You Now Here »

Kode Keras Jokowi/Mahfud MD, Sudah Endus Permainan Obat Pakai Dana Covid 19?  (Read 182 times - 46 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 23,414
  • Poin: 23.491
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




TMP2020:
Kode keras, pernyataan, ancaman hukuman....dr dulu jg ada kok, banyak banget malah. Memang ngaruh ??

Kemauan dan kemampuan menerapkannya, gimana ??. Prabowo yg provokasi gila2an secara terbuka sj, jd Menhan  kok !!

Wenas:
haha...ada yg komen nyinyir kode keras+ langkah kuda...yg buat istilah kode keras & langkah kuda kan para penulis pro Jokowi...bukan ybs...lha ini malah disindir dinyinyir pula...salahin para penulis tuh yg buat istilah2...jgn salahkan Jokowi

Leo Vargaz:
Dulu langkah kuda catur, sekarang nambah profesi ahli kode keras.
Penyakitnya sama, tidak tegas. Slogan tanpa beban jadi percuma.
Gagap dalam banyak hal, kesannya dikendalikan.
Nasib-nasib...diluar digebukin lawan politik, didalam anak buah banyak membangkang.

FAUZi:
karena tak punya keberanian menghabisi lawan om

Lanina:
Cape dr dl kode-kodean mlulu...

Oen:
Klo dikasih kode buat togel 4 angka sih oke oke saja biarin tiap Minggu juga kaga masalah hehehe

FAUZi:
Singapore nya tutup om, lockdown covid...

Wanda Bagus Sebastian:
Itulah ganasnya pemerintah sekarang, namun demi rakyat Indonesia.

FAUZi:
ganas di mulut tapi no action

Eustachius Widianto:
Tanpa kode langsung hilang misterius itu baru kode.

Puguh Wahyu Santoso:
Entah saya yg telambat denger berita karena males lihat tv kecuali nonton film box office dr manca. Tadi pagi saya sempatkan lihat tv dg berita review dimana sebetulnya menjawab opini tulisan ini:
Hal obat dan produksi...dijelaskan bahwa kombinasi obat yg sdh ada dipasaran dlm negeri agar mudah dan sudah lolos bpom, kombinasi ini sdh melewati uji sesuai standart penelitian. Jadi tentu sdh diproduksi krn bukan obat baru kombinasi ini merupakan sediaan kombinasi bukan sediaan tunggal. Jd tdk perlu uji klinis seperti obat baru.
Kritikan uji kombinasi sdh diedar dlm jurnal kesehatan dan rencananya akan dirilis kejurnal luar negeri.
Peredaran obat ini diawasi oleh bin, bnpb dan unair agar bisa dikontrol dan tdk terjadi permainan harga. Obat sdh didistribusikan ke rumah sakit.
Itu yg saya dengar dari press rilis  oleh ibu peneliti dari unair.
Nah dr jabaran tsb dan tulisan diatas dimana letak kasusnya sehingga muncul kesimpang siuran keabsahan obat yg dikombinasikan?
Semoga tdk menjadi polemik disuasana yg sedang resah akibat covid ini.

FAUZi:
masalahnya kan efektifitas untuk pasien dan yang terpapar virus covid om, bukan untuk pengobatan sesuai tujuan obat asalnya

Barbarian King:
Itu uang banyak.. klo gak diawasin cctv 25jam, bsa kyk air jatuh ke tanah, tau2 ilang aja. Setuju kan pengawasan lemah bung alif..? Lagi2 hrs bljr e-control sma master ahok lgi,wkkk.

Jesse Sihombing:
Kepada gugus tugas pusat cq bp Doni, kami rakyat ind percaya, mudah2 an gak ada yg main2 dana covid ini, kalau memang ada tolong tobat, ingat masih ada hukum karma.
Karena dari dulu juga, selalu dibilang dihukum tapi tetap aja korupsi. Jadi utk dana Covid ini, tolong yg berhubungan, jangan lakukan. Cukupkan gajimu, itu yg sangat berkah.

Paloma34:
Untuk kali ini saya tidak setuju dengan opini dari seword.
Penulis seword terlalu emosional dalam menyingkapi masalah penemuan obat Covid-19 ini. Coba simak lagi dengan baik penjelasan dari peneliti Unair. Bahkan saya anggap temuan obat Covid-19 dari tim Unair sangat brilian untuk kondisi saat ini. Brilian karena racikannya menggunakan obat yang sudah teruji dan ada 5 kombinasi lagi yang saya kira bisa disesuaikan dengan kondisi pasien. Saya tahu penulis seword sangat menjagokan terapi plasma. Tetapi, menurut saya terapi ini akan menjadi cara pengobatan yg mahal dibandingkan misalnya pasien cuma diberi obat Covid-19 dari dokter klinik atau puskesmas untuk diminum dirumah. Yang namanya terapi tentu tidak cukup cuma sekali datang, dan tentunya tidak bisa dilakukan oleh klinik atau puskesmas. Saya tambah bingung ketika ada penulis seword dalam tulisannya dulu menggunakan rumus eksponensial untuk menggambarkan betapa Indonesia akan segera terbebas dari Covid-19 bila menerapkan terapi plasma dimana donor plasma diambil dari pasien Covid yang sudah sembuh. Padahal syarat pendonor plasma kan lebih sulit daripada donor darah. Akhir kata, semua pihak di Indonesia saat ini sedang berjuang dengan segala daya dan upaya untuk melawan pandemi ini. Jangan merendahkan (mengomentari negatif) cara orang lain dan menganggap caranya lebih baik. Selama tujuannya baik, apapun itu, biar masyarakat yg akan menilai.

Chandra Irawan:
"Namun, dalam keadaan bencana seperti saat Covid-19 ini, maka ancaman hukuman mati ini diberlakukan berdasarkan UU yang berlaku," kata Mahfud MD" teorinya memang begitu tapi kenyataannya? Lihat aja tsunami di aceh, gempa di lombok...apa ada koruptornya dihukum mati???

Mike©-®BEYER:
jadilah singa kecil yg mengaum dipadang savanah dan bertindak walau dikeroyok hyena2 lapar .....( lanjut ditambahi ).....

vango 77:
Sekali kali ditetapin tuh hukum baru pada sadar. Kalau cuma kode kode ngak mempang, dah sakti semua

San Tuy Wele Wele:
hukuman mati mungkin dianggap enteng sama koruptor zaman covid ini..
karena di pikirannya itu mereka banyak duit bisa sogok pengadilan..
ya mana tahu ya JPU naik banding lalu di pengadilan tertinggi, hakim jaksa agung menvonis hukuman mati melebihi tuntutan pengadilan2 yg sebelumnya?? kan modyarrr
ya sama aja kek disukabumiken tapi beda versi...

FAUZi:
Kode keras kek, langkah kuda catur kek... selama cuma bicara PERCUMA ...........

Jay:
Hanya mengecam tanpa tindakan yg nyata. Efektifkah??

Didi MJ:
Lu olang main-main kode...
Ngai sih liatin aja.... ??? ?????

Arumanis:
Asikkk.rameee uy...gitu dong..pengen tau gua siapa aja yg sok sok an...

EastMan:
Selalu dikasi kode keras, tapi pada kenyataannya penerapannya ga sesuai yg diharapkan
Permainan kong kali kong kelas atas susah dieksekusi
Selama ini hanya permainan kelas receh yg ditindak

ga yakin gw bakal ditindak TEGAS...... kalo ada permainan kelas atas yg ditindak tegas... ya syukur" aja dah

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Kode Keras Jokowi/Mahfud MD, Sudah Endus Permainan Obat Pakai Dana Covid 19? yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/kode-keras-jokowimahfud-md-sudah-endus-permainan-JhpyNVbkzl

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: