You Now Here »

Soal Jiwasraya, Arief Poyouno: Jokowi Tukang Cuci Piring Kotor Ulah Bakrie DKK!  (Read 109 times - 85 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 23,107
  • Poin: 23.184
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Tony Gede:
Kalau sampai Bakrie dan kroni2nya masih lolos lagi dari kasus Jiwasraya ini, lupakan saja sila ke-5.

BUMN itu (salah satunya Jiwasraya) harusnya ada untuk kebaikan rakyat, karena menguasai dan mengelola kepentingan orang banyak.  Dan mustinya memberi manfaat, bukannya jadi sapi perah kaum elit dan penggede politik.

Kalau BUMN itu dijalankan dengan benar, sebenarnya bisa untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang inklusif.  Di mana seluruh lapisan masyarakat, dari yang besar sampai yang kecil, bisa terlibat menikmati kue pertumbuhan ekonomi.

Tapi yang ada saat ini, pertumbuhan ekonominya eksklusif.  Cuma kalangan penggede politik dan kaum elit saja yang menikmati laju pertumbuhan ekonomi.  Sementara di akar rumput, hidupnya gitu-gitu aja.

Sudah begini, BUMN masih pula dijadikan bancakan orang-orang gede ini.  Padahal BUMN mustinya untuk mengurusi kesejahteraan rakyat. 

Apakah ini adil?

Sudah yang kaya terus bertambah kaya, masih pula menggarong jatah rakyat kecil.

Karena itu, kasus ini harus dituntaskan.  Melihat seberapa jahatnya perbuatan yang dilakukan para penggarong politik ini.

Bocah Kantor:
Agak pesimis lah bung Tony. Dari dulu track record nya PDIP kalau jadi penguasa nggak pernah berani menyentuh "orang-orang besar". Kalau jadi oposisi memang galak. Tapi kalau sudah masuk lingkaran kekuasaan memble. Udah banyak contohnya. Kasus kudatuli pun sampai sekarang juga nggak disentuh. Pak Kwik diancam dibunuhpun juga nggak ada reaksi. Para kader banteng lama juga pada disingkirkan. Waktu emak banteng jadi penguasa juga nggak ada kabarnya bongkar-bongkar kasus korupsi besar dsb. Ujung-ujungnya biasanya buat menutupi kerugian negara, rakyat juga jadi tumbalnya. Gurita penguasa lama, kasus pak Ahok, gerombolan kadrun, ketidakadilan terhadap minoritas, yang jadi menhan dan menteri kelautan, dsb-dsb juga menunjukkan kalau bantengnya nggak ada tanduk. Maaf. Bukan bermaksud memojokkan PDIP atau Pak Dhe. Hanya bicara kenyataan yang sudah ada.

silabo hatung:
lumpur lapindo di sidoardjo kasus jumbo bak-sob sudah KE SEKIAN yang bisa didorong jadi bukan kasusnya .. semprul mengusulkan sebagai bencana nasional .. kini meluber lagi kasus trilyunan berikutnya. asuransi jiwasraya .. dengan sisa sisa kekuatan yang ada sangat mungkin akan lolos lagi .. tapi, nanti disono siapa pun tidak ada yang bisa lolos !

Didi MJ:
Jadi pengen nonton ILC dengan topik "Menolak lupa Kasus Jiwasraya" dengan nara sumber: Arief Poyuono, Benny Tjokro (pengacaranya), eSBeYe (mungkin diwakili AhaY atau mantunya) dan tentunya dengan bintang utama big sob iCal...
Sayang ternyata itu hanya mimpi di siang bolong..

Stevanes Ariffin:
Udah gitu kadrun kadrun malah nyuruh Jokowi yg tanggung jawab lageeee.....

Barbarian King:
Gak ada yg namanya teman,jika dia tukang garong uang rakyat.. musuh semua yg model bgitu. Jgn kasih ampun... #rakyatmendoakan

Roedy Siswanto:
Siaaap bung.

Barbarian King:
Ini perang lawan mafia bung.. Jgn takut, rakyat sllu mendoakan. Yg jelas geber sampai dapet, jgn lepaskan..

Aven Jaman:
Publik bantu mengawal. Ini perang rakyat semesta versi sebenarnya. Lwan parasit negeri biar hikmah kemerdekaan bisa dirasakan utuh segenap anak negeri. Satu kata: LAWAN!

Roedy Siswanto:
Siaaap bung ...kami hanya bisa menulis, jadi hanya tulisan yg akan menjadi pelampiasan kekesalan dan  kritikan kami.

Wanda Bagus Sebastian:
Jangan sampai tiap 17 Agustus negara memperingati kemerdekaan, sementara penjajah dari kaum sendiri masih leluasa.
Bakrie, kadrun, itu sumbernya.

silabo hatung:
pemirsaaahhh .. ilc malam ini dan selasa selasa lainnya hingga kiamat tidak bisa membahas sesuai permintaan permissaahh waras, yaitu kasus perampokan perusahaan asu..... jiwasraya dari sebelum 2008, karena alasan teknis .. sebab ternyata sob besar kami .. boos besaaarr kaaami .. booss bessss .. aaasuu .. dahlah ... maluu aku nyinyir kami tak tak adil. tak konsisten !! semprul, kau ....

Johan Mulyadi T:
Bongkar sekalian kebobrokan OJK dan BPK. BONGKAR !!! BONGKAR !!! YA BONGKAR !!!!!

Aven Jaman:
Lord Bakri maha bersih...

Wenas:
Bersih kacuknya krn sering dijilati sama cewe2 muda

C Jon:
Bersih apanya, sob? Phisically, ya bersih, makanya dia bisa bawa cewek2 cantik jalan2 ke Maldives pake jet pribadi. Tapi wataknya kotor luar binasa, penuh trik2 jahat utk menguras kekayaan negeri ini. Semoga azab menimpa keluarga Bakery.

Tony Gede:
Itu sarkasme, sob...  Aven Jaman salah satu penulis Seword yang getol menelanjangi grup Bakrie...

C Jon:
Secara kasat mata aja, aneh kalo hanya Direksi th 2008 yg dipermasalahkan, padahal kerugian Jiwasraya sudah sejak 2006. Dan kenapa repo yg belum dilunasi Bakrie Group tidak diusut? Waktunya utk penegak hukum mengusut tuntas kasus JS Jiwasraya, karena si Bakery ini doyan mengemplang utang dan membebani Pemerintah utk menyelesaikan kotoran mereka, seperti halnya Lapindo.

Tony Gede:
Betul.

Banyak perusahaan konglomerat juga punya mentalitas begini.  Kalau mereka rugi, buru2 teriak minta di-bailout sama pemerintah.  Dengan dalih demi kesejahteraan para pekerjanya.

Padahal, mungkin daripada membailout perusahaan2 konglomerat begini, jauh lebih produktif kalau pemerintah justru membantu permodalan & pembinaan usaha dan berkoperasi bagi rakyat akar rumput.  Supaya mereka bisa memulai usaha mereka sendiri.

Perusahaan2 konglomerat yang manja ini, kalau mereka jungkir karena kelakuan bengalnya senidiri, mustinya ya biarin aja.

Snipersiantar:
AR Bakrie lebih "beruntung" dari Umar Bakri yang naik sepeda sampai jumping dan terbang (kata bung Iwan Fals) mba Niha.
??? ??? ??? ???

nihayatur rohmah:
Hahaha bisa aj

Roedy Siswanto:
Hajar mbak ..ini adalah kejahatan terstruktur yg terjadi dinegara ini. Saatnya kita buka sebagai edukasi masyarakat agar masyarakat menjadi tahu ala yg terjadi. Kasihan para nasabah yg menjadi korban.

Tony Gede:
Fakta yang menjengkelkan saat ini, om.

Gara-gara ulah Orba, pertumbuhan ekonomi Indonesia ini eksklusif.

Cuma kalangan penggede politik dan kaum elit saja yang menikmati laju pertumbuhan ekonomi. Sementara di akar rumput, hidupnya gitu-gitu aja.

Lantas, suday kayak begini, BUMN masih pula dijadikan bancakan orang-orang gede ini. Padahal BUMN mustinya untuk mengurusi kesejahteraan rakyat.

Sudah yang kaya terus bertambah kaya, masih pula menggarong jatah rakyat kecil.

Karena itu, kasus ini harus dituntaskan. Melihat seberapa jahatnya perbuatan yang dilakukan para penggarong politik ini.

Roedy Siswanto:
Betul sekali om.

nihayatur rohmah:
Benar pak Roedy... masih banyak yg belum tersingkap dlm kasus ini... siap2 banyak isu jadi2an menyerang pemerintah yg sbenarnya utk menutup bobrok elit lama

Roedy Siswanto:
Betul mbak , makanya harus diungkap.

Fidi W:
".... harusnya Bakrie bisa terseret beserta aset-aset nya".
Semoga...

nihayatur rohmah:
Amin? ???

Aryk:
Semoga TV OON segera bangkrut begitu juga si Datuk ......lekas STRES_STROKE _ SETRO. Akibat karma nyolong duit ummat.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Soal Jiwasraya, Arief Poyouno: Jokowi Tukang Cuci Piring Kotor Ulah Bakrie DKK! yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/soal-jiwasraya-arief-poyouno-jokowi-tukang-cuci-Phb7LFPFTL

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: