You Now Here »

Saya Membela Habib Umar Assegaf, Aturan PSBB Memang Tidak Masuk Akal  (Read 229 times - 40 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 23,245
  • Poin: 23.322
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Fsasosi:
Saya sangat setuju bahwa pemakaian JILBAB,CADAR,SORBAN,DASH TERRRR,SEMPAK itu perlu. Penting. Tapi di dalam mobil pribadi? Dengan keluarga sendiri? apa gunanya?

Iwan Muljawan:
Kalo sempak mah perlu atuh sob... Nti bisa ada persneling kedua kalo ga pake sempak. Persneling cadangan buat penumpang samping sopir....

Martabak Sweet:
Penulis ini memang pengetahuannya sangat sempit deh.

1. Seandainya kamu mudik dengan mobil, mobil berisi 4 orang. Lalu ke pom bensin isi bensin lalu supirnya keluar beli aqua,

2. Supir lalu badannya menyentuh atau tersentuh virus dari orang lain atau dari obyek yang disentuh carrier virus, lalu supir ini masuk kembali ke mobil lalu membagikan cemilan yang tersentuh tangyannya yang bervirus atau membukakan pintu majikan yang lalu menyebabkan trace virus menempel ke bagian bagian mobil baik di dalam maupun luar, maka

3. Jelas pemakaian masker membantu sebagai garda tambahan, meskipun dipakai di dalam mobil.

Dari beberapa tulisan sudah bisa diambil kesimpulan, kalau logika dan pengetahuan umum penulis itu sangat rendah dan pandangannya sangat sempit. Memalukan.

Martabak Sweet:
Secara hukum dan aturan, mungkin Habib Umar itu salah. Karena melanggar dan cekcok dengan tim gabungan. Tapi aparat juga harus sadar diri. Bahwa aturan yang diberlakukan itu juga tidak bermanfaat dan menyusahkan masyarakat.


Kalau mau komplain, pintar sedikit deh. Polisi/eksekutor/aparat tidak salah. Yang salah regulatornya di pusat atau daerah.

Yang kita perlukan aparat dan eksekutor yang setia dan mengawal hukum. Dan terima kasih kepada mereka yang sudah melakukan itu sambil pula berada di garda depan dan beresiko terkena virus.

Raymond Ambarita:
Beginilah Penulis Yang Memahami Segala Sesuatu Yang Tertulis Termasuk Aturan Hidup Dalam Situasi Tidak Normal, Secara Hurfiah..
Dalam Keadaan Darurat Covid-19, Penulis Semestinya Memahami Dalam Kontek RHEMA..

Segala Aturan Darurat, Pasti Ada Konsekuensi Positif dan Negatif..
Konsekuensi Positif Adalah RHEMA.

Kalau Menulis Hanya Memahami Arti Hurfiah, Semua Orang Bisa..

Martabak Sweet:
Penulis ini memang pengetahuannya sangat sempit deh.

1. Seandainya kamu mudik dengan mobil, mobil berisi 4 orang. Lalu ke pom bensin isi bensin lalu supirnya keluar beli aqua,

2. Supir lalu badannya menyentuh atau tersentuh virus dari orang lain atau dari obyek yang disentuh carrier virus, lalu supir ini masuk kembali ke mobil lalu membagikan cemilan yang tersentuh tangyannya yang bervirus atau membukakan pintu majikan yang lalu menyebabkan trace virus menempel ke bagian bagian mobil baik di dalam maupun luar, maka

3. Jelas pemakaian masker membantu sebagai garda tambahan, meskipun dipakai di dalam mobil.

nihayatur rohmah:
Setuju

xenakis2:
ponder sewot sekali lagi melakukan tulisan supaya banyak yang mampir
isi opininya hanya lebih mirip dari orang frustasi kagak bisa mudik, dengan menyalahkan aturan psbb
segala cara supaya kelihatan berbeda, maka jd mirip MUI, karena tokoh tulisan seorang ulama, maka harus di bela....
mau tuh ulama kelakuan arogan, intoleransi, isi penumpang mobil camrynya lebih dari 4 orang, mau kagak pake masker..... maka harus tetap dibela

Iwan Muljawan:
Ga pake masker gpp sob, yg penting pake daster.... Hiehiehie...

Erika:
Mungkin aturannya ditambahkan BAWA KK/AKTA NIKAH JIKA 1 KELUARGA DI DALAM MOBIL. karena kalau SEBUAH PERATURAN TIDAK JELAS artinya berlaku utk setiap org dalam artian individu.

Memang susah membaca memahami dan melaksanakan kalimat-kalimat dalam peraturan dan UU kalau pikiran masih memikirkan diri sendiri dan tidak memandang bahwa aturan dan UU itu dibuat untuk umum bahkan utk 275 juta orang.

Bibo:
Saya sependapat dengan Erika.
Aturan dibuat untuk umum bahkan untuk 275 juta penduduk Indonesia.
Pelaksanaan aturan akan sangat bertele-tele apabila banyak pengecualian.
Sebaliknya masyarakat juga harus maklum karena aturan dibuat untuk kepentingan banyak orang.
Tidak boleh merasa diri sendiri orang yang penting/istimewa sehingga harus dikecualikan dari aturan.
Soal kata putar balik secara kontekstual artinya berputar dan balik ke arah asal mula berangkat. Jadi tidak perlu berlebiham mempertanyakan putar balik kemana.

Ayat1403:
Setuju Mba ....

Susi Hana:
Walau tdk msk akal tapi aturan tetap aturan yg berlaku umum tanpa terkecuali.
1. Aparat tdk mungkin cek kk atau ktp satu per satu mobil yg lewat , terlalu lama prosesnya, bikin tambah macet
2. Banyak aturan yg tdk jelas, tp diambil aman nya, dilaksanakan saja kan jg tdk akan ribut
3. Kalaupun emosi, apa perlu sampai ngomong 'yg kena penyakit adl org yg tdk pernah sembahyang' ... arogan sekali utk ukuran orang yg berpenampilan agamis ... ga match aja

Akbar-NM:
Mau masuk akal ataupun tidak tetep aja sebagian ada yg melawan, betul tidak ? Byk toh beritanya, apa sih sulitnya ketika ditegor baik2 agar sesuai aturan yg berlaku, tinggal ikuti sj, toh ada solusi yg ditawarkan. Spt kasus itu, 2 org turun diantar petugas sampai tempat. Apa salahnya pakai masker didalam mobil,  kcl klo virusnya keliatan, ini khan ga kliatan, virus kapan masuknye, jd ya sy kira tidak ada peraturan yg tdk masuk akal, yg ada peraturan utk selalu dilanggar.

Givern Miricle:
pola pikir penulis ini mirip lengkap dengan pernyataan mui jatim

Den Kz:
Masalahnya bagaimana kita tahu bhw mrk semua keluarga. Bahkan yg menyopiri itu kelihatannya juga hanyalah seorang sopir. kalau tdk memakai masker bgmn kalo menularkan ke sopirnya. Lalu kalo membawa wanita dimobil, bagaimana petugas tahu itu istrinya, jangan2 baru nyomot dipinggir jalan. Sebaiknya aturan ditaati saja toh hanya sementara sifatnya.

Iwan Muljawan:
Boleh nyomot di jalan yak??

AK-47:
Saya sangat setuju bahwa pemakaian masker itu perlu. Penting. Tapi di dalam mobil pribadi? Dengan keluarga sendiri? apa gunanya? Hanya membuat nafas jadi kurang nyaman.


Aturannya adalah Menggunakan masker jika berada di luar rumah. Artinya jika tetap pengen naik mobil apalagi mobil pribadi tapi ngga mau pakai masker maka terlebih dahulu masukanlah  mobilnya ke dalam rumah supaya tidak berada di luar, supaya tidak melanggar aturan.

Saya juga sangat setuju bahwa pemakaian celana itu perlu. Penting. Tapi di dalam mobil pribadi? Dengan kondisi nyetir sendiri? apa gunanya? Hanya membuat talas jadi kurang nyaman.

Raymond Ambarita:
Pembatasan Dalam Keadaan Darurat itu Jangan di pahami Secara Sempit..
Contoh, Dalam Keadaan Darurat, Semua Milik Anda Dapat Diambil secara paksa demi Kepentingan Nasional Secara Luas.
HAM anda Dirampok Untuk Kepentingan Orang Banyak..

AK-47:
Betul om, c7.... Jadi MASKER itu, (entah bagaimana cara pakainya) tetap harus dipakai saat berada di luar rumah. Persis kayak celana gak boleh dilepas sekalipun lagi dalam mobil pribadi dan lagi nyetir sendiri. Karena itu ATURAN.

Iwan Muljawan:
Hahaha.... Masuk akal sob. Gw kalo ngrokok sambil stir masker gw pelorotin ampe dagu. Kalo kira2 didepan ada petugas roko gw taruh di asbak di pintu bag bwh. Masker gw naikin pake bibir digerak-gerak supaya geser keatas. Hehehe... Dasar otak +62. Nyengir sendiri kadang kalo inget.

B-Over:
Pengalaman saya di tol menghadapi para petugas, saya tetap cuek dengan masker di dagu, dan tangan yg memegang rokok tetap diluar jendela.

Biasanya petugas tetap membiarkan jalan sambil memberikan isyarat tangan supaya masker saya naikn sampai hidung.

Rifan Hasbullah:
Habib juga Manusia bukan cuma Rocker yg Manusia

LAKSMANA BINTAN BANDAR BESTARI:
Saya pikir Habib Umarpun patut pula dipersalahkan, karena sebagai sosok orang tua yang dihormati di Kawasan Bangil [Pasuruan] dan Jawa Timur semestinya beliau tidak perlu menggunakan intonasi tinggi dan melakukan kontak fisik kepada petugas. Perlu ada komunikasi yang baik, apalagi terjadi di bulan yang sangat baik [Ramadhan 1441 H], sehingga dengan atribut sebagai Tokoh Agama ya tidak perlu hanyut dalam emosi sesaat dan sampai melakukan kontak fisik segala. Saya merasa bahwa petugas hanya menjalankan perintah saja, sehingga terhadap petugaspun, seorang Habib Umar semestinya kooperatif dan edukatif dalam berdebat.

Seno Aji Marhaentiyoso Putro:
Maaf Cak Alif, kali ini sy tdk sependapat dgn sampeyan.
Hukum itu berlaku scr umum, perkecualian hanya dimungkinkan jk mmg tertulis dlm peraturan itu sendiri. Kalo tiap orang minta perkecualian, sy yakin tdk ada org yg mau menjadi pelaksana di lapangan, mengingat pasti akan sangat sulit dan memicu pertentangan.
Bgmn petugas lapangan mengindentifikasi bhw yg berada dlm mobil adlh keluarga? Apalagi jk bawa anak-anak yg blm punya KIA. Akan bikin ribet petugas.
Pemakaian masker di dlm mobil pun harus ditegakkan. Siapa yg menjamin kalo di dlm mobil pasti terbebas dr paparan virus? Apalagi kalo mobilnya non AC dan jendela dibuka lebar. Ingat tdk semua mobil punya AC yg bs beroperasi. Kalo nanti pengendara mobil boleh tdk pakai masker, nanti pengendara motor jg akan minta hal yg sama. Alasannya sama-sama berada di jalanan, sama-sama terkena udara luar rmh, knp dibedakan? Dan akhirnya semua yg di luar rmh akan minta gak pake masker. Ambyaaaaar....

Contoh lainnya, SIM yg berlaku untuk semua warga masyarakat. Kalo ada seorang polisi lalu  meminta perkecualian tdk perlu punya SIM untuk berkendara di jalan umum, tentu tdk akan diterima. Padahal kalo dipikir dgn sedikit logika "memaksa", toh yg mengeluarkan SIM siapa, yg jd pelaksana lapangan jg siapa? Jadi apa perlunya SIM, toh polisi lalu lintas jg yg akan menindak jk ada pelanggaran.
Tp kalo ada kejadian bgn dan viral, kita pasti protes keras.
Mungkin Cak Alif lagi lupa atau khilaf, bhw aturan itu berlaku umum sepanjang tdk dijelaskan adanya perkecualian.
Dan mmg tdk akan pernah sempurna, krn kalo minta sempurna, akan banyak penjelasan hal-hal kecil remeh temeh yg hrs masuk di peraturan itu. Akibatnya sebuah peraturan yg seharusnya cm bbrp lembar bs jadi buku tebal krn hrs mengakomodir semua tetek bengek (teteknya siapa jg yg bengek) agar bs dibilang sempurna.
Apalagi namanya peraturan, manusia aja gak ada yg sempurna. Nobody perfect, termasuk habib yg sampeyan bela itu.
Suwun...

Nasrullah Alhadi:
Betul memang aturan PSBB ga jels masa dlm mobil ptibadi hrs ngikutin pro kes,

BritneyYang:
Mas Alif membela Yang " Salah "
Kalo ga mau ikuti peraturan PSBB ya ga usah pergi gitu Aja kog repot.
faktanya mereka pergi ke daerah PSBB
jadi repot kan.

IsakItlay:
Mungkn menurut penulis yg bikin aturan jg lg hilang akal ya... ? Hahaha

Agus:
Saya tidak setuju dengan mas Alif, alasan kalau 1 mobil isinya keluarga ditolerir maka jadi tidak efektif. Orang akan semakin tidak menghargai aturan. Jgn karena egois sendiri tidak memikirkan petugas di lapangan yg akan sulit menerapkan aturan. Saya sudah menduga waktu aturan kemenhub yg membolehkan naik angkutan udara dengan syarat surat tugas dari instansi & surat bebas covid, keduanya mudah untuk dipalsukan.

Jay Djajadi:
Memang petugas tahu kalau yg duduk di sebelah pengemudi itu adl isterinya? Apa perlu ditanya surat nikahnya? Ya nggk praktis efektif itu peraturan, kalau petugas hrs tanya status yg duduk di sebelah sopir, bisa-bisa tmbh muacet. Jadi peraturan itu sdh dipertimbngkn efektivitasnya...

yarafara:
yang jadi masalah adalah akhlak/adab beliau minus bgt gitu loh........

Leo Vargaz:
Efek keputusan dan peraturan dari pemimpin tanpa ketegasan dan inkonsisten.

Marts K Lagadoni:
serba salah donk

Barkah Adi:
Aturannya dibuat aja masingĀ² untuk seorang, untuk sekelompok orang, untuk sekabupaten, juga untuk senegara,  biar nanti petugas pelajari dulu semua, baru terapkan. Jadi pemerintah nggak usah bikin cukup satu aturan atau uu yang mengikat buat seluruh rakyat indonesia, kan kita majemuk yak?

Seno Aji Marhaentiyoso Putro:
Namanya darurat wabah, hrs cepat bertindak khan? Ntar telat sedikit diprotes lagi.

Rifan Hasbullah:
Berdamai Dengan Korona dengan Protap Kesehatan itulah Solusinya

Odank Sagala:
betool... betool...betool... ane setuju.... beliyow kan turunan nabi (ngaku sih boleh saja, ga bayar) jadi pasti g bakalan salah, jadi semua ini salah Jokowi.... salam salawi....

Rifan Hasbullah:
Itu Namanya Oknum Habib

Hinamata:
Bisa diurutkan ngga tuh silsilah keturunan dari sebelah mananya

Odank Sagala:
hehe... bisa... 100%... bikin aja sendiri silsilahnya....

B-Over:
Sedari awal diberlakukan memang banyak hal yang aneh. Tidak boleh duduk disamping pengemudi walaupun keluarga atau satu rumah, terkesan aneh. Tapi ini indonesia. Jadi lebih tidak logis bagaimana implementasinya di lapangan???

Bisa bayangkan ruwetnya menindak pelanggar psbb di lapangan, cak? Lalu memeriksa apakah pelanggaran seperti itu masih satu keluarga dan satu alamat?

Bermasker diluar rumah, baik itu di motor maupun di mobil. Pengap? Ya sudah resiko kalau mau tetap keluar dalam masa psbb lah. Katanya mau berdamai dengan corona, tapi hal semacam begini aja cak alif ngga paham.

Apakah aturan aneh tersebut, lalu siapapun yang mencak2 terhadap para petugas di lapangan dibenarkan? Apa seperti itu mekanisme terhadap ketidak setujuan terhadap suatu peraturan? Downgrade logika nih saya baca artikel kakak pembina kali ini

valiant:
DEMOGRAZY

Bintaro You:
yess sy juga ga setuju aturan ga masuk akal...kayak suami istri di rumah ajah tumpuk2an...trus knp di mobil harus terpisah...hahaha..... btw...plat nomer Habib juga masalah jdnya....terkuak ga sesuai dgn mobilnya....hehehe...tau deh mana yg bener

BritneyYang:
Di Mobil ya beda lah Sama Di rumah.

andi:
Karena yang di dalam mobil gak selalu 1 keluarga yang 1 rumah, sering kali dalam 1 mobil itu teman atau saudar beda rumah, jika demikian maka akan sangat kesulitan bagi petugas untuk memilah milah mana yg sebenarnya keluarga satu rumah dan mana yang bukan, ya sudah langsung disamaratakan saja peraturannya untuk semuanya berlaku seperti itu.

Setelah diberhentikan baru dicek KTPnya? berapa banyak yg akan melanggar lalu harus dicek KTPnya satu persatu, lebih baik yg melanggar langsung putar balik, dan setalh itu gak ada lagi yang melanggar.

Hinamata:
Apalagi jika satu mobil bareng selingkuhan ya sob.. dimana martabak nya... wkwkwkw...pis

Iwan Muljawan:
Emang dilematis juga. Kalo motor boncengan harus satu alamat ktp, distop buat periksa masih ngga terlalu bikin macet. Kalo mobil? Amsyong. Yg lucu aturan denda ojol yg masih angkut penumpang dan BEDA dgn aturan motor pribadi non ojol. Ini aneh bgt. Mana bisa ojol dapet order ? Di aplikasi kan udah disable. Tepok jidat gw. Gimana coba kalo pake jaket ato helm ojol trus jalan bawa istri, hehehe... Pasti distop ditanya soal ojolnya bukan soal ktp satu alamat. Maka itu, buru2 dah psbb kelar. Pusing gw cari sewa ga dapet2 gegara psbb.

Iwan Muljawan:
Aseeekkk. Ini yg gw demen. Ada sudut pandang lain ttg kasus si bibib tsb.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Saya Membela Habib Umar Assegaf, Aturan PSBB Memang Tidak Masuk Akal yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/saya-membela-habib-umar-assegaf-aturan-psbb-r4jXW2Rmb4

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: