You Now Here »

Anies Bicara Angka Corona DKI 40 80 Ribu, Tapi Bohong, Pakai Asumsi Dan Mau Bikin Resah  (Read 131 times - 93 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 22,912
  • Poin: 22.989
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




C Jon:
Emang udah watak dasarnya pengibulan. Angka yg meninggal di DKI udah biasa berkisar 3000 sampai 4000 per bulan. Mana ada lonjakan di bulan Febr-Maret? Paling2 juga naiknya seratus duaratusan.
Bacot ngga pake data kayak gini yg bikin kacau. Udah sama sejenis sama Said Didu dan buzzer wan Jembut.

paijo andong:
Setebal apa mukanya hingga berani bikin kontroversi seperti ini?

mau dibilang muka badak ntar kasian badaknya disama-samain dengan ni orang.....

JOSR:
Pelaporan kematian penduduk bulan Januari-September tahun 2019 sebanyak 45.137 orang yang meninggal di DKI Jakarta dengan persentase perjenis kelamin laki-laki 57,19% dan perempuan 42,81%
Rata-rata per bulan 5ribuan yg meninggal.
Jadi klo yg dimakamkan 4000 masih jauh dibawah angka rata2

Agung Nugroho:
Satu kata yg cocok buat abas "BANGSAT"

#Pribumi, Nonpribumi Noproblem ;  tapi kalau abas yg nonpribumi ini sdh geblek sara pembohong jualan ayat mayat ini sangat berbahaya buat negara. Jangan2 semua turunan arab punya watak seperti Abas, perlu waspada. Saya anti sara tpi perlu waspada.
#Masih banyak Pribumi yg mampu dan jujur.
#Nonpribumi yg teruji ya Ahok..!!!
#Jeka ikut tanggung jawab tuh jadikan abas

GustiMbotenSare:
BAngsa SAiTon ya sob,...joker berhidung pinokio ya macam dajal satu ini

GustiMbotenSare:
Faktanya kalau tingkat kematian karena covid di Indonesia adalah sekitar 10%, berarti asumsi sudah ada mayat 4000 sampai 8000 di DKI,.......wauuuwwwww sereeeemmm man. Sebenarnya Anis paham soal statistik, cuma dia juga lebih paham kedunguan pengikutnya. Jadi mark up aibon sama pulpen aja bisa masak mayat ga bisa sih, dasar raja kadrun super gemblung !!

Donny Rahardian:
Kenapa loe ngebacot doang ? Kenapa gak terapkan rapid test massal klo loe percaya asumsi loe sendiri ?

yuviandi purbodewanto:
Setuju, buktikan dg massal test, bukannya ngitung jumlah nisan .. Masalahnya sedapat mungkin jangan ada dana keluar lagi dari apbd, bangkrutt boss

GustiMbotenSare:
Minta audit dulu apbd 92T untuk apa saja, koq buat bansos tiba2 bilang ga ada dana giliran dp formula eek langsung cair.....ini pengikutnya terlalu dungu atau wan jebotnya terlalu pintar berolah kata ya. Hadeeuhhhhh....bikin puasa batal aja ini makhluk.

yuviandi purbodewanto:
Hahahh puasa hari ini nanti diganti aja sob .. tanggung, gondok dah di ubun², batal aja ????

GustiMbotenSare:
Masalahnya klo wan jebot pasang muka bergetar di media tiap hari, ini bisa bikin batal puasa jutaan orang yang semakin kesel sama spesies satu ini.....Ya Allah lindungilah hambamu dari godaan muka anies yang terkutuk.

yuviandi purbodewanto:
Nahh itu dia yg gw cari dari kemaren² ..
(Terbodoh + Pembohong) = Terkutuk.
Yakk, makasih sob ????

Fsasosi:
Tinggal menunggu wan anies mengajak pendukungnya meneguk detol dan disinfektan utk menyembuhkan corona... hasil penelitian laboratorium toilet dan di balut ayat agama....

GustiMbotenSare:

(click to show)


Fsasosi:
Bener2 ngeprank....

siBaling:
orang ini mana bisa kerja...dia pikir konpers akan bisa menaikkan nilai jualnya...justru malah makin nyungsep ketahuan kalo beneran bego...dan jahat...

Riko Pradana:
ngarab SAMPAH...

Turbocharged:
Dasar Illuminati.

Aan Widjaya:
Kalau betul segitu perkiraannya, kenapa tdk langsung refokusing apbd nya pada saat itu, dan langsung bergerak, kan ini rakyatmu sendiri. Lucu juga membicarakan kasus corona yg terjadi di wilayahnya hanya untuk berita saja tanpa adanya tindakan apa2. Ini sama saja membicarakan diri sendiri. Ayo sadarlah dan bergerak biar banyak yg diselamatkan.

Denny Luckyman:
Ngarep di bulan mendatang jumlah pemakaman di DKI menurun di angka 1.000an...& diantaranya ada nama si Abas...

Stevanes Ariffin:
Untuk bisa lebih valid, seharusnya si BAB harus keluarkan data-datanya dong, ga bisa main estimasi, kecuali ngajak debat kusir.

aluwatu:
yang saya heran kenapa DPRD diem aja ?

C Jon:
Kan sama2 begal anggaran berjamaah, makanya mingkem.

Awam Wahono:
Ini bisa diaudit , kalau datanya bodong tinggal digaruk yg ngarang ngarang cerita supaya ada efek kejut !

john doe:
Sebenernya, bisa aja angkanya memang segitu. Toh, Jokowi sendiri bilang kan kalau tes per hari masih jauh di bawah target. Tes per hari hanya 4000 - 5000 per hari sementara target 10000.

Reuters sudah memberitakan bahwa di Indonesia,
https :// www . reuters . com/article/us-health-coronavirus-indonesia-casualti/exclusive-more-than-2200-indonesians-have-died-with-coronavirus-symptoms-data-shows-idUSKCN22A04N
Ternyata ada 2200 orang yang meninggal karena symptom Corona tetapi ketika mereka meninggal, samplenya belum sempat di test. Karena saking banyaknya yang harus ditest, maka petugas harus prioritaskan sample yang orangnya masih hidup. Akhirnya, suspect-suspect ini tidak dicatat sebagai mati karena Corona. Jadi, bisa banget kalau sebenernya yang positif itu jauh lebih banyak dari 10000.

Reuters sendiri sudah konfirmasi langsung ke Wiku Adisasmito selaku ketua gugus tugas COVID-19 dan dia sendiri tidak membantah.
"
A senior member of the government’s COVID-19 taskforce, Wiku Adisasmito, did not dispute the Reuters findings but declined to comment on the number of coronavirus victims he believed were to be found among the patients classified as PDP.

He said many of the 19,897 suspected coronavirus sufferers in Indonesia had not been tested because of long queues of specimens awaiting processing at under-staffed laboratories. Some people had died before their sample was analysed, he said.
"

Ingat bahwa Reuters memberitakan ini pada tanggal 28 April 2020.

Stevanes Ariffin:
Angka kematian yg direlease pemerintah itu sesuai dgn ketentuan WHO guideline. WHO guideline pada angka positif, sembuh dan meninggal adalah yg bener bener positif. Makanya diralat sendiri oleh WHO, agar mencantumkan angka ODP dan PDP juga. Soal kematian, saat ini msh dlm perdebatan. Ga semua yg meninggal memang positif covid 19, tapi banyak juga kasus yg meninggal bukan karena covid, misalnya temen kantor yg kena serangan jantung, atau office boy yg kena pneumonia dan bengek dari dulu, padahal hasil cek negatif. Justru krn saat ini, mayat yg keluar dari RS, terkena protap Covid, sehingga pemakaman tdk boleh dihadiri lebih dari 5 orang, dan harus dikebumikan/kremasi pada hari itu juga. Kalo ini dihitung sebagai korban covid, ya jelas misleading lah..

john doe:
Oh ya, baca juga:
https :// pertamananpemakaman . jakarta . go . id/v140/t15

Grafiknya jelas menunjukkan bahwa pada bulan Maret, terjadi lonjakan pelayanan pemakaman sekitar 2000.

Stevanes Ariffin:
Ada detail penyebab kematian mrk??

john doe:
Anda punya proporsi berapa banyak dari 2000 yang merupakan korban COVID-19 vs yang ngga? Kasih angka aja.

Jelas ngga bakalan ada yang tahu pastinya. Makanya, lebih baik ambil worst case biar lebih waspada.

Lagian, logikanya gini. Kalau distribusi pelayanan pemakamannya dianggap konstan dari tahun 2010 sampai 2020, maka, pada th 2020 bulan Maret, pemakaman non-COVID-19 bakalan kurang lebih sama, yakni sekitar 2000-an juga. Tetapi, faktanya pada bulan Maret, ada 4000 lebih. Apakah tiba-tiba pada bulan Maret angka orang sakit non-COVID-19 meningkat tajam?

Stevanes Ariffin:
Siapapun yg punya angka dan detailnya silahkan posting. So, bisa di cek n recek kebenarannya. Ngapain ngomong kalo ga ada dasar bukti.

Stevanes Ariffin:
Ame ga ada angka, so ane percaya pemerintah yg punya angka detail dan pendukungnya..

JOSR:
Bagusnya baca statistik kematian DKI Jan s.d sep 2019, ada 45000 org atau rata2 5000 org per bulan.
Alasan gubernur meningkat itu sdh jelas TDK berdasar data valid.

john doe:
Oh ya, kematian tidak sama dengan pemakaman. Kan ada orang yang maunya dikremasi, bukan dimakamkan. Jadi, kalau ada rata-rata kematian per bulan 5000, maka, datanya cocok sekali. Setengahnya ingin di dikubur, setengahnya ingin dikremasi, dengan asumsi 50:50.

JOSR:
sudah jelas membandingkan jumlah pemakaman dengan angka kematian covid adalah tindakan yg ngawur. Ada juga yg meninggal di DKI tapi dimakamkan di San Diego Hills.

john doe:
Mas, dah baca situs yang saya kasih blom?

https :// pertamananpemakaman . jakarta . go . id/v140/t15

Jumlah pemakaman persis kata Anies, sekitar 2500-an tahun 2019, dan melonjak di 4700-an di bulan Maret.

Anies kan ngga pernah menyinggung angka kematian, tetapi angka layanan penguburan.

Oh ya, untuk membandingkan orang DKI yang meninggal di DKI dan dikubur di luar DKI, berapa banyak sih proporsinya terhadap yang meninggal di DKI, dikubur di DKI? Emangnya orang DKI pada kaya-kaya ya?

JOSR:
coba baca data dr link yg anda berikan, ada belasan ribu permohonan pemakaman di TPU yg dikelola pemda, yg dikabulkan cuman 2-3 ribu saja, Indikasi adanya tingkat kematian yg cukup tinggi dibandingkan yg diberi izin. Justru saat februari-maret, jumlah permohonan pelayanan pemakaman menurun.

john doe:
Ya elah, di zaman Corona begini, emangnya DKI punya resource untuk mengajukan permohonan terus lewat birokrasi biasa? Yang ada, paling lewat jalur cepat, ngga usah lewat permohonan. Dipangkas karena harus cepat. Apalagi rumah sakit di DKI udah cukup penuh. Mereka yang sudah meninggal harus secepatnya dipindahkan dan dikubur untuk memberikan ruang untuk pasien lain, dan jangan sampai mayat tsb malah menularkan karena COVID-19 itu virus baru yang belum diketahui kemampuannya 100%. Nah, dikuburnya di mana? Kalau mau cepat, ya, ngga bisa diluar DKI. Ntar malah nyebar lagi keluar DKI. Lebih gawat kan?

Anda mending jawab dulu, mengapa angka pelayanan kematian di bulan Maret itu 4700-an

Permohonan perijinan itu belum tentu orangnya meninggal saat itu juga toh. Belum tentu juga permohonan perijinan itu artinya dilanjutkan, bukannya artinya, bisa di-cancel, diundur, etc.

Permohonan perijinan kyknya lebih terhadap seberapa paniknya orang yang mau mengurusi penguburan, karena lahan di DKI makin menipis, jadi harus di-order secepatnya.
Peningkatan permohonan bisa juga karena jumlah penduduk yang bertambah, tetapi yang mengurusi layanan ya, hanya segitu saja. Akhirnya, jumlah permohonannya meningkat, tetapi yang bisa dilayani, ya, sesuai kemampuan pemda.

JOSR:
permohonan ijin kayaknya lebih pada seberapa paniknya orang yg mau mengurusi penguburan karena lahan di DKI menipis?
Maksud anda saat corona virus, rakyat DKI mendadak tidak panik mengurusi penguburan atau mendadak lahan di DKI mendadak tidak menipis?

john doe:
Kan, ada anjuran untuk ngga aktivitas pak. Pas sekarang, orang-orang udah ngga panik tentang penguburan lagi, tetapi panic buying beli bahan sembako. Gitu loh, kyk pada panik beli masker. Sekarang, pada mikirnya bgmn beli masker. Penguburan dah ngga diprioritaskan sementara. Setelah pada panic buying, pada nyumpet di rumah kalo bisa, trus pada WFH. Ya, ngga kepikiran untuk mikirin ijin pemakaman lagi saat ini lah paaaak.....

Anda itu kyknya berusaha banget ya buat membantah argumen gw, padahal jelas-jelas yang sy bilang itu: Permohonan perijinan pemakaman bukan berarti pemakaman dilakukan saat itu juga.

JOSR:
menyangkut orang yg meninggal perlu segera dimakamkan agar pasien lain dapat ruangan, mungkin anda perlu tau, pasien yg meninggal di taruh di kamar mayat, pasien baru masuknya ke ruang perawatan/ruang isolasi. Jangan campur aduk fungsinya.

john doe:
Trus, yang di kamar mayat, kalau penuh, dikemanain? Dibiarin aja di sana sampai busuk? Atau tiba-tiba, mayatnya hilang kyk uap?

JOSR:
mau zaman corona mau zaman nggak corona, patuhi hukum yg berlaku.
ntar klo ente jadi presidenpun nggak boleh mendahului hukum. Kekarantinaan kesehatan kan ada undang-undangnya UU no 6 tahun 2018, tinggal ente baca.
Menyangkut permohonan izin pemakaman, tinggal melihat ada nggak pergub baru yg diterbitkan yg menyangkut tidak dibutuhkannya permohonan izin.

john doe:
https :// katadata . co . id/berita/2020/04/05/corona-mewabah-pemakaman-maret-2020-di-jakarta-melonjak-78

"
Ia menjelaskan, petugas mengurus jenazah hingga pemakaman kepada orang-orang yang diduga terinfeksi corona harus dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan dan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. Prosedurnya yang dilalui yakni jenazah dibungkus dengan plastik, lalu dimakamkan kurang dari empat jam setelah kematian. Para petugas wajib mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) dalam proses ini.
"

PROSEDUR WHO mas. Bisa ya, dalam kurun waktu 4 jam, harus ngurus izin, dsb.

john doe:
Kyknya, UU kekarantinaan kesehatan malah ngga dipake, karena pakenya PSBB. Gini loh, ijin itu bisa cepet keluar, bisa ngga. Bisa aja, karena butuh cepet, ijin diberikan tanpa harus dimohon terlebih dahulu karena harus cepat. Gitu aja ngga ngerti. Udah tau di Indonesia, hukum itu tergantung situasi dan kondisi.

JOSR:
sudah jelas kleru menyatakan jumlah pemakaman sama dengan jumlah kematian. Setengah yg meninggal ingin di kremasi?
yang muslim tidak ingin di kremasi, di Srilanka umat muslim menolak jenazah covid di kremasi. Kecuali anda berdalih yang meninggal setengahnya non muslim.

john doe:
Anda kesel gitu, kalau Anies mengklaim bahwa lonjakan 2000 itu semuanya gara-gara Corona?

logikanya gini. Kalau distribusi pelayanan pemakamannya dianggap konstan dari tahun 2010 sampai 2020, maka, pada th 2020 bulan Maret, pemakaman non-COVID-19 bakalan kurang lebih sama, yakni sekitar 2000-an juga. Tetapi, faktanya pada bulan Maret, ada 4000 lebih. Apakah tiba-tiba pada bulan Maret angka orang sakit non-COVID-19 meningkat tajam? Atau tiba-tiba, orang-orang non-COVID-19 pada mau dikubur yg sebelumnya dikremasi?

JOSR:
gua nggak kesel bahwa lonjakan 2000 itu gara-2 korona, gua justru berpendapat  pendapat itu tidak punya basis data yg benar dan heran anda sama ngawurnya.

john doe:
Trus, menurut anda, lonjakan 2000 itu gara-gara apa?
Ingat kriterianya ya:
1. Harus kejadian akhir-akhir ini, karena tidak terjadi lonjakan signifikan selama 9 tahun.
2. Harus merupakan kejadian yang meng-affect semua lapisan masyarakat, dan terjadi dari bulan Maret, April karena 9 tahun sebelumnya, ngga ada kejadian lonjakan kyk gini.

Ada wabah lain di tahun 2020?
Ada bencana alam lain di tahun 2020?
Ada lonjakan penyakit jantung di tahun 2020?
Ada lonjakan penyakit kanker, diabetes di tahun 2020?
Ada lonjakan keinginan orang dimakamkan dan bukan dikremasi di tahun 2020?

Jelas ngga ada.

john doe:
Ohooo, anda akhirnya mengakui bahwa ada lonjakan 2000 pada bulan Maret?

JOSR:
bwahahahaha, lonjakan 2000 di bulan maret?
mungkin perlu baca link ente sendiri dgn seksama selain belajar berhitung.
link pemakaman (tidak sama dengan kematian), maret 2019 = 3153, maret 2020 = 4422, apakah 4422-3153 = 2000?
Ohhoooooo, Mungkin otak anda sdh ketularan virus BUTA BERHITUNG.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Anies Bicara Angka Corona DKI 40 80 Ribu, Tapi Bohong, Pakai Asumsi Dan Mau Bikin Resah yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/anies-bicara-angka-corona-dki-4080-ribu-tapi-btf11HOnWg

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: