You Now Here »

Ibadah Online, Lanjut Atau Berhenti?  (Read 181 times - 103 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 23,413
  • Poin: 23.490
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Ibadah Online, Lanjut Atau Berhenti?
« on: June 07, 2020, 08:10:08 AM »




Jay:
Sangat mencerahkan.....inspiratif! Thanks. buat penulis

Kolik2000:
Terimakasih atas apresiasinya

Zeffanya N Zeevanka:
Both ibdah daring & konvensional sama2 enjoy. Tapi liat sikon daring lbh aman. Ga lucu jg lg ibdh digreja tiba2 ada yg pingsan & rapture jemaatny? ??? ????

Kolik2000:
Ngeri2 sedap

Cahkene:
Ibadah Kristiani itu ya Liturgi (leiturgia)= pelayanan bersama umat, bukan tata ibadah seperti yang salah dipahami, karna dalam Liturgi itu adalah pendramaan Kristus dengan puncaknya Sakramen Ekaristi (eucharistio, diterjemahkan ucapan syukur). Inilah wujud ibadah di Bait Allah yang sama dengan puncaknya pada kurban... Jadi bukan 2 versi antara khidmat dengan hingar bingar

Mengacu pada ibadah online lanjut atau berhenti? Berhenti (dengan catatan pemerintah sudah memperbolehkan ibadah lagi atau pandemi berakhir). Berhenti karna umat harus turut ambil bagian dalam ekaristio yang diadakan tiap Minggu/tiap hari karna itu makanan rohani kekekalan

Kolik2000:
Saya memang sengaja tidak memasukkan liturgi ala Katholik

Tq untuk tambahannya yang memperkaya

Didi MJ:
Terlepas dari soal kenyamanan ibadah, kesiapan dan pengetahuan masyarakat dan pemimpin agama dalam beribadah kembali di era new normal itu lebih penting.

Contoh kasus, DKI Jakarta baru memulai yang katanya PSBB masa transisi. Salah satu aktifitas yang mulai diijinkan adalah ibadah kembali di tempat ibadah dengan kewajiban protokol kesehatan. Misalnya menjaga jarak aman, menggunakan masker, mencuci tangan, dll. Namun dilihat dari mulainya ibadah sholat Jumat dibeberapa masjid tampak terlihat berkumpul nya massa dalam jumlah besar, mungkin karena efek euforia setelah sekian lama tidak beribadah di masjid. Berkumpulnya massa terutama saat hendak masuk masjid mereka antri tapi tidak menjaga jarak aman. Saat bubar pun kembali terjadi antrian tanpa jaga jarak aman.
Itu baru satu, belum lagi masalah sajadah tidak semua umat yang mau sholat bawa sajadah, sedangkan masjid dihimbau tidak menyediakan karpet lagi jadi umat harus membawa sendiri.
Maaf ini saya ambil contoh umat muslim yang memang pas hari ini baru diijinkan ibadah lagi di masjid, karena agama lain seperti Kristen baru hari Minggu mulainya.

Melihat kasus diatas tampak antara ketidaksiapan pengurus masjid, masyarakat dan Pemprov dalam mengantisipasi 'pelanggaran' tsb. Sepertinya masalah ibadah kembali di tempat ibadah secara new normal belum benar-benar disosialisasikan secara baik kepada masyarakat dan para pemimpin agama atau pengurus tempat ibadah. Sehingga ketidaksiapan pemprov dalam hal ini yang paling bertanggung jawab, akan dapat berakibat muncul cluster-cluster baru kah beberapa minggu kedepan? Semoga tidak.

Saran saya tiap Pemda agar dapat lebih mensosialisasikan ibadah secara new normal dengan baik kepada baik para pengurus tempat ibadah, pemimpin agama dan masyarakat, supaya tidak timbul 2nd wave covid-19. Belum lagi katanya tiap rumah ibadah harus ada surat ijin dari ketua gugus di daerahnya sebelum memulai ibadah lagi. Yakin semua masjid yang hari ini mulai buka sudah ada surat ijinnya? Gereja2 apakah juga sudah dapat surat ijinnya??Wallahualam...

Kolik2000:
Ini menarik

Sita W:
Dalam kondisi normal atau tidak normal....'berbicara' dengan Tuhan sesungguhnya bisa di mana saja, kapan saja dan dengan cara apa saja, namun tiap agama tentu mempunyai tata aturan yang diyakini akan makin menguatkan iman saat harus berbicara pada Tuhannya, dan bertemu sesama keyakinan dengan ritual yang telah dilakukan sejak nenek moyang akan selalu dirindukan☺️☺️...bila memungkinkan bertemu aku akan bertemu, bila tidak bisa bertemu, hatiku takkan gundah...karena bisa berbicara dengan Tuhan adalah kebahagiaan, dan caranya? tergantung situasinya....

Oen:
Semua terpulang kepada niat dan hati  bukan soal kedatangan fisik kegereja tapi hatinya tidak kegereja.Live streaming sebaiknya diteruskan berguna bagi yang sakit dan lansia ,dalam  misa harian setiap pagi  ternyata diiikuti hampir 12 ribu umat. Jangan sampai live streaming ini justru dilarang seperti penghapusan terjemahan Injil di playstore .Amin amin amin gbu.

Sita W:
Aamiin... ??? ?????

Kolik2000:
Kok jadi melow

Hari ini udah ketemuan belon, sama di ehhmm...?

Kurara:
Tergantung daerah ga sih. Daerah yg blm bisa new normal perlu tetap lanjut online, daripada terjadi pelonjakan pasien covid baru... Kapasitas bakal jadi masalah karena harus berjarak untuk ibadah langsungnya.

Untuk saudara-saudari yg lagi sakit atau bepergian sehingga ga bisa ke gereja lgsg, ibadat online memungkinkan mereka untuk  beribadah.

Kolik2000:
My mistake

Saya kurang menambahkan tulisan, bahwa seandainya keadaan sudah cukup kondusif

Tq sudah ikut komen

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Ibadah Online, Lanjut Atau Berhenti? yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/spiritual/ibadah-online-lanjut-atau-berhenti-uFnXWn61qu

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: