You Now Here »

Menata Industri Setelah Pandemi  (Read 111 times - 86 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 22,948
  • Poin: 23.025
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Menata Industri Setelah Pandemi
« on: May 11, 2020, 08:00:16 PM »




Martabak Sweet:
Di Indonesia, menurut saya sudah saatnya Serikat Pekerja dibereskan. Bukan berarti tidak boleh berserikat, tetapi harus pada tataran dan koridor yang bertanggung jawab .


Betul. Dan harus dibentuk sistemnya. Dan ada hukumannya.
Serikat kerja industri tertentu, yang pegang parpol A
Serikat kerja industri B, yang pegang parpol B

Parpol disini termasuk oposisi dan yang berkuasa.

MAU dan berani tidak membereskan? Itu pertanyaannya.

Martabak Sweet:
Tentunya sektor industri lainpun perlu digalakkan dan dijaga sesuai proporsinya tapi menurut saya tiga sektor ini patut diberikan perhatian lebih.

Mempersiapkan skill dan mental tenaga kerja.


Problem nasional:
1. ada kepentingan politis menjaga level kebodohan rakyat supaya bisa jadi peluru politis.
2. tidak ada program kerja yang riil dan tepat sasaran, yang selalu dikerjakan adalah membuat event, event, event, pameran, tanpa menyentuh fondasinya "menaikkan skill dan etos kerja"
3. pemerintah membenturkan pelaku usaha dan trainer dengan mafia dan preman. Tidak ada perlindungan dan jaminan dari pemerintah bagi pengusaha lokal dan investor yang melakukan alih teknologi dan membawa capital dengan kepastian hukum dan lingkup usaha. Sedangkan pemerintah sendiri tidak punya program dan dana untuk melakukan semuanya jadi perlu melibatkan swasta.

Salah satu faktor pendorong kebiasan export barang mentah ya ini salah satunya.
4. Fakta: Indonesia adalah negara terakhir dan terburuk di mata investor terkait ketertarikan untuk investasi/alih teknologi/membawa industri produksi. Di mata internasional label Indonesia buruk. Siapa yang mau dibiarkan diobok obok preman dan mafia yang bawa bawa agama dan vandalis mentalitasnya? Apalagi kalau mereka peliharaan pemda?

Vietnam dan Thailand rankingnya teratas sekarang. Indonesia dan Philipina terbawah.

Semuanya langsung terlihat saat terjadi pandemi Corona ini. Ketahanan industri nasional dan borok boroknya terekspose semua.

Martabak Sweet:
Memberikan perhatian lebih kepada industri yang sebagian besar bahan bakunya kita punya. Ada minimal 3 jenis industri yang menurut saya sangat patut diprioritaskan yaitu


Masih ribut di penyediaan listriknya. Masih banyak mafia DALAM pemerintah. Dan problemnya di pemerintah itu sendiri (problem lama warisan presiden sebelumnya dan grup ex wapres salah satunya).

Agro Industri
Di Kementrian Perindustrian ada satu Direktorat Jendral yang khusus mengurusi Agro Industri . Tapi terus terang sampai saat ini saya belum pernah mendengar gebrakan- gebrakan positif yang dilakukan oleh direktorat ini yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.


Tidak mungkin terjadi selama  mafia daging, mafia beras, mafia impor bawang, dll tidak diberantas. Dari presiden sebelumnya merekalah yang punya kepentingan Indonesia terus import. Kalau kita bicara mafia komoditas, pemainnya sudah level parpol. Berani tidak dan mampu tidak memberantasnya?

Akanlah sangat baik kalau eksekusinya diarahkan dalam bentuk KOPERASI, dimana para petani akan menjadi pemilik dari industri tersebut


Salah satu yang berpotensi sebagai solusi tapi BELUM bisa jadi solusi karena situasi dan kondisi yang terbentuk seputar koperasi itu sendiri.

Mindset error dari pengurus dan pelaku koperasi sekarang adalah "ngemis subsidi".
Yang harusnya dipunyai, adalah mindset survival dan self sustainability.

Ganti mindset dulu baru bisa jalan.

Martabak Sweet:
Pandemi yang masih berlangsung sampai saat ini semoga dapat selesai secepatnya.


Pandemi yang berlangsung lama korbannya tidak akan memilih cebong 212, cebong, kadrun 212 lagi, semuanya kena tanpa terkecuali. Jadi mulailah fokus berkolaborasi untuk menuntaskan pandeminya jangan lagi rebutan prestasi, goreng goreng teori konspirasi dan nyari musuh. Ingat semua jadi korban tanpa pandang bulu.

Syukurlah kalau seperti pernah dinyatakan oleh bapak Presiden, pandemi dapat diselesaikan pada bulan Juni sehingga mulai juli, kita semua dapat berpacu untuk membayar perlambatan pertumbuhan ekonomi dikarenakan pandemi.


Ini best scenario. Terjadi atau tidak akan bergantung pada seberapa tegas pemerintah mencegah arus balik mudik/pulang kampung.

Roedy Siswanto:
Sis , komen anda sangatlah bagus malah bisa dibuat satu artikel yg bisa melengkapu kekurangan artikelku . Ayo nulis sis ....berbagi melalui tulisan.

Martabak Sweet:
Sebenarnya ada pejabat dan ASN yang bagus kok. Dan mereka SUDAH tahu problem dan possible solution yang bisa dicoba. Tapi kan sob mereka kebanyakan orang politik yang cuma pinjem tempat jadi menteri 5 tahun dan punya kepentingan pribadi atau parpolnya.

Lihat saja kasus Garuda. Setelah dibersihkan, diisi lagi oleh orang yang punya masalah dan tidak bisa kerja juga. Ya percuma. Kenapa diisi oleh orang atau komisaris gagal sekelas Anies? Ya politik balas budi.  Bantuan saat kampanye itu tidak gratis.

Roedy Siswanto:
itu realita politiknya sis .

Martabak Sweet:
Secara umum (tidak selalu), eselon taraf eselon 2 saja sudah tahu problem dan possible solusi. Tapi mereka tidak bisa berbuat apa apa.

Problem bisa dari menterinya, atau dari eselon 1nya, atau di 2 nya yang main. Jadi bukan karena mereka/pemerintah tidak tahu ada problem dan tidak tahu ada solusi.

Ini masalah niat dan balik modal untuk parpol.

Roedy Siswanto:
Dari paparan Sis Martabak sweet terlihat perlunya KPI dari tiap level, termasuk level Menteri juga . Sehingga siapapun yg duduk pada jabatan tersebut kalau tidak dapat mencapai KPI nya harus dicopot .

Martabak Sweet:
Setuju 1000% untuk KPI.
KPI mereka selama ini adalah "asal sob (menteri senang) dan ada mainan supaya kelihatan kerja di periode tersebut"

Roedy Siswanto:
Naaah ..ini yg harus disuarakan sis...

Martabak Sweet:
Untuk yang lithium saja, pengadaan listrik masih ribut. 1 BUMN merasa semuanya harus dia. Tapi tidak mau mendanai atau kesulitan mendanai.

Dari sisi bahan baku, BUMN yang mensupply bahan bakunya juga diganggu.

Urusan Lithium ini masih alot. Nanti dilihat penyelesaiannya bagaimana.

Untuk urusan menulis, sudah ada Om Roedy dan Tony :)

Roedy Siswanto:
Sdh clear yg ini sis.

Tony Gede:
Om Roedy terlalu memuji2 saya.  Padahal yg lebih paham dan antusias mengenai koperasi di Indonesia lebih dari saya itu ada banyak.

Btw saya udh ada artikelnya, sedang saya garap. Begitu siap, saya luncurkan.

Sori, nyari idenya perlu waktu? ??? ??? ?????

Roedy Siswanto:
Nggak om Tony , aku ngomong apa adanya.

HolyGanZ:
Terimakasih untuk bung Roedy dan Martabak Sweet, tulisan mendetail saling melengkapi. Semoga pemerintah tertarik dan cari jalan keluarnya.
Sukses Indonesia. ??? ??? ??? ???

Roedy Siswanto:
Sama sama sob.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Menata Industri Setelah Pandemi yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/menata-industri-setelah-pandemi-vzwbdwFGqz

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: