You Now Here »

Sesungguhnya Warung Kopi Berbeda Dengan Kedai Tuak  (Read 116 times - 32 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 22,912
  • Poin: 22.989
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Sesungguhnya Warung Kopi Berbeda Dengan Kedai Tuak
« on: April 30, 2020, 08:57:24 AM »




iam hêylêl:
Lawan mak!!.. Beraninya bawa agama dan rame rame.. Pake rok pula... Ahaha

Alex R.:
Inti masalahnya adalah main hakim sendiri itu lho. Masalah perizinan kalau melanggar kan tinggal dilaporkan tapi sekali lagi tidak memberikan gak kepada siapapun untuk main hakim sendiri.

Andreas Aja:
Di Manado, di Jual Captikus yg lebih tinggi alkohol dari Tuak.
Hampir semua warung sudut di setiap Kampung jualan Captikus.
Saya minum Captikus seperti kebanyakan orang Manado atau Sulawesi Utara.

Andy Wijaya:
Tuak itu minuman tradisional orang batak, dan ingat Medan itu ya Batak,,penduduk.setempatnya ya orang batak, hormatilah putra daerahnya, aku juga gak.suka minum tuak, rasanya gak enak, tapi yg suka tuak, mau minum ya silahkan.

Indonesia itu beragam, jgn coba coba mau diseragamkan. Yg suka pake rok, ya silahkan juga wkwkwk

Zero:
Nahhh..., ini sy yg agak setuju. Tuak adalah minuman tradisional khas Batak.
Orang Batak tanpa tuak sptnya darah Batak nya berkurang sekian persen.
Sama lah dgn CIU @Karanganyar, Arjo @Madiun, Sophi @Timor, dan spt yg di bilang sob Andreas Aja [email protected] ??? ?????.
Bagi warga lokal jika di minumnya sesuai takaran itu tuk menjaga kebugaran.
Masalah kriminal ya ttp urusannya sama Polisi.

Oen:
Makanya di Manado bebas  virus Corona mati karena zanitizernya langsung diminum hehehehe

Andy Wijaya:
Ha ha ha, gooo idea, ini selaras dgn idem Trump, coba minta Trump coba minuman ini.

Andreas Aja:
Wkwkwkkkk kayaknya Donald Trump suka Tuak juga.... ??? ?????

Metron Naibaho:
Daripada minum desinfektan ??? ?????

Andreas Aja:
Wkwkkkk......  Gak lah ah.... ????
Captikus atau Tuak hanyalah minuman tradisional yg ya mengandung alkohol.
Tapi, hanya ingin mengkoreksi data di dalam artikel ini, perbuatan kriminal itu dasarnya dari niat dan peluang, minunan hanya jadi alasan yg dipaksakan disebut pemicu tindakan.
Sebab, kalo mengikuti data artikel ini berarti orang Batak, Orang Manado dan Orang Dayak yg suka minum tuak/minuman beralkohol adalah pemerkosa, perampok, pembunuh, suka KDRT dan Drop out...?  Sebuah hal yg tendensius terselip di artikel ini. Salam bagate maar ndak sampe mabo.... ??? ??? ??? ???

Widikun:
Dengan segala hormat, saya hanya menyampaikan berdasar aturan perundangan yang berlaku bahwa penjualan minuman keras haruslah terkontrol dan teregulasi, untuk itulah gunanya perijinan.

Tidak ada tendensi mendiskreditkan pihak2 tertentu, kalaupun ada kesan demikian saya mohon maaf.

Salam

Hermanto Purba:
Kampung saya salah satu penghasil tuak terbesar di daerah Batak. Di setiap tempat ada lapo tuak. Lantas apakah kekerasan, dan berbagai hal buruk lainnya seperti disebur di artikle ini terjadi? Tidak. Semuanya aman2 saja.

Justru lapo tuak menjadi salah satu tempat terbaik untuk bersosialisasi. Segala sesuatu dibahasa di sana. Mulai dari masalah seputar kampung, masalah pertanian, hingga masalah politik. Semuanya gembira. Bercengkrama, bernyanyi untuk melepas kepenatan.

Hanya sedikit saja orang yg akhirnya berujung mabuk. Kalaupun mabuk, semuanya tertib kok. Tidak ugal2an. Yang pasti saya melihat, tuak menjadi sarana bagi orang Batak untuk membicarakan banyak hal.

Lalu salahnya di mana? Kalau ada sati dua yg mabuk, bukankah semua kegiatan selalu ada yg melakukan tindakan melenceng. Ulama saja banyak yg melenceng kan?

Sekali kali berkunjunglah ke tanah Batak, biar anda melihat betapa lapo tuak itu menjadi tempat yang menyenangkan bukan seseram yg anda deskripsikan.

Salam.

FAUZi:
Mau kedai tuak, mau kedai apapun, FPI tetap TIDAK BERHAK melakukan razia atau sweeping



FPI sengaja merazia kedai tuak karena hendak mabuk2an gratis sambil bertakbir, hendak menjarah sambil bertakbir, banhkan memperkosa pun sambil bertakbir... gerombolan kecoa maksiat begitu selayaknya di bantai habis



Lagipula minuman tradisional memiliki kaitan dengan budaya daerha tersebut, jangan sama ratakan





Salam Jack Daniel

Roni Tentua:
Ini Medan Bung, tuak adalah minuman tradisionalnya, bukan minuman yg menggiringnya berbuat kriminal

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Sesungguhnya Warung Kopi Berbeda Dengan Kedai Tuak yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/sesungguhnya-warung-kopi-berbeda-dengan-kedai-tuak-tZvDiCXGKV

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: