You Now Here »

Sebut New Normal Sama Dengan Bunuh Diri Massal, Mardani Ali Sera Kelihatan Banget Bodohnya  (Read 210 times - 67 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 23,084
  • Poin: 23.161
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Alex R.:
Kalau punya pendapat seperti itu silahkan seluruh pimpinan, kader dan simpatisan PKS tetap lockdown diri bersama keluarga masing-masing sampai diputuskan oleh Mardani Ali Sera situasinya sudah aman.

GustiMbotenSare:
Jangan lupa lockdown gajinya juga ya sob, biar cangkeme juga ikutan lockdown kalau perlu selamanya ...

Rheza Rivana:
Eh maaf. Aku setuju dengan pak Mardani.
Memang betul kalau diterapkan sekarang sama aja kayak percobaan bunuh diri.
Kenapa? Coba lihat deh kurva active case kita itu belum menurun sama sekali.
Ditambah lagi rasio testnya masih jauh dibawah negara tetangga. Philipina saja sudah 2000/1juta orang. Lah kita yg sama miskinya baru 1000/1 juta orang. Kenapa saya bahas rasio test? Di luar rumah anda ada OTG yg siap menyebarkan virus ke orang yg imunya lemah. Nah kalau OTG ini gak banyak yg terdeteksi bisa bisa buat kurva baru. Setidaknya dengan meningkatkan jumlah tes, OTG-OTG ini bisa lah diminimalisir. Terus balik lagi ke kurva, kurva R0 kita masih diatas 1. Ini bahaya bangat karena itu artinya 1 orang positif bisa nularin ke 1 orang lainya. Tapi kalau sudah dibawah angka 1. 1 orang belum tentu bisa nularin ke yg lainya.

Mungkin bisa bilang hanya daerah yg R0nya dibawah 1 bisa diterapkan. Tapi balik lagi ke rasio testnya? Sudah tinggi belum? :)

Jadi tolong kalau nulis artikel pakai data ya buat argumen :)

Ari:
Kalau baca yang pelan2 dicermati dengan baik, emangnya mau dilaksanakan di seluruh INDONESIA sudah dijelaskan sama penulisnya, pemerintah melaksanaan berdasarkan wilayah yang RO dibawah 1 itu juga ada proses dan kajiannya emang asal melaksanakan makanya di pilih Bekasi itu juga gak langsung di laksanakan...didatangi dulu Presiden bagaimana kesiapannya, dicermati, disiapkan aturan, pelaksanaan dan pengawasannya..

jadi tolong kalau baca artikel pakai kacamatanya mungkin kelupaan dipake jangan pakai kacamata kuda :)

Martabak Sweet:
Justru Rheza sudah baca dan pakai kacamata. Yang dia argue itu untuk mendapatkan RO dibawah satu, perlu juga ratio tes tertentu supaya resikonya lebih kecil.

Kalau disimak, yang Rheza challange itu kajiannya.

Ari:
Dari informasinya memang sudah di kaji makanya dipilih wilayah Bekasi karena dibawah RO 1 itu juga tidak didatangi terus besok dilaksanakan masih dikunjungi lagi dilihat kesiapannya...pemerintah juga ga sembarangan melaksanakan new normal

Kalau disimak, yang anda dan rheza lakukan tidak menyimak tulisan dan beritanya.

zospot:
Ya setuju, pasti ada kajiannya, pemerintah tidak bodoh.

Budi Aksana:
Yang perlu disampaikan secara detail & transparan ke publik adalah METODOLOGI-nya. Bagaimana cara suatu daerah bisa mendapatkan RO di bawah 1? Berapa ratio test-nya? Bagaimana metode pengetesannya? Dan bagaimana teknis pelaksanaannya? Ini yg sy lihat blm pernah dibahas. Akan bagus kl ada pihak yg kompeten menjelaskan ini scr gamblang.
Rasanya perlu dijelaskan scr detil semua itu agar kita semua yakin dg apa yang disebut "hasil kajian" yg dijadikan dasar memulai ke New Normal.

Wacana memulai normal baru memang seru__dan nampaknya sudah ditunggu. Betul, bahwa yg dilakukan Presiden di Summarecon adalah peninjauan persiapan/simulasi/apapun namanya. Sama juga dg update terakhir soal pariwisata misalnya. Dari berita sih baru wacana. Hanya saja eforia-nya sdh terlanjur besar.

Soal persiapan new normal sdh banyak diberitakan. Bahkan "masterplan"-nya sdh published ke mana2, di timeline-nya pun sudah jelas tanggal2nya. Betul yah? Simpelnya, langkah2 proses menuju new normal sdh sangat jelas, tinggal pelaksanaannya.

Sepintas nampaknya skenario di dlm "masterplan" itu dikeluarkan oleh pusat. Tapi dasarnya adalah RO/kurva/apapun itu dari setiap daerah.
Pertanyaan pertama : apakah daerah boleh untuk tidak mengikuti skenario tsb, kl memang 'hasil kajiannya' blm memenuhi syarat? That's why perihal metodologi jadi penting utk disampaikan...dan siapa yg mengkaji__pusat atau daerah?

Karena topik New Normal ini bahkan sdh disinggung oleh gubernur Jatim, walau kita sama2 tau di sana skrg malah lagi tinggi2nya. Eh...tapi kan cuma menyinggung aja, blm akan dilaksanakan, nunggu hasil PSBB tahap 3 di sana. Betulll...
Namun di sisi lain, ada gubernur Jakarta yg blg bhw tgl 5 Juni belum tentu mall bisa buka krn masih hrs nunggu hasil evaluasi PSBB DKI Jkt, eh...dibully.

Pertanyaan kedua : apakah penerapan New Normal bersifat top-down atau bottom-up?
Kalau PSBB setau saya diajukan oleh daerah utk kemudian disetujui Kemenkes (pusat) alias bottom-up.

Siapa tau ada yang bisa jawab....

mbladus ah:
Ini orang kupingnya "Kesumpelan Kapas".
Sudah dikatakan New Normal akan diberlakukan kepada daerah yang penyebaran virusnya dibawah 1.
Eh malah komentar "Salah bila kita gembar-gembor New Normal di saat penyebaran yang masih tinggi..."

Kelihatan BOLOTnya

Ruddy Kurniawan Gymkhana:
hanya satu kata mengomentari tulisan ini, "jangan percaya omongan banci" atau kamu akan terjerumus.

Anuku ngadekan:
Mardani keukeuh tidak normal.

Jesse Sihombing:
Eh tante MAS nongol lagi, tapi tetap masih gak dipake otaknya. Apa sudah gak ada otaknya ya tante MAS.
Saya setuju kalau gerombolan PKS menentang kebijakan pemerintah, berarti kebijakan itu sudah baik.

Lanina:
Cape d..., yg sibuk koar-koar tdk menjalani hidup susah sih spt rakyat biasa (yg kena phk, yg hrs cari makan). Di negara bule jg problem nya di sektor swasta yg di suruh mati suri, kalo public servants nya tetap aman, gaji tetap dpt penuh & teratur.

bustamin hamid:
PUTRIMAN
(click to show)


*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Sebut New Normal Sama Dengan Bunuh Diri Massal, Mardani Ali Sera Kelihatan Banget Bodohnya yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/sebut-new-normal-sama-dengan-bunuh-diri-massal-GhRvSbsxOX

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: