan plus banyak-banyak berdoa semoga wabah ini cepat berlalu.

firman proindo:
Benar sekali biar gak sia sia usaha pemerintah dlm melawan penyebaran covid19

Flora Damayanti:
Koq sama ya? Beberapa jam yang lalu saya baru saja berpikir seperti itu. Saya ke dapur, ambil makanan, sambil berpikir, manusia itu makhluk sosial, kenapa gini-gini amat dikerangkeng di rumah sendiri. Mau sampai kapan? Sepertinya sebelum vaksin ditemukan, kondisinya bakal begini-begini saja, membaik sebentar, lalu memburuk lagi, PSBB lagi, sepertinya yaa....

valiant:
usaha saya tetap jalan walo agak sepi ...saya tetap buka seperti biasa walo agak sepi ... banyak kawan yg  bidang  usahanya sama dengan saya banyak yang tutup jadi di sisi lain banyak rejeki yg saya dapat ... bagi saya makan dan istirahat yang cukup, makan bergizi dan  rajin minum jahe ( jangan yg  janda heboh ) dan jauhi asap rokok ...kita pasti bisa libas corona

Depot Lezaat:
Jadi setuju Herd Immunity? (Pembiaran") biar seleksi alam saja selama ekonomi tetap berjalan... Yg tidak bisa beradaptasi(ketularan dan imun lemah)akan punah

komen ahh:
betul, natural selection karna pada hakikatnya manusia lah virus bagi bumi ini~

Wilner Singarimbun:
Argumen yg masuk diakal tapi memang biasanya mengaplikasikan opini itu tidak segampang mengungkapkannya. Saya baca komen2 di acara2 Debat tv,ILC dengan gampangnya menuliskan statement dan menilai orang lain. Yes kita mahluk sosial tapi udah apa yg anda lakukan sebagai mahluk sosial terkait covid ini? Melalui tulisan pak sob ini saya “mengajak” teman teman untuk terjun langsung menangani covid ini,daftarkan diri anda jadi relawan. Jadi relawan tidak harus medical base kan?kita bisa berada di banyak posisi utk memerangi wabah ini jadi tulisan ini akan bermakna karena mahluk sosial itu akhirnya aplikatif dan saya pribadi akan terbantu saat harus menangani pasien2 terduga covid karena tau bahwa saudara2 sebangsaku berdiri tegak didepan menghadapi wabah ini

Parlindungan Panggabean:
Saya sama gelisahnya dengan cak Alif.
Saya memilih berusaha membangun ketahanan diri melalui asupan makanan dan minuman, sambil tentu saja menjaga keamanan dalam berinteraksi sosial.

Fakta saat ini covid-19 memang telah membunuh banyak orang, tetapi ketakutan akan penyebarannya tidak boleh membunuh pikiran dan kodrat kita sebagai makhluk sosial. Lihat saja penolakan pemakaman jenazah korban covid-19, atau menyingkirkan secara sosial orang yang diduga apalagi yang positif terpapar virus tsb. Bukankah sikap seperti hal tsb sangat mengerikan.? Apakah kita sudah tidak lagi mampu bersiasat, meskipun untuk itu beberapa kebiasaan memang harus berubah.

Biarlah yang bergerak dibidang farmasi dan medis didorong berusaha keras, dan untuk itu harus diberikan penghargaan khusus.

Wen:
Bener mas.. kepikiran jg dr kmrn2.. yg sakit nya bbrp ribu.. yg terdampak ratusan juta orang.. yg diributin cuci tangan dan masker.. yg meludah dan buang ingus sembarangan ga dilarang?
Trima barang blnjan di cuci pke sabun.. aduh lebay bngt.. dengan bgni malah kekebalan tubuh bisa turun terlalu bersih ditmbh stress mikirin kpn beres ni s korona.. klu kumat lg..karantina lg?
Ada orng ga waras dilingkungan deket rmh.. sudah tua.. mkn seadanya.. tdr seadanya.. sehat2 aja tu mas..ga stress kynya dia..

Bintaro You:
semakin kesini kita jadi ngerti pilihan pemerintah memang sulit...sulit sekali...yg teriak lockdown tidak salah krn berasumsi klo ditutup cepat maka pandemi bisa cepat teratasi spt wuhan...itu teori dari pihak2 yg kelas menengah atas...toh china yg skrg membuka jg tertular kembali..jd isolasi beres dibuka virus serang lagi...selama gada vaksin ya bakal gini terus..... lalu apa harus ditutup.... mau lockdown juga brp lama? gada yg tau kan.... ada kepala negara dgn nada heroik bilang saya bisa menghidupkan ekonomi, tapi saya tidak bisa menghidupkan orang mati... kesannya mantap heroik tp coba baca berita di india ..ada ibu2 buang anaknya ke sungai gangga krn tidak dpt uang dari suaminya..ga bs mkn...artinya nutup ekonomi juga buat orang mati... bkn barang remeh ekonomi ini bagi kalangan bawah...sadisss... maka pilihan PSBB smp skrg msh realistis dgn segala kelemahannya... setuju dgn bung alif...ayoo hidup lebih sehat, teratur..pakai masker...makan yg sehat...dan startnya aktivitas minimal dulu...gada yg benar dan salah....tp naluri manusia akan menuntunnya...

torang simanjuntak:
Si pandemi covid19, bagi yg berpikir positif, mengajarkan kita, dan memaksa kita berintrospeksi bahwa kita harus melihat diri, bersih kah kita secara fisik? Siapa kita? Siapa keluarga kita, siapa teman kita? Siapa lingkungan kita. Bagaimana kita bersikap?
Ketika kita, seberapapun yg kita miliki, bersyukur, bersyukur dan bersyukur sambil berkreatifitas dalam pikiran dan tindakan.
Selama kita masih menggunakan akal dan tindakan secara positif, imun akan lebih kuat, dan yakinlah, bahwa semua akan baik" saja, apapun yg akan terjadi dimasa yg akan datang.
Karena suka dan duka itu juga merupakan berkat dari Yang Maha Kuasa..

Deedee:
Setuju mas alif,kebersihan diri itu yang perlu di budayakan di masyarakat sama menambah imun tubuh.

iam hêylêl:
Tetap ada yang cacat, kadrun.. Ahaha

Arumanis:
dari awal gua jg dah bilang..virus lawan nya antivirus..apapun diluar anti virus itu mah dagelan..

Kolik2000:
Bisa tolong tanya, nomer hape pramugarinya?

Odank Sagala:
sempuna akal mapun fisiknya, cuma sayang akalnya bayak yang g dipake

Leonardo Ferdian:
Kalo mau mati lagi enak enak nyupir Mobil denger Musik pakai ac duduk di jok empuk juga bakalan langsung mati Kalo kena musibah kecelakaan.kagak usah nunggu 13 Hari efek virus covid 19.balik lagi ke pribadi manusia nya masing masing.Tuhan sang pencipta menitipkan anugrah nyawa yang nggak ternilai.lindungi Dan hargai anugerah itu.
Saya setuju dengan tulisan diatas.
Tuhan nggak akan menjatuhkan uang dari langit dalam mengirim rezeki.tapi menitipkannya lewat sesama manusia disekitar Kita.
Nggak perlulah wabah covid 19 ini dijadikan momok yang paling menakutkan dalam Hal penyebab utama kematian.
Efek kematian dari kelaparan malah lebih bahaya dari efek covid-19...cuma perlu nunggu waktu 3-5 Hari udah bisa membunuh penderitanya.

Makibau:
"Untuk bisa bertahan hidup"  dgn harapan ke arah yg lebih baik..
Mungkin cara terbaik untuk itu adalah berusaha dan melawan.. tp ada banyak hal di dunia ini yg gak bisa kita raih hanya dengan berusaha dan melawan dan  dengan sabar dan diam bisa meraihnya..
# dirumahaja
# mumpung
# musim_hujan? ??? ????

Awam Wahono:
Mari bareng bareng Nyanyi lagu hidup terkekang dari pambres atau lagu pengertian dari elya khadam saja kakak pembina , siapa tahu dapat ide yg tidak biasa , amin .

ErikaErika:
karena indonesia tidak pernah mengalami menghadapi outbreak sebelumnya.... jadi gagap menghadapi corona. dan kegagapan ini dialami oleh semua negara, termasuk cina sendiri.

Givern Miricle:
manusia masih meransel ketidaktahuan dan ketidakpastian dalam hidupnya
manusia tidak boleh sempurna karena akan menuju kebebasan absolut

Teha Sugiyo:
ikut sedih.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Kita Ini Manusia, Makhluk Sempurna yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/kita-ini-manusia-makhluk-sempurna-TXjENAk9C2

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: