You Now Here »

Omnibuslaw Dan Misteri Hutan Emas Banyuwangi  (Read 233 times - 50 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 23,222
  • Poin: 23.299
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Omnibuslaw Dan Misteri Hutan Emas Banyuwangi
« on: May 04, 2020, 12:16:02 PM »




FAUZi:
kok tak disebut saja om,






Aktifitas pertambangan PT. Bumi Suksesindo (BSI), perusahaan
tambang milik pengusaha Sandiaga Uno ..........dst dst






Undang-Undang no. 41 tahun 1999 tentang Kehutanan melarang
kegiatanopen pit mining penambangan terbuka) di hutan lindung. Larangan
inirupanya disiasati oleh penguasa dan korporasi dengan melakukan
sejumlahlangkah untuk menurunkan status Hutan Lindung Gunung Tumpang
Pitu(HLGTP). Mengapa status HLGTP perlu diturunkan? Sebab jika Tumpang Pitu






statusnya masih hutan lindung, maka rencana penambangan emas
di dalamnya akan terganjal dengan larangan Undang-Undang no. 41 tahun 1999
tentangKehutanan. Karena itu, dengan tujuan memuluskan rencana penambanganemas,
maka status Hutan Lindung Gunung Tumpang Pitu diturunkan darihutan lindung
menjadi hutan produksi






Menteri Kehutanan yang saat itu dijabat oleh Dzulkifli Hasan
telahtega mengalihfungsi Tumpang Pitu dari hutan lindung menjadi hutanproduksi.
Lewat surat keputusan Nomor SK. 826/Menhut –II/2013 MenteriKehutanan Dzulkifli
Hasan menurunkan status Hutan Lindung G. Tumpang Pitu menjadi hutan produksi.
Luas hutan lindung yang diturunkanstatusnya itu sebesar 1.942 hektar.






PT Indo Multi Niaga (IMN). IMN adalah perusahaan yang
mengekplorasi emas di Tumpang Pitu sebelum Intrepid Minning dan PT. Bumi
Suksesindo,






sudah ada contoh kok ... Peledakan perdana di Hutan Lindung
Gunung Tumpang Pitu telah dilakukan






PT BSI pada tanggal 27 April 2016. Tanpa menunggu lama,
dampak daripeledakan ini telah muncul. Selang waktu 4 bulan, pada tanggal 13
Agustus 2016 telah terjadi banjir lumpur. Banjir lumpur ini tak
hanyaberpengaruh buruk terhadap denyut pariwisata pantai Pulau Merah
(sebuahtempat wisata yang berada di kaki Gunung Tumpang Pitu), tetapi
jugaberdampak pada pertanian. Kurang lebih 300 hektar ladang jagungmengalami
gagal panen.






Keberadaan tambang emas milik PT BSI di Hutan Lindung Gunung
TumpangPitu ini tak hanya mengakibatkan bencana banjir lumpur, tetapi
jugasangat beresiko bagi kehidupan kampung nelayan Dusun Pancer (Desa Sumber
Agung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi). Jarak






km.






Sementara Jarak  kolam
penampungan limbah tambang ke TPI Pancer kurang lebih 6,7 km.






lanjutkan sendiri deh………………………………………….

Paijo:
Mantaap faktanya sob. Perlu diketahui jg tangan kanan si Kipli di Dephut saat itu yg turut berperan scr teknis menurunkan status hutan lindung.

Kolik2000:
Jossss

Idey:
Semoga saja Pa Jokowi membaca ini.

andre:
Berarti berjalan sblm Omnibus ya.. setiap UU pasti ad celahnya, makanya byk UU dan peraturan yg tumpang tindih. Disatu sisi ad yg niat baik bikin aturan terkesan menghambat yg tamak.

Yg tamak bisa beli pasal lwt kaki tangan di dewan dan pemerintahan. Kok bs celah besar ini terkaburkan dari seorg Mahfud MD??

Zero:
Wowww... Keren sob.. ??? ?????.
Tp kok lanjutin sendiri sihhh ????‍♂️? ???‍♂️? ???

FAUZi:
kalau dibuka semua, mengerikan om, betapa banyak nama yang sekarang masih aktif dan powerful bermain disitu
PT Merdeka Copper Gold Tbk, PT Merdeka Copper Gold Tbk yang didirikan pada tahun 2012, adalah perusahaan induk (holding company) dengan empat anak usaha, yakni: PT Bumi Suksesindo (BSI), PT Damai Suksesindo (DSI), PT Cinta Bumi Suksesindo (CBS) dan PT Beta Bumi Suksesindo.
Dalam menjalankan industri keruk pertambangannya di Tumpang Pitu-Banyuwangi, PT BSI mengantongi IUP OP yang berlokasi di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, seluas 4.998 ha. Sementara PT DSI mengantongi IUP  Eksplorasi untuk melakukan kegiatan eksplorasi seluas 6.623,45 ha.

Patut dicatat, industri pertambangan di Selatan Banyuwangi ini
juga berpotensi akan terus meluas hingga ke kecamatan Siliragung. Hal
ini dikuatkan oleh Perda Kabupaten Banyuwangi Nomor 8 Tahun 2012 Tentang RTRW Kabupaten Banyuwangi Tahun 2012-2032. Dalam pasal 60 huruf a,  dinyatakan bahwa kawasan pertambangan mineral logam akan dikonsentrasikan pada 2 kecamatan yang terletak di pesisir Selatan Banyuwangi, yakni Pesanggaran dan Siliragung, dengan luasan mencapai 22.600 hektar.

Pemilik Saham Utama PT Merdeka Copper Gold Tbk;

PT Mitra Daya Mustika (Provident); 16.49 persen
PT Trimitra Karya Jaya (Saratoga); 13.69 persen
Maya Miranda Ambarsari; 8.86 persen
Merdeka Mining Partners Pte. Ltd. (Provident); 6.89 persen
Garibaldi Thohir; 6.82 persen
Pemda Kabupaten Banyuwangi; 6.41 persen
PT Saratoga Investama Sedaya; 4.68 persen
Indoaust Mining Limited; 4.62 persen
Asian Metal Mining Developments Ltd; 4.55 persen
PT Srivijaya Kapital (Provident); 4.55 persen

Zero:
Gile bener ini pengetahuan sob Fauzi ttng perusahaan2.
Bener2 patut di jadikan catatan khusus buat penulis2 seword tuk menelusurinya lbh mendalam... Weihhh...!!!

FAUZi:
sebetulnya ingin sih nulis di seword, cuma tidak memungkinkan .... 



hanya kalau ada artikel seperti ini bisa sedikit berbagi

sayang tulisan Om Roedy soal perjalanan hidupnya lebih ke pengalaman pribadi, tak etis buka2an disana, kalau ada artikel soal mafia alkes dan dikupas  juga tak kalah ngerinya lho...

Zero:
Betul jg itu mas sob..., sebaiknya sihhh mmng senggol2 dikit aja. Karena kalau senggol2 bnyk ke hal2 yg blom di ketahui scara luas bisa merembet ke masalah hukum yg bakal nambah kerjaan...

Awam Wahono:
Hem hem hem kata teman aye yg namanya hutan ga usah emasnya , babatin saja pohonnya sudah trilyunan Tinggal ongkang ongkang masukin ke bank , tiap bulan keluar dari semak semak ngambil bunga !

Teha Sugiyo:
Mungkin perlu ada orang kepercayaan lagi yang harus melaporkannya kepada presiden..

sumsumMerahPutih:
lengkapi data dan hasil analisa, perlihatkan permasalahan yg akan dan sdh muncul, berikan rekomendasi, antarkan..

Unggul Sudarmo:
Betul aku pernah touring ke Banyuwangi melewati seputaran lahan tersebut dan dijaga ketat oleh aparat. Katanya org setempat yg punya itu tuh... (kakak pembina sudah tahu)

Bisro:
Wuiss:"Klan Bangau ..sudara KuKLux Clan US ...yaaak, saingan berat Klan Rajawali dunk...masih habitat  Klan Kadal Gurun kah ??? wkwkkk

Agus W.:
Klan bangau, menakutkan juga :(

Kolik2000:
Temennya Wan Getar

firman proindo:
Wah ternyata negara kita kaya sekali ya, saya baru tau kalo ada cadangan emas yg banyak di Banyuwangi. Dgn harga emas 1 gram = 800 ribuan
Bisa dibayangkan negara ini kayanya luar biasa. Sayangnya tambang emasnya dikuasai oleh mafia yakni klan Cendana,klan Freeport dan klan bangau.

Marcha Indra:
semestinya pasal2 yg bagus janga dihilangkan.. dgn omnibus law sebenarnya ingin menghilangkan yg tumpang tindih dan bertolak belakang, bukan menghilangkan atau mengurangi hal2 yg sudah baik spt pembatasan penggarapan lahan tambang dan sejenisnya..

sayangnya orang2 di DPR yg membahas omnibus law sptnya msh orang2 lama.. perlu orang2 yg lebih segar dan idealis untuk terlibat.

yuviandi purbodewanto:
Banyuwangi, melampaui freeport? Wuiihh berat ini ..

Akbar-NM:
Emas di nkri banyak, juga ada di dompu, daerah hu'u, prop sumbawa, itu juga sdh dimulai penambangan.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Omnibuslaw Dan Misteri Hutan Emas Banyuwangi yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/omnibuslaw-dan-misteri-hutan-emas-banyuwangi-iAtYeAasa4

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: