You Now Here »

Ombudsman Singgung Mafia Rapid Test, Jokowi Perintahkan Bio Farma Produksi 2 Juta PCR!  (Read 158 times - 82 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 23,414
  • Poin: 23.491
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Roedy Siswanto:
mbakyu Niha , aku sih nggak tahu ombudsman dapat data darimana,  contoh rapid test ...harga di china itu 4 dollar . nah masuknya kan perlu ongkos angkut, ijin bnpb yg seperti pernah aku tulis dll ... swab test juga sama..harga modal kit nya 15 dollar ....

Martabak Sweet:
Selain Ricky (ahli hukum seword) yang saya respek di seword, satunya lagi adalah Om Roedy, karena tidak buta, semerta merta jadi bebek mengekor dan men-judge. Om Roedy selalu mau mengecek dan mencocokkan (seperti halnya tentang modal kit 15 dollar ini).

Bukankah spirit berdirinya seword adalah akurasi dan kehausan akan pengetahuan yang terjadi sebenarnya. Kenapa setelah beberapa tahun berdiri hal itu hilang dan cuma segelintir penulis yang memiliki semangat itu?

Roedy Siswanto:
Terima kasih mbak martabak sweet untuk apresiasinya . Menurut saya roh seword masih tetap dipegang erat oleh para penulis seword kok . Kalau kemudian ada kekurangan, manusiawi lah mbak . Itulah mengapa kami perlu kritikan dari pembaca kritis seperti mbak Martabak sweet ini.

Martabak Sweet:
Kalau ada 1 mafia yang perlu dibongkar dan dibumi hanguskan.

Tanya, "kenapa lab PCR, atau badan yang mampu memberi hasil PCR, cuma satu, dua, atau sedikit"

Mulai dari sini. Berani tidak? Mampu tidak? Mengerti yang terjadi tidak di lapangan?

jeremy edy d:
Disinilah dimulainya gaduh tentang kata mafia.
Sebaiknya seword fokus sebagai media opini politik, tdk perlu masuk seperti investigatif politik.

Barangkali perlu ada penulis yg berani melakukan rekonstruksi awal ramainya kata mafia, utk mencari missing link dimulai dari aktor yg pertama kali dari internal pemerintah mengeluarkan statement ada mafia, tapi sampai sekarang tdk ada satupun yg dibuktikan siapa dan kasus besar apakah sehingga bisa disebut MAFIA.
Kalau tdk bisa dibuktikan memang benar tuduhan ada mafia berarti orang yg semacam ini sangat sangat berbahaya.
Membuat kacau dan saling curiga di internal pemerintahan.
Ini opini hanya opini politik bukan investigatif politik.

Roedy Siswanto:
Mbak, sebenarnya sekarang walaupun masih melum mencukupi dengan peningkatan jumlah tes yg dilakukan, sudah cukup banyak dan cukup menyebar tempat PCR tes dilakukan.
Memang umumnya masih didi instansi atau RS milik pemerintah , mengapa ?
Karena RS swasta mengalami penurunan jumlah pasien yg drastis sehingga membuat keuangan mereka short. Untuk investasi PCR test yg memerlukan 1-3 M ( tergantung alat ) akan sangat memberatkan keuangan mereka .
Kalau soal berani , nggak perlu ragu mbak . Lihat saja tulisan para penulis seword yg mengungkapkan banyak hal yg tidak diungkap oleh media mainstream . Selama kami dapat data valid , pasti kami tulis mbak .

Martabak Sweet:
Ya kesal saja kalau melihat tulisan yang ngawur tidak bertanggung jawab. Kadang sumbernya juga yang ngawur.

Semoga Om Roedy bisa menginspirasi yang lain untuk kembali ke jalan yang benar.

Martabak Sweet:
PCR mahal itu sebenarnya berhubungan kuat dengan logistik dan keadaan dan sistem kesehatan Indonesia itu sendiri.

1. RS RS itu, hanya bisa mengambil sample. Lalu samplenya di kirim ke lab (yang cuma segelintir). Mereka tidak mampu mengetes dan analisa sendiri.

2. Lab tersebut mengenakan biaya 1 jutaan. Yang biayanya 0 cuma yang dapat hibah, dan itu harus sudah ketauan positif dulu.

3. Dari ujung ke ujung itu, samplenya harus di simpan di suhu tertentu. Media transportnya juga khusus. Pengiriman bukan pakai gelas aqua atau botol kaleng bekas. Transportasi sample dan penyimpanan itu pakai medium transport khusus untuk virus.

4. Ujung ke ujung isinya biaya semua. Dan tiap RS struktur biaya dan efisiensi berbeda.

5. Kalau mau biaya turun, benahi logistik dan perkuat industri dan sistem kesehatan di Indonesia yang carut marut.

Kalaupun ada mafia, ya mafianya tuh cari di Bea cukai, di regulator, di kementerian yang mengurus perijinan.

6. Jadi tidak bisa semerta merta sembarangan bacot lemparkan itu ke mafia, oknum, pki, pku, pkuku. Sangat tidak bertanggung jawab!!!

Kondisi PCR dan tes ini juga berpengaruh ke adopsi terapi kovalen. Semuanya nempel dan berpengaruh. Jadi  kalau mau bacot itu kadang selidiki dulu keadaan lapangan yang riil dan faktor lainnya dengan menyeluruh. Selama selalu berada dalam zona nyaman menyalahkan mafia, oknum, pki, pkuku, popopopopo, tidak akan pernah benar benar mendapatkan solusi!!!

7. Pada awal awalnya, RS swasta itu tidak mendapat bantuan. RS negeri saja dulu, saat awal awal. Ini juga membentuk keadaan yang sekarang.

Roedy Siswanto:
Mengensi pembenshan system dan logistik kesehatan, betul banget. Dari dulu hal ini hanya disuarakan tanpa pernah dikerjakan. Masalahnya kembali kepada sdm, berkaitan dng mental dan integritas. Menggerakkan organisasi yg sdh terbentk jelek itu butuh orang yg sedikit nekat dan lurus.
Mengenai biaya PCR , kayaknya yg 1 jutaan nggak ada mbak. Yang aku temuin paling murah itu 2,4 juta lho.

Martabak Sweet:
Lab yg RP 0  itu kapasitas terbatas dan hanya memberi fasilitas itu untuk yang sudah positif (konfirmasi), untuk keperluan riset.

Roedy Siswanto:
betul Sis

Martabak Sweet:
1 juta itu ongkos lab nya. Rumah sakit itu sebagian besar cuma memberi servis pengambilan spesimen atau sample. Lalu bayar ke lab untuk tes, lalu ambil hasilnya, lalu beri tahu yang bayar. 2.4 juta adalah ongkos 1 juta + ongkos logistik + ongkos operasional RS (termasuk SDM) + profit dari Rumah sakit.

nihayatur rohmah:
Kalau harganya emang sesuai berarti permasalahannya pd permainan hasil tes, bisa juga pengadaan rapid test impor atau tipe test lainnya... tapi mafia medis tetap ad. Harapannya pemerintah bisa ambil alih smw test termasuk kordinasi dg pihak RS. Kalau bisa digratiskan.

Roedy Siswanto:
Kalau ombudsman berasumsi itu harga di Indonesia ya ngawur menurutku mbakyu. harga pasaran di Indonesia untuk rapid test dng kualitas bagus sesuai rekomendasi WHO itu 160-180 ribu / test .

Martabak Sweet:
Artikel pemilik seword, elit pesta triliunan juga sangat sarat dengan salah data.

Sudah berapa kali penulis satu ini ngawur menulis hal yang berkaitan dengan science, data, dan medis.


1. Problem rapid tes itu dari kesalahan prosedur sebagian besar, bukan karena rapid tesnya error.

Fase terbaik menggunakan PCR di awal inkubasi dan infeksi. (saya tidak bilang swab ya. Karena SWAB rapid dan SWAP line pun ada... coba berapa banyak pembaca disini yang paham...tidak paham tapi banyak bacot)

Sedangkan fase terbaik memakai rapid tes itu beberapa hari setelah infeksi, makin ke belakang makin efektif.

2. PCR pun ada margin of error. Dan resiko misuse atau mis handling sangat besar untuk PCR. Jadi % efektifnya juga turun drastis.

3. Makanya terapi kovalen saja tidak berani cuma 1 kali tes PCR. Harus 2 kali. Ini saja dari statistik harusnya 3 kali baru bisa yakin aman.

4. Rapid tes dan PCR itu 2 hal yang saling melengkapi. Jangan tidak tahu lalu bacot dan menulis yang menyesatkan.

5. Keharusan rapid tes dalam bepergian itu fungsinya untuk preliminary screening dan supaya kurva penularan lebih flat. Bukan untuk 100% mengeliminasi. BEDA LAH. GOBLOG BANGET seperti ini tidak mengerti. Bicara logika dan otak, tapi tidak dipakai semuanya.

Kalau mau proper, setiap orang yang ingin bepergian harus karantina 14 hari dulu, lolos tes, baru dibolehkan.

Lah yang mewek minta komplen tentang PSBB dan ingin aktivitas normal siapa? Bukannya penulis yang satu ini yang paling getol? Karantinanya dihapus, masih mewek?

Kalau aturan pengetesan sekalian karantinanya dihapus juga, ya sudah herd immunity. Nanti kalau dilakukan, komplen lagi?

Yang membuat indonesia ini kalau menerapkan prosedur dan aturan separuh separuh kan kalian/kita juga. Dibuat tanpa celah nangis mengembik embik. Tidak dibuat aturan bacot. Dibuat SEPARUH aturan juga bacot tidak henti henti. Jadi pemerintah memang serba salah.

Lalu paling gampang lempar semuanya ke invisible enemy, entah PKI, entah Mafia, entah gugus tugas. Tapi lucunya tidak pernah ada yang BERANI dan MAMPU membongkar dan menelanjangi (bukan cuma spekulasi dan membuat teori konspirasi ya!).

Mau urusan ini rapi? Tuh tunjuk Ahok yang jadi pemimpinnya. Tapi begitu dia ketat, tegas dan tidak lembek, pasti kalian bacot dan mewek lagi karena Ahok bukan tipe yang peduli kalau yang dia lakukan populer/populis atau tidak.

nihayatur rohmah:
Okeh pak... thanks infonya? ???

andre:
kata2 digratiskan ini ada cabangnya mbak.. cabang satunya adalah brp nilai yg hrs dibayar dr kantong apbn.. lagi2 ada kmgkinan besar mafia lagi disana.

Martabak Sweet:
Permainan hasil tes? Hanya mungkin dilakukan di PCR, tidak di rapid tes.

Ombudsman melakukan fitnah dan memberi data palsu. Harusnya dipidanakan.

Martabak Sweet:
Betul Om, data artikel ini 90% ngawur. Sangat ngawur.

Dari rapid tes sampai PCR.
- rapid tes kalau bisa import diri sendiri lalu tidak ada ongkos stok, lalu dokter dan perawat gratis pula. Listrik gratis, ya mungkin 75 ribu bisa. Tidak juga deh, kecuali rapid tesnya bisa simsalabim ngetes sendiri yang melakukannya hantu.

- PCR, 15 dollar itu saja kalau tidak Gensure merek satunya. Mereka pikir import PCR itu pakai sepeda. Mereka tidak tahu kalau PCR itu harus beku suhu -15 sampai -70 derajat celcius penyimpanannya. Kirain nyimpan di styrofom yang diberi es batu mungkin.

- Lamanya hasil, ya labnya kurang se Indonesia. Yang mengoperasikan juga kurang.

Berita propaganda dan hoax seperti ini bahaya. Menipu rakyat mentah mentah. Ombudsman bukan info yang reliable di beberapa case, ini salah satunya.

Paling mudah menyalahkan "oknum" dan "mafia", musuh yang tidak kelihatan tapi sering dikarang karang kalau mencari pelarian.

Mafia di segala industri di Indonesia itu ada bukan cuma di dunia kesehatan dan yang paling ganas justru yang ada DI DALAM PEMERINTAH!. Tapi soal pcr dan rapid tes ini, korelasinya dengan mafia sangat rendah.

jeremy edy d:
Setuju.
Bukan hanya sebatas bidang kesehatan, tapi disemua bidang ada, yg mencari keuntungan diri dan kelompoknya, guna persiapan menuju pemilihan selanjutnya.
Cuma bisa mengelus dada.

Roedy Siswanto:
Kalau 75 rb berarti rapid test nya bisa jalan srndiri dari china ke Indonesia Sis . nggak mungkinlah Di chinanya sendiri sdh US$4/ tes. Mengenai derajat ketepatan ...ini sebenarnya yg harus diperhatikan oleh bnpb . Jangan hanya kasih ijin karena bayar. WHO sdh memberi guidance dan dan juga ada acuan sertifikat yg sdh didapat oleh masing mading merk. Itu yg seharusnys dijadikan acuan. Sehingga tidak terjadi seperti 50.000 tes yg dibeli dephan dan dibawa dengan hercules tahunya hasilnya nggak karuan . Kalau PCR kit yg satunya itu , harga di Indonesia sdh sekitar 500.000 rupiah/kit mbak.

Martabak Sweet:
Apalagi ada yang nulis kalau harganya 50 ribu. Si penulis mengira kalau Pabrik mau nombokin, dan rapid tesnya berenang mengarungi lautan samudra untuk tiba di pantai kepulauan Indonesia.

Hal seperti ini kan sebenarnya mudah di cek dan kalau otak dipakai sedikit (tidak perlu banyak banyak) bisa ketahuan masuk akal atau tidak.

PCR lebih kompleks lagi, mesin untuk analisanya hanya bisa membaca kit tertentu.

Roedy Siswanto:
Betul sis.

Supreme Leader:
Nunggu Komeng bang Adian Napitupulu

Heri:
andaikan 72m itu diberikan padaku

Ju Kamto:
Bisa onani tiap hari ya tanpa kerjaa

YouSuf Mohammed:
rapid test 300ribuan blm turun2 harga didaerah saya.

jeremy edy d:
Sampai saat ini tetap yakin nggak ada yg namanya mafia.
Kalau ada pasti presiden tahu lah....
Sekarang kondisinya aman2 saja kok
Tenang saja semua hal menyangkut keuangan negara akan dipertanggung jawabkan oleh presiden sebagai pribadi.
Ribuan triliun dgn tujuan utk memakmurkan rakyat, kalau pun dianggap tidak tepat sasaran, ya cuma karena beliau tidak tahu.

Besok sama sama kita kasih tahu.

Mike©-®BEYER:
kedatangan teman dr bgn marketing dr surabaya yg berarti daerah zona merah . dia ngeluh wkt mau keliling dia kejebolan uang saku nya krn bayar biaya utk rapid test pdhal hasil tes ini diperlukan utk surat ijin masuk ke daerah lain . sy bilang kan paling 150-200 rb an , dia bilang sy ngeluarin biaya hampir 1 juta per org , pdhal dia pergi dgn sopir . minta ganti sama perusahaan paling diganti brp krn tau sendirilah situasi ekonomi kemaren . sdh itu yg ngeselin katanya petugas2 di pos tiap daerah pd over reaktif ... ini curhat teman sy ditanggapi sama yg diatas ya syukur , kalo gak jg ya kebangetan...

nihayatur rohmah:
Wow rapid test sampe 1 jt... kebangetan

Mike©-®BEYER:
benar kata kakak pembina mafia2 di rs terutama ( swasta ) msh banyak keliaran

nihayatur rohmah:
Slama covid masih ada mreka tetap berpesta pora... moga2 disegerakan karmanya

Roedy Siswanto:
Waktu awal awal Pandemi , memang sebesar itulah tarif rspid test dibeberapa RS . Sekarang sdh turun jauh , sekitar 300-400 rb untuk rapid test dan 2-2,5 jt untuk swab test .

Martabak Sweet:
Sebut nama rumah sakitnya dong.
Supaya diinvestigasi.

Wanda Bagus Sebastian:
(๑˃̵ ᴗ ˂̵)و

nihayatur rohmah:
Kenapa?

Wanda Bagus Sebastian:
Semoga tak ada mafia di tengah bencana lagi

Mike©-®BEYER:
semoga tdk ada bencana ditengah mafia lagi.....

San Tuy Wele Wele:
semoga mafia mati ditimpa bencana..

jancuk:
aamiin..

Martabak Sweet:
Anggota Ombudsman RI Laode Ida menduga, uji pemeriksaan itu menjadi satu bisnis tersendiri dari kalangan atau kelompok pebisnis medis di Tanah Air. Menurut dia, ada upaya mengambil keuntungan dari kekhawatiran masyarakat terhadap corona yang kemudian dipaksakan melalui kebijakan pemerintah untuk menjalankan uji cepat.


Agak bingung sebenarnya dengan standar aturan menulis di seword. Semangat dan spirit awalnya mendirikan ini sudah hilang?

Kenapa hal yang sifatnya dugaan sering kali di pass seolah olah sebagai fakta?

Apa pantas seorang ombudsman RI mengeluarkan statement yang bersifat MENDUGA lalu menunjuk atau mencari kambing hitam berdasarkan DUGAAN?

Dugaannya berdasarkan apa? Kok tidak dijelaskan? Apa yang membuat dia menduga hal seperti itu? Apa bedanya ini dengan HOAX? Apa bedanya dia dengan Anies?

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Ombudsman Singgung Mafia Rapid Test, Jokowi Perintahkan Bio Farma Produksi 2 Juta PCR! yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/ombudsman-singgung-mafia-rapid-test-jokowi-J1T6h5Q2Qx

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: