You Now Here »

3 Bulan PSBB Hanya Hasilkan Pemerasan  (Read 89 times - 69 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 23,084
  • Poin: 23.161
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
3 Bulan PSBB Hanya Hasilkan Pemerasan
« on: June 23, 2020, 05:11:52 AM »




ErikaErika:
cara pikir yang terbalik. jika hari ini apa yang diprediksikan tidak terjadi, itu bukan berarti upaya PSBB gagal. kita tidak bisa bersikap dan berpikir besar kepala karena fakta hari ini Indonesia mampu bertahan dari keterpurukan yang selalu diteriakan lawan.
Seandainya ada satu orang yang punya bola kristal yang mampu memprediksi kejadian masa depan DENGAN TEPAT, mungkin dia juga tidak akan menggunakan istilah "Prediksi", tapi dia akan menggunakan istilah "Takdir DejaVu" dan sejenisnya.

mengapa kita harus bersikap sombong setelah selamat dari ancaman? Lalu menyalah-nyalahkan seolah-olah waktu 3 bulan PSBB hanya sebuah pembuangan waktu dan pemerasan. Toh, 3 bulan lalu, tak seorangpun yang tahu akan seperti apa kejadian jika PSBB tidak dilakukan. Apakah Indonesia akan seperti ekuador? itukah yang diharapkan?

sebaiknya berendah diri pada Yang Maha Pencipta.

Yosef Kurniawan:
Setuju. Artikel ini sombong sekali bilang rumah sakit tidak penuh dll. Pertanyaan pertama apakah spesimen yang dites per harinya sudah sesuai dengan anjuran WHO? Belum, target WHO adalah 40000 tes per hari. Kita lihat sendiri kenaikan drastis pasien ketika rataan tes per hari naik dari 10000 menjadi 20000. Bagaimana jika dinaikkan menjadi 40000 spesimen per hari di waktu dekat? Ketika hal yang ditakuti tidak terjadi, semestinya kita bersyukur dan hidup penuh tanggung jawab dan kesadaran, bahwa Covid masih ada di sekitar kita.

Kedua, apakah PSBB benar-benar gagal? Tidak juga, keberadaan PSBB membantu mengurangi mobilitas warga. Di media mungkin ramai diberitakan pembangkangan masyarakat saat PSBB, namun ada juga segelintir orang yang berani membatasi interaksi dengan dunia luar demi tidak menularkan maupun tertular Covid. Efektifitas PSBB memang tergantung kesadaran warga. Jika warga melanggar dan abai seperti yang kita lihat di Jawa Timur, tentu saja PSBB tidak efektif. Namun di tempat lain yang lebih sadar macam jawa tengah dan Jawa Barat, bisa dilihat sendiri grafiknya membaik.

Ketiga, jika ada orang-orang abai yang akhirnya terkena Covid, sudah yakinkah kalau mereka bisa ditangani dengan tepat? Dari artikel lalu terlihat jelas jika ada peperangan antara metode plasma dengan metode lain yang lebih mahal. Apa yang harus kita lakukan di saat ini? Ya menjaga diri, hidup sesuai protokol kesehatan.

Hidup mati memang bukan di tangan kita. Namun jika kita menjadi batu sandungan bagi orang lain, membuat orang lain sakit karena sifat abai kita, itu adalah hal yang sangat jahat. Sekarang saatnya hidup secara logis, hidup bersih dan memakai masker saat pergi ke luar. Itulah inti dari New Normal. Hidup dengan lebih bersih dan sehat juga dengan bertanggung jawab. Ingat, ini virus baru dan belum ada yang mengerti 100% akan hal ini. Berjaga-jaga bukanlah hal buruk menghadapi konsekuensi yang kita tidak ketahui.

Zhuge Liang:
Kakak pembina stress

mbahkung:
apapoen
atiku adem
negeri ini
ditangan Jokowi
~~~

Anwar bunawar:
Klo mau bilang 3 Bulan PSBB Hanya Hasilkan Pemerasan harusnya sebelum 3 Bulan PSBB dilakukan dong, baru tulisan pendapat anda hebat...Klo udah lewat baru ngomong itu namanya pencitraan, basi, ga berbobot

Klo ga ada 3 bulan PSBB mungkin yg terinfeksi sdh diatas 100.000.

firman proindo:
Cabut pspb lalu Buka aja perbatasan wilayah seperti biasa tanpa ada surat rapid tes lalu kita lihat bagaimana Covid19 menyebar rata ke seantero negeri

Zhuge Liang:
Kakak pembina mungkin harus nyobain jadi relawan medis

Pribadi simpel:
Ya udah ....
Lepasin satu pasien kovit trus dirawat di rumah penulis artikel ini  Gimana?

jeremy edy d:
Kasihan p Terawan sdh banyak sekali menanggung cercaan dan umpatan.
Padahal maksud beliau baik supaya tdk terjadi goncangan yg tdk diperlukan, tapi sdh terlanjur banyak yg mencela.
Mungkin termasuk kita.
Hm......
Defisit ekonomi membutuhkan pemulihan lebih 10 tahun mendatang.
Ayo pikirkan bersama apa yg akan kita wariskan utk anak cucu kita, bukan anak cucu mereka, karena mereka sdh menumpuk warisan utk 7 turunan pun tak akan habis, atau silsilah kekayaan mereka dari mana berasal.

Siapkan pemimpin yg seperti jokowi, yg bukan dari turunan penikmat kekayaan jaman orde baru, lihat kekayaan mereka dari mana asalnya dulu.
Apakah kita semudah ini melupakan perjuangan reformasi, banyak domba berbulu musang dan musang berbulu domba.
Semua palsu.

Tony Gede:
Ghana (yang presidennya kemaren bilang ekonomi bisa dibangkitkan, orang mati nggak bisa) nyatanya udah melonggarkan lockdown dari 20 April kemaren.

Dan gara-gara lockdown, sekarang ekonominya jatuh. Jungkir.

Ujung2nya sekarang musti ngutang sama IMF.

Barusan baca tadi di berita.  Dan ternyata oh ternyata, akhir tahun ini sekalinya mau ada pemilihan presiden di Ghana.

Makanya Presiden Ghana ngomongnya gagah bener, biar kepilih lagi maksudnya.

jeremy edy d:
Ekonomi bisa menggoncangkan kestabilan politik negara dan pemimpin.
Tapi kalau di sini pemimpin yg sdg berkuasa tdk dalam posisi akan mencalonkan kembali.
Hanya sayang kenapa ditengah wabah dan masih dalam tahun2 awal begini sdh bermain taktis utk menggalang kekuatan dan mengunci siapapun yg dianggap akan berhadapan, memberikan peluang utk konsolidasi dukungan bagi diri dan kelompoknya.

Odank Sagala:
bukannya memikirkan rakyat  dari dulu pejabat  hanya memikirkan bagaimana caranya mendapat  uang, contohnya data kependudukan masih amburadul padahal sudah berapa kali sensus diadakan, data sudah terkumpul hanya jadi sampah, masih banyak manusia berahlak syetan yang terkutuk

XxX:
Ambyar bosss...

jeremy edy d:
Hati2 banyak jebakan.
Orba sdh berada pada simpul2 penting, tinggal satu klik saja mereka sdh mengkonsolidasikan diri.
Waspada bisa2 reformasi di jungkir balikkan.
Teliti sebelum membeli.
Ayo kita wariskan kemakmuran utk anak cucu kita, bukan makmur utk mereka terus.

Zhuge Liang:
Respek ama seword tspi mulai kurang respek ama kakak pembina
Apa yg ada dan yang tersimpan di lubuk hati terdalam mu?
Ada getar getar kepahitan

Tony Gede:
Ghana (yang presidennya kemaren bilang ekonomi bisa dibangkitkan, orang mati nggak bisa) nyatanya udah melonggarkan lockdown dari 20 April kemaren.

Dan gara-gara lockdown, sekarang ekonominya jatuh.  Jungkir.

Ujung2nya sekarang musti ngutang sama IMF.

Lalu ternyata oh ternyata, akhir tahun ini ternyata mau ada pemilihan presiden di Ghana.  Makanya Presiden Ghana eksyen gagah, supaya memenangkan hati pemilih.  Entahlah apa rakyat Ghana kemakan aksi gagahnya ini, saya kurang tahu.

Terus kemaren si Anies dengan sok gagahnya mau ngikut2 presiden Ghana. 

Apalagi motifnya coba?  Paling2 jg nyari muka biar banyak yang pilih dia Pemilu 2024 entar. 

Sayangnya, omongan sama tindakannya nggak nyambung.  Jadinya, bukannya naik, pamornya malah jungkir.  Heheheh...

doodleramen:
Setuju sob. Covid merajarela yg terdampak hanya 1-2% yg rentan - yg uzur dan punya komplikasi lain. Sedangkan ekonomi nyungsep yg terdampak itu > 90% jumlah penduduk, tua, muda, kaya, menengah, atau miskin semuanya kena.

Heri Prasetyo:
Setuju mas Alif, kematian sudah menjadi takdir tidak bisa diundur atau dimajukan, kalau tiba saatnya mau ada corona atau tidak akan berjalan sebagaimana mestinya, yang harus diwaspadai adalah para penjahat ekonomi yg masih gencar menakut nakuti masyarakat dengan propaganda sesatnya, yg kita lihat sudah sangat berhasil memprovokasi masyarakat terutama di kota2 besar sampai2 kasarnya untuk bernafas saja banyak yg takut, ini tentunya ulah para elite yg mendompleng kasus corona untuk kepentingannya dan dengan sengaja menciptakan kegaduhan dimasarakat agar bisa terus melindungi segala macam syahwat akan kekuasaan dan ekonominya, untuk itu harapan saya bagi para pengurus dan penulis seword teruslah berjuang dengan tulisannya agar dapat menjadi pembeda antara mana yg hak dan mana yg batil.. terimakasih

Bintaro You:
Kesel bgt liat awal2 covid lihat yg blg dgn gagahnya lebih memilih melindungi nyawa daripada ekonomi....lu pikir orang bs hidup tanpa ekonomi.... emang paling gampang n byk duitnya berlindung pada nyawa...tinggal hitung yg sakit masukin RS...cair dah itu dana..... lebih susah mikir ekonomi...gmn bikin iklim investasi, nyerap lapangan kerja, ngendaliin inflasi..dll itu kerjaan meras otak dan byk yg males krn senang jd media darling...

Tony Gede:
Ya itulah.  Sok ngikut2 presiden Ghana, sob.  Yang gayanya gagah, ngomong, "Ekonomi bisa dibangkitkan, orang mati nggak bisa..."

Nyatanya, Ghana udah melonggarkan lockdown dari 20 April kemaren.  Soalnya, gara-gara lockdown, ekonominya jatuh. Nyungsep.

Ujung2nya sekarang musti ngutang sama IMF.

Kenapa ngomongnya gagah bener?  Ternyata oh ternyata, akhir tahun ini mau pemilihan presiden di Ghana.

Makanya Presiden Ghana gayanya gagah bener.  Biar kepilih lagi maksudnya.

Donny Rahardian:
Eh Ferguso, sekali sekali loe baca kolom komentar, jgn dableg gak ketulungan.

Valhalla:
Kecurigaan yang menonjol saat ini adalah manajemen rumah sakit dan bisnis farmasi telah berpesta pora dengan adanya pandemi ini....dana segar yang besat dari pemerintah yang tertekan oleh gejolak global.

Sedangkan tenaga medis sebagai karyawan dengan gaji bulanan diluar insentif dan lembur, sama saja nasibnya sesuai logika normal seperti pekerja non medis....
bahkan ada yang mengalami keterbatasan2 alat keselamatan kerja, sehingga berjatuhan korban dari tenaga medis (Teorinya: Manajemen rumah-sakit tempatnya bekerja yang seharusnya bertanggung jawab, bukan Pemerintah yang menjadi kambing hitam)

Bima:
Tujuan PSBB yg terpenting adalah memperlambat penyebaran penyakit supaya sistem kesehatan tidak kolaps.

Kalo kemudian ada yg menunggangi ya itu sisi lain. Bukan PSBBnya yg kemudian dianggap gak berguna alias gagal. Ojok kewalik cara berpikirnya ????‍♂️

Bisa jadi salah satu faktor tidak tingginya angka penderita ya krn adanya PSBB. Faktor lain spt pernah disebutkan adalah cuaca dan iklim, dsb. Coba kalo PSBB sedari awal tidak ada, apa bisa yakin ngomong 100% kalo hasilnya jg sama saja?

Patrick Jahja:
Aneh sekali ini.
Dikasi tau ama si X kalo ini daerah bahaya, harus hati hati kalo jalan sendirian, uda banyak banget yang dicopet, dibegal, diperkosa, bahkan dibunuh di jalanan, kalo bisa jangan kuar rumah malem.
Terus kita gak percaya, terus kuar kuar tiap malem, ga ati ati, malah sambil mabok di jalanan, ga napa2.
Terus si X otomatis 100% salah? Jadi daerah nya sebenernya aman? lalu korban korbannya itu semua bohong?

Better sorry daripada safe?

Saya bukannya setuju Indonesia lockdown, toh ga sanggup Indonesia (walau lokal beberapa daerah aja), dan efeknya bisa ampe lenyap ni negara..., tapi bukan artinya saya nekad anggap corona itu cuma hoax terus kita ga usa ati ati hanya karena kita so far kita berlaku sembarangan tapi ga kena....

Arya2:
Keras pak pembina....tapi logis.... Menuju arah yg benar

Vegan_Vegie:
Mencoba memahami

Sepertinya unek2 yg gag ketahan

Teddy rukmantara:
Ada apa dengan penulis, kok materi  di 2 artikel ber turut2 tdk seperti biasanya, jangan2 karena terlalu sering pulang ke Madura cak..

Zhuge Liang:
Kalau ikut logika kaka pembina sebaiknya jangan ada semua proyek proyek pemerintah toh banyak yg dikorupsi

Han:
Kalau memang ada mafia yang bermain2 di saat pandemi ini - baik oknum pemerintah atau swasta - harusnya langsung ambil tindakan tegas! Problem intinya sebenarnya bukan di PSBB atau tidaknya, tapi  mental korup yang telah mewabah di masyarakat kita. Nanti kalau PSBB dihentikan dan "new normal" diberlakukan, pasti tetap ada saja mafia2 yang bermain. Mau kondisi PSBB, BBSP atau QWE123 sekalipun, selama mental korup terus dipelihara dan tak pernah ada sanksi, kita akan tetap menghadapi masalah yang sama.

Arumanis:
siapa dulu yg nakut-naktui?di ilc ya?

Teha Sugiyo:
setuju cak Jendral, sering rakyat hanya dibodohi dan ditakut-takuti saja...

Donny Aja:
Covid 19 sangat dimanfaatkan oleh "mafia medis", salah satunya tes swab dengan biaya jutaan sekali tes.

C Jon:
Gugus Tugas dan BNPB harus diaudit total utk membuat terang benderang siapa sebenarnya makhluk2 pemeras yg bermain bancakan di atas penderitaan ekonomi negeri ini. Terlalu banyak suara sumbang di kedua institusi ini termasuk Kemenkes yg memang sudah ada jaring mafia alkes, saipa pun menterinya,

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel 3 Bulan PSBB Hanya Hasilkan Pemerasan yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/3-bulan-psbb-hanya-hasilkan-pemerasan-q7hWIZ0vre

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: