You Now Here »

Ancaman Pengangguran Dan Opsi Untuk Mengatasi  (Read 227 times - 89 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 23,416
  • Poin: 23.493
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Ancaman Pengangguran Dan Opsi Untuk Mengatasi
« on: June 03, 2020, 12:10:48 PM »




Odank Sagala:
beraaatttt... masyarakat biasa berfikir serba pragmatis juga berbudaya hedonisme, memerlukan kesadaran baru atau revolusi mental, darimana atau siapa yang jadi lokomotifnya...

Roedy Siswanto:
Lae , ada pepatah tiongkok yg berbunyi perjalanan jauh dimulai dengan langkah pertama. Kami sedang melakukan persiapan untuk memulai.

Odank Sagala:
syukurlah, ternyata masih banyak generasi muda yang pola pikirnya masih jernih, pemuda adalah harapan bangsa ....... (juga wanita... hehehe.... )

Roedy Siswanto:
Amiiin ??? ??? ??? ???

DC:
"Jawabannya hanya satu ...melalui koperasi desa yang dikelola sebagaimana seharusnya dan bidang usahanya tidak dibatasi"
Maaf penulis, menurut saya jawabannya bukan itu, namun integrasi total antara kata dan data nasional secara digital hingga ke pelosok desa yang penghuninya masih hanya 10 orang saja. Juga reformasi hukum yang tidak dapat diintervensi oleh siapapun ataupun dengan bagaimanapun caranya/kedudukannya.
Bagaimana bisa tahu solusi sebuah problem, kalau data saja masih belum bisa tepat? Seperti di Jakarta, yang budget saja masih dapat dipertanyakan. Lihat saja langkah India yang memiliki penyimpanan data cloud nasional, langkah Cina dengan mata uang digitalnya dan langkah Singapura dengan pemerintahan digitalnya yang kini diadopsi oleh Vietnam. Data dan statistik itu terpenting! Apalagi di masa revolusi industri 2.0.
Bagaimana mungkin bisa seorang individual mampu merasa aman dalam kehidupannya sehingga bisa bekerja dengan baik jika hukum masih belum bisa menjamin haknya?
Itu saja dari saya.

Roedy Siswanto:
Nggak perlu menunggu semua kondisi menjadi ideal menurutku. Melangkah saja dulu dan hambatan hambatan yg timbul dan menghadang diselesaikan sambil berjalan .

Tony Gede:
Dengan menggalakkan koperasi agro industri di desa2 yg potensial, maka pemerintah sebenarnya sedang membangun perekonomian negara yang bersandar pada kekuatan rakyat.

Untuk itu, harus ada jg jaminan akan hak kepemilikan tanah rakyat.

Salah satu usul saya adalah menjadikan tanah2 milik rakyat tersebut sebagai area pertanian kolektif di bawah koperasi.

Jadi dalam akta resmi, koperasi sbg badan hukum swasta, menjadi pemilik tanah tersebut.

Namun dalam catatan koperasi, nama2 pemilik tiap kapling tanah dicatat dengan jelas.

Dengan demikian, hak kepemilikan tanah tersebut dilindungi oleh status badan hukum koperasi.

Ini berlaku selama anggota tetap berada dalam koperasi.  Jika anggota tersebut keluar dark koperasi, maka kapling miliknya juga dikembalikan.  Jadi keluar dari area pertanian kolektif koperasi.

Gitu usul saya.

Roedy Siswanto:
Setuju om.

DC:
"area pertanian kolektif di bawah koperasi"
Reformasi agraria ala Rusia dan Cina yang sudah dibuktikan gagal. Diperlukan juga intervensi swasta seperti di Korea, sehingga industri agraria mampu dimiliki 70% petani, 20% swasta dan 10% pemerintah. Perlu bergotong royong agar bisa menciptakan kompetisi sehat yang akan melahirkan inovasi agraria baru.

Roedy Siswanto:
Koperasi kan swasta sob .Dan seperti yg masbro katakan gotong royong . Inilah bentuk gotong royong yg terkoordinasi dari masyarakat.

DC:
Bukankah Koperasi berbeda dari swasta yang dimiliki oleh korporat? Yang saya artikan adalah tidak bisa jika reformasi agraria tidak didukung oleh badan semi-private seperti di Singapura, Korea dan Jepang. Karena selama ini koperasi hanya beranggotakan petani yang bergantung pada 1 sumber penghasilan tanpa investasi untuk berinovasi dari korporat dan pemerintah.
Mangga dicek saja business model perusahaan CJ di cjfoods com, konglomerat korporat agraria milik Korea atau Monsanto milik Amerika.

DC:
Korporat hanya bertugas dalam distribusi, marketing dan pengolahan sementara pemerintah dalam birokasi dan kebijakan. Maka dari itu sangat sayang sekali kemarin Indofood tidak diakuisisi oleh pemerintah.

Martabak Sweet:
Korporat hanya bertugas dalam distribusi, marketing dan pengolahan sementara pemerintah dalam birokasi dan kebijakan.


+1

Roedy Siswanto:
Contohnya yg nggak pas sob ..coba lihat Zen Noh di jepang atau Fair price di Singapore .

Tony Gede:
Zen Noh, om? ??? ??? ?????

Roedy Siswanto:
thank you koreksinya om.

Rosita:
Setuju 1000kali. Kapan mau mulai, saya ikut!

Roedy Siswanto:
Ayo mbak Rosita ...kami ( saya dan om Toni ) sdh menyelesaikan konsspnya . Dalam waktu yg tidak terlalu lama kami sudah akan follow up dengan kepala daerah dan desa yg kami akan jadikan pilot project ....ayo ayo mbak Rosita ...bareng bareng kita . kalau boleh tinggalkan no kontak di email saya [email protected] you

Odank Sagala:
insya Allah semoga berhasil

Roedy Siswanto:
Amiiin , terima kasih atas doa dan dukungannya.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Ancaman Pengangguran Dan Opsi Untuk Mengatasi yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/ancaman-pengangguran-dan-opsi-untuk-mengatasi-cVk9CQITgQ

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: