You Now Here »

Keajaiban Indonesia Hadapi Covid Yang Kita Tutup Tutupi  (Read 129 times - 108 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 22,913
  • Poin: 22.990
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Keajaiban Indonesia Hadapi Covid Yang Kita Tutup Tutupi
« on: May 16, 2020, 08:14:03 AM »




Tony Gede:
Tetap harus waspada. Tpi jg g perlu panik berlebihan.

Snipersiantar:
Benar bung Gede..
Yang dibenci para lockdowners..
??? ??? ??? ???

si memble:
Bukankah dulu menkes Terawan pernah bilang kalo virus corona adalah sejenis influensa dan angka kematiannya termasuk kecil dibandingkan virus yg lain?
Yg ada beliau malah dibully walau skrg terbukti pendapatnya mendekati fakta, untungnya presiden tetap mendengarkan saran beliau dgn tdk melakukan lockdown total.
God bless NKRI.

Will Lim:
Setuju. Masalahnya adalah beliau dibiarkan ngomong tanpa dibantu juru bicara yang handal.
Beliau yang ngomong apa adanya dibiarkan begitu saja dibantai media tanpa klarifikasi dari menteri lain.
Ini level departemen kesehatan tidak punya dana untuk rekrut juru bicara yang handal dalam mengemas apa yang mau disampaikan?
Kasihan Indonesia bayar program kartu prakerja yang nyata-nyata hanya cara menghabiskan anggaran sampai kisaran 5T bisa, bayar jubir untuk MenKes tidak bisa.
Gugus Tugas CoVid juga lambat sekali kerja dan tidak sinkron.

Tony Gede:
Terlalu banyak yang main kepentingan di tengah pandemi sekarang sob.  Kesempatan dapet sabetan gede di tengah2 kepanikan / kelengahan masyarakat.

Lihat aja, tiba2 menteri KKP nerbitkan UU yg bolehkan benih lobster diekspor.  Saat kita lagi teralihkan perhatiannya sama Covid 19.

Will Lim:
Ya makanya enak sekali untuk masuk di lingkaran kekuasaan dan menikmati bagi-bagi anggaran.
Jadi stafsus saja bisa goal proyek 5T minimal. apalagi menteri.
Lucunya Negeri Indonesia.

.:M:.:
Waspada dalam ikhtiar dan doa..

Di lain sisi, terima kasih untuk covid19 dari keluarga virus corona, semoga banyak yang memetik hikmahnya, tersadar untuk selalu waspada menjalankan kehidupan yang sekadar dipinjamkan-Nya.

Ketakutan karena pandemi adalah hal wajar, tapi alangkah bermanfaatnya energi was-was (negatif) tadi dikonversi jadi kewaspadaan, energi positif untuk kontribusi konstruktif dan produktif, agar pilihan negara demokrasi diisi oleh orang-orang yang sadar moral dan etika.

Supaya forum diskusinya apik di dengar, argumentasi berujung solusi kebaikan bersama - pesan kebenaran yang disampaikan, bukan adu otot belaka hanya bikin gaduh - sibuk siapa yang harus di dengar, jadi keras2an suara "tong kosong nyaring bunyinya".

Salam ????

Snipersiantar:
Maaf bung Alif..
Kembali saya suka optimisme yang tersirat di tulisan sampeyan.
Benar sekali..kewajiban kitalah yang mampu (dan mau) menterjemahkan optimisme menjadi logis buat khalayak supaya tertular ikut optimis.
??? ??? ??? ???

mbahkung:
lah kusangko nian
broo
~~~

FAUZi:
Aku setuju dengan Om Alif, terlalu dibuat dramatis soal corona ini, dan uniknya seluruh dunia bermain.

Hanya membangkitkan penyakit lama yang terpendam dalam tubuh seseorang, memperberat penyakit yang sudah ada sebelumnya ... cuma itu kok

Kalau punya kesadaran akan kebersihan, menjaga kesehatan dan berhati hati.. beres semua

Deedee:
Setuju sob..

yuviandi purbodewanto:
Ijin share .. Pertengahan April kemarin saya demam tinggi disusul malamnya mendadak menggigil, esoknya lapor kantor dan diijinkan isolasi mandiri selama 10 hari. Saya merasa ini covid ..  nggak ada panik/takut, saya putuskan nggak ke rmh sakit tapi fokus eksplor merasakan kek apa dan gimana covid ini menyerang tubuh.

Demam diikuti nyeri tubuh, lemas dan pusing yg nggak kek biasanya. Saya ikuti aturan jaga jarak dll selama isolasi. Obat yg saya minum hanya obat umum penurun panas, pereda nyeri dan sakit kepala. Makan minum banyak, istirahat bebas semau saya (bawaannya lemas mau tidur terus), vit c dan madu rutin. Sungguh memanjakan tubuh selama isolasi. Oya berjemur rutin.
Hari ke-6 saya merasa sangat fit, pusing msh sedikit tapi hilang dg obat pusing yg umum.

Beberapa catatan saya buat;
- sama sekali nggak perlu panik/takut
- obati yg jadi sakit bawaan sebelumnya (bila ada) dg lebih fokus
- berjemur
- terima dan rasakan serangan covid itu dg penuh kesadaran
- tumbuhkan tekad yg makin menguat utk mengatasi sakit
- jorĀ²an manjakan tubuh dg makan minum istirahat sepuasnya

Saat ini saya tetap mengikuti prosedur, beraktifitas ngantor biasa dan siap menghadapi gelombang ke-2.

.:M:.:
Alhamdulillah sudah pulih..

Kesaksian Tung Desem dong, yang bikin bahaya kepanikan..jadi beliau benar2 menghindari berita dan fokus tonton lawak2an, untuk jaga mindset supaya bisa boosting imun tubuh.

Hehe..jadi, setelah ini..bagaimana etika media massa...?

Boleh tanya, selama di rumah ada anggota keluarga lain kah? Nah ini proseduralnya gimana? Belum pernah mendengar kisah isolasi mandiri dan teknis aktifitas hariannya gimana...

yuviandi purbodewanto:
Terimakasih sis .. saat itu anggota keluarga saling nyusul kena .. hehe .. satu bahkan dipastikan positif oleh rmh sakit, yaa isolasi mandiri. Di rumah nggak pake prosedurĀ²an wong saya pikir semua adalah ODP/PDP, sdh pada kena .. Utamanya kami saling menguatkan tekad dan menguatkan daya tahan tubuh, oya minum jahe pedas campur madu tiap hari. Aktifitas rutin biasa saja, hanya sangat fokus pada penguatan daya tahan tubuh dan penguatan tekad.
Sekarang sudah fit/normal semua, saya mengingatkan kemungkinan gelombang kedua yg harus dihadapi. Rasanya kami bisa lebih santai sekarang tanpa meninggalkan kewaspadaan.

Tony Gede:
Saya sempat diskusi sama dokter Monika.

Dia kstau saya klo penderita yg sudh sembuh pertama kali, akan dapat kekebalan sementara.

Tpi klo udh kena lgi kedua kali dan sembuh, bisa dpr kekebalan yg lebih permanen.

Will Lim:
"Pemahaman kita tentang virus juga mengalami perubahan. Awalnya ketakutan, menganggap virus ini mematikan. Karena memori kita sudah terlanjur diisi video orang-orang china yang mati berjatuhan di jalan raya. Tapi kemudian muncul pemahaman yang lebih detail dan sederhana, bahwa virus ini tidak mematikan. Hanya mematikan bila penderitanya memiliki penyakit bawaan. Seperti penderita diabetes yang terkena luka, maka pemulihannya akan lama."

Pemahaman kita tentang virus yang salah adalah karena kita tidak dibantu oleh pemerintah dalam hal ini DepKes atau gugus tugas CoVid dengan efektif sejak awal.
Kita dibiarkan terpapar ketakutan, isu terus saja dibiarkan simapng siur. Menkes dibiarkan hancur dibully, belum lagi tidak ada staf DepKes yang kelihatan mumpuni yang ada hanya yang diolok-olok dunia.. Kerjasama menteri tidak kelihatan apalagi DepKomInfo.
Nanti kita lihat keajaiban Indonesia di musim pancaroba dan musim hujan.
Sungguh luar biasa kabinet kerja jilid 2. Harusnya Corona ini bisa membuat bangsa Indonesia lepas landas seperti Australia dan Selandia Baru yang dengan cepat merespon penyebaran Corona sedari din tetapi  yang ada bangsa Indonesia malah kehabisan anggaran sehingga harus menaikkan iuran BPJS untuk membantu penerimaan negara yang sedang kering kerontang.

Untuk pak presiden, terima kasih Pak.
Semoga kami akan terus bisa menonton dagelan macam ini dan semoga semakin lucu sampai 2024.
Sehat selalu pak dan sukses dengan kabinet kerja periode 2-nya.

Tony Gede:
Kabinet periode 2 ini musti secepatnya di reshuffle.

Isinya banyak yang ngaco.

Will Lim:
Terima kasih sudah merespon.
Saya sudah sampai di taraf tidak percaya lagi pemerintah.
Teman saya ngomong, Erik Tohir itu lebih bersih dari Mr. pres. Kenapa ? karena dia punya PT. sahamnya dijual di bursa. pak Erik tentu tidak akan melakukan hal-hal yang bisa merusak reputasinya karena akan langsung berefek ke perusahaannya.
Sementara Mr. Pres? jelas beliau terlihat baik, contoh yang baik, rakyat biasa yang menjadi presiden tapi apakah memang kedalamannya seperti itu?
Dalam realitanya begitu kita menjadi pemegang kekuasaan tentu banyak kesempatan yang kita peroleh cuma sayangnya banyak presiden yang menggunakan untuk korupsi semata tanpa peduli kepentingan bangsa, contoh paling jelas Pres. Soeharto. Pres terkorup nomor 1 di dunia.
Sementara meskipun Pres tidak korupsi, posisinya saja memungkinkan beliau mendapatkan keuntungan finasial yang tidak sedikit.
Contoh gampang lihat anaknya. Cuma jadi anak pres saja , langsung bisa mendapat pemodal untuk kerja sama bisnis. di kota saya jualan anaknya langsung kerja sama dengan top 10 orang terkaya di kota. itu baru jadi anak.

Tanpa beban di periode kedua menjadi tanpa beban untuk bagi harta dan tanta...
LOL. Lucungan Negeri Indonesia.

Tony Gede:
Btw, anaknya Jokowi bsa langsung kerjasama dngn top 10 org terkaya di sana, krn faktor apa?

Apa top 10 itu tiba2 dapat proyek gusuran pemerintah krn ngebaikin anaknya Jokowi, ya?

Tony Gede:
Yah tiap orang berhak punya pendiriannya masing2 kok masbro.

Tpi secara pribadi, klo bt saya, ya apa yg bsa saya sumbangkan utk sesama, negara, dan dunia.

Utk saat ini, yg saya punya adalah pengetahuan, makanya saya usahakan sebanyak mungkin nulis artikel di Seword (selagi sempat).

Pemerintah dan presiden jg manusia ga sempurna, jdi pasti ada aja kekurangannya.

Dlm artikel, saya usahakan bsa memberi saran2.  Kalo didenger, ya syukur.  Kalopun ga, ya sebagai edukasi bt teman2 pembaca, bahwa kita punya alternatif yg sbnrnya bisa dicoba.  Entah sekarang atau nanti.

Yg penting, jgn merasa hopeless dulu.  Stay positive? ???

mbahkung:
gimana kl Prabowo aja
jd presiden gitu maumu
sob ~ selamat suxess
~~~

Opini Tadeus:
Hoho..ga begitu juga....Mr Presiden mmg tak sempurna....tp dia yg paling tepat utk sekarang

Parlindungan Panggabean:
Kalau semua biasa2 dan baik2 saja ya syukurlah. Memang waspada itu perlu, tetapi juga janganlah berlebihan. Peristiwa covid-19 kita tarik hikmahnya, yang membuat kita menjadi lebih bijak dan realistis. Merubah pemahaman kita akan cara dan gaya hidup, bukan hanya mengenai kesehatan tetapi juga hubungan sosial dan politik. Sekarang yang perlu dicermati adalah pihak2 yang bermain anggaran dan pengadaan alkes, yang memanfaatkan untuk mengambil keuntungan dari mewabahnya covid-19 ini.

Awam Wahono:
Asal enak makan dg lauk apa saja dan enak tidur berarti sehat ! Bagi perokok malah lebih gampang lagi cara testnya asal merokok masih enak berarti sehat , sebab kalau sakit merokok tidak enak , bukan berarti menyuruh orang merokok lho !

si memble:
Sama2 tukang ngebul jg nih... ????

Parlindungan Panggabean:
Hati2 mas.. merokok bisa menyebabkan kehamilan.. ????

Arya2:
Betul... Salah satu indikator sakit menyerang parah, cepet2 makan minum banyak plus obat n tidur, aktivitas normal jgn dimanja bed rest kecuali sangat ngantuk dan lemas.... Aplg merokok yg legend itu dipastikan Besok paginya ingus hijau menggumpal segera keluar

Stevanes Ariffin:
Saking ajaibnya, maka dibuat angka angka Prediksi (prediksi doang lho) yg luar biasa dahsyat supaya ga kalah dgn amrik dan eropa....

Agus Winarto:
Virus corona / influenza adalah momok buat negara subtropis sejak dulu. Ingat flu spanyol 100th yll. Beda dgn negara tropis spt Indonesia, influenza hal yg biasa dan tdk mengkhawatirkan. Tdk usah panik, tetap waspada.

Arumanis:
Kira kira jerinx bakal adu argumen g ya ama anies di ILC????wkwk

bambang:
Sebagaimana wabah penyakit baru, kita pun hanya bisa meraba2 dan menyesuaikan tanggapan sesuai keadaan hari demi hari, karena belum ada pedoman yang pasti secara medis. Yang berbeda kali ini dibanding yang lalu (SARS, H1N1, MERS, Chikunguya dll) yaitu penyebaran wabahnya bukan hanya regional tapi benar2 global. Jadi secara politis ada unsur ketakutan dibandingkan dengan negara2 seantero dunia, dimana seakan kita harus memilih antara korban jiwa dan kehancuran ekonomi.

Teha Sugiyo:
Terbukti Indonesia itu adidaya...

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Keajaiban Indonesia Hadapi Covid Yang Kita Tutup Tutupi yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/keajaiban-indonesia-hadapi-covid-yang-kita-tutup-VWMfOqPg6o

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: