You Now Here »

Mulyana Ancam Ibadah, Korban Disuruh Legowo, Meiliana Keluhkan Suara Toa, Dibui  (Read 186 times - 95 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 23,216
  • Poin: 23.293
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




B-Over:
Saya sering komen, tidak usah memuji berlebih terhadap Kapolri kita, seperti Tito Karnavian atau siapalah siapalah. Dari jaman dulu sampai sekarang, polri kalau menghadapi kasus yang berpotensi berhadapan dengan massa, pasti melempem. Kepentingan massa pasti akan didahulukan.

Kasus seperti di cikarang sudah dua kali saya hadapi, percuma ke polisi malah bikin massa besar kepala.

DC:
Mempertanyakan parlemen mengapa begini mengapa begitu tanpa ada respons tindakan aktif dari anggota parlemen juga sama saja nihil hasilnya. Cukup saja mempertanyakan mengapa masih belum ada UU yang mampu memperjelas ranah privasi dengan ranah publik walaupun :
a. negara ini sebuah demokrasi
b. negara ini menjunjung pluralitas

edelman charlie:
Hahaha,,,bangun bang, qta semua tinggal di negara islam..
Teori: negara pancasila
Praktek: negara agama
Ketidakadilan akan selalu jadi makanan qta sehari hari.!

anwar khorib:
Negara Pancasila

Fsasosi:
Hm... seperti itu ya yg di subut agama damai....

anwar khorib:
Yes. *..............itu indah*
Yes   *.............itu damai*

Suatu ajaran akan mencerminkan gurunya dan orang yang diteladani muridnya

Harto Werang:
Memang....,Jamannya seperti ini, semoga Negara hadir dan mengharuskan Setiap media Radio dan Televisi menyiarkan Doa Angelus jam 12 siang jam 3 sore dan jam 6 sore, biar adil

Arie:
kalo alasannya hanya untuk melindungi korban dari massa, ini negara hukum di negeri dongeng wtf.

Bisro:
Exclusivisme sebuah Agama  apalagi didukung populasi Majority dlm berNegara itu yg di khawatirkan Bung Karno cs sejak awal sehingga memilih Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.Namun seiring perjalanan waktu belum adanya pencerahan secara massive  dimasyarakat oleh para tokoh Agama , para wakil Rakyat , maupun semua Stake Holder , mana yg menjadi Ruang Privat dalam ber Agama  dan mana yg menjadi Ruang Publik,apalagi dikaitkan dengan masalah Hak azasi Manusia. Bahkan hal yg mengherankan perpindahan Agama dari seseorang sosok Individu menjadi trend sorotan media  utk sebuah pertunjukan yg  seolah siapa menang dan siapa yg kalah  walaupun itu sebenarnya bagian dari Ruang Privat .
Peran Hukum pun demikian mandulnya jika perselisihan masalah Hukum di Masyarakat apalagi  bersinggungan dengan Agama , Ekslusivisme mayoritas ber Agama adalah menjadi bandul yg menentukan , jika tidak mobilisasi massa adalah panglima dalam menyelesaikan masalah , utk itu Equality before the Law  hanya slogan pepesan kosong karena yg berlaku adalah Majority before the Law
Pergesekan itu akan terus terjadi karena Ego Exclusivisme ber Agama menjadi problem dalam hidup bermasyarakat di Negara Demokrasi ini.

Fredi Budiarto:
Makin percaya Alkitab..para penegak Hukum dan Hakim dunia akan di adili dengan adil oleh Hakim yang Sejati ..Jesus Christ yg di kenal Isa SAW

Julius DS:
Salah satu contoh trik penyebaran penyembah berhala setan arab keIndonesia sejak awal dan didunia.....persekusi dan teror

Nyoman Mawa:
Ketika ada tindakan perundungan di depan mata dimanakah wakil rakyat? Tidakkah ada suaranya untuk menyuarakan keadilan? Terlalu kasat mata persekusi ini. Kristen nemang agama yang mengajarkan kasih. Namun tidak berarti "kasih" (baca terima) saja setiap perlakuan kepada orang Kristen. Konsekwensi dari negara hukum adalah menyelesaikan setiap tindakan yang terindikasi melanggar hukum. Ini akan menjadi preseden buruk dalam penegakan hukum. Saya sangat setuju kalau pihak yang diserang memberi pengampunan dengan catatan pihak yang melakukan persekusi mesti minta maaf. Tidak sekedar menggunakan istilah karena telah terjadi kesalapahaman.

jeremy edy d:
KH Mulyana sdh membuat surat pengakuan salah paham artinya beliau mengakui pahamnya salah.
Berarti sudah selesai masalahnya, kita semua harus berterima kasih pada beliau.
Panca sila jaya sakti.
Indonesia tetap bersatu.

Harangan Toras:
prihatin ajah

jeremy edy d:
Melihat dari perspektif yg lain atau iman.
KH Mulyana sudah menunjukkan hasil dari studi perbandingan, yg biasanya berdebat tentang ayat2 dan dibandingkan dgn kitab yg lain utk mencari kelebihan dan pembenaran dari sisi masing2, maka KH Mulyana sudah menunjukkan output dari studi yg dilakukan ribuan tahun.
Sungguh baik Tuhan bekerja dengan caranya, mungkin secara manusia bisa sedih, kecewa, marah tapi ternyata cara Tuhan tidak terselami oleh kita.
Ajaran kasih yg di tunjukkan oleh KH Mulyana mengalahkan kotbah 1000 pendeta.

anwar khorib:
Sudah  Adil untuk  hukum manusia dan hukum yg berasal dari dunia.

Wanda Bagus Sebastian:
??? ??? ??? ??? ??? ?????
No comment

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Mulyana Ancam Ibadah, Korban Disuruh Legowo, Meiliana Keluhkan Suara Toa, Dibui yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/mulyana-ancam-ibadah-korban-disuruh-legowo-rDy6kXGIil

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: