You Now Here »

Surat Terbuka Untuk Teten Masduki  (Read 167 times - 40 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 23,112
  • Poin: 23.189
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Surat Terbuka Untuk Teten Masduki
« on: June 16, 2020, 12:01:37 PM »




Tony Gede:
Makanya walau katanya Gojek ini berbasis sharing economy, tapi sharing econominya nggak murni.

Yg namanya sharing economy itu, semua mitra mustinya sejajar, berusaha bersama.

Tpi klo korporasi2 platform ini kedok depannya doang sharing economy.  Pada prakteknya tetap aja manipulatif.

Para pengojek maupun usaha2 kecil disebutnya mitra.  Pada kenyataannya, mereka diperlakukan sbg subkontraktor saja. 

Perusahaan korporasi besar berlaku sbg tuan, sementara para "mitra" harus ngikut.

Suka2 saja, tpi jgn sbut ini sharing economy.  Sebut saja ekonomi subkontraktor.

Sudah waktunya kita ciptakan perusahaan berbasis sharing economy sesungguhnya.

Sudah waktunya para pengojek, pemilik kendaraan, pemilik UKM, pengusaha kecil katering, utk bersatu, membentuk koperasi platform.

Bayangkan semacam Gojek / Gofood, tapi dimiliki para pengojek, pemilik UKM, pengusaha kecil katering, dan jg para pelanggan.

Platform ini akan mempertemukan mereka di ruang transaksi maya.

Maka, kepentingan yg jdi fokus utama adalah kepentingan anggotanya, bukan kepentingan investor / pemegang saham.

Kalau memang susah dibentuk, ya kementrian UMKM dan Koperasi bisa menginisiasi pembentukan awalnya.  Permudah pembuatan platform, akses pinjaman modal, pelatihan, dsb dsb.

Ada program Dana Desa, kartu prakerja, ada Mekar, dsb, semua bisa dikolaborasikan utk tujuan ini.  Ndak perlu bikin program baru.  Pakai yg sudah tersedia aja.

Intinya, kalau menteri Teten mau mikir sedikit, pasti ada jalannya.

San Tuy Wele Wele:
mantap haha
emang begitu seharusnya kalau adil sharing profit dan duit gak pernah boong itu pasti sangat memacu semangat anggota koperasi.
semua orang mau kaya. dan kalau bisa bareng2. jadi prinsip : lebih rame kalau bareng2 kaya haha

Roedy Siswanto:
Lebih pantas om Toni yg jadi mentri dibanding Teten.

Rosita:
Setuju!

oloan sitanggang:
tidak gampang menyatakan seperti itu....perlu benar2 kultur koperasi dibangun dalam masyarakat kita. termasuk kualitas dari produksi koperasi.

Roedy Siswanto:
Betyl mbak Rosita ??? ??? ??? ???

Tony Gede:
??? ??? ??? ??? ??? ?????

San Tuy Wele Wele:
menteri koperasi dipersilakan baca2 arsip artikel tentang koperasi di seword. udah banyak banget ditulis sama bung tony, bung roedy dll banyak sekali idenya dan tanggapan positif dari para pembaca

YOSEP Official:
Dulu jaman Presiden Sukarno banyak berdiri koperasi di Indonesia (sesuai pasal 33 UUD 1945 maknanya "koperasi sebagai soko guru perekonomian").  di Pekalongan dulu ada. "Koperasi Batik Pekajangan", "Koperasi Pembatikan Buaran" (KPB), "Kopersi Batik Wonopringgo" (KBW), Koperasi PPIP dll yg bernaung dibawah "Gabungan Koperasi Batik Indonesia GKBI"   tetapi pada saat ini kok pada bubar (tidak dikembangkan) KENAPA?

Roedy Siswanto:
Pengelolaannya om ..Seperti juga GKBI misalnya yg punya gedung mentereng di Jl.Jendral Sudirman , pengelolaannya parah. makanya GKBI sangat mundur dan tidak menyejahterakan anggota koperasi kecuali pengurusnya . Begitu juga dengan kospin jasa.

oloan sitanggang:
Maaf, dlm era industrialisasi....kop akan kewalahan.....krn agak berat menggerakkannya.....ini pengamatan saya
...

Tony Gede:
Sudah pernah lihat contoh2 sukses koperasi di luar negeri?

oloan sitanggang:
Klo Kibbutz di Israel saya  tahu dan sgt saya pelajari. Tapi dalam negeri, masih belum optimal, tdak tau saya kenapa. ini yang perlu dipelajari spy kesuksesan kop dpt menunjang perekonomian nasional.
Hal lain yang perlu kita ketahui adalah bahwa apa yang sukses di Luar negeri belom tentu sukses dan berhasil diterapkan dlm negeri. Salah satu masalah adalah kultur organisasi dll.

yuviandi purbodewanto:
Pak menteri sebenarnya punya modal utama yg sangat kuat: keberpihakan Jokowi pada rakyat kecil, banyaknya koperasi dan UKM di Ind.
Harus fokus bikin terobosan agar target kesejahteraan masy kecil melalui koperasi dan UKM bisa dapet .. pola² lama mesti diganti yg sesuai perkembangan jaman abad 21. Kreatifitas hebat mmg nggak dipunyai sembarang orang, Pak Menteri bisa cari orang² itu.

oloan sitanggang:
sangat setuju, masalahnya kenapa Kop masih rendah kontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional...

yuviandi purbodewanto:
Yak, mengingat besarnya jumlah penduduk +62 dan budaya ketimurannya yg potensial utk kembang-pesatnya koperasi, itu jadi pertanyaan yg besar buat kita.

Roedy Siswanto:
Seharusnya orang orang seperti om Toni yg sangat menjiwai koperasi yg dijadikan pilar di kemenkop .

yuviandi purbodewanto:
Setuju!

Roedy Siswanto:
??? ??? ??? ???

Tony Gede:
Padahal klo dipikir, perkoperasian adalah salah satu sisi penerapan pasal 33 UUD 1945.

Penerapan lainnya adalah adanya BUMN.

Maka kedua kementrian ini sbnrnya sama bergengsinya, karena sama2 ada utk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Kemntrian BUMN utk memastikan bahwa peran intervensi megara mensejahterakan rakyat berfungsi dngn benar.

Sedangkan kementrian koperasi harusnya memastikan bahwa perekonomian kerakyatan berbasis koperasi diterapkan dngn benar di Indonesia.  Sehingga rakyat banyak bisa berpartisipasi dlm membangun kesejahteraan mereka jg.

Ini mustinya disadari menteri Teten.

Roedy Siswanto:
itu om ..kenyataan semuanya seperti ikut arus orba yg nggak niat mengembangkan koperasi.

Tony Gede:
Dulu Orba sangat mengekang koperasi, krn koperasi berasal dari konsep sosialis.

Biar katanya non blok, toh pak Harto disetir sama Amrik juga.

Tpi masa perang dingin blok barat dan timur udah usai, koperasi mustinya jgn dikekang lagi.

San Tuy Wele Wele:
iya lho kapitalisme itu bisa ketemu lawan sepadan yaitu koperasi.
tapi koperasi di zaman orba udah ditekan digencet pakai kaki oleh korporasi orba.
apakah koperasi bisa dibikin bernafas lagi oleh menteri koperasi? kami tunggu lho.

Roedy Siswanto:
Menurut saya, koperasi atau cara yg lain adalah alat untuk menyejahterakan rakyat. Karena tidak ada satupun mazhab ekonomi yg cocok untuk semua jenis tantangan yg dihadapi negara . Semuanya tergantung pada masalah apa yg sedang dihadapi

Tony Gede:
Betul.  Makanya banyak negara, termasuk Indonesia, memakai sistem ekonomi campuran.

Terlalu saklek hanya pada satu mazhab ekonomi jg terbukti kurang berhasil soalnya.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Surat Terbuka Untuk Teten Masduki yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/surat-terbuka-untuk-teten-masduki-gm9EVtddoU

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: